Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 80


__ADS_3

Pagi harinya Alfina sedang bersiap akan pergi kekampus untuk melakukan bimbingan skripsi dengan dosen pembimbingnya. Sebelum berangkat ia akan sarapan pagi terlebih dahulu bersama dengan keluarganya.


"Dek minta tolong pasangin dasinya mas". Ucap Alfan sambil menghampiri istrinya


"Ya mas". Jawab Alfina


Alfina lantas memasangkan dasi untuk suaminya, sebenarnya Alfan bisa memasang dasi untuk dirinya sendiri akan tetapi ia selalu meminta kepada istrinya untuk dipasangkan.


"Sudah?". Tanya Alfan ketika melihat sang istri


Alfina mengangguk "Sudah". Jawab Alfina kemudian Alfan mencium kedu pipinya dengan gemas


Alfan terkekeh melihat wajah Alfina yang memerah akibat perlakuannya. Ia suka sekali menggoda dan menjahili sang istri bila berada didekatnya. Apalagi sekarang istrinya tengah mengandung buah hatinya, ia semakin gencar untuk menggodanya.


Alfina kembali kemeja rias untuk memastikan penampilannya, ketika dirasa sudah rapi semuanya ia lantas mengajak sang suami untuk turun kebawah melakukan sarapan pagi sebelum berangkat bekerja dan beraktivitas.


"Mas kalau sudah selesai silahkan turun kebawah ya untuk sarapan pagi". Kata Alfina pada suaminya


"Ya sayang". Jawabnya


"Mas sudah selesai kok, ayo kita turun barengan". Lanjut Alfan sambil menggandeng tangan Alfina


Sesampainya di bawah sudah ada abi Lukman dan umi Laila yang berada dimeja makan, tadi Alfina ikut membantu uminya memasak. Akan tetapi ketika jam enam kurang ia naik kedalam kamarnya untuk mandi dan bersiap diri bersama dengan suaminya.


"Sayang sarapan dulu nak". Ajak umi Laila sambil tersenyum kepada Alfan dan Alfina


"Ya umi". Jawab mereka bebarengan


"Pulang jam berapa nak nanti dari kampusnya?". Tanya umi Laila pada Alfina


"Insya Allah jam sebelas sudah pulang umi". Jawab Alfina


"Baiklah sayang, kamu jangan terlalu kecapekan ya waktu dikampus. Kalau sudah selesai dengan urusannya segera pulang dan istirahat dirumah". Kata umi Laila perhatian pada Alfina


Alfina mengangguk "Ya umi". Jawabnya


Setelah sarapan Alfina berangkat ke kampus bersama dengan suaminya, sebelum berangkat ia menyalimi tangan umi dan abinya. Setelah itu Alfan menggandeng tangan istrinya menuju mobil kemudian membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Alfina masuk kedalam mobil, kemudian disusul Alfan yang memasuki mobilnya pada bagian kemudi kemudian menyetirnya menuju kampus. Ia melihat istrinya yang memperhatikan jalanan dari balik jendela mobilnya.


"Dek nanti kalau sudah selesai bimbingan, adek keruangan mas ya?". Ucap Alfan


"Ya mas". Jawab Alfina singkat


"Adek masih marah sama mas?". Tanya Alfan memastikan

__ADS_1


Alfina menggeleng "Enggak". Jawab Alfina sambil menatap suaminya


"Alhamdulillah kalau gitu". Balas Alfan sambil melihat Alfina kesamping


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai pada pelataran kampus, Alfina segera turun kemudian pamit kepada suaminya untuk menemui sahabatnya yang sudah menunggunya dikantin fakultas. Ia segera menyalami tangan Alfan sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri.


Alfan tersenyum manis menatap Alfina yang begitu berbakti dan sholehah kepada dirinya. Ia beruntung memiliki istri seperti Alfina, rasanya ia laki-laki paling bahagia karena sudah berhasil memiliki bidadari cantik seperti Alfina.


"Mas Alfina kesana dulu". Kata Alfina


"Kemana dek?". Tanya Alfan iseng


"Alfina sudah ditunggu Amel dikantin fakultas". Jawab Alfina pada suaminya


"Yaudah kalau sudah selesai semuanya, segera kembali keruangan mas ya". Kata Alfan


"Ya mas". Jawab Alfina sambil mengangguk


Alfina berjalan menuju kantin fakultas untuk menemui sahabatnya Amel yang sudah menunggunya dari tadi. Ia kangen dan rindu dengan sahabatnya itu, karena beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan Amel sahabatnya lantaran fokus untuk mengerjakan skripsinya masing-masing.


