Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 90


__ADS_3

Setelah jalan-jalan bersama, kini pasangan suami istri itu sudah tiba dirumah karena Alfina yang merasa capek jadi Alfan langsung membawa istrinya kembali pulang kerumah. Sampai rumah ia disambut oleh umi Laila dan abi Lukman yang setia menunggunya diruang tengah sambil berbincang.


"Assalamualaikum". Salam mereka berdua


"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila dan abi Lukman bebarengan


"Duduk dulu dek, biar mas ambilin minum sebentar". Kata Alfan sambil mendudukkan Alfina disofa samping umi Laila


Alfina mengangguk kemudian ia menyenderkan tubuhnya disofa sambil mengelus perutnya yang besar itu. Ia capek mangkanya ia mengajak suaminya pulang untuk istirahat. Sedangkan umi Laila sudah melepaskan hijab yang dipakai oleh Alfina, supaya Alfina tidak merasa gerah.


"Sayang kamu enggak apa-apa nak?". Tanya umi Laila


"Alfina tidak apa-apa kok umi". Jawabnya


"Habis ini langsung istirahat ya sayang". Ucap umi Laila


Alfina mengangguk "Ya umi". Jawab Alfina


"Sudah makan malam belum nak?". Ujar abi Lukman bertanya pada Alfina


"Sudah abi". Jawab Alfina dengan sopan


Alfan datang membawa segelas air putih untuk Alfina, ia membantu meminumkannya karena istrinya kelihatan lemas dan lelah. Umi Laila menatap Alfina khawatir karena menantunya itu sedang hamil besar dan kemungkinan satu bulan lagi akan melahirkan.


"Fan ajak istrimu ke kamar untuk istirahat". Kata abi Lukman pada putranya


"Ya bi". Jawab Alfan


Alfan membawa istrinya masuk kedalam kamar yang ada dilantai satu dengan merangkul pinggangnya. Sesampainya didalam kamar ia melepaskan kaos kaki dan membantu mengganti baju abaya istrinya.


"Eh mas mau ngapain?". Pekik Alfina kaget karena Alfan dengan tiba-tiba akan melepaskan pakaiannya


"Bajunya diganti dulu dek, biar mas bantu ganti". Jawab Alfan dengan santai


"Nanti biar Alfina sendiri yang mengganti mas". Ucap Alfina pada suaminya

__ADS_1


"Kamu pasti capek, biar mas yang gantiin". Keukeh Alfan


Alfina menggeleng membuat Alfan gemas melihatnya, ia pun mencubit pipi istrinya pelan kemudian mencium bibir istrinya dengan mesra. Wajah Alfina memerah mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya.


Sedangkan Alfan sudah senyum-senyum sambil menatap wajah istrinya yang merah padam. Ia mengelus rambutnya dengan pelan kemudian melayangkan ciuman dikening Alfina lama. Alfina hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya.


"Mas bersih-bersih badan dulu ya sayang". Kata Alfan kemudian ia bangkit menuju kamar mandi


"Ya mas". Jawab Alfina


Alfina merebahkan tubuhnya sebentar sambil menunggu suaminya dikamar mandi, ia membuka handphonenya kemudian membalas WhatsApp yang masuk dari sahabatnya. Hari ini ia senang dan bahagia karena bisa healing sebelum melahirkan buah hatinya kedunia.


Ceklek ...


Alfan keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan hanya memakai celana pendek tanpa berbaju. Alfina yang melihat suaminya berpenampilan seperti itu lantas menelan ludahnya susah. Ia dibuat terpana melihat pemandangan yang setiap hari ia lihat ketika berada didalam kamar.


"Kenapa hmm?". Tanya Alfan sambil menghampiri istrinya


Alfina menggeleng "Enggak apa-apa kok mas". Jawabnya


Ia kembali menciumi wajah Alfina dari kening, hidung, kedua pipi dan terakhir ia mencium bibir Alfina dengan sedikit rakus. Alfan menggigit bibir bawah Alfina agar istrinya itu mau membuka mulutnya. Ia pun lantas memperdalam ciuman nya sambil tangannya memegangi pipi Alfina.


Alfina yang terbawa suasana pun hanya bisa pasrah dan menikmati semua perlakuan dari suaminya. Ia membiarkannya karena mereka berdua sudah halal, jadi mau melakukan apapun tetap sah dan bakal mendapatkan pahala.


"Bibir kamu manis sekali sayang". Ucap Alfan ketika melepaskan ciuman nya


Alfina hanya diam tidak membalas perkataan dari suaminya, ia masih malu karena kejadian barusan. Ia pun segera memeluk tubuh suaminya dengan erat sambil menenggelamkan kepalanya di dada suaminya. Alfan terkekeh melihat sang istri yang manja pada dirinya.


"Kenapa hmm?". Tanya Alfan sambil mengelus kepala Alfina


"Malu". Cicitnya pelan


"Kenapa malu hmm, bahkan mas sudah melihat seluruh tubuh adek dengan detail. Bahkan mas juga sudah merasakannya semua". Bisik Alfan yang membuat Alfina meremang


"Apaan sih mas?". Balas Alfina sedikit garang

__ADS_1


"Masya Allah bumil satu ini menggemaskan sekali". Kekeh Alfan sambil terus mengusap kepala Alfina dengan sayang


"Yaudah sekarang adek ganti baju dulu biar bisa nyaman kalau peluk mas". Kata Alfan yang diangguki oleh Alfina


"Sini biar mas ikat rambut adek". Lanjut Alfan sambil memegangi rambut Alfina yang tergerai


"Terimakasih mas". Ucap Alfina ketika suaminya sudah berhasil mengikat rambutnya dengan rapi dan sempurna


"Sama-sama sayang". Balas Alfan


Alfina bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti bajunya dan mencuci muka. Setelah selesai ia keluar dari kamar mandi lalu menghampiri suaminya yang sudah duduk diatas ranjang menunggu dirinya.


"Sudah selesai?". Tanya Alfan yang diangguki oleh Alfina


"Sini peluk mas". Kata Alfan pada Alfina


Alfina menurut, ia naik keatas ranjang kemudian menyenderkan kepalanya pada bahu suaminya. Ia memang capek jadi butuh sang suami untuk menghilangkan rasa penatnya. Sedangkan Alfan memeluk Alfina dari samping sambil mencium pelipisnya dengan lembut.


"Mas". Panggil Alfina


"Ada apa hmm?". Jawab Alfan


"Alfina laper mau makan pudding buatan umi, bisa minta tolong ambilkan dikulkas mas?". Ucap Alfina dengan pelan


"Adek laper?". Tanya Alfan yang diangguki oleh Alfina


"Kenapa dari tadi enggak bilang sama mas sayang?". Ucap Alfan gemas


"Karena Alfina masih mau memeluk mas". Jawab Alfina apa adanya


"Yasudah tunggu sebentar biar mas ambilkan pudding nya". Ujar Alfan


Alfina mengangguk "Terimakasih mas". Jawab Alfina


Alfina tersenyum melihat sang suami yang selalu sigap menuruti keinginannya. Ia sangat bersyukur diberikan imam yang pandai dalam segala hal. Ia bahagia bisa hidup bersama dengan seseorang yang selalu ia doakan, bahkan suaminya adalah sahabat semasa kecilnya dahulu.

__ADS_1


__ADS_2