
Setelah kelasnya selesai Alfina dan Amel akan merencanakan jalan-jalan bareng ke mall karena semenjak Alfina menikah mereka jarang sekali keluar ataupun hanya sekedar bermain dengan sang sahabat.
"Na kamu izin dulu gih sama pak Alfan". Suruh Amel pada sahabatnya
"Aku tunggu dikantin ya, aku mau beli air putih". Lanjut Amel
Alfina mengangguk "Kalau gitu aku keruangannya dulu". Jawab Alfina
"Oke, aku tunggu di kantin ya?". Kata Amel
"Ya mel". Balas Alfina
Alfina bergegas menuju ruangan suaminya untuk meminta izin agar diperbolehkan jalan-jalan bersama dengan Amel sahabatnya. Setelah sampai didepan pintu ia menetralkan debaran hatinya yang bergemuruh karena akan menemui suaminya.
Tok ... Tok ...
Alfina mengetuk pintunya kemudian masuk dan mengucapkan salam "Assalamualaikum".
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan
Alfina segera mengambil tangan suaminya untuk ia salimi kemudian ia akan menyampaikan niatnya meminta izin untuk pergi berdua jalan-jalan bersama dengan Amel. Meskipun sedikit takut karena ini pertama kalinya ia meminta izin kepada suaminya untuk quality time bersama dengan sahabatnya.
"Sudah selesai matkulnya?". Tanya Alfan pada Alfina
Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya
"Yaudah tunggu sebentar disini mas akan selesaikan ini dulu". Kata Alfan memberitahu Alfina
"Ehm mas". Panggil Alfina dengan pelan namun masih bisa didengar oleh Alfan
Alfan mendongak melihat istrinya sambil bertanya "Kenapa dek?". Balas Alfan
"Boleh Alfina meminta izin?". Ucap Alfina dengan sopan
"Izin kemana?". Tanya Alfan cepat
"Alfina mau pergi jalan ke mall bersama dengan Amel hari ini". Jawab Alfina dengan hati-hati
Alfan tampak menimang-nimang pernyataan dari istrinya itu, ia memperhatikan Alfina yang menunduk dan sesekali melihat kearahnya. Alfan tersenyum sangat tipis menatap Alfina yang berharap cemas agar dirinya mengizinkan pergi bersama dengan sahabatnya.
"Boleh". Jawab Alfan sambil menganggukkan kepalanya
"Asal pulangnya jangan lama-lama dan bila perlu mas yang akan jemput adek di mall". Kata Alfan dengan tegas
Alfina mengangguk "Ya mas, tapi apa mas tidak capek kalau harus jemput Alfina di mall. Alfina minta diantar pulang saja sama Amel". Balas Alfina dengan lembut
"Kalau gitu mas tidak akan memberikan izin untuk adek". Ucap Alfan
"Kenapa?". Tanya Alfina penasaran
"Sudah, biar nanti mas yang akan jemput adek di mall. Nanti adek share lokasi ke mas". Putus Alfan yang membuat Alfina diam tak berkutik
"Baik mas". Jawab Alfina pada suaminya
"Mau berangkat sekarang?". Tanya Alfan
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
"Alfina berangkat dulu". Ucapnya sambil meraih tangan Alfan untuk ia cium
"Ingat adek selama di mall jangan makan sembarangan. Tadi udah mas transfer uang ke ATM adek yang waktu itu mas kasih". Kata Alfan tegas tapi masih terkesan lembut
"Uang yang kemarin masih ada kok mas". Balas Alfina memberitahu
"Tidak apa-apa, pakai uang itu buat belanja keperluan adek. Kalau ada yang mau adek beli silahkan, mas tidak melarang". Jawab Alfan penuh perhatian
__ADS_1
"Terimakasih mas". Kata Alfina sambil menunduk
"Sama-sama, itu semua sudah menjadi kewajiban mas buat penuhin kebutuhan adek". Jawab Alfan sambil mengelus kepala Alfina
Alfina mengangguk "Assalamualaikum". Pamitnya
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan
Alfina segera melangkahkan kakinya menuju kantin untuk menemui sang sahabat bahwa ia diizinkan pergi bersama dengan dirinya. Menurut Alfina suaminya itu memang laki-laki yang baik dan penyanyang bila bersama dengan keluarganya apalagi dengan istrinya. Alfina bersyukur karena hal itu.
