Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 46


__ADS_3

Ketika sudah sampai rumah Alfan mengeluarkan semua belanjaannya dari bagasi mobil. Ia hanya menyuruh Alfina membawa bonekanya saja untuk ia taruh didalam kamarnya, sementara dirinya membawa banyak belanjaan kebutuhan rumah untuk ia bawa menuju dapur agar segera dipindahkan ke dalam kulkas.


"Mas taruh disitu saja, biar Alfina yang memasukkan kedalam kulkas". Ucap Alfina


"Ya dek biar mas bantu". Jawab Alfan seraya membuka beberapa belanjaannya


"Tidak usah mas pasti capek, mas istirahat saja ya?". Kata Alfina perhatian


"Tidak ada kata capek kalau itu buat kamu dek". Balas Alfan yang membuat Alfina salting


"Mas bisa aja". Jawab Alfina


Akhirnya sepasang suami isteri tersebut saling membantu memasukkan sayuran dan buah-buahan kedalam kulkas untuk persediaan selama dua mingguan atau lebih, karena setiap kali makan pasti menu makanannya akan berbeda jadi membutuhkan sayuran dan bumbu dapur yang lumayan banyak.


"Sudah selesai sekarang kita istirahat ya". Kata Alfan seraya mengelus kepala Alfina


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina


Mereka berdua naik kelantai atas menuju kamar untuk istirahat karena besok sudah hari senin itu tandanya seluruh aktivitas atau pekerjaan telah kembali normal seperti biasanya. Alfina dan Alfan mengganti bajunya terlebih dahulu kemudian membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan Alfina yang masih setia memeluk boneka hello kitty kesayangannya.


"Dek kamu tidur sambil bawa itu?". Ujar Alfan pada istrinya yang dari tadi mendekap boneka bewarna pink itu


"Ya mas Alfina suka banget sama bonekanya, terimakasih karena sudah diizinkan untuk membeli boneka sebesar ini". Jawab Alfina dengan mata yang berbinar


Alfan tersenyum manis "Sama-sama dek, apapun yang kamu inginkan In Syaa Allah mas pasti mengizinkan". Balas Alfan kepada Alfina


Alfina tersenyum menatap suaminya, setelah itu ia kembali memeluk bonekanya sambil rebahan diatas ranjang. Alfan yang melihat itu semua tidak marah justru ia bahagia jika istrinya juga bahagia. Tapi semenjak dirinya menikah dengan Alfina, ia tidak akan bisa tidur bila tidak memeluk istrinya tersebut.


"Dek kamu yakin tidur sama boneka?". Tanya Alfan random


Alfina mengangguk "Ya mas, memangnya kenapa?". Alfina malah balik bertanya kepada suaminya


"Bonekanya disimpan dulu ya, kamu tidurnya biar mas peluk saja". Kata Alfan to the point


Alfina yang mendengar suaminya berkata seperti itu membuat dirinya melongo menatap suaminya yang juga sedang menatapnya. Apa tadi ia tidak salah dengar bahwa selama ini dosen yang terkenal killer, dingin, dan irit berbicara akan berkata demikian kepada istrinya sendiri. Alfina sampai dibuat terheran dengan sikap dan karakter suaminya bila hanya bersama dirinya seorang.


"Yasudah tidak apa-apa". Jawab Alfina seraya bangkit dari tidurannya kemudian menuju sofa kamarnya untuk meletakkan boneka hello kitty kesayangannya disana


"Kamu tidak marah kan dek?". Tanya Alfan


Alfina menggeleng "Kenapa Alfina harus marah, Alfina minta maaf kalau tadi mengabaikan mas". Jawab Alfina tak enak hati karena dirinya sibuk sendiri dengan bonekanya tadi


"Tidak apa-apa, justru mas senang kalau adek suka sama bonekanya". Ucap Alfan


"Kapan-kapan mas beliin lagi". Lanjut Alfan sambil menatap Alfina


"Beneran?". Tanya Alfina dengan antusias


Alfan mengangguk "Ya dek, kalau kita ke mall mas akan beliin boneka lagi buat adek". Jawab Alfan sambil mengelus pipi Alfina


"Terimakasih mas". Ucapnya


"Sama-sama sayang". Jawabnya


Sepasang suami istri tersebut sudah merebahkan tubuhnya dengan Alfan yang memeluk Alfina dengan erat, sedangkan Alfina hanya diam menerima semua perlakuan suaminya yang suka sekali mendekap dirinya ketika tertidur seperti ini.


