
"Assalamualaikum". Salam seorang laki-laki paruh baya yang memasuki rumah
"Waalaikumussalam". Jawabnya
Seseorang tersebut adalah abi Lukman yang baru saja pulang dari kantornya. Umi Laila mengambil tangan suaminya untuk ia cium sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri.
"Alfan ke kantor umi?". Tanya abi Lukman pada sang istri
"Tidak bi, hari ini Alfan tidak berangkat bekerja karena tadi pagi ada sedikit problem antara Alfan dengan Alfina". Jawab umi Laila
"Benarkah?". Tanya abi Lukman lagi
Umi Laila mengangguk "Ya bi". Jawabnya
"Memangnya tadi pagi ada kejadian apa umi?". Tanya abi Lukman penasaran
Akhirnya mau tak mau umi Laila menceritakan kejadian tadi pagi yang dialami oleh putranya dan istrinya. Abi Lukman justru terkekeh sehabis dikasih cerita oleh istrinya, sementara umi Laila mengkerutkan keningnya bingung melihat respon dari suaminya.
"Abi kenapa kok malah tertawa?". Tanya umi Laila
"Alfan memang tidak pernah berubah dari dulu umi, sifatnya yang cuek dan pemaksa". Jawab abi Lukman
"Tapi Alfina tidak apa-apa kan umi?". Tanya abi Lukman khawatir
"Alhamdulillah, tadi sehabis istirahat badannya sudah pulih tapi masih sedikit lemas". Jelas umi Laila
"Umi tidak ke butik?". Tanya abi Lukman
"Insya Allah besok umi akan kesana, karena beberapa minggu ini ada asisten umi yang menghandle semuanya". Jelas umi Laila
Abi Lukman mengangguk "Baiklah umi, abi mau bersih-bersih badan dulu". Kata abi Lukman
"Ya bi, umi sudah menyiapkan keperluan abi didalam kamar". Balas umi Laila
"Terimakasih umi". Ucap abi Lukman seraya tersenyum kepada umi Laila
"Sama-sama abi". Jawab umi Laila
Sedangkan dilain tempat ada Alfan yang masih berusaha membujuk istrinya agar istrinya mau berbicara lagi dengannya. Karena sedari tadi Alfina nya hanya berbicara dan menjawab nya dengan singkat, hal itu membuat Alfan gelisah dan tidak nyaman bila sang istri mendiamkannya.
"Dek nanti malam jangan lupa ya. Adek dandan yang cantik karena mas akan ngajak adek jalan-jalan". Ucap Alfan ketika duduk diranjang bersama dengan Alfina
"Ya mas". Jawabnya
__ADS_1
"Yasudah mas berangkat ke masjid dulu ya, adek jangan lupa shalat ashar". Kata Alfan sambil mengusap kepala rambut Alfina dengan sayang
Alfina mengangguk menjawabnya, ia lantas bergegas melaksanakan shalat ashar didalam kamarnya. Selesai shalat ia berdoa kepada Allah agar keluarganya selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah. Ia juga selalu mendoakan suaminya agar suaminya senantiasa diberikan kelancaran dalam mencari nafkah dan menjadi pemimpin yang baik dalam keluarganya.
Selesai shalat ia memoles sedikit wajahnya kemudian memakai jilbab instannya lalu turun kebawah untuk bersantai dan menonton siaran tv bersama dengan umi Laila. Karena kalau sore hari Alfina suka sekali menonton dan jalan-jalan diarea sekitar kolam renang yang berada disamping rumah.
"Assalamualaikum". Salam Alfan dan abi Lukman secara bersamaan
"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila dan Alfina
Alfina mengambil tangan suaminya untuk ia cium, begitu juga dengan umi Laila melakukan hal yang sama kepada suaminya. Alfan duduk disamping istrinya sambil tangannya memegang tangan istrinya, ia tersenyum ketika melihat sang istri yang masih fokus menonton tv dihadapannya.
"Umi". Panggil abi Lukman memecahkan suasana
"Ya bi". Jawab umi Laila pada suaminya
"Kopi buat abi mana umi?". Tanya abi Lukman
"Astaghfirullah, umi lupa abi. Sebentar ya biar umi bikinkan didapur". Jawab umi Laila pada abi Lukman
Abi Lukman terkekeh melihat kelakukan dari sang istri. Kenapa bisa sampai lupa, padahal setiap sore sehabis pulang dari masjid beliau selalu dihidangkan kopi beserta makanan ringan untuk camilan.