"Assalamualaikum Amel". Salam Alfina saat menemukan Amel yang duduk di salah satu kursi kantin
"Waalaikumussalam". Jawabnya
"Eh na gimana, diizinkan sama bapak dosen Alfan terhormat?". Kata Amel panik
Alfina mengangguk "Ya aku diizinin kok sama pak dosen Alfan". Jawabnya
"Alhamdulillah akhirnya diizinin sama dosen killer itu, yang sayangnya suami dari sahabat aku sendiri". Ucap Amel sambil tertawa
"Hust nggak boleh gitu". Kata Alfina
"Ya bestie aku cuman bercanda, eh tapi fakta kan kalau pak Alfan salah satu dosen killer dikampus kita". Jawab Amel
"Yaudah terserah kamu Mel". Balas Alfina
"Yuk berangkat". Ajak Amel pada Alfina
Alfina mengangguk "Yuk". Jawab Alfina sambil tersenyum manis
Mereka berdua pergi menggunakan mobil milik Amel. Alfina senang karena ini pertama kalinya ia quality time dengan sahabatnya Amel setelah dirinya menikah. Sebelum menikah ia dan Amel juga sering jalan-jalan ke mall, tempat wisata, ataupun ke tempat makan.
Setelah melakukan perjalanan beberapa menit akhirnya mereka berdua sudah sampai didepan mall dan akan memakirkan mobilnya terlebih dahulu. Selesai memakirkan mobilnya mereka berdua langsung beranjak masuk kedalam mall dan menjelajahi berbagai tempat.
"Na kamu pengen beli apa?". Tanya Amel pada Alfina
"Kita kelantai atas ya". Ucap Amel
"Ya Mel". Balas Alfina
Mereka bergandengan tangan layaknya anak kecil yang sedang bermain, tapi itulah kenyataannya Alfina dan Amel itu adalah seorang sahabat sejati yang saling mensupport satu sama lain. Tak heran banyak yang mengira kalau mereka berdua itu kembar, padahal tidak. Dulunya mereka kenal saat duduk dibangku SMP hingga bersahabat sampai sekarang.
"Na kita beli es krim yuk disana". Kata Amel sambil menunjuk tempat penjual es krim
"Baik, ayo kita kesana". Balas Alfina pada Amel
Ketika mereka sudah dihadapan tempat penjual es krim dengan segera Amel memesankan dua porsi es krim dengan ukuran sedang yang satunya rasa coklat untuk Alfina dan yang satunya rasa vanilla untuk Amel. Mereka berdua duduk dibangku yang sudah disediakan oleh penjualnya sambil menikmati es krim nya tersebut.
"Oh ya Mel nanti aku dijemput sama mas Alfan, tidak apa-apa kan?". Ucap Amel
"Wihh pak Alfan sepertinya posesif sama istrinya, hahaha". Kata Amel sambil tertawa lebar
"Ya tidak apa-apa kok, kamu tenang aja. Aku malah senang kalau kamu dijemput sama pak Alfan, karena lebih aman ada yang menjaga dan melindungi kamu". Jawab Amel dengan bijak
Alfina tersenyum haru menatap sahabatnya, kemudian ia berkata "Terimakasih Mel sudah menjadi sahabat terbaik aku". Kata Alfina pada Amel
"Sama-sama na, aku juga berterimakasih sama kamu karena sudah menjadi sahabat terbaik dan penyanyang seperti kamu". Balas Amel pada Alfina
"Setelah makan es krim kita belanja yuk". Ajak Amel pada Alfina
Alfina mengangguk "Boleh". Jawabnya sambil tersenyum
Mereka jalan-jalan menelusuri berbagai penjual di mall yang elit sampai akhirnya mereka berhenti di tempat berbagai macam gamis dan pakaian kemeja pria. Alfina tertarik melihatnya, akhirnya ia memilih baju gamis yang se couple dengan baju batik khas laki-laki. Ia melihat ada berbagai macam baju couple yang bagus dan bahannya berkualitas. Ia memutuskan membeli baju couple gamis dan satunya baju batik untuk suaminya yang bewarna hitam dipadukan dengan warna orange favoritnya seperti warna senja. Sedangkan Amel ia membeli gamis dan beberapa rok bawahan yang bisa digunakan untuk pergi ke kampus.
