
Malam harinya ketika sampai rumah Alfan menyuruh istrinya berganti baju dan mengambil air wudhu guna melaksanakan shalat isya' berjamaah dengan dirinya. Setelah istrinya selesai membersihkan diri, kini dirinya yang masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengambil air wudhu.
Sedangkan Alfina sedang menyiapkan baju suaminya dan peralatan shalatnya. Ia sudah memakai mukenanya lalu duduk ditepi ranjang sambil menunggu suaminya selesai dari kamar mandi. Ia mengelus perutnya dengan lembut menikmati gerakan dari dalam sana. Ia tersenyum karena buah hatinya selalu sehat.
"Sudah siap dek?". Tanya Alfan
Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya
Pasangan suami istri tersebut melaksanakan shalat isya'secara berjamaah didalam kamarnya. Alfan menjadi imam dalam shalat sedangkan Alfina menjadi makmumnya. Alfina selalu terharu ketika mendengar suara merdu dari suaminya ketika memimpin shalat membacakan surah pendek. Bacaannya begitu merdu hingga Alfina meneteskan air matanya.
Setelah salam Alfan membalikkan tubuhnya menghadap Alfina, sedangkan Alfina langsung menerima uluran tangan suaminya untuk ia cium. Alfan membalasnya dengan mengecup kening Alfina dengan lama sambil mengelus kepalanya dengan pelan. Setelah itu mereka berdua berdoa memohon kebaikan supaya pernikahannya di rahmati dan diridhoi oleh Allah SWT.
"Udah ngantuk hmm?". Tanya Alfan pada Alfina
"Ya mas". Jawab Alfina
"Yaudah kita istirahat ya sayang". Ajak Alfan sambil mengelus kepala Alfina yang masih tertutup dengan mukena
Alfina mengangguk, kemudian melepaskan mukenanya. Setelah itu ia naik keatas ranjang diikuti oleh suaminya. Alfan menghadap istrinya sambil mengelus pipinya dengan pelan, ia suka sekali dengan pipi tembam milik istrinya apalagi tidak lama istrinya akan melahirkan buah hatinya kedunia.
"Adek". Panggil Alfan pada Alfina
"Ya mas". Jawab Alfina sambil menatap suaminya
"Apakah hari ini buah hati kita rewel?". Tanya Alfan sambil mengelus perut Alfina
"Enggak mas". Jawab Alfina singkat
"Besok mas akan ajak adek untuk jalan-jalan sebelum lahiran buah hati kita". Kata Alfan sambil mengusap kepala Alfina dengan sayang
"Jalan-jalan kemana mas?". Tanya Alfina penasaran
"Rahasia sayang, kalau mas kasih tau bukan surprise jadinya". Jawab Alfan sambil mencubit hidung Alfina
Alfina mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban dari suaminya, sedangkan Alfan sudah terkekeh melihat raut wajah istrinya yang cemberut lucu seperti itu.
Cup ...
Alfan mengecup bibir Alfina, ia terlalu gemas melihat istrinya yang seperti anak kecil padahal sebentar lagi akan memiliki seorang anak. Akan tetapi Alfan suka melihat istrinya yang apa adanya tanpa menuntut apapun kepadanya.
Sebenarnya Alfina masih takut bila berdekatan dengan suaminya seperti ini, ia jadi teringat ketika sang suami memarahi dirinya ketika ia menginginkan makanan mie instan. Sampai sekarang pun ia tidak berani meminta apa-apa kepada suaminya, jika ia ingin membeli sesuatu maka ia akan membelinya menggunakan uang pribadinya sendiri. Bukan maksud apa-apa, tapi itu semua murni keinginan dirinya sendiri.
"Kenapa bengong hmm?". Tanya Alfan sambil menoel pipi Alfina
__ADS_1
Alfina menggeleng "Enggak apa-apa kok mas". Jawab Alfina pada suaminya
"Adek lagi memikirkan apa hmm?". Tanya Alfan lagi yang dibalas gelengan oleh Alfina.
"Yasudah sekarang tidur ya, adek pasti sudah capek". Kata Alfan sambil memeluk Alfina dengan erat dan menjadikan lengannya sebagai bantal Alfina.
"Ya mas"? Jawab Alfina dengan lirih
Tepat pukul satu malam Alfina terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya karena merasa perutnya lapar dan ingin sekali makan. Ia melihat kesamping kalau sang suami masih tidur dengan nyenyak menghadapnya. Ia bimbang ingin bilang tapi takut, jika dirinya tak bilang kepada suaminya maka kasihan buah hati yang ada didalam perutnya yang memerlukan nutrisi dari dirinya.
Setelah sampai lima belas menit Alfina masih membuka matanya, ia tidak bisa melanjutkan tidurnya karena merasa lapar. Sedangkan Alfan yang berada disampingnya mulai terusik sampai pada akhirnya ia membuka matanya melihat sang istri yang bangun ditengah malam.
