Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 37


__ADS_3

Pagi harinya setelah melaksanakan shalat shubuh Alfina membantu sang umi memasak didapur untuk sarapan pagi bersama. Hari ini ia tidak pergi kekampus karena tidak ada mata kuliah dikelasnya. Akan tetapi sang suami akan berangkat menuju kantornya karena ada hal yang harus ia kerjakan.


"Gimana rasanya sayang?". Tanya umi Laila ketika Alfina mencicipi masakannya


"Enak sekali umi". Jawab Alfina sambil tersenyum


"Kamu taruh dimeja makan ya sayang". Ucap umi Laila


"Baik umi". Balas Alfina


Alfina menata semua makanannya di meja makan dengan rapi dan telaten. Tak lama kemudian mertua dan suaminya berjalan ke meja makan yang sudah lengkap menggunakan baju kerjanya. Ia kemudian mengambilkan makanan untuk suaminya dan menuangkan segelas air putih kepada Alfan. Alfan tersenyum manis menatap Alfina yang begitu tulus melayani dan menyiapkan segala kebutuhannya.


"Terimakasih dek". Ucap Alfan sambil tersenyum


"Sama-sama mas". Jawab Alfina


Setelah mengambilkan sarapan untuk suaminya, Alfina mulai mengambil makanan untuk dirinya sendiri kemudian duduk disebelah Alfan. Umi dan abi yang melihat keromantisan keduanya lantas tersenyum manis karena menurutnya Alfan itu orangnya cuek, dingin, dan datar. Namun sifat itu tidak berlaku sama sekali jika dengan keluarganya apalagi ketika bersama dengan istrinya ia akan menunjukkan sikap yang hangat dan romantis.


Setelah selesai sarapan pagi Alfan akan berangkat ke kantor guna menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan sang istri akan dirumah bersama dengan sang umi dan mungkin nanti kedua perempuan kesayangannya itu akan belanja kebutuhan rumah di supermarket.


"Dek mas berangkat dulu ke kantor?". Kata Alfan


"Biar Alfina anterin kedepan mas". Jawab Alfina sambil tersenyum


Mereka berdua berhenti dipintu utama kemudian Alfan menghadap kearah Alfina sambil memegang kedua tangannya dengan lembut. Alfina yang sangat menggemaskan sampai membuat Alfan tidak ingin jauh-jauh darinya, ia ingin selalu disamping istrinya tersebut. Akan tetapi ia harus pergi bekerja guna mencari nafkah untuk istri dan keluarga kecilnya yang sudah menjadi tanggungjawab dirinya.


"Mas berangkat kekantor dulu, kalau ada apa-apa langsung telepon mas". Kata Alfan sambil menatap Alfina dengan lekat


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina


Alfina kemudian mengecup punggung tangan suaminya dengan lembut, Alfan tersenyum haru menyaksikan istrinya yang sangat berbakti kepadanya. Ia pun maju lebih dekat kemudian mencium kening dan kedua pipi istrinya. Alfina yang diperlakukan seperti itu membuat pipinya memerah karena sifat Alfan yang romantis.


"Assalamualaikum". Salam Alfan kemudian mencuri kecupan singkat dibibir Alfina


Alfina terlonjak kaget sambil memegangi bibirnya yang baru saja dikecup oleh suaminya. Sedangkan Alfan yang sudah berada didalam mobil tersenyum manis menatap Alfina dari kaca mobilnya.


"Waalaikumussalam". Jawab Alfina


Alfina menutup pintunya kemudian menghampiri sang umi yang masih berada didapur bersama dengan bibi untuk membersihkan meja makan dan mencuci piring. Alfina segera membantu mereka agar cepat selesai dan bisa melakukan aktivitas yang lain.


"Biar umi saja sayang yang bersihkan". Ucap umi Laila yang melihat Alfina membersihkan meja makan dan merapikan tempat duduknya


"Tidak apa-apa umi". Jawab Alfina dengan sopan


"Nanti kamu kecapekan nak". Kata umi Laila khawatir

__ADS_1


"Umi tenang saja Alfina tidak apa-apa kok". Balas Alfina menenangkan umi Laila yang khawatir dengan dirinya


Umi Laila mengangguk kemudian berkata "Habis ini kita belanja kebutuhan rumah ya sayang". Ajak umi Laila


"Ya umi". Jawab Alfina antusias yang membuat umi Laila tersenyum manis menatapnya


Setelah selesai membantu aktivitas didapur, kini Alfina segera bersiap diri untuk pergi belanja kebutuhan rumah untuk pertama kalinya dengan umi Laila. Tentunya ia sangat senang karena bisa quality time berdua dengan uminya, walaupun semalam ia habis digempur oleh suaminya dan sekarang ia masih merasakan sedikit sakit dibagian bawahnya.


Ia sudah rapi menggunakan gamis hitam polos yang dilapisi cardigan serta jilbab pashmina nya yang ia gunakan dengan syar,i. Ia kemudian turun ke lantai bawah untuk menemui umi Laila dan bergegas pergi belanja ke supermarket.


"Umi". Panggil Alfina lembut


Umi Laila menoleh sambil menjawab "Ya sayang".


