Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 69


__ADS_3

Ketika sudah sampai rumah, Alfina segera mengistirahatkan tubuhnya agar ia tidak sampai kelelahan dan berakhir diomeli oleh suaminya jika dirinya banyak melakukan aktivitas. Setelah shalat ia akan tidur sebentar supaya badannya tidak lemas dan perutnya tidak mual.


"Sehat-sehat ya sayang didalam perut umma". Kata Alfina sambil mengusap perutnya dengan lembut


Tok ... Tok ...


"Assalamualaikum nak". Salam umi Laila memasuki kamar Alfina


"Waalaikumussalam umi". Jawab Alfina


"Minum dulu sayang, ini sudah umi buatkan jus alpukat kesukaan kamu". Kata umi Laila sambil menyerahkan segelas jus kepada Alfina


"Terimakasih umi, maaf Alfina selalu merepotkan umi". Jawab Alfina merasa sungkan dengan umi Laila


"Kamu tenang saja sayang, itu semua tidak merepotkan umi kok. Sisa ice cream tadi umi taruh didalam kulkas ya, nanti kalo mau makan silahkan ambil". Ucap umi Laila


"Baik umi". Jawab Alfina


Setelah umi Laila keluar dari kamarnya, Alfina bergegas tidur agar badannya kembali segar dan fresh. Ia jadi mudah lelah semenjak hamil, mangkanya suaminya melarang dirinya untuk melakukan pekerjaan rumah yang berat.


Setelah hampir dua jam tertidur, kini Alfina bangun dari tidurnya kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena hari sudah sore dan suaminya sebentar lagi juga akan kembali pulang ke rumah. Setelah mandi ia segera melaksanakan shalat ashar kemudian merias wajahnya tipis-tipis supaya tidak keliatan pucat bila dipandang.


Ceklek ...


"Assalamualaikum sayang". Salam laki-laki memasuki kamar


"Waalaikumussalam mas". Jawab Alfina pada suaminya


Alfina mengambil tangan suaminya untuk ia cium kemudian Alfan membalasnya dengan memberikan ciuman di kening, kedua pipi, dan terakhir ia mengecup bibir istrinya dengan mesra. Alfan merasakan manis dan rasa buah ketika selesai mengecup bibir istrinya yang bewarna merah itu.


"Bibir kamu manis dek, mas suka". Ucap Alfan pada istrinya


Blushh ...


Pipi Alfina memerah mendengar penuturan dari suaminya itu, ia jadi gugup dan salah tingkah ketika suaminya memintanya untuk duduk dipangkuannya. Sedangkan Alfan sudah senyum-senyum sendiri melihat wajah istrinya yang memerah.

__ADS_1


"Kenapa hmm?". Tanya Alfan sambil mengusap kepala Alfina


Alfina menggeleng menjawab pertanyaan dari suaminya, ia malu menatap wajah suaminya karena sudah dipastikan kalau wajahnya sudah memerah sekarang seperti kepiting rebus.


"Tadi adek habis belanja ke supermarket dengan umi kan?". Tanya Alfan lagi


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya pelan


"Kok tidak meminta izin sama mas hmm?". Ucap Alfan pada istrinya


"Maaf mas, tadi Alfina lupa mengabari mas kalau tadi mau ke supermarket sama umi". Kata Alfina sambil menundukkan kepalanya


"Mau mas hukum hmm?". Kata Alfan sambil membelai rambut istrinya


Alfina menggeleng membuat Alfan tersenyum gemas melihat istrinya itu. Ia paling senang kalau menjahili dan menggoda sang istri ketika berada dirumah terlebih didalam kamar, jadi ia bisa bebas melakukan apapun terhadap istrinya. Alfan masih setia menatap Alfina dengan lekat sambil terus mengusap kepalanya.


