
Alfan baru saja tiba di perusahaan yang dipimpinnya setelah tadi ia mengajar dikampus. Ia memejamkan matanya sejenak mengingat pekerjaannya sangat padat antara dikantor dan dikampus. Akan tetapi ia berusaha semaksimal mungkin agar bisa mengatur waktunya dengan baik.
Ia kembali teringat dengan permintaan uminya yang menginginkan dirinya agar segera menikah, sedangkan dirinya saja belum mempunyai sosok calon istri yang akan dinikahinya kelak.
Tok... Tok...
"Assalamualaikum bro, ngapain lo nglamun gitu?". Ujar Angga sahabat sekaligus sekretaris Alfan dikantor
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan
Angga merupakan sahabat sekaligus sekretaris Alfan dikantor. Angga mempunyai sifat yang ramah dan murah senyum, berbanding terbalik dengan Alfan yang datar dan dingin. Alfan dan Angga sudah bersahabat semenjak ia menempuh pendidikan SMP hingga ke Perguruan Tinggi. Keduanya sudah seperti saudara karena selalu bersama-sama dan sekarang menjadi partner dalam bekerja.
"Lo kenapa, ada masalah?". Tanya Angga sembari duduk disofa pada ruangan Alfan
"Hmm". Jawab Alfan dengan deheman
"Lo mikirin apa si Al, apa lo disuruh umi lo untuk menikah? Yaudah nikah aja Al, gitu aja kok ribet". Kata Angga santai
Alfan melihat Angga sebentar kemudian merapikan berkasnya yang sudah ditandatanganinya lalu diberikan pada Angga sahabatnya. Alfan tak menyangka sahabatnya itu selalu tau masalah atau hal apa yang tengah dipikirkan olehnya.
"Lo pikir nikah gak butuh kesiapan?". Tukas Alfan
"Lo nyiapin apa lagi si Al, lo itu udah mapan, punya pekerjaan tetap, rumah juga punya, uang lo banyak, dan lo juga paham agama. Secara kan lo dulunya lulusan pondok pesantren pasti jodoh lo juga Insya Allah Sholehah". Kata Angga
"Tapi gue belum tau perempuan seperti apa yang akan dikenalkan oleh umi gue". Ucap Alfan
"Ya mangkanya lo harus turutin permintaan umi lo buat bertemu si calon istri lo nanti, pasti umi lo tidak salah pilih calon istri yang terbaik buat anak satu-satunya kayak lo". Jawab Angga
"Dan kalaupun kalian emang beneran jodoh itu tandanya kalian sudah ditakdirkan oleh Allah buat bersatu membina rumah tangga, dan gue cuman pesen sama lo, sayangi dan cintai istri lo sebagaimana lo telah memperlakukan umi lo selama ini".
"Dan lo harus berusaha ubah sifat lo yang dingin saat lo bersama istri lo nanti". Lanjut Angga panjang lebar
"Hmm". Respon Alfan
Angga melongo melihat Alfan yang hanya merespon deheman ketika dirinya sudah berbicara secara panjang lebar didepannya. Angga merasa jengah dengan sifat Alfan yang dingin itu. Sahabatnya tersebut tidak pernah berubah dari dulu. Orang dingin emang ngeselin, Batin Angga.
__ADS_1
"Gue akan lakuin itu". Jawab Alfan singkat
"Oke gue keluar dulu, jangan lupa traktir gue buat makan nanti". Ucap Angga pada Alfan
Alfan hanya melirik sekilas kearah sahabatnya itu, kemudian berujar "Terserah Lo".
"Hmm, Assalamualaikum". Salam Angga sembari berjalan keluar dari ruangan Alfan
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan
***
Pukul 20.00 WIB Alfina baru saja tiba di panti setelah dirinya pulang dari kerjanya. Ia bergegas masuk menemui sang bunda yang katanya sudah sampai sejak satu jam yang lalu bersama para anak panti usai liburan kemarin.
"Assalamualaikum bunda". Salam Alfina ketika melihat bunda Nila sedang duduk diruang tengah bersama beberapa anak panti.
"Waalaikumussalam sayang". Jawab bunda Nila seraya menerima uluran tangan Alfina untuk salim
"Duduk sini nak, kamu pasti capek habis pulang dari kerja". Kata bunda Nila perhatian
"Maa Syaa Allah putri bunda baik sekali, kamu sudah makan nak?". Tanya bunda Nila
Alfina mengangguk "Sudah bunda tadi Alfina makan ditempat kerja bersama dengan teman Alfina".
"Alhamdulillah, kalau begitu kamu bersih-bersih badan dulu ya habis itu langsung istirahat supaya badan kamu lebih segar dan tidak terlalu kecapekan". Ujar bunda Nila perhatian
"Ya bunda, Alfina ke kamar dulu ya?". Kata Alfina
"Ya sayang, nanti kalau butuh apa-apa bilang saja sama bunda ya nak?". Ucap bunda Nila
"Baik bunda". Balas Alfina
Setelah masuk kedalam kamarnya Alfina bergegas mandi dan mengganti bajunya dengan baju piyama tidur yang lebih santai. Ia merebahkan dirinya sejenak di kasur sambil mengecek handphone takut-takut bila ada pengumuman dari grub kuliahnya besok. Supaya dirinya tidak sampai telat pergi ke kampusnya seperti dihari kemarin.
Ternyata ada tugas dari salah satu dosennya untuk membuat makalah yang harus dikumpulkan besok pagi jam sembilan. Tugas tersebut berasal dari pak Alfan salah satu dosen yang sudah membuat hati Alfina berdegup kencang saat bertemu dengan dirinya. Saat mulai mengerjakan tugas, handphone Alfina berdering tanda ada seseorang yang menghubunginya.
__ADS_1
"Assalamualaikum umi". Salam Alfina ketika panggilan tersebut sudah tersambung
"Waalaikumussalam nak". Jawab seseorang dipanggilan tersebut
"Umi apa kabar? Alfina rindu sama umi". Kata Alfina
"Kabar umi baik dan sehat nak, kalau kamu gimana kabarnya nak?". Ucapnya diseberang telepon
"Alhamdulillah sehat umi". Jawab Alfina
"Nak umi mau ngobrol sebentar tidak apa-apa kan? Maaf kalau umi mengganggu waktu istirahat kamu ya sayang. Umi mau ngomong sebentar". Ucap umi Laila
Ya seseorang yang menelpon Alfina adalah umi Laila uminya Alfan. Beliau menghubungi Alfina dikarenakan ada hal penting yang ingin beliau sampaikan. Lain halnya beliau juga rindu dengan Alfina karena sejak kejadian dulu saat Alfina mengantarkannya pulang karena beliau sakit, ia sudah jarang sekali bertemu dengan Alfina ini.
"Tidak apa-apa umi, umi tidak menggangu waktu Alfina kok, Alfina senang karena ditelpon umi". Jawab Alfina seraya tersenyum
"Besok kamu main kerumah umi ya nak, umi akan ngajak kamu makan malam bersama dirumah umi. Umi kangen banget sama kamu nak". Kata umi Laila
"In Syaa Allah Alfina usahain akan datang umi, besok sepulang kerja Alfina langsung kerumah umi". Balas Alfina
"Oh ya nak kalau kamu tidak keberatan, besok sepulang kuliah kamu langsung saja kerumah umi, kamu izin saja satu hari untuk tidak bekerja di toko umi. Karna umi ingin sekali masak bersama dengan kamu". Ucap umi Laila
"Baik umi, kalau begitu besok biar Alfina izin tidak masuk bekerja". Kata Alfina
"Terimakasih nak sudah mau menuruti keinginan umi, maaf kalau umi sudah merepotkan kamu". Ujar umi Laila
"Sama-sama umi, sama sekali tidak merepotkan. Alfina bahagia karna besok mau bertemu dengan umi". Jawab Alfina
"Maa Syaa Allah kamu memang gadis yang baik nak. Yasudah umi tutup dulu ya telponnya kamu istirahat dan jangan lupa makan". Pamit umi Laila mengakhiri telponnya
"Alhamdulillah terimakasih umi. Umi juga jangan lupa untuk makan dan selalu jaga kesehatan supaya umi tidak sakit". Balas Alfina perhatian
"Ya nak, Wassalamualaikum". Salam umi Laila
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina
__ADS_1
Setelah bertelepon dengan umi Laila, Alfina segera mengerjakan tugasnya supaya cepat selesai karena tugasnya tersebut harus dikumpulkan besok pagi. Rencananya besok sepulang dari kegiatan kuliah ia akan meminta izin untuk tidak pergi bekerja dikarenakan ada urusan yang mendadak.