
Hari ini kehamilan Alfina sudah memasuki usia empat bulan, besok dirumah umi Laila akan mengadakan pengajian empat bulanan atas kehamilan Alfina. Ia bersyukur diberi kepercayaan oleh Allah untuk mengandung sang buah hati yang kondisinya selalu sehat setiap harinya.
Kemarin malam ia juga sudah melakukan bimbingan skripsi kepada dosen pembimbingnya yakni suaminya sendiri. Walaupun suaminya menjadi dospem nya, akan tetapi suaminya itu selalu berlaku profesional jika sudah menyangkut dunia perkuliahan. Bimbingan dirumah bersama dengan sang suami sama saja rasanya melakukan bimbingan kepada dosen ketika dikampus, karena suaminya itu selalu bersikap tegas dan disiplin. Hal itu membuat Alfina sedikit takut ketika melakukan bimbingan skripsinya.
"Sayang nanti umi mau belanja kebutuhan rumah ke supermarket, kamu ikut bersama umi atau dirumah?". Ucap umi Laila ketika menghampiri Alfina disamping kolam renang
"Alfina mau ikut umi saja". Jawab Alfina pada umi Laila
"Yasudah tidak apa-apa, yang penting jangan sampai kecapekan ya sayang". Kata umi Laila penuh perhatian
Alfina mengangguk "Baik umi". Jawabnya seraya tersenyum
"Kalau begitu sekarang kamu siap-siap ya, umi tunggu diruang tengah". Ujar umi Laila
"Ya umi". Jawab Alfina
Alfina segera masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya, karena tadi ia sudah mandi. Jadi ia hanya perlu mengganti pakaiannya saja dengan baju gamis yang bagus serta mengganti jilbabnya.
Saat sudah selesai berpakaian ia segera turun kebawah menemui umi Laila yang sudah siap sedang menunggu dirinya sambil menonton tv diruang keluarga.
"Umi". Panggil Alfina dengan lembut
"Ya sayang". Jawab umi Laila seraya melihat kearah Alfina
__ADS_1
"Sudah siap nak?". Tanya umi Laila pada Alfina
Alfina mengangguk "Sudah umi". Jawabnya sambil tersenyum kepada umi Laila
"Yasudah kita berangkat sekarang ya sayang". Ajak umi Laila pada Alfina
"Ya umi". Balas Alfina
Umi Laila dan Alfina berangkat ke supermarket diantar oleh sopir pribadi keluarga abi Lukman. Alfina sangat happy jika diajak jalan-jalan atau belanja bersama dengan sang umi, pasalnya ia juga kadang bosan kalau berada dirumah setiap hari.
Beberapa menit kemudian mobil yang ditumpangi oleh umi Laila dan Alfina sudah sampai didepan supermarket tempat mereka belanja. Alfina segera turun dengan tangannya yang digandeng oleh umi Laila, beliau sangat menjaga istri dari putranya itu. Karena bagaimanapun juga Alfina adalah anak perempuannya serta anak dari mendiang sahabatnya.
"Pelan-pelan saja sayang jalannya, biar kamu tidak kelelahan". Kata umi Laila
"Ya umi". Jawab Alfina
Alfina mengangguk "Baik umi". Jawabnya
"Tadi umi sudah menghubungi abi dan suamimu kalau kita sedang belanja ke supermarket sayang". Ujar umi Laila seraya tersenyum manis kearah Alfina
"Oh ya umi, Alfina belum bilang sama mas Alfan". Kata Alfina sambil menunduk karena ia lupa tidak mengabari suaminya kalau hari ini ia keluar bersama dengan umi Laila
"Tidak apa-apa sayang, tadi umi sudah bilang sama abi dan suami kamu kok nak". Jawab umi Laila
__ADS_1
"Terimakasih umi". Ucap Alfina
"Sama-sama sayang". Balas umi Laila
Umi Laila mengambil semua kebutuhan rumah dan dapur yang memang sangat dibutuhkan, karena besok akan ada pengajian dan doa empat bulanan atas kehamilan Alfina. Jadi umi Laila menyiapkan segala keperluan yang diperlukan untuk besok.
Alfina berhenti didepan buah-buahan, ia mengambil buah apel, anggur, dan mangga untuk ia taruh di trolinya. Ia tiba-tiba ingin memakan buah apel yang kelihatannya segar untuk dikonsumsi. Sebenarnya ia juga ingin memakan snack atau makanan ringan, akan tetapi ia tidak berani mengambilnya mengingat ia pernah dilarang oleh suaminya untuk memakan makanan tersebut.
"Sayang kamu mau makanan apalagi nak?". Tanya umi Laila
"Ehm Alfina boleh enggak umi kalau beli ice cream?". Kata Alfina pada umi Laila dengan pelan
"Kamu mau makan ice cream nak?". Tanya umi Laila
Alfina mengangguk pelan "Ya umi". Cicitnya
"Yasudah ambil saja sayang tidak apa-apa". Kata umi Laila seraya tersenyum kepada Alfina
"Tapi kalau tidak diizinkan sama mas Alfan gimana umi?". Ucap Alfina
"Kamu tenang saja sayang, pasti suamimu mengizinkan kok. Sudah ambil saja yang kamu mau sayang". Jawab umi Laila menenangkan Alfina
"Baik umi terimakasih". Ucap Alfina pada umi Laila
__ADS_1
"Sama-sama sayang". Balas umi Laila
Setelah membayar semua belanjaannya, umi Laila dan Alfina kembali pulang untuk istirahat karena hari sudah siang dan cuaca sangat panas. Umi Laila khawatir kalau Alfina sampai kecapekan akibat aktivitasnya hari ini, karena tadi sebelum berangkat istri dari putranya itu membantunya mengerjakan pekerjaan rumah bersama dengan bibi Marta.