Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 57


__ADS_3

Pukul setengah lima pagi Alfina sudah berada didapur untuk memasak menu makanan sarapan pagi. Hari ini dirinya tidak pergi ke kampus melainkan seharian ini ia akan berada dirumah. Sedangkan Alfan akan pergi menuju kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ia selalu berusaha bangun pagi-pagi sekali untuk memasak dan menyiapkan kebutuhan suaminya.


"Maa Syaa Allah sayang, pagi-pagi sekali kamu sudah berada didapur untuk memasak nak?". Ucap umi Laila sambil membantu Alfina memasak


"Ya umi, hari ini Alfina tidak pergi ke kampus". Jawab Alfina dengan sopan


"Tapi kamu jangan sampai kecapekan ya nak?". Kata umi Laila pada Alfina


Alfina mengangguk "Ya umi". Jawabnya


Umi Laila dan Alfina memasak beberapa menu makanan untuk sarapan pagi. Ketika sudah selesai memasak Alfina menata makanan tersebut keatas meja makan dengan rapi, sedangkan umi Laila mencuci beberapa barang yang kotor yang tadi digunakan untuk memasak. Umi Laila menghampiri Alfina yang sedang menyiapkan piring dan gelas keatas meja makan, kemudian mengelapnya menggunakan tissue.


"Umi Alfina ke atas dulu ya, mau bantu mas Alfan siap-siap". Ucap Alfina pada umi Laila


"Ya sayang". Jawab umi Laila sambil mengelus kepala Alfina


Saat sudah sampai didalam kamar, Alfina melihat suaminya yang sedang memakai pakaian formalnya sambil menghadap kearah kaca dimeja riasnya. Alfan yang melihat kedatangan istrinya pun lantas membalikkan badannya kearah Alfina kemudian tersenyum manis menatap istrinya.


"Ada yang bisa Alfina bantu mas?". Tanya Alfina sambil melihat kearah suaminya


"Pasangin dasinya mas dek". Jawab Alfan kemudian memberikan dasinya kepada Alfina


Alfina menerimanya dengan senang hati kemudian memasangkan dasinya pada suaminya yang selalu tersenyum menatap dirinya. Ia masih gugup jikalau ditatap seintens itu oleh suaminya apalagi tangan suaminya sedang memeluk erat pinggangnya dan merapatkan tubuhnya. Ia jadi malu dan salah tingkah kalau sudah dihadapkan dengan situasi seperti ini.


"Sudah mas". Kata Alfina singkat


Alfan mengangguk "Terimakasih sayang".


Mereka berdua turun menuju meja makan untuk melakukan sarapan pagi bersama dengan umi Laila dan abi Lukman. Setelah selesai sarapan Alfan berpamitan kepada istrinya dan kedua orangtuanya untuk bergegas pergi ke kantornya. Alfina yang melihat suaminya akan berangkat lantas menghampiri dan mengambil tangan suaminya untuk ia cium, sedangkan Alfan membalasnya dengan memberikan kecupan dikening dan dipipi Alfina.


"Mas berangkat dulu ya, adek jangan lupa istirahat dan makan siang nanti. Kalau ada apa-apa langsung telfon mas". Ucap Alfan kepada istrinya


Alfina mengangguk patuh "Baik mas". Jawabnya


Setelah suaminya pergi berangkat kerja, Alfina melakukan aktivitas lain seperti mencuci baju suaminya, mengepel lantai, dan menyetrika baju kerja suaminya. Itu semua ia lakukan karena memang sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri, ia harus mematuhi semua perintah dan aturan dari suaminya. Setelah selesai dengan kegiatannya nanti ia berencana akan pergi ke toko buku untuk membeli buku refrensi bersama dengan Amel sahabatnya.


"Umi siang nanti Alfina mau izin pergi ke toko buku bersama dengan Amel untuk membeli buku refrensi". Ucap Alfina kepada umi Laila dengan sopan

__ADS_1


"Sudah izin dengan suamimu sayang?". Kata umi Laila


"Tadi Alfina sudah meminta izin umi kepada mas Alfan sebelum berangkat kerja". Jawab Alfina


"Ya sayang pulangnya jangan kesorean ya nak. Kamu harus istirahat dan makan siang, nanti kalau tidak suamimu akan marah". Nasihat umi Laila


Alfina mengangguk "Baik umi". Jawab Alfina sambil tersenyum


Setelah meminta izin dengan uminya, Alfina bergegas pergi ke kamarnya untuk siap-siap dan mengganti bajunya. Ia akan pergi ke toko buku untuk membeli buku refrensi sebagai bahan pustaka untuk menyusun skripsinya. Ia akan pergi bersama dengan Amel sahabatnya yang nanti akan menjemput dirinya.


Alfina cantik menggunakan gamis panjang bewarna hitam dengan jilbab syar'inya yang bewarna abu. Ia mengoleskan make up tipis diwajahnya supaya tidak kelihatan pucat. Setelah selesai bersiap ia menuju lantai bawah untuk menunggu Amel sahabatnya. Sedangkan umi Laila yang melihat Alfina sudah turun lantas menatap kagum kearah istri putranya itu, pasalnya Alfina sangat cantik dengan wajah natural dan nampak kalem. Umi Laila tersenyum menatap menantunya itu.


"Umi Alfina pergi dulu ya?". Pamit Alfina kepada umi Laila


"Ya sayang hati-hati, kalau sudah selesai segera pulang ya nak?". Kata umi Laila kepada Alfina


"Baik umi". Jawab Alfina seraya tersenyum kepada umi Laila kemudian mencium tangan uminya dengan lembut


"Assalamualaikum". Salam Alfina


"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila


"Na kita makan siang dulu ya?". Kata Amel pada Alfina


Alfina mengangguk "Ya mel". Jawab Alfina


"Kamu sudah tidak ada lagi buku yang mau dibeli?". Ucap Amel kepada Alfina


Alfina menggeleng "In Syaa Allah tidak ada Mel, semuanya sudah tercukupi". Jawab Alfina seraya tersenyum kepada Amel


"Baiklah kalau gitu sekarang kita cari tempat makan untuk makan siang". Kata Amel


"Ya ayo". Balas Alfina


Mereka berdua sudah berada didalam rumah makan kemudian memesan makanan serta minuman. Alfina memesan bakso dan jus alpukat sedangkan Amel memesan soto dan jus apel kesukaannya. Alfina sengaja tidak memesan makanan yang berat seperti nasi karena dirinya masih kenyang habis makan sarapan pagi tadi, disaat perjalanan menuju gramedia tadi dia juga membawa camilan kue kering favoritnya dan memakannya didalam mobil.


Sedangkan disisi lain Alfan juga sedang makan siang bersama dengan Angga sahabat sekaligus sekretarisnya di rumah makan yang sama dengan Alfina. Alfan mengedarkan pandangannya melihat suasana rumah makan yang terbilang cukup ramai, disela-sela penglihatannya ia melihat Alfina istrinya yang juga sedang makan siang di rumah makan yang sama dengan dirinya, akan tetapi kenapa istrinya itu sendirian karena tadi Alfina bilang ia akan pergi bersama dengan Amel sahabatnya.

__ADS_1


Alfan melihat ada seorang laki-laki yang menghampiri istrinya kemudian duduk didepan Alfina sambil berbincang-bincang. Alfan mulai tidak suka melihat pemandangan didepannya, ia berpikir bahwa istrinya berbohong kepadanya karena tadi waktu meminta izin istrinya itu bilang bahwa akan pergi bersama dengan Amel sahabatnya. Alfan yang tidak tahan lantas menghampiri istrinya dan menarik tangan Alfina sedikit keras.


"Mas Alfan". Ucap Alfina kaget melihat suaminya yang sudah berada didepannya


"Pulang dek!". Ucap Alfan penuh penekanan


Alfina dibuat takut dengan suaminya, pasalnya ini tidak seperti apa yang dilihat oleh suaminya. Laki-laki didepannya adalah teman semasa SMA nya yang kebetulan tidak sengaja bertemu dengannya dirumah makan ini. Alfina juga tidak tau kalau suaminya juga makan siang ditempat yang sama dengan dirinya.