"Sudah na?". Tanya Amel pada Alfina
__ADS_1
Alfina mengangguk "Sudah Mel". Jawabnya
"Yuk kita bayar dulu". Ajak Amel dengan antusias
Alfina hanya mengangguk menanggapi kemudian berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Setelah membayar belanjaannya mereka berdua berjalan lagi sambil melihat-lihat keadaan mall pada siang hari ini. Banyak sekali orang yang berkunjung ke mall ini, ada yang belanja, jalan-jalan, ataupun makan siang.
"Mel mas Alfan sudah on the way kesini, barusan dia chat aku". Kata Alfina pada Amel
"Baiklah kita tunggu pak Alfan sambil duduk disana aja ya, biar kamu nggak capek". Ucap Amel pada Alfina
"Baiklah Mel". Balas Alfina
Beberapa menit kemudian Alfan datang menghampiri mereka dengan raut wajah datar khasnya, karena sebenarnya ia tidak suka bila istrinya dilihat oleh laki-laki yang bukan mahram diluaran sana apalagi Alfina memiliki paras yang cantik dan juga menggemaskan.
"Assalamualaikum". Salam Alfan ketika berada disamping Alfina
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina dan Amel bebarengan
"Nah berhubung sekarang sudah ada bapak dosen Alfan, aku pamit dulu ya na. Soalnya udah ditungguin sama mama dirumah". Kata Amel tersenyum jahil pada Alfina sahabatnya
Alfina mengangguk "Kamu hati-hati ya dijalan, bawa mobilnya jangan ngebut". Ucap Amel dengan lembut
"Oke bestie siap laksanakan". Jawab Amel sambil tertawa
"Pak saya pamit dulu, jagain sahabat saya. Awas aja kalau sampai sahabat saya kenapa-kenapa". Ucap Amel dengan wajah yang dibuat garang
"Mau nilai kamu jadi E?". Kata Alfan dengan datar
"Jangan dong pak, ini kan diluar jam perkuliahan. Ya enggak na?". Kata Amel
Alfina mengangguk "Iya". Jawab Alfina spontan
"Kalau gitu aku pamit dulu, Assalamualaikum". Salam Amel
"Waalaikumussalam". Jawab mereka kompak
Alfan kemudian duduk dihadapan Alfina sambil menatap Alfina dengan intens, Alfina yang ditatap pun mengalihkan pandangannya dengan melihat suasana yang ada didalam mall. Ia tidak boleh gugup dan malu saat diperhatikan oleh suaminya.
"Adek sudah makan siang?". Tanya Alfan pada Alfina
Alfina menggeleng "Belum". Jawabnya pelan
"Kenapa dari tadi tidak pesan makan?". Ucap Alfan
"Alfina belum laper, jadi tidak pesan". Jawab Alfina polos yang membuat Alfan menghela nafas
"Makan itu penting adek, yaudah biar mas yang pesankan". Kata Alfan yang tidak bisa diprotes
"Ya mas". Jawab Alfina pasrah
Mereka makan siang berdua didalam mall, karena semenjak Alfan pulang dari mengajar dikampus tadi belum makan, jadilah ia makan siang bersama dengan sang istri. Disela-sela suapannya Alfan selalu memperhatikan Alfina yang berada tepat dihadapannya. Alfina malu ketika ditatap seperti itu oleh suaminya apalagi disaat dirinya sedang makan, sudah ia pastikan bahwa pipinya sudah memerah.
"Tadi belanja apa dek?". Tanya Alfan saat sudah menyelesaikan makannya
"Ehm tadi Alfina beli baju couple, tidak apa-apa kan mas?". Jawab Alfina dengan hati-hati takut kalau suaminya itu marah
"Tidak apa-apa dek". Jawab Alfan
"Kamu bisa pakai untuk beli apapun uang yang mas kasih, karena mas kerja juga buat adek". Lanjut Alfan dengan santai
"Terimakasih mas". Ucap Alfina sambil tersenyum manis
"Sama-sama". Jawab Alfan sembari mengelus tangan Alfina yang berada diatas meja
"Kalau sudah selesai makan kita pulang, mas tidak rela adek dilihatin sama laki-laki yang bukan mahram". Kata Alfan yang membuat Alfina blushing
__ADS_1
Alfina hanya mengangguk menanggapi ucapan Alfan. Kemudian Alfan menggandeng tangan Alfina dengan erat, sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk membawakan belanjaan istrinya tadi supaya alfinanya tidak sampai kecapekan. Alfina hanya bisa menurut dan mematuhi segala ucapan dari Alfan suaminya.