Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 21


__ADS_3

Setelah pertemuan dua keluarga tersebut, kini mereka makan malam di panti asuhan kasih bunda bersama dengan adik-adik panti yang berada disana. Tadi sore memang bunda Nila dan Alfina memasak bersama dengan dibantu art panti asuhan untuk membuat makanan yang akan dihidangkan ketika makan malam bersama keluarga Alfan.


"Silahkan dinikmati pak, bu". Kata ayah Norman


"Baik pak, pasti masakannya enak ini". Jawab abi Lukman


"Silahkan bu makan yang banyak, ini Alfina lho yang masak tadi. Pasti enak rasanya". Ucap bunda Nila


"Maa Syaa Allah udah cantik, shalehah, pintar masak lagi. Fan kamu dapat calon istri paket komplit lho, kamu harus bersyukur". Kata umi Laila


"Alfan sangat bersyukur umi". Jawabnya pelan


"Alhamdulillah". Ucap bunda Nila


Alfina yang duduk disamping bunda Nila hanya bisa mendengarkan lontaran dari Alfan barusan. Hatinya berdegup dengan kencang setiap kali dekat dengan dosennya itu. Belum halal saja sudah membuat dag-dig-dug apalagi kalau sudah halal, batin Alfina.


"Sayang kamu kok diam saja, mau bunda ambilkan?". Ujar bunda Nila


Alfina menggelengkan kepalanya "Alfina ambil sendiri saja bunda". Jawabnya tersenyum kecil


"Makan yang banyak nak, kamu belum makan lho dari tadi siang". Kata bunda Nila santai


Alfan yang mendengar ucapan dari bunda Nila lantas menoleh melihat Alfina yang berada disamping umi Laila dan bunda Nila seraya menatapnya tajam.


Alfina yang saat itu melihat kedepan dimana Alfan yang duduk disamping abinya tak sengaja menatap balik tatapan tajam dari Alfan dengan tatapan polos, ia takut dengan tatapan Alfan yang serius dan tegas seperti itu.


Abi Lukman yang paham dengan keduanya lantas berucap "Boy jangan beri tatapan seperti itu sama calon istri kamu, dia pasti takut". Kata sang Abi


"Sayang kenapa kamu belum makan siang?". Tanya umi Laila cemas


"Maaf umi tadi Alfina belum lapar". Jawabnya dengan menunduk


"Yasudah tidak apa-apa, lain kali jangan seperti itu ya sayang. Kamu harus makan dengan teratur supaya kamu tidak sakit. Apalagi habis ini kamu akan menikah dengan putra umi, jadi harus selalu jaga kesehatan". Kata umi Laila seraya menggoda Alfina


"Baik umi". Jawabnya dengan pipi yang memerah


Umi Laila tersenyum "Ya sayang".


"Nak kenapa pipimu merah, kamu sakit?". Jahil ayah Norman


Sebenarnya ia tau kalau Alfina pipinya memerah bukan karena sakit tapi karena ia malu karena sudah dijahili oleh calon ibu mertuanya.


Bunda Nila yang juga melihat Alfina lantas berkata jahil "Nak kamu kenapa, tuh diliatin sama bapak dosen calon suami kamu". Katanya


Alfina yang terlanjur malu dengan suasana seperti itu lantas memeluk umi Laila yang berada disampingnya guna menutupi kedua pipinya yang sudah dipastikan memerah akibat lontaran jahil dari keluarganya.


"Umi". Panggilnya pelan


"Ya sayang". Jawabnya sambil mendekap Alfina balik dengan erat


"Sudah-sudah kalian telah menggoda calon menantuku, mari kita segera makan". Ucap abi Lukman menengahi mereka supaya berhenti menjahili Alfina


"Makan dulu sayang nanti peluk umi lagi". Ujar umi Laila

__ADS_1


"Maaf umi". Ucapnya pelan


"Tidak apa-apa sayang, umi malah senang dapat pelukan hangat dari calon menantu kesayangan umi". Jawabnya sambil mengelus pipi Alfina


"Terimakasih umi". Balas Alfina


"Sama-sama sayang". Jawab umi Laila


Alfan yang melihat umi dan calon istrinya tersebut tersenyum tipis, tidak sia-sia perjuangannya dalam mendoakan Alfina selama ini. Karena ia tau Alfina adalah gadis yang baik dan tentunya shalehah. Untuk itu sang umi sangat menyukai dan menyanyangi Alfina dengan setulus hati.


"Gimana boy masakan calon istri kamu enakkan?". Ucap abi Lukman


"Enak". Jawab Alfan


Mereka semua yang mendengar lontaran dari Alfan lantas tersenyum manis karena Alfan telah memuji masakan yang dibuat dari calon istrinya tersebut. Bunda Nila dan ayah Norman memandang Alfan dengan perasaan bahagia karena sebentar lagi putri asuhnya itu menjadi tanggungjawab Alfan sepenuhnya. Ia berharap Alfina merasakan kebahagiaan setelah menikah dengan Alfan nanti.


