
Alfina bangun dari tidurnya ketika waktu menunjukkan pukul setengah lima pagi. Ia menolehkan kepalanya kesamping dan ternyata suaminya sudah bangun, ia berpikir kalau suaminya sedang shalat shubuh berjamaah dimasjid dengan sang abi.
Hoek .. Hoek ...
Alfina merasa mual lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya kemudian mengambil air wudhu karena akan melaksanakan shalat shubuh didalam kamarnya. Alfina masih merasa ngantuk dan capek, untuk itu ia memutuskan sehabis shalat ia akan tidur kembali. Perkara memasak ia tidak bisa membantu umi dan bibi yang sekarang ini sedang berada didapur, ia pasrah kalau dirinya nanti semisal dimarahi oleh sang suami karena tidak membantu memasak. Pasalnya sekarang dirinya merasa mual sehabis bangun tidur tadi.
Ceklek ...
"Assalamualaikum". Salam Alfan ketika memasuki kamarnya
Alfina yang mendengar orang mengucap salam hanya bisa menjawabnya dengan suara lirih, ia merasakan mual kembali dan berjalan cepat menuju kamar mandi. Alfan yang melihat istrinya mengalami morning sickness langsung menyusulnya masuk kedalam kamar mandi sambil memijat tengkuk istrinya.
Hoek .. Hoek ..
Badan Alfina lemas akibat mual dan pusing menjadi satu. Alfan memegangi badan istrinya sambil menyelipkan rambutnya yang terurai. Ia khawatir melihat keadaan istrinya yang lemas seperti ini, apalagi masih pagi hari dan belum makan apa-apa.
"Masih mual?". Tanya Alfan pada Alfina
Alfina menggeleng pelan, ia masih takut untuk melihat wajah suaminya akibat perkara tadi malam. Alfan yang mendengar jawaban dari istrinya pun lantas membawanya ke ranjang kemudian merebahkan tubuh istrinya dengan pelan.
Ia mengambil minyak kayu putih kemudian mengoleskannya ke bagian perut Alfina sambil mengusapnya dengan lembut. Sementara Alfina memejamkan matanya karena kepalanya masih merasa pusing dan perutnya masih mual.
"Sebentar ya dek mas ambilkan minum hangat dulu". Ucap Alfan pada Alfina
Alfan turun kebawah mengambilkan minum untuk istrinya, sesampainya didapur sudah ada umi Laila dan bibi Marta yang sedang memasak untuk sarapan pagi.
__ADS_1
"Kamu lagi buat apa nak?". Tanya umi Laila pada Alfan
"Alfan mau buat teh hangat untuk istri Alfan umi". Jawab Alfan pada uminya
"Istri kamu kenapa sayang?". Tanya umi Laila
"Dia mual umi, kepalanya pusing sehabis mengalami morning sickness". Jawab Alfan sambil menatap uminya
"Yasudah biar umi yang buatkan nak, tunggu sebentar ya?". Kata umi Laila
Alfan mengangguk "Baik umi". Jawabnya
Setelah selesai membuatkan teh hangat untuk Alfina, umi Laila memberikannya kepada Alfan agar segera diminum oleh istrinya.
"Ini nak, nanti biar umi yang membawa sarapan kalian kedalam kamar". Ucap umi Laila
Ketika sampai dikamar Alfan segera memberikan teh hangatnya kepada Alfina agar badan istrinya tersebut juga hangat karena pagi ini cuacanya juga sedang dingin.
"Minum dulu dek". Ucap Alfan
Alfina mengangguk kemudian meminum teh hangatnya dengan pelan, selesai meminum ia kembali merebahkan tubuhnya karena badannya masih terasa lemas. Ia masih diam sambil memejamkan matanya tak berani menatap mata suaminya yang sedang menatapnya dengan lekat.
Alfan mengelus kepala Alfina dengan lembut, kemudian mencium keningnya lama. Jujur ia menyesal karena kemarin sempat membentak istrinya, apalagi sekarang istrinya dalam kondisi hamil. Ia melihat kalau mata Alfina sembab, itu tandanya kemarin malam istrinya menangis karena dirinya.
"Maafkan mas sayang". Gumam Alfan sambil mencium pelipis Alfina
__ADS_1
Ia melihat kalau istrinya itu tidur lagi, ia membiarkannya karena pasti badannya masih lemas akibat mual dan pusing yang dialaminya pagi ini. Inilah yang Alfan khawatirkan ketika Alfina sedang sakit, ia tidak mungkin meninggalkan sang istri dirumah untuk pergi berangkat berkerja karena hal itu pasti akan membuat Alfan tidak tenang bila Alfina sedang sakit dirumah.
.
.
.
.
.
Maaf gaes hari ini author update ceritanya sedikit, karena author sibuk sama tugas kuliah 🙏
.
.
Jangan lupa like, coment, follow, dan gift 🤗
.
.
.
__ADS_1
Thank you gaes