
Satu bulan kemudian Alfina telah menyelesaikan kegiatan kuliahnya dengan baik dan tepat waktu. Ia sudah dinyatakan lulus sebagai mahasiswa terbaik dengan peraih predikat cumlaude dikampusnya. Ia yang hamil delapan bulan dibarengi dengan wisuda yang membuat dirinya terharu dan bahagia. Orang-orang disekitarnya selalu mensupport dirinya seperti suami, umi Laila, abi Lukman, bunda Nila, Ayah Norman dan yang lainnya yang selama ini Alfina kenal.
Kini Alfina sedang sedang merayakan kelulusan dengan keluarganya besarnya, Alfan suaminya mengajaknya dinner direstoran terkenal di kotanya. Ia juga mengajak para keluarga besarnya untuk merayakan momen bahagia ini.
"Sayang kamu duduk dulu". Ucap Alfan setelah menarik kursi untuk istrinya duduki
"Terimakasih mas". Kata Alfina
"Sama-sama sayang". Jawab Alfan sambil tersenyum manis menatap Alfina
Alfina mengedarkan pandangannya, dimana didepannya ada umi, abi, bunda, dan ayah serta beberapa keluarga besar dari umi Laila dan abi Lukman yang begitu menyanyangi Alfina. Semua bangga melihat perjuangan Alfina yang mampu menyelesaikan studi S1 nya dengan baik dan tepat waktu.
"Sayang minum dulu nak, biar gak haus". Kata umi Laila sambil menyodorkan gelas yang berisi jus alpukat kesukaan Alfina
Alfina tersenyum "Terimakasih umi". Jawabnya
"Ya sayang". Balas umi Laila
"Kalau kamu capek bilang sama umi ya nak". Ucap umi Laila
Alfina mengangguk "Baik umi". Jawabnya
Alfan kembali menghampiri istrinya setelah mengurus sesuatu di restoran tersebut. Lantas ia bertanya kepada istrinya malam ini ia mau memakan makanan apa, karena ia harus memastikan kalau istrinya makan dengan kenyang supaya anak dalam kandungan istrinya juga mendapatkan nutrisi yang cukup dari ibunya.
"Dek mau makan apa hmm?". Tanya Alfan pada Alfina
"Samain sama mas aja". Jawab Alfina
"Kalau ada makanan yang adek inginkan, bilang sama mas ya sayang". Kata Alfan pada istrinya
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina
"Tunggu sebentar ya, habis ini makanannya diantar". Ucap Alfan sambil tersenyum manis menatap Alfina
"Adek capek hmm?". Tanya Alfan sambil mengelus kepala Alfina
"Enggak kok mas". Jawab Alfina
"Habis dari sini langsung istirahat ya dek, mas gak mau kalau kamu sampai kenapa-kenapa". Kata Alfan
"Besok lagi mas akan ajak kamu jalan-jalan sebelum melahirkan Insya Allah". Lanjut Alfan pada Alfina
__ADS_1
"Ya mas". Jawabnya
Tak lama kemudian ada waiters yang mengantarkan makanan mereka berdua, Alfan segera memberikannya kepada Alfina karena ia tau kalau sang istri sudah merasa lapar. Didepannya ada umi, abi, bunda, dan ayahnya yang sedang memperhatikan mereka berdua dengan tersenyum. Para orangtua bahagia melihat Alfan dan Alfina juga bahagia. Ia terharu melihat dua sahabat semasa kecil yang kini telah menjadi pasangan suami istri apalagi tidak lama bakalan ada malaikat kecil diantara mereka.
"Ayo nak dimakan dulu, kamu pasti sudah lapar". Ujar umi Laila kepada Alfina
"Ya umi". Jawabnya
Alfan dengan sigap mengambil sendok kemudian menyuapi istrinya dengan telaten. Ia harus mendahulukan keperluan makan istrinya, supaya sang istri tidak merasa lapar.
"Alfina makan sendiri saja mas"? Kata Alfina pelan sambil berbisik kepada suaminya
"Biar mas saja sayang yang nyuapin kamu makan". Jawab Alfan dengan santai
Alfina hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya, ia membuka mulutnya menerima suapan dari suaminya yang begitu romantis itu. Padahal tepat didepannya adalah para orangtuanya, akan tetapi Alfan tidak sedikitpun merasa malu atau canggung untuk berlaku romantis dan mesra kepada istrinya.