"Kenapa enggak mau?". Jahil Alfan


"Mas pasti nge hukumnya aneh-aneh". Jawab Alfina polos yang kali ini berani menatap suaminya


"Udah mas mandi dulu aja, habis itu kita makan malam". Putus Alfina yang sudah tidak tahan jika dijahili oleh suaminya


"Adek sudah mandi?". Tanya Alfan pada Alfina


Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya


"Kalau belum ayo mandi bareng sama mas". Kata Alfan sambil tersenyum smirk kearah Alfina


"Enggak, Alfina sudah mandi tadi". Balas Alfina


"Yasudah tunggu mas disini, jangan kemana-mana". Titah Alfan pada istrinya


"Ya mas". Jawab Alfina sambil mengangguk patuh


Alfina menunggu suaminya selesai mandi, sampai beberapa saat kemudian sang suami sudah keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Alfina yang masih setia duduk ditepi ranjang menunggu dirinya. Alfan memakai baju yang sudah disiapkan oleh istrinya kemudian melaksanakan shalat maghrib didalam kamarnya berjamaah bersama dengan istrinya.

__ADS_1


Setelah selesai shalat Alfan duduk disamping istrinya sambil memandang wajah cantik milik istrinya. Ia mengusap kedua pipi Alfina dengan lembut kemudian mencium keningnya sedikit lama. Sungguh Alfan dibuat berkali-kali terpesona dengan keanggunan Alfina, meskipun sang istri berpenampilan sederhana akan tetapi kecantikannya selalu terlihat bahkan auranya yang sejuk bila dilihat membuat siapa saja betah memandang wajah Alfina. Akan tetapi Alfan tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Tadi beli apa saja hmm waktu ke supermarket bersama dengan umi?". Tanya Alfan pada Alfina


"Beli buah, sayuran, dan keperluan dapur yang sudah habis mas. Oh ya tadi Alfina beli ice cream tapi masih ada sisa didalam kulkas". Jawab Alfina


"Ice cream?". Tanya Alfan memastikan


Alfina mengangguk "Ya mas, memangnya kenapa?". Tanya Alfina


"Tidak apa-apa dek, mas mengizinkan adek membeli apapun. Kalau mau sesuatu lagi bilang sama mas ya?". Ujar Alfan pada istrinya


"Ya mas". Jawab Alfina


"Yasudah kita kebawah ya, pasti abi dan umi sudah menunggu kita". Ucap Alfan


Alfina mengangguk "Baik mas". Jawabnya


Alfina berdiri dari duduknya, akan tetapi saat akan berjalan kakinya tidak sengaja menginjak ujung mukenanya membuat dirinya oleng dan hampir saja terjatuh, beruntung Alfan dengan sigap menahan tubuh sang istri kemudian mendekapnya dengan erat. Alfan dibuat syok ketika istrinya hampir saja terjatuh apalagi sekarang dalam keadaan mengandung buah hatinya.


"Hati-hati dek, kamu hampir saja terjatuh". Kata Alfan setelah menguraikan pelukannya


Alfina menunduk dalam "Maaf mas". Lirihnya


"Beruntung ada mas yang melindungi kamu, coba kalau tidak ada". Lanjut Alfan sedikit tegas


Alfan menghela napas ia harus bersabar dan harus bisa mengontrol emosinya, mengingat istrinya sedang hamil. Jadi ia tidak boleh lepas kendali hingga memarahi istrinya.


"Adek tidak apa-apa kan?". Tanya Alfan khawatir


"Alfina tidak apa-apa kok mas, Alfina minta maaf". Jawab Alfina masih dengan menunduk tak berani menatap suaminya


"Alhamdulillah, kalau begitu adek harus lebih berhati-hati lagi". Balas Alfan pada istrinya


"Baik mas". Jawabnya

__ADS_1


Setelah melepaskan mukena dan memakai jilbabnya, Alfan segera menggandeng tangan Alfina menuju lantai bawah untuk melakukan makan malam bersama dengan umi Laila dan abi Lukman.


__ADS_2