"Kami bertiga mohon pamit dulu, terimakasih karena telah disambut dengan baik kedatangan kami malam ini. Terimakasih juga untuk makan malamnya yang sangat lezat". Ucap abi Lukman


"Sama-sama pak, kami senang dengan kehadiran bapak, ibu, dan juga nak Alfan". Jawab ayah Norman


"Bu nila saya dan keluarga pamit pulang dulu ya. Kalau ada waktu izinkan saya bertamu lagi kesini". Kata umi Laila


"Ya bu silahkan kalau ada waktu bisa kesini lagi. Saya akan mengajak ibu memasak bersama dengan Alfina". Jawab bunda Nila


"Maa Syaa Allah ya bu, kapan-kapan kita masak bareng disini atau dirumah saya juga bisa. Asalkan kita bertiga quality time bareng". Kata umi Laila antusias


Bunda Nila mengangguk "Ya bu terimakasih".


"Baik umi". Jawabnya sambil membalas pelukan umi Laila


"Kalau gitu kami pulang dulu, Assalamualaikum". Salam abi Lukman


"Waalaikumussalam". Jawab mereka


Sebelum melangkah pergi Alfan menyempatkan pamit dengan Alfina seraya menyampaikan beberapa nasihat untuk mahasiswinya itu.


"Saya pamit dulu, kamu jangan lupa makan dan segera istirahat". Kata Alfan tegas namun terkesan lembut


"Ba-baik pak". Jawab Alfina sambil menunduk


"Assalamualaikum". Salam Alfan


"Waalaikumussalam". Jawab Alfina


***


Setelah keluarga Alfan pulang Alfina segera membantu bundanya membereskan piring yang masih tersisa didapur. Ia tidak mau bundanya sampai kecapekan dan berakhir sakit.


"Bunda biar Alfina bantu ya?". Tanya Alfina


"Kamu istirahat saja sayang, ini sudah mau selesai kok. Kan tadi sudah diberesin sama bibi, sekarang kamu tidur ya nak". Jawab bunda Nila


"Bunda". Ucap Alfina pelan

__ADS_1


"Ya sayang ada apa?". Tanya bunda Nila


"Boleh tidak malam ini Alfina tidur bersama dengan bunda". Ucapnya


Bunda Nila tersenyum "Boleh sayang, nanti kita tidur dikamar kamu ya. Karena dikamar bunda ada ayah". Jawabnya


"Ya bunda terimakasih". Kata Alfina


"Sama-sama sayang, sekarang kamu masuk kamar dulu ya bersih-bersih badan, ganti baju, terus shalat isya'. Nanti bunda akan nyusul". Ujar bunda Nila


"Ya bunda, kalau gitu Alfina kekamar dulu". Ucapnya


"Ya sayang". Jawab bunda Nila seraya mengelus kepala Alfina


Kini Alfina membersihkan badannya kemudia berganti baju lalu shalat isya'. Ia duduk diranjang sambil menunggu kedatangan bunda Nila yang akan tidur bersama dengannya. Ia kembali melihat cincin yang sudah tersemat dijarinya karena tanda bahwa ia telah dikhitbah oleh seseorang.


"Maa Syaa Allah ternyata orang yang selama ini aku kagumi telah menjadi calon suami hamba. Terimakasih ya Rabb engkau telah mengabulkan doa-doa hamba selama ini.


Alfina sangat bersyukur karena sebentar lagi ia akan menjadi istri dari seseorang yang selalu ia doakan dalam sujud sepertiga malamnya. Ia juga bersyukur karena mendapatkan mertua yang baik dan bisa menerima dirinya dengan tulus.


Tok ... Tok ...


"Assalamualaikum nak". Salam bunda Nila


"Waalaikumussalam bunda". Jawab Alfina


"Belum tidur sayang?". Ucap bunda Nila


"Belum, kan Alfina nungguin bunda". Katanya


"Maa Syaa Allah putri bunda". Balasnya


"Adik-adik panti sudah pada tidur bund?". Tanyanya


"Alhamdulillah sudah, tadi ada yang minta ditemenin sama ayah Norman, terus bunda kesini". Jawab bunda Nila


"Gimana sayang perasaan kamu setelah dikhitbah dengan dosen idola dikampus?". Tanya bunda Nila seraya tersenyum manis


"Bundaa". Rengek Alfina malu


"Lho kan bunda tanya sayang". Balasnya


"Alhamdulillah Alfina bersyukur bunda". Jawabnya


"Alhamdulillah bunda juga bersyukur nak. Sebentar lagi kamu sudah memiliki suami dan kamu harus berbakti kepadanya". Kata bunda Nila


"In Syaa Allah bunda". Jawabnya


"Yaudah sekarang kita tidur ya, kamu pasti udah capek. Besok masuk kuliah kan?". Ucap bunda Nila


"Bunda juga pasti capek, ya bunda besok Alfina ada kelas". Jawab Alfina


Akhirnya bunda Nila dan Alfina tidur bersama dengan saling memeluk. Alfina sangat sayang dengan bundanya itu. Sebaliknya bunda Nila juga sangat sayang kepada para anak-anak nya dipanti asuhan kasih bunda ini. Ia berharap kasih sayang yang seperti ini tidak akan pernah luntur ia torehkan kepada anak-anaknya.

__ADS_1


__ADS_2