"Ada apa hmm?". Tanya Alfan dengan suara yang serak khas bangun tidur
"Bilang sama mas sayang, mau apa hmm?". Tanya Alfan lagi kepada Alfina
"Alfina laper mas". Jawabnya lirih
"Mau makan apa hmm?". Ucap Alfan lembut sambil menatap istrinya dengan lekat
"Alfina mau nasi goreng". Jawabnya dengan pelan namun masih bisa didengar oleh Alfan
"Mau dibikinin sama mas atau mau beli?". Tanya Alfan memastikan
"Dibikinin sama mas aja". Balas Alfina dengan pelan
"Tunggu sebentar ya sayang, nanti mas bawain kesini makanannya". Ucap Alfan pada Alfina
"Alfina mau ikut boleh?". Kata Alfina sambil memelas
Alfan menatap istrinya sebentar kemudian mengangguk menjawabnya "Boleh sayang". Balas Alfan
Akhirnya Alfina ikut suaminya pergi kedapur untuk memasak nasi goreng. Setelah sampai didapur Alfan menyuruh istrinya duduk dikursi meja makan sambil menunggu dirinya.
"Adek disini aja, jangan kemana-mana". Perintah Alfan pada Alfina
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Alfan mulai berkutat dengan masaknya, ia membuatkan istrinya nasi goreng dengan sosis, telur, dan pentol bakso yang dicampurkan menjadi satu didalam nasinya. Selain menjadi seorang dosen Alfan juga pandai dalam hal memasak.
Setelah beberapa menit kemudian nasi goreng yang dimasak oleh Alfan telah selesai, ia menghidangkan nasi goreng tersebut kedalam piring kemudian memberikannya kepada istrinya. Alfina yang melihat nasi gorengnya sudah matang lantas tersenyum senang karena dirinya juga sudah kelaparan.
"Habisin dek, nanti kalau mau lagi mas bakalan buatin". Kata Alfan sambil memberikan nasi goreng tepat dihadapan Alfina
__ADS_1
"Ya mas terimakasih". Ucap Alfina
"Sama-sama sayang". Jawab Alfan sambil mengelus rambut Alfina dengan pelan
Alfina memakan nasi gorengnya dengan pelan, ia menikmati makanan yang dimasakkan oleh suaminya. Masakan suaminya memang enak dan lezat sehingga ia begitu menyukainya.
"Gimana rasanya sayang?". Tanya Alfan pada Alfina
"Enak banget mas, mas mau?". Tawar Alfina pada suaminya seraya tersenyum
"Buat kamu aja sayang, habisin". Balas Alfan sambil tersenyum manis melihat Alfina yang lahap dalam makan
"Beneran?". Tanya Alfina memastikan
Alfan mengangguk "Ya sayang". Jawabnya
Alfina segera menghabiskan makanannya, nasi goreng buatan suaminya memang lezat hingga dia ingin menambah lagi. Akan tetapi ia sudah merasa kenyang makan satu piring nasi goreng yang dibuatkan spesial oleh suaminya.
Alfan melihat istrinya sudah menghabiskan makanannya, ia pun segera memberi minum kepada istrinya. Ia senang dan bahagia karena nasi goreng buatannya telah dihabiskan semuanya oleh istrinya.
"Minum dulu dek". Ucap Alfan pada Alfina
"Terimakasih mas". Kata Alfina pada suaminya
"Sama-sama sayang, tapi ini semua tidak gratis". Kekeh Alfan
"Maksudnya?". Tanya Alfina tidak paham
"Jadi mas mau bayaran dari nasi goreng tadi?". Kata Alfina pelan setelah memahami ucapan suaminya
Alfan mengangguk sambil tersenyum "Ya". Jawabnya singkat
"Yaudah mas mau berapa, nanti biar Alfina ganti". Ujar Alfina sambil menunduk
"Mas tidak minta uang, tapi mas minta ini". Ucap Alfan sambil menunjuk kedua pipinya bermaksud agar dikecup oleh istrinya
"Hah?". Respon Alfina
Alfina yang mengerti pun langsung mengecup kedua pipi suaminya dengan cepat, ia malu dan pasti kedua pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus. Sedangkan Alfan sudah tersenyum senang karena berhasil mengerjai istrinya.
Alfan tertawa sambil menggandeng tangan istrinya menuju kamar untuk melanjutkan tidur, ia gemas melihat wajah istrinya yang masam dan menggemaskan. Lantas ia pun mengecup kedua pipi istrinya dengan lembut.
"Tidur lagi dek, ini masih malam". Ucap Alfan sambil mengelus kepala Alfina
__ADS_1
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Alfina merebahkan tubuhnya diatas ranjang, sedangkan Alfan memakaikan selimut pada istrinya supaya istrinya itu tidak kedinginan. Ia mengelus punggung Alfina dan tak lama istrinya itu terlelap, akhirnya ia juga ikut memejamkan matanya sambil memeluk Alfina dengan sayang.