Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 56


__ADS_3

"Assalamualaikum". Salam Alfan ketika memasuki rumahnya sambil menggandeng tangan Alfina


"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila dari dalam rumah


Alfan dan Alfina menyalimi tangan umi Laila bergantian, umi Laila menatap mereka berdua dengan tatapan yang berbinar dan tersenyum karena anak-anaknya sudah kembali pulang kerumah. Kemudian umi Laila berkata,


"Sayang kamu langsung istirahat saja ya, umi tau pasti kamu sudah kecapekan". Kata umi Laila sambil mengelus kepala Alfina dengan lembut


Alfina mengangguk "Baik umi". Jawabnya


Kemudian Alfan mengajak istrinya ke lantai atas menuju kamarnya untuk istirahat karena ia melihat wajah istrinya yang nampak lelah. Sesampainya dikamar Alfan membantu istrinya melepaskan jilbabnya dan kaos kakinya yang tadi dikenakan ketika keluar atau bepergian. Alfan berjongkok didepan Alfina untuk melepaskan kaos kaki yang masih dipakai oleh istrinya.


"Eh mas mau ngapain?". Tanya Alfina ketika suaminya berjongkok didepannya


"Sudah adek diam saja". Jawab Alfan pada istrinya


Alfina terharu ketika sang suami begitu perhatian dengan dirinya, ia dibuat berkaca-kaca ketika Alfan juga membantu melepaskan jilbabnya ketika sudah sampai kamar. Ia begitu diratukan oleh suaminya sendiri, ia juga harus berterimakasih kepada umi Laila mertuanya karena sudah mendidik putra semata wayangnya dengan sangat baik sehingga ketika putranya sudah menikah istrinya diperlakukan seperti ratu olehnya.


"Adek kenapa menangis?". Tanya Alfan pada istrinya


"Coba adek cerita sama mas". Lanjut Alfan sambil mengusap kedua mata Alfina


Alfina menatap suaminya yang juga sedang menatapnya dengan lembut, lantas ia berkata "Terimakasih mas sudah menjadikan aku sebagai istri mas, selama ini mas selalu memperhatikan dan menyayangi Alfina dengan tulus". Kata Alfina sedikit parau


"Hadap mas sayang". Ucap Alfan kepada istrinya

__ADS_1


"Sayang dengerin mas, ketika mas sudah mengucapkan akad atas nama kamu, disitulah mas mempunyai tanggungjawab penuh untuk selalu mencintai dan menyayangimu dengan tulus dan ikhlas. Kamu tau karena apa?". Kata Alfan sambil menangkup wajah Alfina


Alfina menggeleng menanggapi pertanyaan suaminya, kemudian Alfan berkata lagi "Karena dari dulu cinta mas ke kamu tidak pernah berubah, sahabat semasa kecil yang dulunya selalu bersama-sama dan hingga pada waktu yang tepat Allah mentakdirkan kita untuk menikah dan hidup bersama untuk selama-lamanya". Lanjut Alfan yang membuat Alfina meneteskan air matanya haru


Alfina langsung memeluk suaminya dengan erat, ia begitu terharu mendengarkan lontaran dari sang suami yang ternyata dari dulu sudah berjuang untuk mendapatkan dirinya. Ia sangat bersyukur karena Allah sudah mentakdirkan mereka untuk hidup bersama-sama dalam ikatan yang halal. Dalam pelukan Alfan, ia terisak betapa beruntungnya ia dimiliki oleh laki-laki yang paham agama dan bertanggungjawab.


"Adek jangan sedih, mas akan selalu berusaha buat adek bahagia hidup bersama dengan mas". Ucap Alfan sambil mengelus kepala Alfina yang tidak tertutup hijab


"Sekarang adek ganti baju terus kita istirahat bareng". Perintah Alfan yang langsung diangguki oleh Alfina


Sebelum Alfina bangkit dari duduknya, Alfan menyempatkan mencium kening istrinya dengan lembut. Setelah itu Alfina berjalan kearah lemari untuk mengambil baju ganti yang akan dikenakan oleh dirinya dan juga suaminya. Ia memasuki kamar mandi untuk mengganti bajunya karena ia masih malu jika harus mengganti bajunya didalam kamar dihadapan suaminya.


Sekitar lima menit Alfina sudah keluar dari kamar mandi, kemudian ia berjalan menuju ranjang untuk bersiap tidur dan istirahat bersama dengan suaminya. Sedangkan Alfan berdiri menuju kamar mandi untuk mengganti bajunya terlebih dahulu supaya lebih nyaman ketika istirahat nanti.


