
Malam ini Alfan akan menginap dirumah uminya karena sang Abi belum pulang dari urusan kerjanya diluar kota. Ia segera merapikan berkas-berkas yang berjajaran diatas mejanya kemudian ia akan segera pulang ke rumah kedua orangtuanya. Saat sedang mengendarai mobilnya ia tidak sengaja melihat ada seorang perempuan berjalan kaki dipinggir jalan.
"Siapa malam-malam begini masih ada dijalan". Gumam Alfan didalam mobil
Ia pun memberhentikan mobilnya dan melihat siapa yang ada dijalan tersebut. Alangkah kagetnya bahwa seorang perempuan itu adalah mahasiswinya yang tak lain adalah Alfina. Alfan lantas membuka pintu mobilnya dan turun menghampiri Alfina yang masih berjalan pelan dipinggir jalan.
"Kamu ngapain malam-malam masih dijalan?". Ujar Alfan pada Alfina
Alfina kaget mendengar ada orang yang berbicara disampingnya, ia pun refleks menoleh kearah Alfan yang jaraknya cukup dekat dengan jarak berdiri Alfan. Alfan melihat sekilas kearah Alfina.
"Pak Alfan". Ucap Alfina pelan
"Jawab pertanyaan saya tadi". Ucap Alfan datar
"Ehm-maaf pak saya mau pulang". Jawab Alfina
"Bukannya kuliah sudah selesai dari siang tadi?". Tanya Alfan pada Alfina
Melihat keterdiaman dari Alfina yang sedang menunduk itu, lantas Alfan mempunyai niat untuk menawarkan tumpangan pada Alfina. Karena ia melihat dijalanan ini sepi dan jarang ada kendaraan yang melintas karena hari sudah malam.
"Masuk ke mobil, saya akan mengantarkanmu pulang". Perintah Alfan pada Alfina
"Ma-maaf pak saya bisa pulang sendiri". Jawab Alfina dengan sopan
"Kamu tidak lihat dijalan ini sepi dan rawan akan perampokan". Tukas Alfan melihat Alfina sekilas
"Tapi saya tidak mau merepotkan bapak". Kata Alfina sambil menunduk
"Tidak ada rasa merepotkan untuk menolong sesama manusia, apalagi kamu seorang perempuan". Ucap Alfan
"Kamu tidak perlu khawatir saya tidak akan macam-macam" lanjut Alfan
Alfina mengangguk "tapi apa saya boleh duduknya dibelakang?". Tanya Alfina dengan hati-hati
Alfan mengerti, perempuan seperti Alfina pasti akan sangat menjaga batasannya pada laki-laki yang bukan mahramnya. Ia begitu menjaga jarak dengan lelaki, buktinya ia selalu menundukkan pandangannya jika tidak sengaja bersitatap dengan dirinya.
"Baiklah jika itu membuatmu nyaman". Jawab Alfan
Setelah masuk kedalam mobil dengan Alfan yang menyetir dan Alfina yang duduk dibelakang, mereka berdua sama-sama diam. Sesekali Alfan menengok sekilas kearah Alfina yang sedari tadi melihat pemandangan malam dari balik jendela mobilnya. Hingga Alfan memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
__ADS_1
"Mana alamat rumahmu?". Tanya Alfan pada Alfina
"Jalan Mawar pak, nanti saya turun didepan gang nya saja". Jawab Alfina menatap kedepan
"Jika rumahmu masih jauh dari tempatmu turun, lebih baik saya antar saja sekalian". Kata Alfan sambil fokus menyetir
Alfina menggeleng "Tidak usah pak, rumah saya dekat dengan tempat saya turun nanti". Balas Alfina
"Baiklah". Jawab Alfan
Sebenarnya tadi Alfina ingin menolak tawaran dari dosennya yang ingin mengatarkan dirinya pulang. Tapi ia juga takut bila sendirian ditengah jalanan seperti tadi. Akhirnya ia menyetujui tawaran dari dosennya tersebut. Sungguh baru pertama kali ini ia diantar langsung oleh seorang lelaki dan lebih parahnya lagi yang mengantarkannya adalah dosen di kampusnya.
Dua puluh menit akhirnya Alfan sampai didepan gang rumah Alfina tadi. Ia menepikan mobilnya dan melihat Alfina sekilas. Alfan kaget ternyata rumah gadis itu berada didalam gang ini. Tentu ia tau karena jalan ini merupakan jalan yang biasanya dilewati Alfan ketika ia mengunjungi sebuah panti asuhan.
"Terimakasih pak sudah mengantarkan saya pulang, maaf sudah merepotkan bapak". Ucap Alfina dengan sopan sebelum turun dari mobil Alfan
Alfan mengangguk "ya sama-sama". Balas Alfan
"Kalau begitu saya pamit dulu, Assalamualaikum". Salam Alfina pada Alfan
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan seraya melihat Alfina yang turun dari mobilnya
"Ada perasaan apa hamba dengan gadis itu yaRabb". Monolog Alfan dalam hati
***
Alfina baru saja membersihkan dirinya dengan berganti pakaian piyama tidur pink polos. Ia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur usai melaksanakan shalat isya' tadi. Para anak panti sedang diajak berlibur oleh bunda Nila dan kerabatnya di salah satu villa yang berada di Yogyakarta. Sebelumnya ia juga diajak akan tetapi Alfina tidak bisa ikut karena ia harus mengikuti kegiatan perkuliahannya supaya ia bisa lulus tepat waktu.
