Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 65


__ADS_3

Pukul setengah lima pagi Alfina bangkit dari tidurnya. Ia melihat ke sekeliling kamar dan suaminya sudah tidak berada disana, kemungkinan sang suami sedang berada dimasjid melaksanakan shalat shubuh berjamaah. Ia bergegas menuju kamar mandi dengan berjalan pelan untuk mengambil air wudhu karena tubuhnya yang masih sedikit lemas kalau diwaktu pagi hari.


Setelah shalat ia melepaskan mukenanya kemudian menggantinya dengan jilbab instan namun syar'i kemudian turun menuju lantai bawah untuk membantu umi Laila memasak didapur dan bersih-bersih rumah. Ia tidak mungkin rebahan atau tiduran lagi dikasur karena sekarang statusnya sudah menjadi seorang istri terlebih sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu.


"Assalamualaikum umi". Salam Alfina pada umi Laila


"Waalaikumussalam sayang". Jawab umi Laila


"Kamu kok sudah berada disini nak, tidak mual kan?". Tanya umi Laila memastikan keadaan Alfina


Alfina menggeleng "Tidak kok umi". Jawabnya


"Yasudah boleh membantu umi asalkan kalau sudah capek langsung istirahat ya?". Kata umi Laila


"Baik umi". Jawab Alfina


Alfina membantu umi Laila memasak hanya dengan memotong-motong sayurannya saja, karena umi Laila melarang Alfina melakukan aktivitas yang bisa membuat dirinya capek alhasil Alfina Alfina hanya membantu sebagian saja dalam memasak. Tak lama Alfan dan abi Lukman sudah kembali pulang dari shalat shubuhnya di masjid.


Alfan melihat istrinya yang sedang duduk dikursi meja makan dengan memegang segelas air putih. Ia menghampirinya kemudian mengelus kepalanya dengan lembut sambil tersenyum kearahnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum dek". Salam Alfan pada Alfina


"Eh, Waalaikumussalam mas". Jawab Alfina pada suaminya


Setelah menjawab salam, Alfina mengambil tangan suaminya untuk ia cium kemudian Alfan membalasnya dengan memberikan ciuman di kening Alfina.


"Kenapa hmm?". Tanya Alfan pada istrinya


"Tadi waktu bangun mual muntah enggak dek?". Tanya Alfan


Alfina menggeleng "Enggak muntah mas, cuman mual saja waktu bangun". Jawab Alfina pada suaminya


"Sekarang masih mual?". Tanya Alfan lagi


Alfan memperhatikan istrinya dari samping, kemudian ia mengelus pipi Alfina dengan lembut menggunakan ibu jarinya. Alfan jadi tau semenjak istrinya hamil seperti sekarang ini, badannya sering sakit dan susah untuk tidur. Alhasil sebisa mungkin ia menjaga istrinya dengan baik dan menuruti kemauan ibu hamil ini dengan sabar.


"Mas ganti baju dulu ya dek". Ucap Alfan


Alfina mengangguk "Ya mas, yasudah ayo biar Alfina bantu". Jawab Alfina seraya bangkit dari duduknya

__ADS_1


"Adek disini saja, mas hanya mengganti pakaian santai. Nanti kita kedokter nya jam sembilan saja". Ucap Alfan pada Alfina


"Ya mas". Jawabnya


Setelah berganti pakaian yang lebih santai, Alfan ikut bergabung dimeja makan untuk melakukan sarapan pagi bersama. Sesuai sarapan Alfina naik menuju kamarnya untuk mengambil baju kotor untuk dicucinya, karena hari ini suaminya akan mengajar dikampus pada pukul dua siang. Jadi pagi harinya dirumah dan akan mengantarkannya untuk periksa ke dokter kandungan.


"Ternyata baju kotornya banyak sekali". Gumam Alfina dalam hati


Alfina segera membawa baju kotor tersebut ke ruangan sebelah kamar mandi lantai atas untuk dicuci. Memang dirumah umi Laila ini dilantai bawah dan dilantai atas disediakan kamar mandi untuk mencuci baju, supaya tidak susah-susah turun kebawah untuk mencuci pakaian.


"Dek kamu mau nyuci baju?". Tanya Alfan ketika melihat istrinya membawa keranjang pakaian kotor kedalam kamar mandi


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya


"Biar mas saja dek yang nyuci, kamu jangan melakukan pekerjaan yang berat". Kata Alfan pada Alfina


"Tapi mas aku nyucinya pakai mesin kok, jadi enggak apa-apa". Jawab Alfina dengan halus


"Yasudah biar mas bantu". Balas Alfan

__ADS_1


Sebelumnya Alfan tidak memperbolehkan Alfina untuk mencuci baju ataupun melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat, akan tetapi istrinya itu tetap keukeh ingin melakukannya. Akhirnya ia ikut membantunya juga supaya istrinya tidak sampai kecapekan apalagi sekarang dalam kondisi hamil muda.


Setelah selesai mencuci baju, Alfan dan Alfina bersiap untuk pergi ke dokter kandungan guna memeriksakan kandungannya yang masih muda ini. Kemarin ia meminta ditemani oleh umi Laila agar dirinya juga tidak takut sewaktu ditangani oleh dokter kandungan, karena ini adalah pengalaman pertamanya.


__ADS_2