
Sesampainya di pantai Alfan segera mengajak istrinya untuk bersenang-senang. Ia memberikan minum terlebih dahulu kepada sang istri supaya tidak kehausan. Sedangkan Alfina sudah tidak sabar untuk mendekat ke bibir pantai untuk bermain air. Alfan terkekeh melihat tingkah lucu dari sang istri.
"Sayang jangan dekat-dekat, mas khawatir sama kamu". Kata Alfan sedikit berteriak
"Enggak kok mas". Jawab Alfina seraya tersenyum manis menatap suaminya
"Jangan lari-larian ya dek bahaya". Peringat Alfan sambil memegangi tangan Alfina
"Ya mas". Jawab Alfina dengan sopan
Alfan melihat istrinya yang berdiri di tepi pantai sambil memotret keindahan alam yang sangat disukai oleh istrinya. Ia bahagia melihat istrinya bahagia. Ia pun mendekatinya kemudian mengelus kepala istrinya dengan lembut.
"Mas ayo kita foto". Ajak Alfina sambil tersenyum manis
Alfan mengangguk seraya tersenyum manis melihat istrinya, ia pun menuruti kemauan sang istri untuk berfoto bersama dengan background pemandangan pantai yang indah. Selesai berfoto Alfina berjalan pelan menyusuri tepi pantai dengan tangan yang selalu digandeng oleh suaminya.
"Kamu senang dek jalan-jalan kesini?". Tanya Alfan sambil menatap wajah istrinya
Alfina mengangguk mantap "Alfina senang banget mas, apalagi tak lama Alfina bakalan melahirkan dede bayi ini". Jawab Alfina sambil mengelus perutnya
"Adek sehat-sehat ya, jangan sampai kecapekan". Kata Alfan pada Alfina
"Ya mas". Balas Alfina
Ketika sedang asyik menyusuri pantai, Alfina melihat ada orang yang menjual es kelapa. Ia pun ingin meminum minuman itu, lantas ia menatap suaminya kemudian mencoba mengutarakan keinginannya untuk membeli es kelapa tersebut.
"Mas". Panggil Alfina
"Ya sayang". Jawab Alfan
"Mau apa hmm?". Tanya Alfan yang seakan mengerti dengan keinginan istrinya
"Alfina mau es kelapa itu, boleh?". Tanyanya pada Alfan
Alfan mengangguk "Boleh sayang". Jawabnya
"Adek duduk disini ya biar mas yang belikan untuk adek". Ucap Alfan sambil menggiring istrinya untuk duduk di salah satu kursi dibawah pepohonan
"Ya mas". Jawabnya
__ADS_1
Tak lama Alfan menghampiri sang istri dengan membawa dua es kelapa yang nampaknya segar ketika diminum sambil bersantai ditepi pantai seperti ini.
"Ini sayang". Ucap Alfan sambil menyuruh Alfina untuk segera meminumnya
"Terimakasih mas". Kata Alfina
"Sama-sama sayang". Jawab Alfan
"Mas". Panggil Alfina pada suaminya
"Ya sayang, ada apa hmm?". Jawab Alfan dengan gemas kepada istrinya
"Nanti kita pulang jam berapa?". Tanya Alfina polos
Alfan terkekeh mendengarnya "Kalau adek sudah puas kita bakalan pulang". Jawab Alfan
Alfina tidak membalas ucapan dari suaminya, ia menikmati kesegaran es kelapa yang tiada duanya. Karena pada dasarnya ia sangat menyukai minuman yang berbau dingin dan manis, jadi ia paling suka jika dibelikan es kelapa seperti ini.
"Adek mau jalan-jalan kemana lagi?". Tanya Alfan sambil mengelus pipi Alfina
"Terserah mas saja, tapi pulangnya jangan kemalaman ya. Alfina takut dimarahi sama umi, nanti kalau rumahnya sudah dikunci bagaimana?". Tanya Alfina random
Alfan tertawa mendengar pertanyaan dari istrinya itu, kenapa istrinya polos dan lugu sekali. Mana mungkin ia dimarahi oleh uminya, karena uminya sangat menyayangi istrinya seperti anak perempuan kandungnya sendiri. Justru yang bakalan diomelin oleh uminya adalah dirinya.
"Kamu lucu sekali sayang". Ucap Alfan
"Mana mungkin umi memarahi adek, karena adek adalah menantu kesayangannya". Jelas Alfan pada Alfina
"Alhamdulillah, itu artinya umi sama abi sayang banget sama Alfina". Balas Alfina sambil tersenyum
"Kamu bisa aja sayang". Kata Alfan sambil mencubit hidung istrinya dengan gemas
Tak terasa hari semakin panas, Alfan mengajak istrinya pergi ke masjid untuk shalat dhuhur kemudian dilanjutkan makan siang bersama di salah satu rumah makan yang ada di sekitar pantai. Rumah makan tersebut tentunya menyediakan makanan yang enak-enak khas ikan laut, itulah yang membuat Alfan senang jika berkuliner dengan istrinya.
"Adek kita makan siang dulu ya?". Ucap Alfan pada Alfina
"Pasti anak kita sudah lapar". Lanjut Alfan sambil mengelus perut istrinya
"Ya mas". Jawab Alfina sambil mengangguk
__ADS_1
Lantas Alfan menggandeng tangan istrinya menuju rumah makan tersebut. ia harus memastikan Alfina memakan makanan yang sehat dan bergizi supaya istri dan buah hatinya selalu sehat.
"Duduk sayang". Perintah Alfan ketika selesai menarik kursi untuk diduduki oleh istrinya
"Terimakasih mas". Ucap Alfina yang dibalas senyuman oleh Alfan suaminya
Beberapa menit kemudian makanan makan siang sudah datang, Alfan dan istrinya memesan makanan yang sehat tentunya yang mengandung karbohidrat dan protein seperti nasi dan ikan. Ia sangat suka melihat keantusiasan sang istri ketika dirinya memesan makanan khas laut.
"Sini sayang biar mas suapin". Kata Alfan
Alfina hanya bisa menuruti perkataan dari suaminya, ia pun membuka mulutnya ketika menerima suapan dari suaminya. Ia bahagia diperlakukan seromantis itu dengan sang suami. Ia menjadi perempuan yang beruntung karena hanya dirinyalah yang berhasil menjadi istri dari suaminya yang notabenenya adalah dosennya sendiri.
"Alfina sudah kenyang mas". Ucap Alfina ketika dirinya merasa sudah kenyang saat makan
"Satu lagi ya?". Balas Alfan yang diangguki oleh Alfina
"Minum dulu dek". Perintah Alfan pada istrinya
"Terimakasih mas". Ucap Alfina
"Sama-sama sayang". Balas Alfan
Mereka berdua menikmati momen yang indah ini, Alfina tidak masih tidak menyangka kalau dosennya adalah suaminya. Dan yang paling mengharukan bahwa suaminya adalah sahabat semasa kecilnya yang dulunya selalu bersama-sama. Ia bersyukur karena dipertemukan kembali dengan orang yang ia sayangi, bahkan dari dulu ia sudah menaruhkan nama Alfan dalam doa sepertiga malamnya.
.
.
.
.
.
Happy Reading gaes, jangan lupa like, coment, follow🤗
.
.
__ADS_1
.
Thankyou