Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 30


__ADS_3

Pukul tiga sore Alfan terbangun dari tidurnya, ia mulai membuka matanya dengan perlahan. Pertama kali yang ia lihat adalah seorang perempuan yang kini masih tertidur didalam dekapannya. Alfan mengelus rambut Alfina dengan lembut kemudian mengecup kedua pipinya yang chubby. Ia akan membangunkan istrinya karena sebentar lagi akan memasuki waktu ashar dan dia harus segera shalat dimasjid depan rumahnya.


"Adek". Panggil Alfan


"Adek bangun dulu sudah sore". Panggil Alfan sekali lagi sambil mengelus lengan Alfina pelan


Alfina mulai mengerjabkan matanya dan bersandar pada tepian ranjang. Ia baru teringat kalau hari ini ia tidur tidak mengenakan jilbabnya, dengan refleks ia menyentuh rambutnya dan menatap malu kearah Alfan.


"Kenapa?". Tanya Alfan


"Kamu tidak usah malu dek, karena mas adalah suami kamu, dan kamu adalah istri mas". Kata Alfan pada istrinya


Alfina melongo melihat Alfan yang berbicara dengan santai itu yang menyebut dirinya mas bukan saya lagi seperti sebutan formal.


"Mas akan berusaha untuk merubah panggilan diri mas untuk adek, jadi jangan bicara dengan formal karena kita adalah pasangan suami istri". Ucap Alfan sambil mengenggam tangan Alfina


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina


"Rambut kamu bagus mas suka, terimakasih karena selama ini adek sudah menjaga diri dengan baik selama adek belum menikah dengan mas". Kata Alfan sambil mengelus kepala Alfina dengan lembut


"Itu semua sudah menjadi kewajiban aku mas sebagai perempuan untuk menutup aurat dengan baik sesuai syariat agama Islam". Jawab Alfina dengan menunduk


Alfina sebenarnya masih malu jika harus berhadapan dan berdekatan dengan Alfan seperti saat ini. Alfina sampai tidak berani menatap manik mata suaminya karena menurutnya suaminya itu yang bisa membuat dirinya berdebar.


"Mas atau aku dulu yang mandi?". Tanya Alfina dengan pelan


"Barengan saja bagaimana?". Jawab Alfan santai


Dengan refleks Alfina menepuk lengan Alfan dengan pelan karena suaminya itu sudah berbicara sembarangan, apalagi ia dan Alfan adalah pasangan pengantin baru.


Alfina yang sadar langsung berucap maaf kepada suaminya "Maaf mas aku refleks tadi". Ucap Alfina pada suaminya


"Tidak apa-apa dek, pukulanmu tidak ada rasanya buat mas". Jawab Alfan sambil tersenyum tipis


"Yasudah mas mandi dulu biar Alfina yang siapin bajunya mas". Ucap Alfina pada Alfan


Alfan mengangguk kemudian masuk kedalam kamar mandi sedangkan Alfina ia melangkah menuju lemari untuk mengambilkan baju suaminya yang akan dipakai untuk shalat berjamaah dimasjid.


Ceklek ...


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Alfan yang hanya mengenakan handuk sampai lututnya saja. Ia keluar dari kamar mandi hanya bertelanjang dada karena ia tadi tidak membawa pakaian ketika masuk kedalam kamar mandi.


"Astaghfirullah". Ucap Alfina pelan ketika melihat suaminya itu bertelanjang dada berada dihadapannya


Ia menutup matanya menggunakan kedua tangannya karena melihat suaminya yang berpenampilan seperti itu. Ia jadi takut kalau suaminya berbuat macam-macam kepada dirinya. Eh tapi inikan sudah halal jadi bebas dong mau ngapa-ngapain.


