
Hari ini bunda Nila akan berkunjung ke kediaman umi Laila karena kemarin malam beliau sudah di beri kabar oleh Alfan bahwa istrinya sedang mengandung. Dengan sangat antusias bunda Nila mengatakan kalau besok akan berkunjung ke rumah umi Laila.
Tok ... Tok ...
"Assalamualaikum". Salam bunda Nila setelah sampai didepan pintu rumah
"Waalaikumussalam". Jawab seseorang dari dalam rumah
"Maa Syaa Allah, sudah datang bu". Kata umi Laila kepada bunda Nila
"Alhamdulillah". Jawab bunda Nila
"Mari silahkan masuk, Alfinanya lagi diruang tengah nonton tv". Ucap umi Laila
"Ya bu". Jawab bunda Nila
Umi Laila menggiring bunda Nila keruang keluarga agar bertemu dengan Alfina karena putrinya itu sedang menonton tv dan meminum susu ibu hamil yang sudah dibuatkan oleh umi Laila. Terkadang Alfina memang agak sulit ketika disuruh meminum susu karena pada dasarnya Alfina tidak suka dengan yang berbaur susu.
"Assalamualaikum sayang". Salam bunda Nila saat melihat Alfina yang fokus nonton tv
"Waalaikumussalam, BUNDA". Jawab Alfina sedikit keras
Alfina segera menyalami tangan bunda Nila kemudian memeluknya dengan erat, ia sudah teramat rindu dengan bunda pengasuhnya itu. Selama ini setelah menikah ia ikut tinggal bersama dengan suaminya jadi ia juga jarang sekali bertemu dengan bunda Nila.
"Bunda apa kabar?". Tanya Alfina pada bunda Nila
"Alhamdulillah, kabar bunda baik sayang". Jawab bunda Nila
"Bagaimana keadaan kandunganmu sayang?". Tanya bunda Nila kepada putrinya
"Alhamdulillah kita berdua sehat bunda". Jawab Alfina seraya mengelus perutnya yang masih sedikit rata
__ADS_1
Umi Laila, bunda Nila, dan Alfina bercerita bersama seraya menikmati makanan dan minuman yang sudah disediakan oleh bi Marta atas perintah dari umi Laila. Umi Laila selalu memperhatikan makan Alfina dan jadwal ketika meminum susu hamilnya. Ia tidak mau kalau istri dari putranya itu kenapa-kenapa, mangkanya ia selalu menjaga kesehatan keluarganya.
"Bunda nginap kan disini?". Tanya Alfina pada bunda Nila
"Tidak sayang nanti bunda pulang, kasihan adik-adik panti sendirian disana". Jawab bunda Nila
"Tapikan disana juga ada bibi bunda". Balas Alfina
"Ya sayang, tapi bunda tidak tega meninggalkan mereka yang masih kecil dan jauh dari jangkauan bunda". Kata bunda Nila seraya mengusap lengan Alfina
"Alfina masih kangen sama bunda". Rengek Alfina pada bundanya
"Sayang dengerin umi nak, bundamu punya kewajiban untuk menjaga adik-adik dipanti. Kamu jangan sedih sayang, disini ada umi, abi, dan suami kamu yang akan selalu menjaga kamu terlebih sekarang kamu sedang mengandung cucu kami. Nanti kalau ada waktu umi akan mengantarkanmu ketempat bunda Nila". Ucap umi Laila memberi pengertian
"Baik umi". Jawab Alfina seraya menundukkan kepalanya karena tak enak dengan umi Laila, walaupun memang uminya itu sangat menyayanginya akan tetapi Alfina masih merasa sungkan kalau harus memaksa bunda Nila untuk nginap dirumahnya.
"Jangan sedih ya sayang, bunda janji kalau ada waktu pasti bunda akan kesini lagi". Ucap bunda Nila
Bunda Nila diajak makan malam bersama dengan keluarga abi dan uminya, sekarang beliau sedang berada didapur untuk menyiapkan makan malam nanti. Sedangkan Alfina masih setia duduk diruang keluarga sambil menunggu suaminya pulang dari bekerja, karena waktu sudah sore maka bisa dipastikan bahwa suaminya sebentar lagi akan sampai dirumah.
Ia tidak diperbolehkan ikut memasak dengan umi Laila, kata beliau nanti takutnya kecapekan dan berakhir lemas. Akhirnya ia memilih untuk duduk saja diruang keluarga sambil memakan kue kesukaannya yang tadi dibawakan oleh bunda Nila dari panti asuhan.
"Assalamualaikum". Salam laki-laki mendekat kearah Alfina
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina seraya bangkit dari duduknya
Alfina segera meraih tangan suaminya untuk ia kecup, sedangkan Alfan mencium kening Alfina dengan lembut. Alfina bisa melihat kalau suaminya kelelahan sehabis pulang dari bekerja, ia menarik tangan suaminya menuju kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar.
Ceklek ...
"Mas duduk dulu ya disini, Alfina mau menyiapkan air buat mas mandi". Kata Alfina pada Alfan
__ADS_1
Alfan menahan tangan istrinya kemudian menariknya dengan pelan lalu mendudukkan istrinya dipangkuannya.Tadi ia memang lelah sekali sehabis mengajar dikampus, akan tetapi ketika sampai rumah rasa lelah itu hilang setelah melihat wajah istrinya yang tersenyum.
"Nanti biar mas saja yang menyiapkan sayang, kamu nanti kecapekan". Ucap Alfan sambil memandang wajah Alfina dengan intens
"Enggak kok mas, dari tadi Alfina tidak ngapa-ngapain. Karena umi melarang Alfina mengerjakan pekerjaan rumah". Jawab Alfina
"Memang benar itu dek, kamu tidak boleh kecapekan dan harus banyak istirahat". Ucap Alfan pada istrinya
"Tadi sudah minum susu ibu hamilkan?". Tanya Alfan sambil mengusap kepala Alfina
Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya
Alfan tersenyum melihat wajah istrinya yang polos, ia mencium kening, kedua pipi, dan terakhir ia mencium bibir Alfina dengan lembut seraya menjelajahinya sedikit lama. Ia rindu dengan istrinya, mangkanya ia berinisiatif nanti malam akan beribadah bersama dengan istrinya.
"Mas mandi dulu ya dek, habis itu kita makan malam". Kata Alfan pada Alfina
"Ya mas". Jawab Alfina
Setelah mandi dan shalat Alfan mengajak istrinya turun kebawah sambil menggandeng tangannya untuk melakukan makan malam bersama dengan keluarganya. Alfan menyalimi tangan bunda Nila ketika ia tau kalau bundanya itu sedang berada dirumahnya.
"Sudah pulang dari bekerja nak?". Tanya bunda Nila
"Alhamdulillah sudah bunda". Jawab Alfan pada bunda Nila
"Sekarang kita makan malam dulu ya, umi dan bunda sudah menyiapkan makanan kesukaan kalian semuanya". Kata umi Laila dengan antusias
"Terimakasih umi". Ujar Alfan dan Alfina bebarengan
"Sama-sama sayang". Jawab umi dan bunda
Akhirnya mereka bersama memakan makan malamnya dengan tenang, Alfina mengambilkan makanan suaminya lalu menuangkan segelas air putih dingin untuk suaminya minum. Begitu juga dengan umi Laila yang menyiapkan makan untuk abi Lukman. Bunda Nila tersenyum senang karena putrinya yang diasuhnya begitu disayangi oleh keluarga umi dan abinya. Terlebih Alfan yang menjadi suami dari putrinya begitu menyayangi dan mencintai Alfina dengan tulus.
__ADS_1