"Mas". Panggil Alfina pelan sambil mendongak menatap Alfan


"Hmm". Dehem Alfan


"Ada apa adek?". Tanya Alfan serak kepada Alfina yang berada didalam dekapannya


"Mas nanti kita lihat pasar malam ya?". Ucap Alfina dengan pelan namun masih bisa didengar jelas oleh Alfan


"Dimana?". Tanya Alfan pura-pura tidak tau meski sebenarnya ia tau


"Dilapangan yang didekat kota itu". Jawab Alfina


"Hmm ya nanti kita kesana". Balas Alfan sambil mengelus rambut Alfina

__ADS_1


"Makasih mas". Kata Alfina sambil tersenyum manis didalam dekapan Alfan


Mereka berdua tidur siang sambil memeluk satu sama lain, Alfina yang berada didalam dekapan Alfan merasa hangat karena suaminya tersebut memeluk dirinya dengan erat sambil mengelus kepalanya dengan sayang. Alhasil mata Alfina lama-lama terpejam karena sentuhan lembut yang diberikan oleh suaminya berhasil membuatnya ngantuk.


Setelah dua jam lebih lamanya mereka tertidur, kini Alfan sudah bangun duluan daripada Alfina. Ia memandang wajah Alfina yang masih terpejam didalam pelukannya kemudian mengecup keningnya dengan lembut. Alfan akan membangunkan istrinya setelah ia selesai membersihkan badan nanti.


Ceklek ...


Bunyi pintu kamar mandi terbuka menandakan Alfan yang sudah selesai dari ritual mandinya, ia pun menghampiri sang istri yang masih nyenyak dalam tidurnya. Mungkin istrinya itu kelelahan sehingga tidak terganggu sama sekali ketika dirinya bangun sampai dirinya selesai mandi. Ia mengelus lengan Alfina seraya menyampirkan rambutnya yang menutupi bagian wajahnya.


"Adek bangun dulu sudah ashar". Ucap Alfan dengan tenang


Alfina menggeliat dalam tidurnya, ia pun membuka matanya kemudian menatap suaminya yang sudah tampan menggunakan baju koko lengkap dengan sarungnya.


"Mas mau ke masjid?". Tanya Alfina menatap suaminya


Alfan mengangguk "Ya adek, kamu bangun terus mandi lali shalat. Nanti malam mas ajak kepasar malam". Kata Alfan sambil menatap wajah Alfina yang masih sayu


"Ya mas, habis ini Alfina bersih-bersih badan". Jawab Alfina


"Jangan lupa shalat dek". Ucap Alfan lagi


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya


"Yasudah mas ke masjid dulu, nanti mas pulangnya setelah shalat maghrib". Kata Alfan pada Alfina


"Ya mas". Jawab Alfina sambil tersenyum menatap suaminya


Setelah kepergian Alfan, Alfina bergegas membersihkan badannya kemudian melaksanakan shalat ashar dikamarnya. Setelah shalat ia akan menuju dapur untuk menyiapkan menu makan malam bersama dengan suaminya. Umi Laila dan abi Lukman akan kembali pulang pada esok hari karena jadwal penerbangannya kebetulan malam hari. Alfina senang karena ia akan kembali bertemu dengan kedua mertuanya setelah kurang lebih satu minggu berada dikota Surabaya.


Alfina memasak menu makan malam bersama dengan bi marta, karena suaminya tidak memperbolehkan dirinya jika terlalu kecapekan padahal dirinya hanya memasak dan membersihkan rumah tidak lebih. Tapi memang itulah kenyataannya, suaminya akan bersifat posesif dan perhatian bila sudah menyangkut dirinya.


