Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 53


__ADS_3

Pagi harinya Alfina terbangun dari tidurnya, ia melihat kearah samping ada sang suami yang masih nyenyak dalam tidurnya. Ia menyenderkan tubuhnya kemudian membangunkan suaminya karena pagi hari ini harus pergi ke kantor ada meeting penting yang harus dihadiri oleh sang suami.


"Mas bangun". Panggil Alfina sambil menepuk pelan pipi Alfan


Alfan menggeliat dalam tidurnya, ia memejamkan matanya kembali sambil merengkuh tubuh istrinya dari samping. Padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah empat itu artinya sebentar lagi akan memasuki waktu shalat shubuh, jadi ia dan suaminya harus segera mandi dan membersihkan tubuhnya supaya bisa melaksanakan shalat shubuh tepat pada waktunya.


"Mas bangun dulu". Panggil Alfina sekali lagi


"Hmm ya dek". Jawab Alfan sedikit malas untuk bangun


Alfan kemudian bangkit dari tidurnya kemudian melihat sang istri berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sedangkan dirinya merapikan tempat tidur dan mengganti sprei supaya lebih bersih dan lebih rapi. Alfan memang tipikal orang yang sangat menjaga kebersihan dan kerapian, karena dari kecil ia sudah dijarkan sang umi untuk berusaha membantu pekerjaan rumah agar saat menjadi suami ia jadi terbiasa dan selalu menerapkannya. Ia juga tidak ingin membuat sang istri merasa kecapekan akibat pekerjaan rumah yang tidak akan ada habisnya apalagi dikerjakan setiap hari.


Ceklek ...


Pintu kamar mandi sudah terbuka, terpampanglah disana ada Alfina yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan gamis rumahannya dan juga rambut basahnya tanda sehabis keramas. Ia kemudian berjalan menuju lemari mengambilkan pakaian shalat suaminya lalu memberikannya langsung kepada Alfan. Ia mengeringkan rambutnya sebentar sebelum melakukan shalat shubuh. Sementara Alfan mendekati sang istri sambil tersenyum manis membuat Alfina ketar ketir dibuatnya.


"Dek". Panggil Alfan


"Ya mas, mas sebaiknya segera mandi karena sebentar lagi mas akan shalat di masjid". Kata Alfina pada suaminya


"Ya dek, kamu cantik sekali". Ucap Alfan tiba-tiba


"Udahlah mas, Alfina sudah wudhu jadi mas jangan sentuh Alfina nanti wudhu Alfina batal". Balas Alfina pelan dan sopan


"Ya sayang, mas mau mandi kok". Jawab Alfan kemudian berjalan memasuki kamar mandi


Sekitar lima belas menit Alfan sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian lengkap sarung dan baju kokonya, Alfina sampai dibuat terpesona karena wajah Alfan yang terlihat segar dan cool akibat basuhan air wudhu. Ia mengalihkan pandangannya kearah lain supaya tidak sampai salah tingkah lagi dihadapan suaminya. Ia mencoba menunjukkan sikap biasa saja dan santai ketika ditatap lekat oleh suaminya.


"Dek mas ke masjid dulu ya?". Ucap Alfan pada istrinya


"Ya mas hati-hati". Kata Alfina pada suaminya


"Ya sayang, kamu harus segera shalat shubuh ya". Balas Alfan sambil mengelus kepala Alfina yang sudah tertutup dengan mukena


"Baik mas". Jawab Alfina

__ADS_1


Saat waktu menunjukkan pukul enam, semua anggota keluarga sarapan pagi bersama di meja makan karena pagi ini mereka akan berangkat menuju pekerjaannya masing-masing. Alfan akan mengantarkan sang istri kerumah bundanya terlebih dahulu baru ia akan berangkat menuju kantor untuk menghadiri meeting penting yang akan diselenggarakan pada pukul sembilan pagi.


"Umi abi kita pamit dulu". Kata Alfina dengan sopan sambil menyalami tangan umi Laila dan abi Lukman


"Ya sayang, hati-hati yaa. Umi dan abi titip salam kebunda kamu, sampaikan kalau umi dan abi belum bisa berkunjung kesana. Tapi In Syaa Allah kalau ada waktu luang kita akan kesana bersama-sama". Kata umi Laila sambil tersenyum manis kearah Alfina


"Baik umi, nanti Alfina sampaikan salam umi dan abi ke bunda Nila". Jawab Alfina kepada umi Laila


"Sini sayang peluk umi dulu". Ucap umi Laila sambil merentangkan kedua tangannya kepada Alfina


Umi Laila memeluk erat Alfina yang berada di dekapannya, begitu juga dengan Alfina yang membalas pelukan umi Laila tak kalah erat. Kemudian umi Laila mencium kening dan kedua pipi Alfina dengan sayang, sungguh umi Laila dibuat gemas karena wajah dari istri putranya itu sangat menggemaskan dan lucu. Umi Laila terkekeh melihat Alfina yang pasrah dengan semua perlakuannya.


"Gak mau peluk abi juga?". Tanya abi Lukman sambil merentangkan kedua tangannya kearah Alfina


"Mau abi". Jawab Alfina sedikit merengek


"Sayangnya abi kamu cantik sekali nak hari ini, sama seperti kecantikan umi". Kata Abi Lukman seraya menggoda sang istri dan menantu kesayangannya


Umi Laila yang mendengar lontaran dari sang suami lantas tersenyum malu apalagi ia sedang dihadapan anak dan menantunya. Sedangkan Alfina yang masih berada didalam dekapan abi Lukman hanya bisa tersenyum karena sang abi yang menggoda umi Laila secara terang-terangan. Sementara Alfan yang melihat abinya masih memeluk istrinya lantas mendengus kesal karena kelakuan dari sang abi.