"Kenapa matanya ditutup?". Tanya Alfan ketika melihat istrinya yang menutup matanya menggunakan kedua tangannya


"Ti-tidak apa-apa mas". Jawab Alfina gugup


"Adek harus terbiasa melihat mas seperti ini ketika berada didalam kamar". Ucap Alfan dengan santai

__ADS_1


"Baju dan sarungnya ada diatas kasur mas". Kata Alfina yang masih setia menutup kedua matanya


"Tolong ambilkan". Perintah Alfan pada Alfina


Alfina membuka matanya dengan kepala yang menunduk kemudian mengambilkan baju dan sarung untuk suaminya lalu menyerahkannya dengan hati-hati. Karena pasti suaminya itu sudah mengambil air wudhu jadi kalau ia sentuh bisa batal wudhunya.


"Terimakasih". Ucap Alfan sambil tersenyum tipis


Alfina mengangguk kemudian berjalan cepat kearah kamar mandi supaya ia tidak terus-menerus digoda oleh suaminya itu. Ia sangat malu bila pipinya memerah didepan suaminya.


"Adek". Panggil Alfan sebelum Alfina memasuki kamar mandi


"Y-Ya mas". Jawab Alfina sembari melihat Alfan yang belum berpakaian dan masih menggunakan handuknya


"Habis ini mas shalat dimasjid, setelah mandi adek jangan lupa shalat". Titah Alfan


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina dengan sopan


Setelah berada dikamar mandi selama kurang lebih dua puluh menit kini Alfina sudah bersiap untuk melaksanakan shalat ashar didalam kamar suaminya. Setelah shalat ia akan turun kebawah untuk membantu umi Laila memasak makanan yang akan disajikan saat makan malam nanti.


"Alhamdulillah". Ucap Alfina setelah selesai dari shalatnya


Ia sudah rapi menggunakan gamis panjang bewarna pink dengan jilbab khimar hitam yang selalu ia pakai ketika ia berada didalam rumah. Karena menurutnya menggunakan jilbab khimar akan terlihat lebih nyaman dan santai. Ia segera turun untuk membantu umi Laila memasak di dapur.


"Assalamualaikum umi". Salam Alfina ketika melihat umi Laila mengaduk makanan yang ada diatas kompor


"Waalaikumussalam sayang". Jawab umi Laila


"Sudah umi". Jawab Alfina sambil tersenyum


"Umi Alfina minta maaf karena Alfina baru kesini buat bantu umi memasak". Kata Alfina sambil menunduk


"Tidak apa-apa sayang, ini umi juga dibantu sama bibi. Umi tau pasti kamu masih capek nak". Jawab umi Laila sambil mengelus pipi Alfina


"Alfina bantuin ya umi". Ujar Alfina


"Boleh, kamu potong sayuran ini saja sayang. Nanti sayuran itu dibuat sup daging ya, makanan kesukaannya abi". Kata umi Laila memberitahu menantunya


Alfina mengangguk "Baik umi".


Alfina dengan segera memotong sayuran-sayuran itu dengan baik kemudian mencucinya sampai bersih lalu memasukkannya kedalam panci yang sudah terdapat air mendidih yang tadinya sudah disiapkan oleh umi Laila. Hari ini umi Laila membuat makanan dengan menu utama daging karena suami dan putranya itu sangat menyukai makanan yang berbaur dengan daging, yang satu sup daging dan yang satunya rendang daging.


"Sudah matang sayang?". Tanya umi Laila yang melihat Alfina mengaduk sayur sup nya


"Sudah umi". Jawab Alfina


"Biar umi yang angkat nak, ini rendang dagingnya kamu kasih bumbu ya nanti kalau ada yang kurang bilang sama umi". Ucap umi Laila


"Baik umi". Jawab Alfina


Alfina mulai menuangkan bumbu kedalam daging yang sudah berada diatas kompor, ia akan meminta umi Laila untuk mencicipinya supaya bila ada rasa yang kurang tepat dari masakannya bisa diberi bumbu lagi oleh umi Laila.