"Sudah non biar bibi yang mencuci semuanya". Kata bi marta ketika melihat Alfina yang akan mencuci peralatan dapurnya sehabis memasak tadi


"Nanti bibi kecapekan". Ucap Alfina


"Enggak non, biar bibi yang bersihkan semuanya". Jawab bi marta sambil mengelus lengan Alfina


"Sama-sama non, sudah sebaiknya non shalat Maghrib karena sebentar lagi den Alfan akan pulang dari masjidnya". Ucap bi Marta pada Alfina


"Baik bi". Jawab Alfina


Alfina menuju lantai atas untuk menunaikan shalat Maghrib sambil menunggu suaminya pulang dari shalat di masjid. Ia masih tidak menyangka kalau selama ini ia sudah hidup berkeluarga dan tinggal bersama dengan suaminya yang notabenenya adalah sahabat semasa kecilnya. Ia tertawa geli membayangkan masa kecilnya ketika bersama dengan Alfan dulu.


Ceklek ...


"Assalamualaikum". Salam Alfan ketika masuk kedalam kamarnya


"Waalaikumussalam". Jawab Alfina yang masih menggunakan mukenanya


Alfina segera meraih tangan suaminya untuk ia salimi kemudian Alfan membalasnya dengan memberikan kecupan di kening, kedua pipi, dan terakhir di mengecup sekilas pada bibir istrinya.


"Sudah shalat?". Tanya Alfan pada istrinya


Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawab Alfina sambil menunduk


"Alhamdulillah". Kata Alfan sambil mengelus kepala Alfina yang terbalut mukena


"Kita berangkat habis makan malam dek, atau adek mau makan malam diluar?". Tanya Alfan pada istrinya


"Tadi Alfina sudah memasak mas, jadi makan malam dirumah saja ya?". Jawab Alfina


Alfan mengangguk "Baiklah sayang". Balas Alfan


Setelah sampai dimeja makan Alfina bergegas mengambilkan suaminya nasi dan lauk pauk keatas piring kemudian mengambilkannya segelas air dingin yang berada didalam kulkas. Setelah selesai ia menaruhnya tepat dihadapan suaminya.


"Silahkan mas". Ucap Alfina


"Terimakasih sayang". Jawab Alfan seraya tersenyum manis kearah Alfina

__ADS_1


"Sama-sama mas". Balas Alfina


Setelah selesai makan malam mereka berdua bersiap-siap karena akan pergi ke pasar malam yang ada di tengah-tengah kota. Apalagi sekarang adalah hari minggu pasti suasana disana rame pengunjung dan banyak sekali yang menjual makanan. Itulah pikir Alfina


"Sudah siap?". Tanya Alfan ketika mendapati Alfina yang sudah selesai berdandan


"Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawab Alfina


"Yasudah kita berangkat sekarang". Kata Alfan kemudian meraih tangan Alfina untuk ia gandeng


Mereka berdua sudah berada didalam mobil dengan Alfan yang fokus menyetir sedangkan Alfina tengah menikmati pemandangan malam hari dibalik jendela kaca mobil. Alfina menoleh kesamping melihat suaminya yang menggunakan celana jeans hitam, kaos putih, serta dilapisi jaket kulit bewarna hitam khas pakaian anak muda.


"Kenapa hmm?". Tanya Alfan saat melihat Alfina yang sedang memperhatikan dirinya


Alfina menggeleng "Eng-enggak papa mas". Jawab Alfina sambil mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil


Sekitar sepuluh menit akhirnya mereka telah sampai pada kawasan pasar malam yang begitu meriah dan ramai sekali. Alfina segera keluar dari mobil dan berjalan cepat kesana namun masih satu langkah tangannya langsung dicekal oleh seseorang yang tak lain adalah suaminya sendiri. Alfina mendongak menatap suaminya yang sedang menatapnya dengan sedikit tajam yang membuat dirinya takut kemudian menunduk.