"Kamu cantik sekali nak, pantesan putra umi sampai dibuat terpesona sama kamu". Kata umi Laila sambil mengelus kepala Alfina yang terbalut jilbab


Alfina tersenyum "Umi juga cantik". Katanya


"Kita berangkat sekarang ya sayang?". Ucap umi Laila


Alfina mengangguk "Ya umi". Jawabnya


Mereka berangkat diantar oleh sopir pribadi keluarganya. Alfina sedari tadi tersenyum bahagia karena bisa menemani sang umi membeli kebutuhan rumah yang nantinya bisa bermanfaat untuk dirinya.


"Kamu kenapa sayang dari tadi tersenyum?". Ucap umi Laila sambil memperhatikan Alfina


"Maa Syaa Allah". Ucap umi Laila


"Umi". Panggil Alfina dengan pelan


"Ya sayang". Jawab umi Laila menatap Alfina


"Boleh Alfina peluk umi?". Tanya Alfina berharap


Umi Laila tersenyum mendengar pernyataan dari putri sekaligus menantunya itu "Boleh sayang". Jawabnya


Alfina dengan segera memeluk erat umi Laila dari samping, ia begitu bahagia bisa diterima baik sebagai bagian dari keluarganya. Apalagi umi Laila dan abi Lukman sangat menyayanginya seperti putri kandung mereka sendiri.


"Kenapa sayang?". Tanya umi Laila sambil mengelus kepala Alfina


"Tidak apa-apa umi, Alfina hanya ingin memeluk umi". Katanya


"Yaudah sini peluk umi lagi". Balas umi Laila


Alfina kembali masuk kedalam dekapan umi Laila, ia begitu menyanyangi sang umi yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri. Didunia selain bunda Nila ada umi Laila yang sangat menyayanginya dengan tulus. Ia bersyukur karena hal itu.

__ADS_1


Setelah beberapa menit akhirnya sampailah didepan supermarket yang besar dikota tersebut. Umi Laila dan Alfina segera turun dari mobil kemudian berjalan masuk kedalam supermarket, sedangkan sopir pribadinya tadi menunggu mereka diluar.


"Kamu ingin sayur apa sayang?". Tanya umi Laila


"Alfina semuanya suka umi". Jawab Alfina dengan polos


Umi Laila tersenyum manis melihat Alfina, kenapa istri dari putranya itu sangatlah lucu. Itulah alasan kenapa putranya begitu mencintai sosok perempuan seperti Alfina. Ia yakin putranya itu akan senang sekali menggoda dan menjahili istrinya bila mereka sedang bersama.


"Kamu ambil sayang kemudian masukkan troli, apapun sayurannya nanti kita masak berdua dengan umi". Ucap umi Laila


"Baik umi". Jawab Alfina


Alfina kemudian mengambil beberapa sayuran yang dibutuhkan lalu ia juga mengambil daging, ayam, serta beberapa telur untuk bahan persediaan dirumah. Umi Laila yang melihat Alfina begitu telaten memilih sayuran lantas tersenyum lebar karena menantunya itu sangat pandai dalam memilih makanan.


Setelah memilih sayuran, umi Laila dan Alfina menuju bahan untuk membuat kue atau roti. Ia akan mencoba resep baru bersama dengan umi Laila ketika dihari libur. Karena mereka berdua sama-sama mempunyai hobi memasak, jadi mereka sudah terbiasa bertempur dengan alat-alat didapur.


"Sudah umi?". Tanya Alfina ketika melihat troli yang sudah penuh


"Sudah sayang In Syaa Allah ini sudah cukup buat stok dirumah". Jawab umi Laila


"Kamu nggak beli makanan ringan nak?". Tanya umi Laila kepada Alfina


"Ambil saja sayang makanan yang kamu inginkan, pasti Alfan senang kalau istrinya membelanjakan uang darinya". Lanjut umi Laila


"Boleh umi?". Tanya Alfina


"Boleh sayang, ambil saja nak yang kamu mau". Jawab umi Laila yang membuat Alfina senang


"Terimakasih umi". Katanya


"Sama-sama sayang". Jawabnya


Alfina pun mengambil beberapa makanan ringan lalu memasukkannya kedalam troli yang sudah penuh. Sebenarnya ia ingin sekali membeli beberapa ice cream untuk ia taruh didalam kulkas nantinya, tapi ia takut jika tidak diperbolehkan untuk membelinya. Ia pun memberanikan diri untuk bertanya lagi kepada umi Laila.


"Umi Alfina boleh membeli beberapa ice cream?". Tanyanya dengan hati-hati


Umi Laila tersenyum lembut kearah Alfina kemudian berkata "Ambil saja sayang tidak apa-apa".


"Beneran umi?". Tanyanya memastikan


"Ya sayang". Jawabnya


"Tapi Alfina takut kalau dimarahin sama mas Alfan". Ucapnya sambil menunduk


"Tenang saja sayang, suamimu tidak mungkin memarahi kamu. Dia malah senang melihat istrinya bahagia". Jawab umi Laila sambil mengelus kedua pipi Alfina

__ADS_1


Alfina mengangguk kemudian mengambil beberapa ice cream lalu mendorong trolinya menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Ini adalah belanja pertama kalinya saat ia menjadi seorang istri, apalagi belanjanya bersama dengan umi Laila tersayang. Lengkap sudah kebahagiaan Alfina karena dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan sayang terhadap dirinya.


__ADS_2