
Malam ini Alfina mengerjakan skripsinya ditemani oleh sang suami. Ia harus segera menyelesaikan tugas akhirnya supaya cepat lulus dan tidak menjadi beban pikirannya. Menurutnya mumpung usia kehamilannya masih muda ia harus segera ikut wisuda dan memakai baju toga seperti yang diimpikannya.
Alfan menemaninya sambil melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda di kantor. Ia membawa pekerjaannya dirumah supaya bisa sambil menemani istrinya mengerjakan skripsinya. Ia juga harus mengontrol kesehatan dan jadwal makannya supaya tidak sampai terlambat.
"Sayang kalau capek istirahat dulu saja, jangan dipaksakan kamu sedang hamil". Ucap Alfan yang berada disamping Alfina
"Enggak apa-apa kok mas, tinggal sedikit lagi. Insya Allah besok langsung di acc sama dosen pembimbingnya". Jawab Alfina
"Memangnya siapa dospemnya adek?". Tanya Alfan pura-pura tidak tau
"Siapa lagi kalau bukan pak dosen Alfan terhormat". Balas Alfina sedikit keras
Alfan terkekeh mendengar jawaban dari istrinya, ia mengusap rambut Alfina yang panjang dan halus itu.
"Kamu ada-ada saja dek". Ujar Alfan
"Tapi benarkan?". Titah Alfina
"Ya benar". Jawab Alfan pasrah
Alfina mulai melanjutkan mengerjakan skripsinya. Ditengah-tengah ia sedang mengetik skripsinya dilaptop, ia merasa haus kemudian bangkit dari duduknya untuk mengambil minum dan mengambil pudding nya didapur
"Mau kemana dek?". Tanya Alfan sambil menahan tangan Alfina
"Alfina mau ambil minum sama pudding dikulkas mas". Jawabnya
__ADS_1
"Adek duduk saja, biar mas yang ambilkan". Ucap Alfan
"Tapi mas kan lagi sibuk". Balas Alfina tidak enak jika merepotkan suaminya terus
"Sudah adek tetap disini, oke". Titah Alfan tidak bisa dibantah
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Alfan turun mengambilkan minum dan pudding untuk istrinya, walaupun dirinya sibuk akan tetapi dirinya harus siap dan sigap jika istrinya membutuhkan sesuatu. Ia berusaha memenuhi semua keperluan Alfina terlebih sekarang istrinya tengah mengandung buah hatinya.
"Minum dulu dek". Ucap Alfan sambil memberikan segelas air untuk Alfina
Alfina menerimanya kemudian meminumnya hingga tandas, semenjak hamil ia jadi sering kehausan dan terkadang ketika tengah malam ia ingin memakan makanan yang berat seperti nasi yang mengandung karbohidrat.
"Dimakan dulu pudding nya dek, biar adek gak lapar". Ucap Alfan
"Sama-sama sayang". Balas Alfan
"Kalau adek menginginkan sesuatu bilang langsung sama mas ya?". Lanjut Alfan
"Ya mas". Jawab Alfina sambil tersenyum manis menatap suaminya
Alfina melanjutkan menulis skripsinya, sedangkan Alfan masih melanjutkan pekerjaan supaya besok ia bisa berangkat agak siang ke kantornya. Beberapa menit kemudian ia menoleh kearah Alfina yang sepertinya sudah lelah dalam mengerjakan skripsinya, ia pun menutup semua berkas kerjanya kemudian mengusap kepala Alfina dengan lembut.
"Sayang dilanjutkan besok saja kalau memang belum selesai. Ingat adek sedang hamil tidak boleh sampai kecapekan, ke kampusnya besoknya lagi tidak apa-apa untuk melakukan bimbingan". Ucap Alfan pada Alfina
__ADS_1
"Ya mas, ini masih kurang sedikit, tapi Alfina sudah capek. Jawabnya sambil menyenderkan kepalanya pada dada bidang suaminya
"Kan mas sudah bilang, pasti adek sudah capek". Kata Alfan
"Yasudah ayo kita istirahat biar besok fresh lagi badannya". Lanjut Alfan sambil memeluk Alfina
"Gendong". Rengek Alfina dengan manja
"Subhanallah, umma kamu manja sekali nak". Kata Alfan sambil terkekeh
"Mas". Rengek Alfina lagi memanggil suaminya
"Ya sayang, ayo biar mas gendong kamunya". Ujar Alfan pada Alfina
Alfan membaringkan tubuh Alfina diatas ranjang kemudian menyelimutinya sebatas dadanya. Sebelum ikut berbaring, Alfan memijit kaki istrinya dengan pelan supaya rasa lelah didalam diri istrinya sedikit berkurang. Setelah selesai memijat kaki Alfina ia ikut berbaring disamping istrinya kemudian memeluk dengan erat. Baginya istrinya itu selalu menggemaskan dimatanya, apalagi kalau kedua pipinya memerah bak kepiting rebus.
"Mas". Panggil Alfina
"Ya sayang". Jawab Alfan
"Peluk nya jangan erat-erat, aku enggak bisa napas". Kata Alfina
"Iya dek maaf, mas terlalu gemas dengan kamu". Balas Alfan sambil terkekeh
"Udah sekarang adek tidur, biar tidak capek badannya". Kata Alfan sambil memijit punggung Alfina dengan pelan
__ADS_1
"Ya mas". Jawab Alfina
Alfan masih setia memijit punggung Alfina dengan pelan sampai istrinya itu tertidur. Alfan teramat menyanyangi perempuan yang berada di dalam dekapannya ini, oleh karena itu ia berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dan membahagiakannya.