
Alfan bangun dari tidurnya ketika waktu menunjukkan pukul setengah empat pagi. Ia melihat kearah samping dimana istrinya masih tidur dengan nyenyak sehingga ia jadi tidak tega untuk membangunkannya. Ia akan mandi dan mengambil air wudhu terlebih dahulu kemudian membangunkan istrinya jika masih tidur.
Ceklek ....
Alfan sudah keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya yang masih tertidur dengan memeluk guling yang ada disampingnya. Ia harus segera membangunkannya karena waktu shubuh tidaklah banyak, jadi harus segera melaksanakan shalat.
"Dek bangun". Ucap Alfan sambil menepuk pelan lengan Alfina
"Bangun dulu dek, shalat shubuh". Ucap Alfan lagi
Alfina terusik akibat elusan lembut dilengannya, ia membuka matanya dan melihat suaminya yang sudah rapi menggunakan baju koko dan sarungnya serta rambutnya yang masih basah terkena air wudhu tadi.
"Ya mas". Jawab Alfina dengan pelan
"Mas ke masjid dulu ya, jangan lupa shalat shubuh". Kata Alfan sambil mengelus rambut Alfina
Alfina mengangguk "Baik mas". Jawabnya
Ketika suaminya sudah keluar dari kamar, Alfina bergegas mandi dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat shubuh dikamarnya. Setelah shalat ia akan membantu umi Laila memasak didapur bersama dengan bibi.
Alfina mengenakan gamis rumahan kemudian turun dari lantai atas menuju lantai bawah tepatnya ke area bagian dapur. Ia melihat hanya ada bibi yang berada didapur, mungkin umi Laila belum keluar dari kamarnya. Itulah pikir Alfina
"Assalamualaikum bibi". Salam Alfina pada bibi Marta yang sedang mencuci ikan di wastafel
"Waalaikumussalam non". Jawab bibi sambil tersenyum
"Bi, umi belum kesini?". Tanya Alfina pada bi Marta
"Belum non, mungkin ibu masih capek jadi masih istirahat dikamarnya". Jelas bi Marta
"Oh yasudah BI biar Alfina bantu bibi memasak". Balas Alfina seraya mengambil beberapa sayuran yang ada dikulkas
"Apa non tidak capek?". Tanya bi Marta
"Tidak kok bi, Alfina tidak capek". Jawab Alfina
Alfina membantu bibi memasak menyiapkan makanan untuk sarapan pagi, ia sebenarnya juga capek karena semalam ia mengerjakan skripsinya dengan mood yang berantakan akibat masih merasa kesal dengan suaminya. Akan tetapi mau bagaimana lagi, jika ia tidak membantu bibi memasak itu rasanya tidak pantas karena selama ini ia masih bertempat tinggal dikediaman mertuanya. Ia dan suaminya tidak diperkenankan umi dan abi untuk tinggal pisah dengannya, oleh karena itu ia dan suaminya memutuskan untuk terus bertempat tinggal dirumah kedua orangtuanya. Rumahnya yang luas dan nyaman membuat Alfina senang berada disini, karena ia juga bisa lebih dekat dengan sang umi dan abi.
Alfina menata makanan di atas meja makan ketika sudah selesai memasak, ia juga menyiapkan beberapa piring, sendok, dan gelas diatas meja makan. Ia melihat ada umi Laila yang berjalan kearah dapur menghampirinya. Ia
"Maa Syaa Allah sayang maafin umi nak, umi bangunnya kesiangan. Jadi tidak bisa membantu memasak". Kata umi Laila sambil memegang tangan Alfina
"Tidak apa-apa umi, tadi dibantu sama bibi kok". Balas Alfina dengan sopan
"Habis ini kamu ada kuliah nak?" Tanya umi Laila pada Alfina
Alfina mengangguk "Ya umi, kebetulan mata kuliahnya pagi". Jawab Alfina
"Kalau mata kuliah sudah selesai, segera pulang ya nak. Nanti minta diantar sama suami kamu. Umi gak mau kalau kamu sampai kecapekan, nanti istirahat siang bersama dengan umi". Kata umi Laila panjang lebar yang mengkhawatirkan Alfina
"Ya umi nanti Alfina langsung pulang kok karena Alfina mau bongkar oleh-oleh dari umi dan abi". Jawab Alfina dengan tersenyum cerah
"Kamu ada-ada saja sayang". Ucap umi Laila sambil tersenyum lebar melihat Alfina yang menurutnya lucu itu
__ADS_1
Tak lama kemudian ada abi dan juga Alfan yang sudah berpakaian formal lengkap yang nantinya akan pergi ke kantor masing-masing. Alfina melihat suaminya yang sedang tersenyum menatap kearahnya, Alfina membalasnya dengan tersenyum tipis karena ia masih malu jika ditatap seperti itu oleh suaminya terlebih dihadapan umi dan abi.
"Ayo kita semua sarapan dulu ya, ini yang masak putri kita lho bi". Ucap umi Laila kepada suaminya
"Maa Syaa Allah, sudah cantik, sholehah, pintar masak pula". Puji Abi Lukman terhadap Alfina
"Bi". Ujar Alfan singkat namun tegas menatap kearah abinya saat abinya dengan santainya memuji istri tercintanya
"Kenapa boy?". Tanya abi Lukman pura-pura tidak tau
Setelah sarapan pagi Alfina dan Alfan langsung bergegas berangkat menuju kampus, sedangkan Abi Lukman pergi berangkat ke kantornya. Saat ini Alfina sedang berada didalam mobil bersama dengan Alfan suaminya yang sedang fokus menyetir disampingnya.