Tidak lama dering handphone Alfina berbunyi, bunda Nila lah yang menelfon dirinya. Diangkatnya telefon itu dengan Alfina.
"Assalamualaikum bunda". Salam Alfina seraya mengubah posisinya menjadi duduk
"Waalaikumussalam sayang". Jawab bunda Nila disebrang telfon
"Bagaimana liburannya bunda? Adek-adek pasti senang diajak berlibur sama bunda". Tanya Alfina antusias
"Alhamdulillah lancar nak, anak-anak panti semuanya juga senang. Ini tadi mereka baru saja selesai makan malam dengan para kerabat bunda. Kamu sudah makan nak?". Kata bunda Nila pada Alfina seraya bertanya
"Alhamdulillah kalau gitu bunda, Alfina sudah makan di tempat kerja tadi". Jawab Alfina
__ADS_1
"Ya sudah kamu istirahat ya sayang, jangan sampai kecapekan. Besok hari libur kamu jangan ngapa-ngapain oke. Rumah panti sudah ada yang bersihkan, kamu harus jaga kesehatan". Titah bunda Nila perhatian pada Alfina
"Ya bunda Alfina selalu nurut apa kata bunda, tapi bolehkan jika Alfina bantu bersih-bersih. Soalnya Alfina gak bisa kalau gak ngapa-ngapain?". Balas Alfina sambil terkekeh
"Boleh asalkan jangan sampai kecapekan". Jawab bunda Nila
"Terimakasih bunda". Balas Alfina
"Oh ya bunda, bolehkan kalau besok Alfina izin pergi ke supermarket sebentar, soalnya ada sesuatu yang mau Alfina beli". Izin Alfina pada bunda Nila
"Boleh sayang, tapi habis beli langsung pulang oke?". Jawab bunda Nila
"Baik bunda". Balas Alfina
"Kalau begitu bunda tutup dulu telfonnya, kamu baik-baik dirumah ya nak, Assalamualaikum". Kata bunda Nila mengakhiri telfonnya
"Ya bunda Waalaikumussalam". Jawab Alfina
Alfina jadi teringat ayah dan bundanya. Setiap malam sebelum tidur ia selalu merindukan kedua orangtuanya itu. Ayah dan bundanya sudah berada di Syurga-Nya Allah, yang bisa ia lakukan sekarang adalah mendoakan yang terbaik untuk mereka. Bila ia rindu dengan ayah bundanya sudah dipastikan ia akan mengunjungi makam kedua orangtuanya yang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Tanpa sadar ia sudah meneteskan air matanya.
"Ayah bunda Alfina rindu". Ucap Alfina lirih
Ia berusaha untuk kuat dan tegar didepan semua orang. Padahal didalam hati ia rapuh karena sudah kehilangan kedua orangtuanya sejak usianya masih anak-anak. Ia tidak bisa melupakan semua kenangan yang sudah dialami dengan kedua orangtuanya dulu. Namun sekarang ia sudah dewasa jadi ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan cita-citanya agar menjadi orang yang sukses.
Sekitar pukul tiga pagi ia terbangun kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Ia akan melaksanakan shalat malam dan berdoa di sepanjang sujudnya supaya apa yang diinginkan selama ini akan dikabulkan oleh Allah. Alfina memang gadis yang taat akan agama, ia akan melaksanakan shalat lima waktu beserta dengan shalat sunnahnya.
Selesai dengan kegiatannya, Alfina turun ke lantai bawah untuk membantu bibi membereskan rumah panti ini. Ia tidak mungkin berdiam saja ketika hari libur seperti ini. Karena selain kegiatan kuliahnya aktivitas ditempat kerjanya juga libur jika hari Minggu. Jadi Alfina bisa beristirahat dan bersantai di rumah panti ini.
"Assalamualaikum bibi". Salam Alfina ketika melihat bi Inah sedang menyapu lantai
"Waalaikumussalam nak". Jawab bi Inah
"Bi biar Alfina yang mengepel lantainya ya, biar bibi tidak kecapekan". Kata Alfina pada bi Inah
"Tidak usah nak inikan hari libur, sebaiknya kamu istirahat saja. Nanti kamu capek". Balas bi Inah sambil menatap Alfina
"Tidak apa-apa bi Alfina gak capek kok, justru Alfina senang bisa bantu bibi". Jawab Alfina sambil tersenyum
"Ya sudah nanti kalau butuh bantuan bilang sama bibi ya nak?". Tutur bi Inah pada Alfina
__ADS_1
Alfina mengangguk menanggapi pernyataan dari bi Inah. Selanjutnya Alfina mengepel mulai dari teras hingga lantai dua kamarnya. Selain itu ia juga membantu bi Inah membersihkan bagian dapur dan halaman belakang rumah panti ini. Setelah semuanya selesai ia segera bersiap-siap menuju kamarnya, karena ia akan pergi ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhannya yang sudah habis.