Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 78


__ADS_3

Alfina menggeliat dari tidurnya, ia membuka matanya kemudian melihat suaminya yang sedang ikutan tidur disampingnya. Ia bangkit menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu karena akan melaksanakan shalat dhuhur. Ia tidak jadi ke kampus akibat kejadian tadi pagi yang menyebabkan dirinya mual dan muntah sehingga tidak bisa melakukan bimbingan skripsinya.


Alfan yang merasa tidurnya agak keganggu akhirnya kebangun, ia melihat tidak ada Alfina disampingnya. Tak lama kemudian sang istri keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah tanda ia sudah mengambil air wudhu. Lantas Alfan mendekati istrinya untuk mengajaknya shalat dhuhur berjamaah bersama dengan dirinya.


"Dek mau shalat?". Tanya Alfan pada Alfina


Alfina mengangguk "Ya". Jawabnya singkat dan pelan


"Tunggu mas sebentar ya, kita shalat dhuhur berjamaah". Ucap Alfan


Alfina mengangguk menjawab pertanyaan dari suaminya, ia lantas memakai mukenanya kemudian menyiapkan sarung dan baju untuk suaminya shalat. Walaupun Alfina masih kesal dengan suaminya, tetapi ia tidak lupa menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.


Ceklek ...


Alfan sudah keluar dari kamar mandi, ia berjalan menuju istrinya kemudian memakai sarung dan baju yang sudah disiapkannya. Alfan tersenyum melihat istrinya yang begitu perhatian dengan dirinya, ia tau kalau sang istri masih kesal dan mendiaminya akan tetapi ia tidak lupa menjalankan kewajibannya untuk menyiapkan keperluan dirinya.


"Sudah?". Tanya Alfan yang dibalas anggukan oleh Alfina


Alfan menjadi imam dalam shalatnya, ia tidak menyangka kalau suaminya tidak berangkat bekerja demi menjaganya dirumah. Sebenarnya Alfina tidak mau kesal dengan suaminya, akan tetapi ia selalu ingat kejadian tadi pagi yang membuat dirinya mual dan muntah secara bersamaan.


Alfan membalikkan badannya menghadap istrinya, lantas Alfina langsung menyalami tangan suaminya kemudian dibalas ciuman dikening dan dipipi oleh suaminya. Alfina masih diam dan menundukkan kepalanya saat ditatap oleh suaminya, ia bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa. Akhirnya ia memilih berdiri melepaskan mukenanya lalu memakai jilbab instannya.


"Adek mau kemana?". Tanya Alfan saat melihat istrinya yang akan keluar dari kamarnya


"Mau keluar". Jawabnya


"Kemana?". Tanya Alfan penasaran


"Mau nyiapin makan siang". Jawab Alfina pelan kemudian keluar dari kamar tersebut


Alfan menghela napasnya, ia harus bisa membujuk istrinya yang sedang ngambek dan marah dengan dirinya akibat kejadian tadi pagi. Ia pun ikut keluar menyusul istrinya menuju dapur.


"Lho sayang sudah enakan badannya?". Tanya umi Laila pada Alfina


"Alhamdulillah sudah mendingan umi". Jawab Alfina


"Kamu ingin makan apa nak. Kalau mau sesuatu bilang sama umi ya, yang sekiranya makanan itu tidak membuat kamu mual". Ucap umi Laila


"Umi lagi masak apa?". Tanya Alfina pada sang umi

__ADS_1


"Umi buat sayur sup nak, ada perkedel sama ayam goreng buat makan siang". Jelas umi Laila


"Kamu ingin makan apa sayang?". Tanya umi Laila pada Alfina


"Alfina mau sayur sup nya aja umi sama perkedel". Jawab Alfina sambil tersenyum kepada umi Laila


"Umi memang sengaja buatin kamu sayur ini nak, banyak makan sayur Insya Allah kamu dan bayi nya sehat". Kata umi Laila


Alfina tersenyum "Terimakasih umi". Ucapnya pelan


Tak lama Alfan datang menghampiri umi dan istrinya, ia duduk disalah satu kursi untuk makan siang bersama. Ia melihat istrinya yang sibuk membantu uminya menata makanan diatas meja makan.