Ketika sudah sampai dipelataran kampus, Alfina segera turun dan pamit kepada suaminya. Hari ini Alfina mungkin tidak terlalu padat jadwalnya dikampus dikarenakan dia hanya melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing yakni suaminya sendiri dan satu dosen pembimbing lagi.
"Mas Alfina ke kelas dulu karena sudah ditunggu sama Amel". Kata Alfina pada suaminya
"Baiklah, nanti setelah melakukan bimbingan mas akan mengantarkanmu pulang karena mas harus pergi ke kantor". Ucap Alfan pada Alfina
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina
"Kenapa dari kemarin adek kayak gak mood gitu?". Tanya Alfan penasaran
"Gapapa". Jawab Alfina singkat
"Yasudah nanti kita bicarakan lagi dirumah". Balas Alfan sambil mengusap kepala Alfina yang tertutup hijab
Alfina segera meraih tangan suaminya untuk salim, ia mencium punggung tangan suaminya dengan takdzim lalu dibalas Alfan dengan kecupan sayang dikeningnya dan dikedua pipinya. Alfina bersemu merah diperlakukan seperti itu oleh suaminya.
"Assalamualaikum". Salam Alfina
"Ya mas". Balas Alfina kemudian melangkahkan kakinya menuju kelasnya
Saat sudah sampai dikelas, Alfina segera menghampiri Amel yang sudah duduk manis dibangkunya. Amel tersenyum melihat sahabatnya yang sudah datang, ia pun langsung memeluk sahabatnya itu dengan sayang.
"Assalamualaikum Mel". Salam Alfina pada sahabatnya
"Waalaikumussalam Na". Jawab Amel sedikit keras
"Gimana dengan skripsi kamu?". Tanya Amel pada sahabatnya itu
"Alhamdulillah semuanya berjalan lancar meskipun ada sedikit problem". Kata Alfina pada Amel
"Syukurlah yang penting kamu harus jaga kesehatan, jangan lupa makan, dan yang lebih penting kamu juga jangan lupa buat istirahat". Ucap Amel panjang lebar kepada sahabatnya
"Ya Mel, kamu juga harus jaga kesehatan ya. Jangan lupa makan dan istirahat yang cukup". Balas Alfina
"Itu sudah pasti bestie". Ucap Amel sedikit keras
Setelah keduanya melakukan bimbingan skripsi, kini Alfina akan menuju parkiran karena sang suami sudah menunggunya disana. Jadi ia bisa langsung pulang diantar oleh suaminya sebelum suaminya tersebut pergi ke kantor.
"Assalamualaikum mas". Salam Alfina pada suaminya
"Waalaikumussalam dek". Jawab Alfan sambil menerima uluran tangan dari istrinya
__ADS_1
"Kita langsung pulang ya"?. Kata Alfan pada Alfina
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Dalam perjalanan pulang Alfina hanya diam saja sesekali ia melirik kearah suaminya yang sedang menyetir mobilnya. Hari ini suaminya memakai baju batik dengan gaya rambut yang cool membuat penampilannya berkali-kali lipat lebih tampan. Mangkanya kalau berada dikampus suaminya kerap sekali selalu dibicarakan oleh kalangan mahasiswi tentunya.
"Kenapa hmm?". Tanya Alfan ketika melihat Alfina yang memperhatikannya sedari tadi
"Gapapa". Jawab Alfina lalu mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil
"Kamu pasti terpesona dengan ketampanan mas ya dek?". Ucap Alfan percaya diri
"Ya". Jawab Alfina asal
Alfan tersenyum manis mendengar jawaban dari Alfina, ia tidak menyangka istrinya akan mengatakan demikian. Sedangkan Alfina membekap mulutnya karena ia salah bicara dan malu, walaupun kenyataan suaminya itu memang sangat tampan dan menawan.
"Eh enggak, mas jangan kepedean ya"?. Kata Alfina sedikit salah tingkah
"Mas memang tampan dek, tenang saja ketampanan mas hanya untuk kamu". Kata Alfan santai
"Apaan sih mas". Balas Alfina
Beberapa menit setelah perjalanan pulang dari kampus kini pasangan suami istri itu sudah sampai didepan rumah, Alfan segera turun kemudian membukakan pintu mobil untuk istrinya lalu mengantarkannya sampai kedepan pintu rumah utama karena dirinya harus pergi kekantornya langsung.
"Adek istirahat ya dirumah habis ini langsung bersih-bersih badan, lalu ganti pakaian kemudian makan siang. Mas tidak izinkan adek untuk bersih-bersih rumah ataupun yang lainnya, tadi mas juga sudah berbicara sama bunda untuk melarang adek melakukan kegiatan yang berat ketika berada dirumah". Pesan Alfan panjang lebar kepada Alfina
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina
"Mas ke kantor ke kantor dulu, kalau ada apa-apa langsung telfon mas". Balas Alfan
"Ya mas hati-hati". Ucap Alfina pada suaminya
"Ya sayang, ingat pesan mas tadi". Kata Alfan sambil mengelus kepala Alfina
"Assalamualaikum". Salam Alfan
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina sambil tersenyum manis menatap suaminya
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan follow ygy 🤗
.
.
__ADS_1
Thank You