Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 84


__ADS_3

Alfan bersiap menuju kantor setelah memakai pakaian kerjanya lengkap. Ia menghampiri Alfina yang masih rebahan diatas ranjang, ia tidak akan mengizinkan sang istri untuk melakukan pekerjaan rumah yang berat karena ibu hamil harus banyak beristirahat.


"Sayang mas berangkat dulu ya, Insya Allah sore nanti mas pasti sudah ada dirumah karena pekerjaan hari ini tidak terlalu banyak". Kata Alfan pada Alfina


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya dengan pelan


"Kalau ada apa-apa langsung hubungi mas". Ucap Alfan yang dibalas anggukan oleh Alfina


Cup ...


Alfan mengecup kening Alfina lama kemudian Alfina mencium punggung tangan suaminya dengan takdzim. Ia sebenarnya masih sedih karena kejadian semalam yang membuat dirinya menangis. Entah Alfina yang pada dasarnya memang cengeng sehingga mudah menangis bila ada yang menyakiti dirinya atau berlaku kasar dengan dirinya. Meskipun kemarin malam suaminya tidak berbuat kasar, akan tetapi bentakan yang Alfina dengar dari suaminya masih jelas terngiang-ngiang diingatannya.


"Maafin umma ya sayang". Ucap Alfina lirih sambil mengelus perutnya dengan pelan


Ketika dirasa tubuhnya sudah tidak lemas ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lagi supaya lebih segar dan mengganti bajunya dengan baju yang bersih. Ia akan turun kebawah menuju dapur untuk membuat pudding, karena hari ini ia ingin memakan makanan yang manis namun sehat.


Setelah selesai dari kamar mandi Alfina bergegas turun kebawah dengan hati-hati saat menuruni tangga rumah. Ia berjalan dengan pelan supaya aman karena saat ini ia harus lebih hati-hati dan menjaga kandungannya yang semakin membesar.


"Sayang kamu sudah sehat nak?". Tanya umi Laila berjalan cepat menghampiri Alfina kemudian menggiringnya untuk duduk dikursi meja makan.


"Alhamdulillah, Alfina sudah lumayan sehat umi". Jawab Alfina dengan menunduk

__ADS_1


"Kamu mau apa sayang, biar umi bikinkan". Tanya umi Laila


"Alfina cuma mau membuat pudding saja umi, bolehkan?". Kata Alfina pelan sambil meminta izin terlebih dahulu kepada sang umi karena ia takut kalau tidak diberikan izin


"Boleh sayang, tapi biar umi saja ya yang bikinkan. Nanti kamu capek". Jawab umi Laila


Alfina menggeleng "Alfina tidak apa-apa kok umi, umi jangan khawatir pasti Alfina akan hati-hati karena ada malaikat kecil yang harus Alfina jaga disini". Balas Alfina sambil mengelus perutnya kembali


"Yasudah tidak apa-apa, kalau butuh bantuan bilang langsung sama umi ya sayang". Ujar umi Laila


"Ya umi". Jawab Alfina


Setelah diizinkan Alfina bergegas membuat pudding kesukaannya dengan beberapa rasa seperti rasa coklat, vanilla, dan strawberry. Mulai sekarang ia harus lebih mandiri dalam mengerjakan pekerjaan rumah apalagi ia ikut tinggal bersama dengan suaminya dirumah ibunya. Jadi sebisa mungkin ia harus bersikap sopan dan menghargai.


Ia pun lantas memasukkannya kedalam freezer supaya cepat dingin dan bisa langsung dinikmati tanpa menunggu waktu lama. Sebenarnya ia juga ingin sekali memasak mie instan mumpung suaminya tidak ada dirumah, akan tetapi ia takut kalo ia tidak menuruti perkataan dari suaminya bahwa dirinya tidak boleh mengkonsumsi makanan mie instan. Akhirnya ia membuat pudding kesukaannya untuk mengalihkan rasa keinginannya dalam memakan mie instan.


Alfina berjalan ke ruang tv untuk bersantai sejenak, ia tidak boleh terlalu larut dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Jadi sebisa mungkin ia harus sedikit meluangkan waktunya untuk bersantai sebentar merilekskan tubuhnya.


"Sayang sudah selesai buat pudding ya?". Tanya umi Laila


"Alhamdulillah sudah umi". Jawab Alfina sambil mengangguk

__ADS_1


Umi Laila tersenyum "Sudah gak mual kan nak?". Tanyanya lagi


"Tadi masih sedikit umi, tapi sekarang Alhamdulillah mualnya sudah hilang". Jawab Alfina dengan sopan


"Syukurlah nak, umi khawatir kalau kamu sampai kenapa-kenapa karena kamu sedang hamil muda sayang". Balas umi Laila


"Ya umi, maafkan Alfina sudah banyak merepotkan umi dan abi". Ucap Alfina sambil menunduk


"Tidak merepotkan sama sekali sayang, umi dan abi justru senang masih bisa dikasih kesempatan untuk menemani dan menjaga cucu umi yang sekarang masih ada didalam perut kamu". Jawab umi Laila


"Terimakasih banyak umi". Kata Alfina


"Sama-sama sayang, kita satu keluarga jadi semuanya harus bisa menjaga dan menyayangi sesama". Balas umi Laila


"Habis ini makan siang ya sayang, setelah makan siang kamu harus istirahat. Jangan lupa buat shalat dhuhur dulu baru tidur biar badan kamu tidak lemas". Kata umi Laila


Alfina mengangguk "Ya umi". Jawabnya


"Yasudah ayo nak kita makan siang dulu". Ajak umi Laila pada Alfina


Alfina makan siang bersama dengan sang umi, hari ini abi Lukman sedang berada dikantor untuk mengecek keadaan kantornya yang beberapa hari ini ia tinggal karena abi Lukman juga mempunyai orang kepercayaan untuk mengurus kantornya ketika beliau sedang sibuk atau melakukan perjalanan keluar kota.

__ADS_1


Selesai makan Alfina bergegas menuju kamar yang ada dilantai bawah karena ia malas untuk naik kelantai dua ke kamar suaminya. Ia juga lelah kalau harus naik tangga terus, akhirnya ia memilih kamar yang ada dibawah untuk melaksanakan shalat dan beristirahat.


__ADS_2