"Tunggu mas dulu dek, jangan lari nanti kamu jatuh". Kata Alfan sambil memegang tangan Alfina erat


"Maaf mas aku terlalu terburu-buru". Ucap Alfina sambil menundukkan kepalanya


"Tidak apa-apa, ayo". Kata Alfan mengajak istrinya untuk masuk ke dalam stand pasar malam


Alfina melihat banyak sekali wahana yang ada dipasar malam, ia melihat ada biang lala, kora-kora, dan ada komedi putar, serta banyak wahana permainan untuk anak-anak kecil. Alfina juga melihat betapa banyaknya orang yang berjualan di pasar malam ini, mulai dari penjual makanan arum manis, bakso bakar, sosis telor, martabak, seblak, dan masih banyak lagi.


"Mau naik apa hmm?". Tanya Alfan kepada Alfina


Alfina menggeleng "Aku enggak pengen naik apa-apa kok mas, aku cuman mau jalan-jalan aja". Jawab Alfina


"Yasudah nanti kalau mau apa-apa bilang saja sama mas". Balas Alfan kepada istrinya


"Ya mas". Jawabnya


Sebenarnya Alfina ingin naik biang lala, akan tetapi melihat wajah suaminya yang rupanya sudah lelah alhasil Alfina mengurungkan niatnya untuk mengajak suaminya menaiki wahana biang lala tersebut. Alfina takut kalau semakin membuat suaminya kecapekan gara-gara dirinya yang selalu mengajaknya jalan-jalan, padahal tadi pagi sampai siang ia dan suaminya juga habis jalan-jalan dari mall dan supermarket.


"Adek enggak mau beli makanan?". Tanya Alfan


Alfina menggeleng "Alfina masih kenyang mas". Jawabnya


"Makan malamnya kan sudah tadi dek?". Ucap Alfan


"Memangnya kenapa mas?". Alfina malah bertanya kepada suaminya


"Alfina memang masih kenyang, nanti kalau Alfina pengen Alfina pasti beli kok". Lanjutnya


"Baiklah dek". Jawab Alfan


Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, Alfina mengajak suaminya untuk kembali pulang kerumah karena hari sudah mulai malam dan waktunya istirahat. Karena besok ia dan suaminya harus hadir ke kampus pagi-pagi, ia ada jadwal untuk bimbingan mengajukan judul skripsi kepada dosen pembimbing. Jadi ia harus mempersiapkan semaksimal mungkin.


"Mas kita pulang yuk, mas pasti sudah capek". Ucap Alfina pada Alfan


"Sudah puas hmm?". Tanya Alfan


"Maaf mas kalau Alfina selalu merepotkan mas, padahal tadi pagi sudah jalan-jalan kemall dan supermarket malamnya Alfina malah mengajak mas ke pasar malam. Seharusnya mas istirahat dirumah karena besok akan kembali bekerja". Kata Alfina tak enak hati dengan suaminya


"Kamu sama sekali tidak merepotkan dek, justru mas senang dan bahagia kalau kamu selalu membutuhkan mas setiap waktu. Apalagi melihat keantusiasan kamu kesini mas makin bahagia jika melihat kamu juga bahagia". Jawab Alfan yakin sambil menatap Alfina


Alfina menatap suaminya dengan terharu "Terimakasih mas sudah mau menerima Alfina yang apa adanya, maaf kalau selama ini Alfina belum bisa menjadi istri yang baik untuk mas". Ucap Alfina


"Kamu sudah sangat baik saat menjadi istri mas, justru mas bersyukur karena Allah telah mentakdirkan kamu sebagai pendamping hidup buat mas untuk selama-lamanya". Balas Alfan sambil tersenyum


"Alfina beruntung punya suami seperti mas". Kata Alfina


"Mas lebih beruntung memiliki istri seperti kamu dek". Ucap Alfan sambil menggandeng tangan istrinya untuk menuju parkiran


"Yasudah sekarang kita pulang dan istirahat". Kata Alfan pada Alfina


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua kembali pulang kerumah untuk istirahat karena besok mesti melakukan kegiatan masing-masing yang tentunya banyak sekali menyita waktu, jadi sebisa mungkin Alfan dan Alfina akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Apalagi mulai dari sekarang Alfina harus menyusun skripsi yang baik agar kelak bisa cepat sidang dan lulus menjadi seorang sarjana yang sudah ia impikan sejak dulu.


__ADS_2