Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 26


__ADS_3

Pagi ini Alfina tidak pergi kekampus karena ia sudah meminta izin untuk cuti menjelang hari pernikahannya dengan Alfan. Alfina lantas menuju kedapur untuk membantu bunda Nila dan bibi yang sedang memasak sarapan pagi. Ia memanfaatkan waktunya sebaik mungkin selama dipanti asuhan karena beberapa hari lagi ia akan melangsungkan akad pernikahan bersama dengan dosennya. Alfina masih tidak menyangka jika ia akan menjadi seorang istri.


"Assalamualaikum bunda, bibi". Salam Alfina ketika memasuki dapur


"Waalaikumussalam nak". Jawab bunda Nila dan bibi bebarengan


"Sayang kamu sehat kan nak?". Tanya bunda Nila pada Alfina


"Alhamdulillah sehat bunda". Jawabnya


"Alhamdulillah kamu harus selalu jaga kesehatan ya nak, karena beberapa hari lagi kamu akan menikah". Kata bunda Nila


"In Syaa Allah Alfina bakal jaga kesehatan bunda". Jawab Alfina sambil tersenyum


"Kamu duduk saja nak dimeja makan biar bunda dan bibi saja yang memasak". Ucap bunda Nila


"Alfina kesini mau bantuin bunda dan bibi memasak". Kata Alfina


"Memangnya kamu tidak capek nak?". Ujar bunda Nila khawatir


"Tidak bunda". Jawab Alfina


"Yasudah potong sayurannya ya sayang, kita mau bikin sup wortel". Kata bunda Nila


"Baik bunda". Jawab Alfina


Alfina memotong sayuran tersebut dengan telaten, karena pada dasarnya Alfina adalah perempuan yang pandai memasak jadi ia sudah ahli dalam memotong berbagai jenis sayuran yang akan dimasak.


"Sayang nanti kalau sudah selesai memotongnya sekalian dicuci kemudian masukkan pada air yang mendidih diatas kompor itu ya, tadi sudah bunda siapkan kamu tinggal memasukkan sayurannya saja". Kata bunda Nila dengan lembut


"Ya bunda". Jawab Alfina


Ia selalu belajar memasak dengan bunda Nila jika ia tidak kuliah dan tidak kerja. Karena ia sangat suka bila berurusan dengan dapur mulai dari memasak, membuat kue, membuat jus dan yang pasti bisa menghasilkan makanan ataupun minuman.


"Sayang kalau kamu capek duduk saja ya, bunda khawatir kalau kamu kenapa-kenapa". Kata bunda Nila


"Alfina selalu hati-hati kok bunda, nanti kalau Alfina udah capek pasti Alfina akan istirahat". Jawab Alfina menenangkan bunda Nila


"Nanti kalau sayur sup nya sudah matang kamu taruh dimangkok ya sayang, biar bunda saja yang membawa ke meja makan". Ucap bunda Nila


"Baik bunda". Kata Alfina


Ketika ia sudah selesai membantu bundanya memasak, Alfina menghampiri adik-adik panti yang sedang melakukan kegiatannya masing-masing dipagi hari ini sambil menunggu sarapan pagi tiba.


"Assalamualaikum semuanya". Salam Alfina ketika melihat mereka didalam kamar yang masih bersiap diri


"Waalaikumussalam kak na". Jawab mereka


"Maa Syaa Allah adik-adik kakak sedang bersiap untuk pergi ke sekolah ya?". Tanya Alfina sambil tersenyum

__ADS_1


"Ya kak na kita mau berangkat ke sekolah". Jawab salah satu mereka dengan muka yang lucu


"Kak na boleh pasangin jilbab Rara?". Kata rara pada Alfina


"Boleh sayang, sini". Jawab Alfina


Aira atau yang biasa dipanggil Rara ini adalah anak panti yang berusia tujuh tahun yang sangat dekat dengan Alfina. Ia begitu manja bila ada Alfina didekatnya. Alfina tidak mempersalahkan hal itu karena ia tau bahwa anak kecil harus selalu diberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup.


"Sekarang kalian semua sarapan pagi dulu ya sebelum berangkat kesekolah, sarapan paginya sudah siap". Ucap Alfina


"Ya kakak". Jawab mereka


"Ayo kita sarapan bersama dengan kakak". Kata Alfina


"Ayo kakak". Jawab mereka penuh antusias


Mereka senang karena hari ini kakaknya itu ada dipanti asuhan, karena biasanya dipagi hari Alfina sudah berangkat ke kampus ketika mereka sedang bersiap dan ketika malam mereka sudah pada istirahat saat Alfina baru saja pulang dari kerjanya. Mereka bersyukur bila kakaknya itu ada didekat mereka seperti saat ini.


"Assalamualaikum bunda ayah". Salam mereka ketika melihat bunda Nila dan ayah Norman yang sudah berada ditempat makan menunggu mereka


"Waalaikumussalam sayang". Jawab mereka bebarengan


"Sini nak duduk ditempat masing-masing dengan rapi ya?". Ucap bunda Nila


"Ya bunda". Jawab mereka


Bunda Nila dan Alfina lah yang mengambilkan mereka makanan dipiring masing-masing supaya mereka bisa langsung memakannya nanti setelah selesai berdoa.


"Ya bunda". Jawab mereka kompak


Setelah berdoa mereka memakan sarapan paginya dengan tenang dan tanpa ada yang berbicara. Ketika sudah selesai memakan makanannya mereka akan pamit untuk berangkat menuju sekolahnya masing-masing.