"Kamu lucu sekali sayang, pipi putri bunda gemoy sekali". Lontar bunda Nila sambil terkekeh melihat Alfina yang menguyah makanannya
Alfina menatap bundanya dengan pipi yang menggelembung lucu, hal itu membuat semua keluarga jadi gemas melihat Alfina. Alfan yang sedari tadi memperhatikan istrinya, ingin rasanya ia membawa istrinya pulang dan mengurungnya didalam kamar.
"Telan dulu sayang". Ucap Alfan yang melihat istrinya ingin berbicara kepada bundanya
"Sudah mas". Kata Alfina pelan sambil menatap Alfan dengan tatapan memelas, karena dirinya sudah merasa kenyang
"Beneran sudah kenyang?". Tanya Alfan memastikan
Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya
"Yasudah nanti kalau makan lagi bilang sama mas ya?". Ucap Alfan sambil mengelus kepala Alfina
"Ya mas". Jawabnya
Umi Laila dan abi Lukman menatap Alfina dengan terkekeh, rupanya istri dari putranya itu kekenyangan akibat makan terlalu banyak yang disuapi oleh Alfan. Semuanya senang dan bahagia semenjak kehadiran Alfina di keluarganya. Menurutnya Alfina itu polos, lugu, dan apa adanya. Itulah yang membuat mereka kagum dengan sosok Alfina.
"Sudah kenyang nak?". Tanya abi Lukman pada Alfina
Alfina mengangguk "Sudah abi". Jawabnya dengan sopan
"Makan buah sayang, itu ada apel kesukaan kamu". Kata umi Laila
"Ya umi". Jawab Alfina
__ADS_1
Setelah semuanya selesai makan malam, Alfan mengajak istrinya untuk kembali pulang kerumah. Semuanya pulang kerumah masing-masing termasuk bunda Nila dan ayah Norman., mereka harus kembali kepanti asuhan karena masih ada urusan yang harus diselesaikan.
"Sayang bunda sama ayah pulang dulu ya?". Ucap bunda Nila kepada Alfina
"Bundaa". Rengek Alfina sambil memeluk bundanya dengan erat, karena ia juga masih kangen dan rindu dengan bunda Nila
"Jangan sedih sayang, kapan-kapan bunda dan ayah akan main kerumah kamu". Kata bunda Nila
"Beneran bunda?". Tanya Alfan manja pada bunda Nila
"Ya sayang". Balas bunda Nila dengan gemas sambil memeluk Alfina kembali
"Bunda pulang dulu ya, Assalamualaikum". Salam bunda Nila pada Alfina
"Waalaikumussalam, hati-hati bunda". Jawab Alfina seraya menatap bundanya yang masuk kedalam mobil
Alfan melihat istrinya yang sendu, ia tau bagaimana perasaan istrinya ketika ditinggal kembali pulang oleh bunda dan ayahnya. Ia pun lantas memeluk istrinya menenangkan kemudian membawa masuk kedalam mobil.
Didalam mobil hanya ada dirinya dan juga istrinya, karena kedua orangtuanya membawa mobil sendiri dengan saudaranya. Jadi ia bisa bebas melakukan apapun dengan istrinya. Sedangkan Alfina menatap jalanan dibalik jendela mobil suaminya, ia tidak menyangka kalau dirinya sudah berhasil sampai dititik ini.
"Jangan sedih sayang, disini ada mas yang selalu menemani dan menjaga kamu". Ucap Alfan pada istrinya
"Kalau adek masih kangen dengan bunda dan ayah, Insya Allah jika mas adek waktu luang mas akan ajak adek untuk kesana". Terang Alfan
Alfina mengangguk "Ya mas terimakasih". Jawabnya
"Sama-sama sayang". Balas Alfan
"Adek mau beli sesuatu?". Tanya Alfan pada istrinya
Alfina menggeleng "Alfina enggak pengen apa-apa mas". Jawab Alfina pada suaminya
"Alfina sudah kenyang". Lanjut Alfina sambil mengerucutkan bibirnya lucu
Alfan tertawa melihat raut wajah istrinya yang menggemaskan seperti itu, pasalnya ia tadi menyuapi makannya memang terlalu banyak agar cepat kenyang. Sedangkan Alfina sudah sebal dengan sang suami yang terus menerus menertawakannya.
"Kamu lucu sekali dek". Ucap Alfan sambil terkekeh
"Ingin rasanya mas mengurung kamu didalam kamar terus dikekepin". Lanjut Alfan
Baginya menggoda dan menjahili istrinya adalah hobi dan kebiasaan Alfan yang harus Alfan jalankan. Karena itu semua menjadi hiburan tersendiri untuknya, ia bahagia ketika melihat istrinya.
__ADS_1