
Setelah sampai dikantornya, Alfan segera menyelesaikan pekerjaannya yang harus ia selesaikan hari ini juga. Ia tidak mau menundanya karena ia tak tega lama-lama meninggalkan istrinya dengan keadaan hamil muda. Meskipun dirumah ada umi Laila dan bibi Marta yang membantu menjaga istrinya akan tetapi Alfan selalu kepikiran dengan keadaan istrinya.
"Assalamualaikum bro". Salam Angga sekretaris sekaligus sahabat Alfan
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan singkat
"Hari ini gue balik lebih awal karena istri gue lagi hamil". Kata Alfan pada sahabatnya
"Istri lho hamil?". Balas Angga sedikit ngegas
"Hmm". Jawab Alfan singkat
"Selamat bro, sebentar lagi lo bakalan jadi ayah". Ucap Angga pada Alfan
"Thanks". Jawab Alfan
Setelah berbincang dengan sahabatnya, Alfan kembali melanjutkan pekerjaannya supaya lebih cepat selesai. Ia harus bisa membagi waktunya untuk bekerja dan untuk keluarganya. Terlebih ia juga seorang dosen yang jadwalnya mengajar lumayan padat dikampus.
Saat adzan Alfan bergegas melaksanakan shalat dhuhur di masjid dekat kantornya. Setelah shalat ia menyempatkan diri untuk makan siang bersama dengan Angga sahabatnya. Mungkin pukul tiga sore nanti ia akan kembali pulang kerumah untuk menemui istrinya.
Sedangkan dirumah, umi Laila sedang menemani Alfina didalam kamar dengan membawakan sepiring buah segar supaya mual nya bisa sedikit reda. Alfina yang diperhatikan seperti itu oleh uminya lantas tersenyum manis sambil memegang tangan sang umi.
"Umi terimakasih sudah memperhatikan Alfina, dan maaf kalau Alfina sudah merepotkan umi". Ucap Alfina
"Kamu tidak merepotkan sama sekali nak, justru umi bahagia karena sebentar lagi umi dan abi akan mempunyai cucu dari kalian". Jawab umi Laila sambil tersenyum
"Terimakasih umi". Ucap Alfina
__ADS_1
"Sama-sama sayang". Balas umi Laila
"Habiskan ya sayang buahnya, biar kamu dan dede bayinya sehat". Kata umi Laila sambil mengelus kepala Alfina dengan sayang
Alfina mengangguk lucu "Ya umi". Jawab Alfina
Umi Laila terkekeh melihat Alfina yang lucu dan menggemaskan padahal sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu, tapi tak apa itu semua menjadi bahagianya tersendiri untuk umi Laila melihat menantunya yang masih muda. Ia juga bersyukur karena putra semata wayangnya yang sebentar lagi juga akan menjadi seorang ayah.
"Umi". Panggil Alfina pelan kepada uminya
"Ya sayang". Jawab sang umi
"Mas Alfan pulangnya jam berapa?". Tanya Alfina polos
Umi Laila tertawa mendengar pertanyaan dari istri putranya itu, ternyata Alfina sudah rindu dengan suaminya, padahal hanya beberapa jam saja ditinggal berangkat kekantor atau mungkin hanya seharian saja. Kemudian umi Laila mengelus pipi Alfina dengan lembut lalu berkata.
"Mungkin pulangnya sore sayang". Jawab umi Laila
Sungguh berada didekat Alfina membuat umi Laila bahagia dan tersenyum senang. Karena menurutnya Alfina itu orangnya ramah, lucu, dan menggemaskan. Walaupun sudah dewasa akan tetapi wajahnya seperti anak kecil terlebih kepada orang terdekatnya misalnya kepada suaminya.
"Beneran umi?". Tanya Alfina memastikan
"Ya sayang". Jawab umi Laila
Sekitar pukul tiga sore Alfan bergegas merapikan semua berkasnya yang ada diatas meja kemudian berjalan menuju mobilnya untuk kembali pulang ke rumah. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya yang sedang hamil. Ia tadi sudah menelfon Alfina kalau dirinya sudah dalam perjalanan pulang, ia juga mengatakan kepada istrinya jika ingin sesuatu untuk segera mengatakan kepada dirinya, In Sya Allah ia akan menurutinya selagi dia bisa dan mampu. Ia akan berusaha memenuhi dan menuruti segala kemauan dari istrinya. Akan tetapi Alfina mengatakan kalau dirinya sedang tidak menginginkan apapun kecuali dirinya.
Tap .. Tap ..
__ADS_1
Derap langkah seseorang memasuki kediaman rumah dan itu adalah Alfan yang baru saja tiba dirumahnya sesampainya dari bekerja di kantor tadi. Ia langsung naik kelantai dua menuju kamarnya untuk menemui istrinya.
Ceklek ...
"Assalamualaikum". Salam Alfan
"Waalaikumussalam". Salam umi Laila dan Alfina bebarengan
Alfan menyalami tangan uminya, kemudian Alfina menyalami tangan suaminya. Kemudian alfan mencium kening dan kedua pipi Alfina dengan lembut.
"Alhamdulillah, sudah pulang nak. Ini istrimu sedang mencari kamu dari tadi. Sepertinya dia sedang merindukanmu nak". Goda umi Laila yang membuat Alfina salah tingkah dan malu
"Gimana sayang keadaan kamu?". Tanya Alfan sambil mengusap kepala Alfina pelan
"Aku baik-baik saja kok mas, kan ada umi yang sudah jagain aku". Jawab Alfina dengan pelan
"Masih mual?". Tanya Alfan lagi
Alfina menggeleng "Tidak mas". Jawabnya
"Yasudah mas bersih-bersih dulu ya, nanti sehabis mandi mas akan peluk kamu". Kata Alfan pada istrinya
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
"Kedua pipi kamu memerah lho sayang, kenapa?". Jahil umi Laila yang masih berada disitu
"Umi". Rengek Alfina
__ADS_1
"Habis kamu lucu sekali sayang". Ucap umi Laila pada Alfina
Alfan tersenyum manis melihat pemandangan didepannya, ia bahagia sekaligus senang melihat keakraban antara istri dan uminya. Ia bersyukur Allah telah memberikan keluarga yang harmonis dan tentram. Terlebih sebentar lagi ia dan istrinya akan menjadi orangtua.