Abi Lukman terkekeh mendengar penuturan dari putranya, ia melepaskan pelukannya kepada Alfina kemudian menatap Alfina dan berkata,


"Sudah nak, nanti lagi peluk abi ya. Lihat itu suami kamu sudah marah sama abi". Kata abi Lukman


"Ya abi, padahal Alfina masih ingin memeluk abi karena dengan memeluk abi rasa rindu Alfina kepada ayah sedikit terbalaskan. Selama ini Alfina ingin sekali dipeluk sama ayah". Jawab Alfina dengan menunduk


Alfan yang mendengar lontaran dari istrinya sedikit merasa bersalah karena melarangnya untuk memeluk abinya, padahal istrinya sangat merindukan seorang ayah yang selama ini sudah lebih dulu dipanggil oleh Allah SWT. Ia bergegas memeluk istrinya dengan erat sambil menciumi puncak kepalanya dengan sayang. Ia tau selama ini Alfina memendam rasa kerinduan yang begitu besar terhadap mendiang alm ayah dan bundanya. Maka dari itu sebisa mungkin ia berusaha membahagiakan dan memenuhi segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh istrinya.


"Jangan sedih sayang, maafkan mas sudah terlalu posesif dengan kamu". Kata Alfan seraya mengelus punggung Alfina


"Kamu boleh memeluk abi Lukman kapanpun dan dimanapun selama kamu berada didekat abi dan umi sayang. Silahkan kamu bermanja dengan mereka dan anggap orangtua mas seperti orangtua kandung adek sendiri. Mas sangat mencintai dan menyayangimu sayang". Lanjut Alfan panjang lebar yang membuat Alfina meneteskan kedua matanya


"Terimakasih mas, karena mas aku bisa merasakan kebahagiaan dan kasih sayang dari orangtua apalagi bisa merasakan kasih sayang dari umi Laila dan abi Lukman mereka seperti ayah dan bunda". Jawab Alfina sedikit terisak


"Kamu berhak merasakan kebahagiaan sayang, dengan begitu kamu tidak perlu sungkan untuk meminta apa pun kepada kami semua ya sayang. Karena umi dan abi sangat menyayangi kamu termasuk suami kamu yang sangat mencintai dan menyayangi kamu". Ucap umi Laila sembari meneteskan kedua matanya haru melihat Alfina

__ADS_1


"Terimakasih umi, abi, mas karena sudah menerima kehadiran Alfina dengan tulus serta memberikan kasih sayang yang begitu berlimpah kepada Alfina. Alfina bahagia sekali bisa ditakdirkan menjadi bagian keluarga dari abi, umi, dan mas Alfan". Kata Alfina


"Sama-sama sayang, kamu kesayangan kita semua". Balas umi Laila kemudian memeluk Alfina lagi


Alfan dan abi Lukman yang melihat kedua perempuan kesayangannya saling memeluk pun ikut terharu karena sang abi tau bagaimana kehidupan Alfina sebelum menikah dengan putranya. Ia dibesarkan dan dirawat oleh bunda Nila di panti asuhan, dan pada akhirnya putranya telah dipertemukan kembali dengan sahabat semasa kecilnya yakni Alfina yang sekarang sudah menjadi istrinya tanggungjawabnya.


"Kalau gitu kita berangkat dulu umi, abi". Ucap Alfan pada kedua orangtuanya seraya menggandeng tangan Alfina dengan sayang


"Hati-hati ya fan, jaga putri umi dengan baik". Pesan umi Laila


Alfan mengangguk "Ya umi, Alfan akan jaga istri Alfan dengan baik". Jawab Alfan kepada uminya


"Assalamualaikum". Salam Alfan


"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila dan abi Lukman bersamaan


Alfan membukakan pintu mobil untuk istrinya, Alfina yang diperlakukan seperti itu lantas tersenyum manis menatap suaminya kemudian ia mengatakan "Terimakasih mas". Ucapnya


"Sama-sama sayang". Jawab Alfan


Setelah selesai Alfan bergegas masuk kedalam mobilnya karena akan mengantarkan sang istri terlebih dahulu mengunjungi bunda Nila dipanti asuhan sebelum ia berangkat kerja. Hari ini Alfina tidak ke kampus karena jika ke kampus ia akan melakukan bimbingan saja kepada sang dosen pembimbing. Jadi disela-sela ia mengerjakan skripsinya ia juga meluangkan waktunya berkunjung ke panti asuhan. Alfan tersenyum menatap Alfina, karena perempuan yang berada disampingnya ini adalah kekasih halalnya sekaligus pujaan hatinya yang harus selalu ia jaga dan lindungi setiap waktu.


"Dek nanti disana jangan lupa buat istirahat ya?". Kata Alfan kepada Alfina


"Ya mas". Jawab Alfina


"Adek jangan sampai telat makan, minum air putih yang banyak, dan jangan lupa shalatnya harus tepat waktu". Nasihat Alfan pada istrinya


Alfina mengangguk "Ya mas, Alfina akan selalu menuruti dan melakukan semua perintah dari mas". Balas Alfina dengan sopan


"Baiklah sayang, kamu memang istri yang baik dan sholehah". Ucap Alfan sambil tangan sebelah kirinya ia gunakan untuk mengusap lembut kepala Alfina yang tertutup hijab


"Alhamdulillah terimakasih mas". Kata Alfina


"Sama-sama sayang". Balas Alfan sambil tersenyum manis kearah Alfina

__ADS_1


__ADS_2