
Setelah sampai rumah mereka berdua bergegas menuju kamar untuk bersih-bersih badan kemudian istirahat. Alfan sudah shalat dhuhur di masjid kampus sedangkan Alfina hari ini kedatangan tamu bulanannya. Alfan meletakkan belanjaan istrinya disofa kamar lalu menghampiri istrinya yang sedang melepaskan hijabnya.
"Dek tadi kamu sudah shalat?". Tanya Alfan sambil mengelus kepala Alfina yang tidak memakai jilbab
Alfina menggeleng "Alfina lagi udzur mas". Jawab Alfina dengan pelan
"Baiklah kalau begitu mas bersih-bersih dulu". Kata Alfan
"Ya mas". Jawab Alfina
Sambil menunggu suaminya keluar dari kamar mandi ia menyiapkan baju santai untuk suaminya. Karena pasti sebentar lagi ia dan suaminya akan istirahat sampai waktu menjelang ashar tiba. Alfina jadi teringat umi dan abi yang saat ini sudah berada di kota Surabaya, padahal belum ada satu hari ia ditinggal oleh mertuanya itu.
Ceklek ...
"Dek baju mas mana?". Tanya Alfan saat melihat Alfina sedang memainkan hpnya
"Ini mas". Jawab Alfina sambil menyerahkan baju kaos dan celana pendek untuk Alfina
"Terimakasih dek". Kata Alfan pada Alfina
"Sama-sama mas". Balas Alfina sambil tersenyum manis
Setelah memakai bajunya Alfan segera merebahkan tubuhnya disamping Alfina kemudian memeluknya dengan erat. Alfina yang direngkuh oleh suaminya seketika membuat hatinya berdebar dan pipinya memerah. Ia masih gugup dan malu bila suaminya itu melakukan kontak fisik dengannya, tapi ia harus terbiasa karena bagaimanapun suaminya itu adalah pasangan halalnya.
"Dek". Panggil Alfan serak
Alfina mendongak menatap Alfan kemudian berkata "Ya mas".
"Balas pelukan mas dek". Ucap Alfan sambil menatap Alfina yang wajahnya sudah memerah malu
Alfina lantas memeluk Alfan sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. Ia merasa bahagia karena begitu dicintai dan disayangi oleh suaminya, ia selalu dibuat terharu dengan perlakuan manis yang diberikan suaminya karena sebelumnya ia pernah kehilangan sosok seseorang yang begitu ia sayangi.
"Tidur dek nanti jam tiga sore mas bangunkan". Kata Alfan seraya mengelus rambut Alfina
Alfina mengangguk dalam pelukan Alfan kemudian ia memejamkan matanya sama seperti suaminya yang sudah tidur duluan sambil memeluk dirinya dengan erat. Semenjak Alfan mempunyai istri ia tidak bisa tidur jika tidak memeluk Alfina istrinya, karena menurutnya pelukan yang ia berikan ke Alfina akan menambah semangatnya dan menghilangkan lelahnya sehabis pulang bekerja.
Pukul tiga sore Alfan bangun dari tidurnya kemudian melihat Alfina yang masih memejamkan matanya dan memeluk dirinya serta menjadikan lengannya sebagai bantalnya. Ia tersenyum manis memperhatikan istrinya yang bermuka polos ketika tertidur seperti saat ini. Istrinya cantik sekali walaupun tidak memakai make up karena pada dasarnya Alfina mempunyai raut wajah yang baby face sehingga mukanya begitu lucu dan menggemaskan jika ditatap.
"Kamu menggemaskan sekali dek". Ucap Alfan sambil merapikan rambut Alfina
__ADS_1
Alfan membangunkan istrinya dengan mengusap lengannya lembut sambil berkata "Adek bangun dulu". Ucapnya
Alfina membuka matanya dengan sayu tanda bahwa ia masih mengantuk, ia lantas menatap suaminya yang sedang menatapnya juga. Alfan tersenyum menatap wajah Alfina yang bermuka bantal, ingin rasanya ia mencubit pipinya yang chubby dan memerah itu.
"Bangun dulu adek, ini sudah sore". Kata Alfan sambil mengelus pipi Alfina
"Ya mas". Jawab Alfina
"Mas mandi duluan aja, nanti biar Alfina yang nyiapin baju buat mas shalat di masjid". Lanjut Alfina
"Baiklah dek, mas mandi dulu". Ucap Alfan
Alfan segera masuk kembali kedalam kamar mandi agar tubuhnya lebih segar dan bersiap menuju masjid untuk menunaikan shalat ashar disana. Sedangkan Alfina yang berada dikamar menyiapkan baju dan sarung untuk suaminya yang akan shalat dimasjid depan rumahnya.
Ketika Alfan sudah keluar dari kamar mandi ia segera berjalan menuju ranjang untuk mengambil pakaiannya yang sudah disiapkan oleh istrinya tersebut. Ia tersenyum tipis ketika melihat baju koko yang diambilkan oleh Alfinanya adalah warna favorit yaitu warna abu yang juga warna favorit dari istrinya.