"Bunda, ayah, kak na kita berangkat kesekolah dulu ya?". Kata anak perempuan salah satunya


"Ya sayang". Jawab bunda Nila dan Alfina


"Ya nak hati-hati". Lanjut ayah Norman


Setelah mereka berangkat ke sekolahnya, kini Alfina membantu bunda dan bibi untuk mencuci piring dan mencuci peralatan yang habis digunakan memasak tadi supaya lebih cepat selesai dan bisa mengerjakan hal lainnya yang perlu dikerjakan. Setelah mencuci piring nanti Alfina akan membantu bibi untuk membersihkan halaman panti.


***


Dirumah umi Laila ada Alfan yang sedang menyelesaikan pekerjaannya sementara abi Lukman sudah berangkat ke kantornya karena ada urusan mendadak. Alfan sengaja tidak pergi ke kantor ataupun ke kampus jika tidak ada hal yang penting, karena sebentar lagi ia akan melangsungkan pernikahan dengan Alfina. Jadi sebisa mungkin ia harus menjaga kesehatannya dengan baik dan tidak terlalu kecapekan dalam bekerja dirumah.


"Fan minum dulu sayang, kalau capek segera istirahat ya nak". Kata umi Laila seraya memberikan segelas air dingin untuk Alfan


"Baik umi". Jawabnya sambil meminum airnya


"Nak nanti kalau lagi butuh sesuatu bilang sama umi ya, umi ada dibelakang mau buat kue sama bibi". Ucap umi Laila

__ADS_1


"Ya umi, umi juga jangan terlalu kecapekan nanti umi bisa sakit". Kata Alfan


"Ya sayang umi hanya ingin membuat kue brownies kesukaan kamu supaya putra umi ini selalu semangat dalam menjalani hari-harinya". Kata umi Laila


"Nanti kalau kamu sudah menikah minta dibuatin kue brownies nya sama istri kamu saja ya sayang. Karena Alfina sangat pandai dalam urusan dapur, nanti biar umi kasih resep sama calon istrimu". Lanjut umi Laila seraya tersenyum jahil pada Alfan


"Ya umi". Jawab Alfan pelan


Setelah uminya pergi ke dapur ia melanjutkan pekerjaannya supaya nanti ia bisa menikmati hari libur pernikahannya tanpa memikirkan pekerjaan yang bisa membuat dirinya tidak tenang. Ia akan memanfaatkan cutinya bersama dengan istrinya nanti untuk berlibur ke pulau Bali.


"Nana apakah kamu tau bahwa laki-laki yang akan menikahi kamu adalah sahabat yang dulu selalu kamu panggil dengan sebutan kak Al?". Kata Alfan dalam hati


Ditengah-tengah menyelesaikan pekerjaannya Alfan kembali teringat momen terindah dengan Alfina sewaktu mereka masih kecil.


Flashback on


Saat itu mereka sedang mengunjungi pasar malam yang ada di lapangan kota bersama dengan orangtua masing-masing. Karena orangtua Alfan dan Alfina adalah sahabat yang sangat dekat dan sudah seperti saudara. Jadi bila kemana-mana mereka selalu bebarengan seperti ini.


"Kak Al kita naik itu ya?". Ucap Alfina antusias sambil menunjuk bianglala yang memutar dengan indah


"Memangnya kamu berani?". Tanya Alfan pada Alfina


"Berani kan ada kak Al yang jagain nana". Ucapnya polos sambil menatap Alfan


Alfan tersenyum kepada gadis kecil yang selalu membuat hari-harinya begitu bewarna karena Alfan tau ia anak tunggal dan tidak memiliki saudara. Jadi ia sangat sayang kepada Alfina.


"Yaudah ayo". Jawab Alfan sambil menggandeng tangan Alfina


"Abi umi Alfan mau naik bianglala sama Nana". Ucapnya


"Ya nak mau umi antarkan kesana?". Tanya umi Laila


Alfan menggelengkan kepalanya "Alfan berani umi". Jawabnya


"Yasudah abi umi dan ayah bunda tunggu disini ya, kalau sudah selesai langsung kesini jangan kemana-mana". Kata umi Laila memperingati putranya


"Ya umi". Jawab mereka bebarengan


Setelah sampai di wahana permainan, Alfan dan Alfina segera masuk kedalam bianglala atas intruksi dari penjaganya. Mereka berdua begitu menikmati keindahan malam dari atas bianglala.


"Kak Al terimakasih ya sudah menemani Nana naik bianglala ini". Kata Alfina kecil sambil memegang tangan Alfan


"Sama-sama". Jawab Alfan sambil mengacak rambut Alfina


"Kak Al harus janji sama Nana kalau kak Al harus selalu bersama dengan Nana sampai besar nanti". Ucap Alfina lucu


Alfan yang gemas dengan tingkah dan ucapan Alfina lantas mengelus pipi Alfina dengan lembut. Karena Alfina kecil selalu menggemaskan dimatanya.


"Nana sayang sama kak Al". Kata Alfina sambil memeluk Alfan dengan erat yang langsung dibalas pelukan oleh Alfan

__ADS_1


Flashback off


Alfan tersenyum kala mengingat Alfina yang begitu menggemaskan menurutnya. Ia tidak pernah berubah dari dulu. Ia sangat bersyukur karena Allah telah mentakdirkan dirinya dengan Alfina menjadi calon suami istri yang sebentar lagi akan melangsungkan akad pernikahan secara sakral. Alfan berharap acaranya akan berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun.


__ADS_2