"Adek". Panggil Alfan ketika sudah berada diatas ranjang sambil tangannya memeluk Alfina dari belakang dan menciumi rambut istrinya


"Kamu sudah tidur?". Tanya Alfan pada istrinya


Alfina membalikkan badannya menatap suaminya yang sedang memeluk pinggangnya dengan rapat hingga kedua tubuhnya saling menempel satu sama lain. Alfina berdebar kala ditatap suaminya dengan tatapan yang tak biasa seperti sekarang ini. Ia jadi ketar-ketir kalau tiba-tiba suaminya itu meminta hak lagi kepada dirinya. Akan tetapi saat ini dirinya sedang berhalangan jadi aman-aman saja pikirnya.


"Mas kirain adek sudah tidur?". Kata Alfan sambil tersenyum manis


Alfina menggeleng "Belum mas". Jawab Alfina


"Yasudah sekarang adek pejamin matanya pelan-pelan, mas akan bacakan shalawat biar adek cepat tidur". Ucap Alfan kepada istrinya

__ADS_1


Alfan membacakan shalawat untuk istrinya sambil mengelus punggungnya dengan pelan supaya istrinya itu cepat tertidur. Ia tidak mau kalau sampai istrinya kecapekan ataupun kelelahan karena aktivitas yang padat yang selalu dijalani setiap hari, jadi sebisa mungkin ia mengontrol dan mengawasi pola makan dan pola istirahat istrinya. Ia akan menjaga dan melindungi istrinya dimanapun dan kapanpun istrinya berada, karena itu semua merupakan tanggungjawabnya.


Ketika dirasa istrinya sudah tertidur ia segera memeluk istrinya dan mencium keningnya dengan singkat, sungguh ia sangat menyayangi perempuan yang ada dipelukannya saat ini. Sebelum menikah dengan Alfina dirinya tidak pernah berdekatan dengan perempuan manapun, karena menurutnya itu semua adalah dosa karena berdekatan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Sekarang ia bisa bebas menatap, menyetuh bahkan melakukan hal yang lebih kepada istrinya karena mereka berdua sudah halal dan bebas melakukan apapun.


Saat pukul tiga sore Alfan bangun dari tidurnya kemudian melihat Alfina yang masih tertidur didalam dekapannya. Ia tersenyum sambil mengelus rambut Alfina dengan sayang karena menurutnya ketika sedang tertidur wajah istrinya itu sangat menggemaskan dan lucu. Ia mencubit pelan kedua pipi istrinya sambil terkekeh, kemudian ia bangkit untuk membersihkan badannya karena shalat ashar akan segera dimulai dimasjid.


Ketika sudah selesai berpenampilan rapi dengan baju koko, sarung, dan kopyahnya Alfan segera membangunkan istrinya yang masih tertidur diatas ranjang. Ia menepuk pelan lengan istrinya agar tidak membatalkan wudhunya karena Alfina selalu memakai piyama ketika tidur bersamanya. Alfina menggeliat pelan kemudian bangun dari tidurnya dan menatap suaminya yang sudah berpakaian lengkap tanda akan berangkat menuju masjid untuk melaksanakan shalat.


"Bangun dulu adek". Kata Alfan sambil menatap istrinya


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya


"Mas pergi ke masjid dulu ya, adek jangan lupa mandi". Ucap Alfan lagi


"Ya mas". Balas Alfina


Alfina segera membersihkan badannya, karena ia tidak shalat akhirnya ia bergegas menuju lantai bawah tepatnya kedapur untuk membantu umi Laila yang sedang memasak untuk makan malam. Sungguh ia merasa tak enak jika tidak membantu sang umi memasak menyiapkan makanan untuk keluarganya. Tapi ia juga tadi merasa capek ketika pulang dari kampus, untungnya sekarang sudah tidak lagi merasa capek karena ia sudah istirahat bersama dengan suaminya.


"Umi". Panggil Alfina dengan sopan


"Ya sayang". Jawab umi Laila sambil tersenyum manis


"Maaf umi, Alfina tidak membantu umi Laila memasak menyiapkan menu makan malam". Ucap Alfina sambil menunduk


"Tidak masalah sayang, umi justru senang kalau kamu menuruti apa kata umi tadi. Sudah istirahat kan tadi nak?". Tanya umi Laila

__ADS_1


Alfina mengangguk 'Sudah umi". Jawabnya


Akhirnya Alfina membantu sang umi memindahkan makanan ke tempatnya masing-masing kemudian menaruhnya diatas meja makan dengan rapi. Hari ini umi Laila memasak makanan kesukaannya, ia sangat berterimakasih kepada umi Laila karena sudah menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri dikeluarganya. Ia bersyukur karena mertuanya tidak menuntut apapun kepada dirinya, malahan umi Laila dan abi Lukman sangat menyayangi dirinya sama seperti rasa sayang ayah dan bundanya yang sudah lebih dulu dipanggil oleh Allah. Ia tidak menyangka bahwa alur kehidupannya akan seperti ini, ia bahagia memiliki keluarga yang harmonis dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam.


__ADS_2