"Habis darimana dek?". Tanya Alfan ketika melihat Alfina yang baru saja masuk kedalam kamarnya
"Dari dapur mas". Jawab Alfina
"Mau memasak?". Tanya Alfan lagi pada Alfina
Alfan tersenyum melihat Alfina "Ya dek, hati-hati kalau memasak". Kata Alfan perhatian pada istrinya
"Ya mas". Jawab Alfina
"Mas berangkat dulu, adek jangan lupa mandi". Ucap Alfan
Alfina mengangguk "Ya mas". Balas Alfina
"Assalamualaikum". Salam Alfan
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina
Alfina bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah mandi ia memakai baju gamis dan khimarnya kemudian turun ke bawah menuju dapur untuk memasak menu makan malam bersama dengan suaminya. Walaupun dirumah ada bi marta akan tetapi Alfina akan berusaha melakukan sendiri untuk kegiatan memasaknya, karena ia juga kasihan kalau bi marta melakukan aktivitas terus dan sudah dipastikan kalau bi marta juga sudah capek.
Alfina memasak rendang daging kesukaan suaminya dan beberapa lauk lainnya sebagai pelengkap. Suaminya itu sangat menyukai masakan yang berbaur dengan daging apalagi makanan rendang adalah makanan favoritnya. Jadilah ia berinisiatif untuk membuatkannya sesuai dengan prosedur yang sudah ia pelajari saat memasak dengan bunda Nila ataupun dengan umi Laila.
"Assalamualaikum". Salam seseorang dari belakang
__ADS_1
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina sambil menoleh melihat Alfan yang sudah pulang dari shalatnya dimasjid
Alfina mengambil tangan suaminya untuk ia cium kemudian dibalas oleh Alfan dengan memberikan ciuman di kening dan dikedua pipi Alfina. Alfan merasakan bau harum makanan yang sedang dimasak oleh istrinya itu. Ia lantas melihat kearah wajan diatas kompor dimana disitu ada makanan kesukaannya sedang dimasak oleh istrinya.
"Dek kamu masak rendang daging?". Tanya Alfan tiba-tiba
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya sambil tersenyum manis
"Maa Syaa Allah". Katanya
Alfina kembali mengaduk rendang daging yang sudah mulai matang itu. Ia tersenyum karena Alfan begitu antusias saat dirinya memasak makanan favoritnya, ia sangat bersyukur memiliki seorang suami seperti Alfan. Sedangkan Alfan yang masih berada dibelakang Alfina langsung saja melingkarkan kedua tangannya di pinggang Alfina sambil kepalanya ia dekatkan dengan istrinya, jadilah kedua pipi mereka berdua bersentuhan.
"Mas". Ujar Alfina dengan pelan
"Biarin seperti ini dulu dek". Jawab Alfan pada Alfina
Alfina menuangkan rendang daging tersebut kedalam mangkok yang ukurannya lumayan besar supaya bisa memuat banyak, kemudian melepaskan tangan Alfan yang berada dipinggangnya yang sedang memeluknya dengan erat.
"Mas aku mau naruh ini dulu di meja makan". Ucap Alfina
"Ya adek". Jawab Alfan seraya melepaskan tangannya dari pinggang Alfina
Setelah selesai Alfan kembali pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. Sepulang dari masjid nanti ia akan makan malam bersama dengan istrinya. Melihat masakan istrinya seketika membuatnya lapar dan ingin segera menyantapnya.
Alfina menunggu suaminya pulang dari masjid sambil menyiapkan piring dan juga gelas untuk suami dan juga dirinya. Tadi ia juga sudah menyiapkan makan malam untuk bi marta karena suami dari bi marta sedang mengantarkan umi dan abinya pergi ke kota Surabaya.
"Assalamualaikum sayang". Salam Alfan saat sudah berada dimeja makan
"Waalaikumussalam mas". Jawab Alfina sambil mencium tangan Alfan dengan takdzim
"Makan malam dulu mas, pasti mas sudah lapar". Kata Alfina pada suaminya
Alfan mengangguk "Ya dek mas sudah lapar dari tadi". Jawabnya sambil duduk dikursinya
Alfina segera mengambilkan Alfan makanan kedalam piring suaminya dengan mengisi nasi serta beberapa lauk tak terkecuali rendang daging kesukaan suaminya. Setelah itu ia menuangkan segelas air dingin untuk suaminya minum.
"Terimakasih sayang". Katanya
"Sama-sama mas". Jawab Alfina
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua memakan makanannya dengan tenang, sesekali Alfan tersenyum melihat Alfina yang makannya seperti anak kecil. Sungguh Alfinanya begitu menggemaskan membuat ia ingin mengurungnya didalam kamar hingga ia puas. Sedangkan Alfina yang diperhatika seperti itu wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus.