Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 49


__ADS_3

Setelah temu kangen dengan umi Laila dan abi Lukman, kini Alfina mengajak mereka ke meja makan untuk makan malam yang sudah disiapkan oleh Alfina. Alfina bahagia sekali karena sudah melepas rindu dengan umi dan abinya itu. Bahkan ia sampai berkaca-kaca ketika dipeluk oleh kedua mertuanya.


"Maa Syaa Allah makanan sebanyak ini kamu sendiri yang memasak nak?". Tanya umi Laila


"Tadi dibantuin sama mas Alfan kok umi". Jawab Alfina dengan sopan


"Putra umi bantuin apa nak, yang ada malah mengganggu kamu waktu memasak". Kata umi Laila dengan santai


Alfan yang mendengar namanya disebut oleh sang umi lantas mendongakkan kepalanya menatap umi Laila yang terlihat santai, ia anak kandungnya kenapa uminya tega sekali berbicara seperti itu. Jelas ia membantu istrinya memasak supaya tidak sampai kecapekan. Drama Alfan dalam hati


"Mas Alfan bantuin potong sayurannya umi, terus bantu Alfina nyiapin bumbunya juga". Ucap Alfina dengan jujur


"Ya sayang, yang penting kamu jangan sampai kecapekan ya". Balas umi Laila


Alfina mengangguk "Ya umi". Jawab Alfina seraya tersenyum


Umi Laila mengambilkan abi Lukman nasi serta lauk pauknya, sedangkan Alfina juga melakukan hal yang sama. Ia melayani suaminya terlebih dahulu dengan mengambilkannya makan kemudian menuangkan segelas air dingin dari kulkas untuk minum suaminya. Ketika Alfina ingin mengambil piring untuk dirinya sendiri dengan cepat Alfan mencekal tangan Alfina dengan pelan, kemudian suaminya itu menyuruhnya untuk duduk disampingnya.


"Kita makan sepiring berdua saja ya dek?". Kata Alfan sambil memandang wajah istrinya


Alfina menggeleng "Alfina makan sendiri saja mas". Jawab Alfina dengan pelan


"Kenapa memangnya?". Tanya Alfan


Alfina kembali menggeleng kemudian mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi serta lauk yang ada dimeja makan tersebut. Umi Laila dan abi Lukman yang menyaksikan keduanya lantas mengerutkan keningnya pasti pasutri didepannya ini ada sedikit problem sehingga salah satunya tidak mau diajak makan sepiring berdua. Umi Laila menatap suaminya yang juga sedang menatapnya tanda bahwa mereka berdua mengerti akan situasi yang ada dihadapannya sekarang ini.


"Sayang mau makan sama umi enggak?". Tanya umi Laila kepada Alfina


"Maaf umi, Alfina makan sendiri saja seperti biasanya. Kalau Alfina makan berdua dengan umi nanti umi tidak kenyang". Jawab Alfina


"Yasudah tidak apa-apa, udah semuanya berdoa dulu sebelum makan". Ucap umi Laila


Mereka berempat memakan makan malamnya dengan tenang dan tanpa ada suara sedikitpun, Alfan memperhatikan istrinya seraya memakan makanannya dan sesekali ia menambah lauk rendang daging kesukaannya yang sudah dimasakkan oleh Alfina tadi. Masakan Alfina memang sangat lezat dan enak, tak heran bila semuanya banyak yang nambah hingga kenyang.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam, semua berkumpul diruang tengah atau ruang keluarga untuk berbincang bersama dengan umi Laila dan abi Lukman. Alfina sedari tadi menggandeng tangan uminya dan terus-terusan ikut kemanapun mertuanya itu pergi. Mungkin ia begitu merindukan uminya ketika beberapa hari kemarin ditinggal pergi ke kota Surabaya.


"Sini sayang duduk disamping umi". Kata umi Laila pada Alfina


"Ya umi". Jawab Alfina sambil tersenyum manis kearah umi Laila


Abi Lukman dan Alfan ikut bergabung bersama mereka dengan duduk dihadapan istrinya masing-masing. Alfan memperhatikan istrinya yang memeluk umi Laila dengan sayang begitu juga dengan umi Laila yang membalas pelukan menantu kesayangannya itu.


"Sayang apa kamu kangen sekali dengan umi?". Tanya umi Laila sembari tangannya mengelus kepala Alfina lembut


"Alfina mengangguk "Iya umi, Alfina kangen banget sama umi". Jawab Alfina dengan manja


"Kamu kenapa sayang kok mukanya sedih waktu umi baru sampai tadi?". Tanyanya lagi


"Gapapa umi, Alfina cuma rindu sama umi". Kata Alfina sambil memejamkan matanya dipelukan umi Laila


"Nanti bisa cerita sama umi". Balas umi Laila yang dijawab anggukan oleh Alfina


Alfan terus saja menatap istrinya yang bermanja dengan uminya, ia tau pasti istrinya itu masih kesal dengan dirinya mangkanya ia sedikit menghindar dan menempel kepada uminya ketika sang umi tersebut kembali pulang dari kota Surabaya.


"Alhamdulillah lancar bi". Jawab Alfan sambil menatap abinya


"Baiklah Abi percaya denganmu nak". Kata Abi Lukman sambil menepuk bahu Alfan dengan pelan


Hari sudah malam akhirnya Alfan berinisiatif mengajak istrinya istirahat kedalam kamar karena besok mesti harus kekampus lagi dan dirinya akan berangkat menuju kantor. Ia tidak boleh membiarkan istrinya istirahat terlalu larut karena akan membahayakan kesehatannya, jadi sebisa mungkin ia juga harus menjaga pola makan dan pola tidur istrinya supaya tidak sampai sakit.


"Dek kita istirahat dikamar sekarang". Kata Alfan pada Alfina yang masih menempel pada uminya


Alfina menggeleng "Nanti saja". Jawab Alfina dengan pelan yang masih bisa didengar oleh semuanya


"Ini sudah malam, besok kamu harus kekampus dek". Balas Alfan dengan lembut


"Tapi Alfina masih mau sama umi mas". Jawab Alfina tanpa menatap suaminya

__ADS_1


"Besok lagi dek, umi dan abi juga butuh istirahat". Kata Alfan


Alfina melepas pelukannya pada sang umi kemudian menatap umi Laila sembari berkata "Umi boleh tidak malam ini Alfina tidurnya sama umi". Kata Alfina memohon


"Nanti kalau kamu tidur sama umi terus abi tidur dengan siapa nak?". Sahut Abi Lukman sambil terkekeh


"Malam ini saja abi, tidak apa-apakan?". Ucap Alfina pada abi Lukman


Umi Laila yang melihat interaksi antara suaminya dengan menantunya lantas tersenyum lebar karena mereka berdua tidak mau mengalah untuk tidur bersama dengan dirinya, padahal sudah sama-sama dewasa. Umi Laila terkekeh geli mendengarnya.


"Kenapa tiba-tiba minta tidur sama umi sayang?". Tanya umi Laila menatap Alfina dengan lembut


"Karena Alfina masih kangen dengan umi". Jawab Alfina dengan pelan


"Boleh ya umi?". Tanya Alfina dengan tatapan yang memohon


Alfan yang melihat istrinya meminta tidur bersama dengan uminya lantas mengkerutkan dahinya merasa aneh dengan permintaan istrinya itu. Kenapa Alfina tetap keukeh ingin tidur bersama dengan uminya.


"Dek kamu tidur bersama mas saja seperti biasanya". Kata Alfan tegas namun terkesan masih lembut


Alfina tetap menggeleng "Izinkan Alfina malam ini tidur sama umi ya mas". Kata Alfina memohon kepada suaminya


"Mas tidak mengizinkan, kalau adek tidur dengan umi terus mas akan tidur dengan siapa?". Ucap Alfan


Alfina menunduk dalam ketika suaminya berucap seperti itu, kalau suaminya sudah bilang tidak maka ia tidak bisa membantah. Ia juga tidak mau menjadi istri yang durhaka yang tidak menuruti perkataan suaminya, jadilah ia menurut saja apa kata dari suaminya. Ia menoleh kearah umi Laila dan abi Lukman kemudian ia berkata.


"Maaf umi, abi, mas atas sikap Alfina, Alfina tidak bermaksud apa-apa kok. Alfina hanya ingin berlama-lama dengan umi". Kata Alfina sambil menunduk


"Kalau gitu Alfina izin ke kamar dulu, umi abi segera istirahat ya pasti sudah capek". Lanjut Alfina


"Iya sayang, habis ini umi dan abi akan segera istirahat


Kamu juga langsung istirahat ya, karena besok kamu pasti ke kampus". Jawab umi Laila sambil mengelus kepala Alfina dengan sayang

__ADS_1


Sebenarnya umi Laila tidak tega melihat Alfina yang sedih dan murung karena tidak bisa tidur berdua dengannya. Akan tetapi putra semata wayangnya selaku suami dari Alfina mengatakan kalau ia tidak mengizinkannya tidur dengan siapa-siapa kecuali dengan dirinya. Sebagai istri yang baik Alfina kerap selalu mematuhi apa yang diperintahkan oleh Alfan sebagai suaminya.


__ADS_2