"Maaf pak, ini tidak seperti yang bapak liat. Saya tidak sengaja bertemu dengan Alfina karena Alfina adalah teman semasa SMA saya dulu. Saya tidak bermaksud apa-apa". Kata laki-laki yang bernama Ibra itu


Namun Alfan tidak menanggapi laki-laki asing didepannya itu, ia malah menarik tangan Alfina menuju mobilnya yang berada diparkiran. Ia akan membawa istrinya pulang dan menyuruhnya untuk menjelaskan kejadian dirumah makan tadi. Ia terlanjur emosi melihat istrinya hanya berduaan dengan laki-laki yang tidak ia kenal.


Sesampainya dirumah Alfan membawa istrinya kedalam kamar kemudian ia melepas jas dan dasi yang masih melekat ditubuhnya. Sedangkan Alfina masih syok dan berkaca-kaca karena melihat suaminya yang nampak marah dengan dirinya. Kejadian tadi adalah sebuah kesalahpahaman karena dirinya tadi memang pergi bersama dengan Amel sahabatnya akan tetapi Amel tadi berada dikamar mandi sehingga suaminya menduga bahwa ia hanya berdua saja dengan laki-laki.


"M-mas". Panggil Alfina terbata-bata


Alfan yang merasa dipanggil oleh istrinya lantas menatapnya dengan tajam, Alfina yang ditatap seperti itu oleh suaminya segera menundukkan kepalanya takut dan tidak berani menatap suaminya lagi. Alfan menghembuskan nafasnya panjang kemudian duduk disamping istrinya, ia harus bisa mengontrol emosinya supaya tidak sampai menyakiti istrinya.


"Mas minta tolong jelaskan kejadian tadi". Ucap Alfan sedikit penekanan


Alfina menatap suaminya takut-takut kemudian ia mejelaskan bahwa dirinya tadi memang pergi bersamanya Amel sahabatnya.


"Maafkan Alfina mas, tadi mas salah paham. Aku memang pergi bersama dengan Amel, akan tetapi tadi Amel sedang berada dikamar mandi jadi aku nunggu sendirian sambil memakan makan siang". Jawab Alfina dengan jujur


"Terus siapa laki-laki tadi?". Tanya Alfan sambil terus menatap istrinya


"Tadi Ibra teman semasa SMA ". Balas Alfina


"Mulai sekarang mas tidak akan izinin adek untuk pergi lagi. Mas akan izinin kalau perginya hanya bersama dengan mas". Ucap Alfan memperingati Alfina


Alfina mendongak menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca "Ya mas". Jawab Alfina sambil menundukkan kepalanya


Alfan menatap Alfina yang menunduk kemudian ia memegang kedua pipi istrinya agar melihat kearahnya. Ia merasa bersalah dengan istrinya karena tadi ia sempat menarik tangannya sedikit keras sehingga menimbulkan bekas kemerahan ditangan istrinya. Ia memegangi tangannya lalu ia usap dengan lembut dan ia kecup, kemudian ia berdiri mengambil salep untuk mengobati tangan istrinya.


"Maafkan mas sayang, mas tidak bermaksud untuk menyakiti kamu". Ucap Alfan sambil mengolesi salep ketangan istrinya


"Tidak apa-apa kok mas". Jawab Alfina dengan pelan

__ADS_1


Setelah mengobati tangan istrinya Alfan memeluk Alfina dan mengecup kepala Alfina dengan sayang. Ia mengelus punggung istrinya seraya mengucapkan kata maaf atas kejadian tadi. Ia akan berusaha membuat istrinya bahagia dan nyaman bersamanya. Sedangkan Alfina sudah meneteskan air matanya karena suaminya sudah menerima penjelasan darinya dan meminta maaf karena sudah salah paham atas kejadian dirumah makan tadi.


__ADS_2