"Sudah sayang?". Tanya umi ketika melihat Alfina memindahkan sayur sup nya kedalam mangkok yang besar


"Sudah umi". Jawabnya


"Biar umi yang bawa nak". Ucap umi Laila


Alfina kembali ke meja makan untuk makan siang, ia mengambil piring kemudian mengisi nasi serta lauk yang akan diberikan kepada suaminya. Setelah mengambilkan makanan untuk suaminya, ia berjalan menuju kulkas untuk mengambil air dingin dan menuangkannya kedalam gelas lalu ia taruh dihadapan suaminya.


"Terimakasih sayang". Ucap Alfan


Alfina hanya mengangguk membalasnya, lalu ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Ia pergi kedapur lagi untuk membuat susu hamil karena tadi pagi ia belum minum banyak, jadi sekarang ia harus meminum susunya agar bayi yang dikandungnya selalu sehat.


"Buat susu umi". Jawabnya dengan pelan


"Sini nak biar umi buatkan". Tawar umi Laila


"Ini sudah mau selesai kok umi, tinggal dikasih es batu supaya dingin". Kata Alfina


"Kalau sudah selesai segera makan ya nak, ini sudah jam makan siang kamu". Ucap umi Laila


Alfina mengangguk "Baik umi". Jawabnya


Setelah selesai membuat susu hamil, Alfina kembali duduk disamping suaminya sambil meminum susunya. Ia tidak akan mual bila meminumnya pada siang hari dan membuatnya diberi es batu.


"Dek apa masih merasa mual?". Tanya Alfan pada istrinya


Alfina menggeleng "Enggak mas". Jawabnya pelan

__ADS_1


"Alhamdulillah". Kata Alfan


"Yasudah sekarang minum susunya waktu siang sama malam saja ya, biar adek tidak mual". Lanjut Alfan sambil mengelus kepala Alfina


Alfina mengangguk sambil menjawab "Ya".


Umi Laila yang melihat mereka berdua merasa kalau diantara keduanya masih belum berbaikan soal kejadian tadi pagi. Beliau tau kalau Alfina masih marah dan kesal dengan sikap putranya yang terkesan memaksa hingga membuat Alfina tidak jadi berangkat ke kampusnya.


Setelah selesai makan Alfina membawa piring-piring kotor itu ke wastafel untuk ia cuci. Ia harus lebih rajin lagi dalam membantu umi Laila dan bibi Marta untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Karena selama hamil dirinya kebanyakan istirahat dibandingkan membantu sang umi.


"Sayang biar umi yang mencuci nak". Kata umi Laila


"Tidak apa-apa umi, biar Alfina saja". Jawab Alfina sambil tersenyum tipis kearah umi Laila


"Kalau butuh bantuan panggil umi ya nak". Kata umi Laila


"Ya umi". Jawabnya


Selesai mencuci piring Alfina menuju ruangan khusus setrika karena ia akan menyetrika baju-baju suaminya yang akan dipakai waktu bekerja sekaligus menyetrika baju milik dirinya. Alfan melihat sang istri yang masuk kedalam kamar setrika membawa keranjang pakaian dari tempat jemuran, lantas ia pun segera menghampiri sang istri.


"Dek apa kamu tidak capek?". Tanya Alfan pada Alfina


"Tidak mas". Jawab Alfina singkat


"Mas minta maaf dek soal kejadian tadi pagi, Insya Allah besok mas akan mengantarkan adek untuk pergi ke kampus". Kata Alfan


"Ya mas". Balas Alfina sambil memulai menyetrika


"Maafin mas sayang". Ucapnya sambil memeluk Alfina dari belakang


"Kamu marah sama mas?". Lanjutnya sambil menciumi wajah Alfina dari samping


"Tidak". Jawabnya singkat


"Nanti malam mas akan mengajak adek ke suatu tempat, supaya adek enggak sedih lagi". Ucap Alfan sambil tersenyum


"Mas tolong lepasin, Alfina enggak bisa gerak". Kata Alfina


"Maafin mas dulu sayang". Ucap Alfan

__ADS_1


"Mas tidak salah, jadi tidak perlu meminta maaf". Jawab Alfina dengan pelan dan santai


Akhirnya Alfan membantu sang istri menyetrika pakaiannya, ia tidak mungkin membiarkan Alfina melakukan aktivitas yang berat seperti ini. Walaupun hanya menyetrika akan tetapi Alfan harus tetap menemani dan membantunya, supaya istrinya tidak sampai kecapekan.


__ADS_2