
Hari sudah menunjukkan pukul tiga sore Alfan segera mengemasi barangnya dan menutup laptopnya kemudian berjalan menuju pintu untuk kembali pulang kerumah. Hari ini ia tidak terlalu padat jadwalnya dikantor jadi ia bisa pulang cepat tanpa ngoembur hingga malam.
"Lo mau pulang?". Tanya Angga ketika tidak sengaja berpapasan dengan Alfan
"Hmm". Jawab Alfan singkat
"Berkas yang gue kasih ke lo udah ditandatangani?". Tanya Angga pada Alfan
"Udah, cari aja diatas meja. Gue mau pulang". Jawab Alfan
"Yaudah pulang sana, pasti lo udah kangen sama istri". Ujar Angga menggoda Alfan
"Hmm". Balas Alfan dengan deheman
"Terserah lo". Kata Angga kemudian memasuki ruangan Alfan untuk mengambil berkas-berkas yang diperlukan yang sudah ditandatangani oleh sang atasan yaitu sahabatnya sendiri
Dalam perjalanan pulang Alfan berhenti sebentar di supermarket, ia membelikan susu hamil dan beberapa camilan kesukaan istrinya. Setelah membeli ia bergegas pulang karena ia ingin segera bertemu dengan istrinya.
Sampai beberapa menit, kini tibalah Alfan dihalaman rumah untuk memarkirkan mobilnya. Ia segera turun lalu berjalan masuk kedalam rumah sambil menenteng belanjaannya tadi.
"Assalamualaikum". Salam Alfan ketika sudah berada didalam rumah
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina ketika mendengar suara suaminya sehabis pulang dari bekerja
Ia pun mengambil tangan suaminya untuk ia cium kemudian Alfan membalasnya dengan kecupan dikening dan dikedua pipi Alfina dengan lembut. Alfina tadi sedang bersantai menonton tv, ia juga baru saja menyetrika baju suaminya agar besok ketika akan pergi bekerja tidak perlu menyetrika lagi.
"Ini dek tadi mas beliin kamu susu hamil sama camilan kesukaan kamu". Ucap Alfan sambil memberikan kantong belanjaannya kepada Alfina
"Terimakasih banyak mas". Kata Alfina dengan pelan
"Sama-sama sayang". Jawab Alfan
Alfan duduk disofa sebelah Alfina karena ia masih malas untuk berganti baju, jadi ia ingin mengobrol terlebih dahulu dengan sang istri.
__ADS_1
"Adek sudah makan?". Tanya Alfan sambil menatap Alfina dengan lekat
Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya
"Sudah istirahat"?. Tanyanya lagi
"Tadi sehabis makan siang, Alfina sudah istirahat sebentar". Jawab Alfina dengan jujur
Alfan mengangguk, ia melihat istrinya yang masih diam tak banyak bicara seperti biasanya. Padahal biasanya ia menanyakan kegiatannya dikantor akan tetapi hari ini istrinya lebih banyak diam terhadap dirinya.
"Mas sudah makan?". Tanya Alfina dengan pelan sambil melihat suaminya sekilas
"Alhamdulillah sudah". Jawab Alfan sambil tersenyum manis menatap Alfina
"Kalau gitu tunggu sebentar ya, biar Alfina siapin baju dan perlengkapan mandi untuk mas". Kata Alfina pada Alfan
"Biar mas sendiri saja sayang yang nyiapin, nanti kamu kecapekan". Ucap Alfan sambil memegangi tangan Alfina yang akan bangkit dari duduknya
"Enggak apa-apa kok mas, badan Alfina sudah tidak lemas seperti tadi pagi". Jawab Alfina
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Alfina menyiapkan keperluan mandi untuk suaminya, ia tadi belum menyiapkannya karena menyetrika baju-baju suaminya. Setelah selesai ia kembali kedalam kamar, guna menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
Ceklek ...
Alfan membuka pintu kamarnya, ia masuk kemudian melepaskan dasi dan jam tangan yang sedang dipakainya. Ia melihat sang istri yang sedang sibuk memilihkan pakaian untuk dirinya. Ia tersenyum manis menatapnya karena walaupun keadaan sang istri yang baru saja pulih dari rasa mual dan pusingnya masih setia menyiapkan keperluannya.
"Sudah?". Tanya Alfan ketika melihat Alfina menyerahkan baju dan sarung untuk dirinya
Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya pelan sambil menunduk
"Mas mandi dulu sebentar ya?". Kata Alfan pada Alfina
__ADS_1
"Atau adek mau mandi bareng sama mas?". Jahil Alfan sambil menatap Alfina dengan genit
Alfina membulatkan matanya, jujur ia masih takut jika berhadapan dengan suaminya. Ia pun lantas menjawabnya,
"Nanti Alfina mandi sendiri saja mas". Jawabnya sambil menggeleng
"Kenapa tidak mau hmm?". Tanya Alfan sekali lagi
"Enggak apa-apa mas, karena Alfina mau istirahat sebentar". Jawab Alfina
"Yasudah adek disini saja, jangan kemana-mana". Titahnya
"Ya mas". Jawab Alfina sambil menunduk
Setelah suaminya masuk kedalam kamar mandi, ia duduk selonjoran diatas ranjang sambil mengelus perutnya dengan pelan. Ia masih tidak menyangka kalau usia kandungannya sudah memasuki trimester ketiga. Itu tandanya sebentar lagi ia akan melahirkan buah hatinya kedunia. Ia berharap ketika persalinan nanti bisa berjalan dengan lancar dan dimudahkan semuanya, dirinya sehat buah hatinya juga sehat.
Ia ingin sekali berkunjung kepanti asuhan untuk menemui bundanya. Ketika dirinya teringat pasti dirinya akan sedih berharap bisa bertemu dengan bunda pengasuhnya selama berada di panti asuhan. Akan tetapi ia masih belum berani meminta izin kepada suaminya, ia tidak tau kenapa jadi seperti ini setelah kejadian kemarin malam bersama dengan suaminya.
Sekarang ia takut walau hanya sekedar meminta izin kepada suaminya, karena baginya izin dan ridho dari seorang suami adalah hal yang sangat penting untuk dirinya. Menatap wajah suaminya saja ia masih takut, ia jadi teringat pertemuan pertama kali dengan suaminya yang saat itu dirinya terlambat masuk kelas mata kuliahnya hingga ia dimarahi dan diberi tugas tambahan olehnya.
Ceklek ...
Pintu kamar mandi terbuka, Alfan baru saja keluar dan melihat istrinya yang terlelap diatas ranjang. Ia menggelengkan kepalanya pelan, katanya tadi istrinya bilang kalau hanya istirahat saja kenapa sekarang malah ketiduran, pikir Alfan.
Ia berjalan menuju ranjang disamping istrinya, kemudian mengelus kepalanya dengan lembut.
"Dek bangun sayang, mandi dulu sudah ashar". Kata Alfan lembut sambil memegang lengan Alfina
Alfina tersadar lalu bangun dari tidurnya, ia malu dan takut kepada suaminya karena ketahuan tidur disaat dirinya tadi hanya bilang mau mengistirahatkan tubuhnya sebentar.
"Maaf mas, Alfina ketiduran". Lirihnya sambil menunduk
"Tidak apa-apa sayang, mungkin karena kamu kelelahan jadi mudah sekali untuk tidur". Jawab Alfan
__ADS_1
"Kalau gitu Alfina mau mandi dulu". Kata Alfina pelan serays bangkit dari tidurnya
Alfan mengangguk "Ya sayang". Jawabnya sambil tersenyum geli menatap istrinya