"Assalamualaikum Amel". Salam Alfina ketika menghampiri sahabatnya yang duduk disalah satu kursi yang ada dikantin


"Waalaikumussalam Na". Jawab Amel sambil tersenyum melihat kedatangan sahabatnya


"Udah lama Mel?". Tanya Alfina


"Kamu sudah sarapan Na?". Tanya Amel


Alfina mengangguk "Sudah Mel sebelum berangkat tadi aku sudah sarapan bareng". Jawab Alfina


"Semoga skripsi kita segera di acc ya na, biar kita lebih cepat sidang dan wisuda". Kata Amel pada Alfina


"Aamiin, semoga urusan kita selalu dimudahkan sama Allah. Pokoknya jangan lupa berdoa dan berusaha". Jawab Alfina sambil tersenyum


"Oh ya gimana keadaan debay nya na?". Tanya


"Alhamdulillah dia sehat". Jawab Alfina seraya mengelus perutnya dengan lembut


"Aku sudah tidak sabar menanti kelahirannya, pasti kalau laki-laki tampan kalau perempuan pasti cantik". Kata Amel antusias


"Doakan saja aunty biar nanti persalinannya lancar dan debay nya sehat". Ucap Alfina seperti anak kecil


Mereka berdua tertawa bersama, hingga beberapa menit kemudian mereka pergi keruang dosen pembimbing masing-masing untuk melakukan bimbingan mengenai skripsi mereka. Alfina dan Amel berharap kalau skripsinya segera di acc agar mereka berdua bisa sidang dan wisuda diwaktu yang bersamaan.


Setelah selesai melakukan bimbingan Amel pamit untuk kembali pulang karena dirumahnya sedang ada acara keluarga sehingga mengharuskan Amel pulang cepat dari biasanya.

__ADS_1


"Kamu hati-hati ya Mel, bawa mobilnya jangan ngebut". Kata Alfina pada Amel


"Siap bumil". Jawab Amel sambil hormat kepada Alfina


Alfina terkekeh melihat Amel yang seperti itu, sahabatnya itu selalu membuat dirinya tertawa dan merasa bahagia. Ia bersyukur memiliki sahabat sejati seperti Amel.


"Kamu juga hati-hati pulangnya". Ucap Amel


"Ya Mel". Jawab Alfina sambil mengangguk


Selepas sahabatnya pulang, Alfina langsung menuju ruangan suaminya. Ia tadi sudah diberikan pesan oleh Alfan kalau sudah melakukan bimbingan disuruh menuju ruangannya.


Tok ... Tok ...


"Assalamualaikum". Salam Alfina sambil mengetuk ruangan Alfan


"Waalaikumussalam masuk". Jawab Alfan dari dalam ruangan


Alfina masuk kedalam kemudian mengambil tangan Alfan untuk ia salami. Setelah itu Alfina duduk disofa yang ada diruangan Alfan. Ia merasa lelah karena sehabis melakukan bimbingan dengan dosen pembimbingnya.


"Bagaimana sayang, apakah tadi bimbingannya lancar hmm?". Tanya Alfan sambil menghampiri istrinya


"Alhamdulillah dua minggu lagi sudah melakukan sidang skripsi mas". Jawab Alfina


Alfan tersenyum senang mendengarnya, itu artinya Alfina akan segera lulus dan meraih gelar sarjana. Ia terus mensupport dan mendukung Alfina untuk meraih cita-citanya. Ia yakin istrinya itu akan mampu melewati semuanya, karena Nananya adalah perempuan yang cerdas dan pintar.


"Sebentar ya". Ucap Alfan


"Ini adek minum dulu, mas tau pasti adek kecapekan". Ucap Alfan sembari memberikan segelas air kepada istrinya


"Habis ini mas antar pulang, karena mas akan pergi ke kantor sebentar". Kata Alfan sambil mengusap kepala Alfina


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina


Alfina yang capek tiba-tiba menyandarkan kepalanya pada dada bidang Alfan, semenjak hamil dirinya selalu ingin berdekatan dengan suaminya itu bahkan dirinya tidak ingin kalau suaminya pergi kemana-mana.


Alfan yang mendapati Alfina seperti itu lantas tersenyum lebar karena istrinya telah manja kepada dirinya. Ia terkekeh geli ketika mengingat wajah istrinya yang kemarin tengah mendiaminya, akan tetapi sekarang sudah kembali seperti semula. Ia pun mengelus kepala Alfina Alfina seraya mengecup keningnya dengan lembut.


"Kenapa hmm?". Tanya Alfan


"Alfina capek, mau istirahat dirumah mas". Ucap Alfina pelan


"Yasudah sekarang ayo mas antarkan pulang biar adek bisa langsung istirahat dengan nyaman dikamar". Jawab Alfan


"Ya mas". Jawabnya sambil mengangguk

__ADS_1


Akhirnya Alfan mengantarkan istrinya pulang kerumah, ia khawatir kalau istrinya sampai kenapa-kenapa karena itu semua nantinya bisa berpengaruh terhadap kandungannya. Oleh karena itu ia sangat menjaga kesehatan istri dan calon anaknya.


__ADS_2