"Mas mau kopi?". Tanya Alfina dengan pelan kepada suaminya
Alfan mengangguk "Boleh". Jawabnya sambil tersenyum kearah Alfina
Ketika selesai membuat kopi, Alfina kembali keruang keluarga lalu memberikan segelas kopi itu kepada suaminya.
"Ini mas". Ucapnya
"Terimakasih sayang". Ujar Alfan
"Sama-sama". Balas Alfina
Ketika adzan maghrib abi Lukman dan Alfan bersiap shalat berjamaah di masjid sedangkan umi Laila dan Alfina akan shalat berjamaah dirumah. Setelah mahgrib nanti Alfina akan diajak oleh suaminya untuk pergi jalan-jalan. Entah Alfina juga tidak tau akan diajak kemana oleh suaminya.
Ceklek ...
"Assalamualaikum dek". Salam Alfina ketika memasuki kamarnya
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina
"Sudah selesai shalat?". Tanya Alfan pada istrinya
__ADS_1
Alfina mengangguk "Sudah". Jawabnya singkat
"Kalau begitu mas ganti baju sebentar ya". Kata Alfan yang dibalas anggukan oleh Alfina
Setelah beberapa menit Alfan sudah siap dengan pakaian casualnya yang membuat Alfina berkali-kali kagum melihat ketampanan suaminya. Namun Alfina seolah-olah bersikap biasa saja karena dirinya masih sedikit kesal dengan suaminya.
"Ayo sayang kita berangkat sekarang". Kata Alfan sambil menggandeng tangan Alfina menuju lantai bawah
Keduanya berpamitan dengan umi dan abinya yang akan melakukan malam malam dirumah. Alfan akan mengajak Alfina jalan-jalan dan dinner supaya istrinya itu senang dan bahagia.
"Sudah mau berangkat?". Tanya umi Laila
"Ya umi". Jawab Alfan
"Yasudah kalian hati-hati ya, fan jaga istri kamu dengan baik". Pesan umi Laila
"Baik umi". Jawabnya sambil mengangguk
Selama perjalanan didalam mobil, Alfina hanya diam sambil melihat suasana malam melalui jendela mobil suaminya. Ia sebenarnya sudah memaafkan suaminya akan tetapi hatinya masih merasa kesal dengan sifat suaminya dan kejadian kemarin pagi.
Setelah sampai Alfan membukakan pintu mobil untuk Alfina kemudian menggandeng tangannya menuju restaurant mewah yang terkenal dikotanya. Alfan mengajak istrinya menuju rooftoop untuk melakukan dinner romantis bersama dengan istri tercintanya.
"Duduk sayang". Ucap Alfan ketika selesai menarik kursi untuk diduduki oleh istrinya
Tak lama hidangan makanan datang dengan berbagai macam jenis makanan yang disukai oleh Alfina. Alfina masih diam sambil menatap makanan tersebut.
"Adek makan dulu ya, mas tau kalau adek sudah lapar". Kata Alfan sambil mengelus kepala Alfina
"Silahkan adek mau pilih makanan yang mana saja, pesan lagi juga boleh". Lanjut Alfan
Ditengah-tengah memakan makanannya, Alfan melihat sang istri yang memakan makanannya dengan mulut yang penuh dan hal itu membuat Alfan gemas serta dirinya ingin sekali mencubit pipi istrinya yang chubby itu.
Selesai makan Alfan lebih mendekat kearah istrinya kemudian memegang kedua tangganya dan tatapan matanya memandang wajah cantik milik Alfina dengan intens.
"Sayang mas benar-benar minta maaf atas kejadian tadi pagi yang membuat adek tidak jadi melakukan bimbingan ke kampus". Ucap Alfan dengan tulus
"Maafkan mas sayang". Lanjutnya sambil mencium kening Alfina dengan lembut
"Alfina sudah maafin mas kok". Jawab Alfina
"Tapi kenapa adek tidak mau berbicara dengan mas hmm?". Tanya Alfan sambil mencubit pipi istrinya dengan gemas
"Karena Alfina masih kesal dengan mas". Balas Alfina
__ADS_1
"Yasudah sekali lagi mas minta maaf, mas akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi". Kata Alfan sambil memeluk Alfina dengan erat
Keduanya berpelukan cukup lama, sesekali Alfan mengecup pelipis istrinya dan kedua pipi istrinya. Alfan yakin istrinya sudah memaafkannya. Setelah dari sini nanti Alfan akan mengajak istrinya jalan-jalan terlebih dahulu dan kulineran makanan yang ingin dimakan oleh istrinya. Malam nanti Alfan berniat akan mengajak sang istri untuk melakukan ibadah bersama yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Alfan tersenyum manis membayangkannya.