__ADS_1


"Sudah enak sayang rasanya juga sudah pas". Kata umi Laila ketika mencicipi rendang daging yang dibuat oleh Alfina


"Beneran umi, tidak ada yang kurang?". Ucap Alfina antusias


"Tidak sayang ini rasanya sudah pas, tinggal menunggu beberapa menit lagi supaya dagingnya lebih empuk". Jawab umi Laila


"Baik umi terimakasih sudah mengajari Alfina memasak". Ujar Alfina


"Sayang kamu itu pada dasarnya sudah pandai memasak jadi umi hanya mengarahkan saja". Balas umi Laila sambil tersenyum


"Terimakasih umi". Ucap Alfina


"Sama-sama sayang". Jawab umi Laila


Ketika acara memasak sudah selesai semua, kini Alfina dan umi Laila duduk santai diruang tengah bersama dengan abi Lukman dan Alfan. Alfina duduk disebelah suaminya sambil menatapnya dengan lembut. Alfina akan mencoba membiasakan diri untuk hidup bersama dengan suaminya maupun bersama dengan keluarga suaminya.


Adzan maghrib telah tiba, abi Lukman dan Alfan pamit untuk melaksanakan shalat berjamaah dimasjid sementara Alfina dan umi Laila shalat berjamaah dirumah. Alfina bersyukur karena memiliki mertua yang sangat menyayangi dirinya, ia sudah menganggap umi Laila dan abi Lukman seperti kedua orangtuanya sendiri.


"Assalamualaikum". Salam kedua laki-laki beda usia ketika memasuki rumahnya


"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila dan juga Alfina


Umi Laila menyalami tangan abi Lukman begitu juga dengan Alfina yang menyalami tangan suaminya dengan takzim dan lembut yang dibalas Alfan dengan memberikan ciuman dikeningnya dan juga dikedua pipinya. Alfina malu karena tindakan mereka berdua dilihat oleh umi Laila dan abi Lukman.


"Kita semua makan malam dulu ya?". Ucap umi Laila


"Ya umi". Jawab sang abi


Mereka berempat menuju ruang makan dan disanalah sudah tersaji beberapa makanan yang lezat diatas meja makan termasuk makanan favorit dari abi Lukman dan juga Alfan yang sama-sama menyukai makanan daging.


"Ini semua yang masak Alfina lho bi fan". Ucap umi Laila


"Umi hanya mengarahkan saja tadi". Lanjut umi Laila sambil tersenyum manis


"Maa Syaa Allah ada sup daging kesukaan abi juga". Kata abi Lukman


Alfan yang melihat itu semua tersenyum karena istrinya itu sangat pandai dalam memasak. Rasanya juga enak dan lezat apalagi dimeja makan sudah tersaji makanan favoritnya yaitu rendang daging yang sudah dibuat oleh istri tercintanya.


"Sayang ambilkan suamimu makan ya nak?". Ucap umi Laila kepada Alfina


Alfina mengangguk patuh "Baik umi". Jawab Alfina


Alfina mulai mengambilkan nasi dan lauknya untuk suaminya sesuai dengan porsi makannya. Ia menambahkan rendang dagingnya beserta dengan bumbunya supaya makanan yang dimakan oleh suaminya terasa enak dan nikmat.


"Silahkan mas". Kata Alfina sambil menyerahkan piring yang sudah ia isi makanan kehadapan Alfan


"Terimakasih adek". Ucap Alfan sambil mengelus kepala Alfina


"Sama-sama mas". Balas Alfina


Akhirnya mereka makan malam dengan tenang, sesekali Alfan yang meminta tambah nasi dan rendang daging kesukaannya. Kali ini ia akan makan banyak karena makanan favoritnya telah dimasak oleh istrinya. Ternyata Alfan bisa bucin dengan pasangannya, berbeda kalau ia menjadi dosen dikampus maka tingkat ketegasan dan kedisiplinannya sangatlah tinggi.

__ADS_1


__ADS_2