
Sesampainya di pelataran panti asuhan Alfina bergegas turun dari mobil menuju pintu utama panti dan mengabaikan Alfan yang memanggilnya dari dalam mobil. Ia teramat senang karena bisa berkunjung kembali bertemu dengan bunda dan adik-adik yang ada di panti. Alfan segera menyusul istrinya sekaligus pamit kepadanya dan bunda Nila untuk pergi berangkat kerja.
"Adek jangan lari-lari nanti kamu bisa jatuh". Kata Alfan perhatian pada istrinya
"Maaf mas, Alfina terlanjur senang karena mau bertemu dengan bunda". Jawab Alfina yang membuat Alfan merasa gemas
"Tapi lain kali harus hati-hati ya?". Ucap Alfan sedikit tegas namun masih terkesan lembut
Alfina mengangguk "Baik mas". Balas Alfina
Tak lama kemudian bunda Nila menghampiri mereka yang sudah duduk diruang tamu dengan saling mengobrol satu sama lain, bunda Nila tersenyum manis melihat pemandangan didepannya saat ini. Ia bahagia karena Alfina sudah menikah dengan laki-laki yang tepat dan selalu membahagiakan.
"Eh ada anak-anak bunda". Kata bunda Nila seraya menghampiri mereka
"Assalamualaikum bunda". Salam mereka bebarengan
"Waalaikumussalam nak". Jawab bunda Nila
"Maa Syaa Allah gimana kabar kalian nak?". Tanya bunda Nila seraya mengelus kepala Alfina dan Alfan bergantian
"Alhamdulillah kami sehat bund". Jawab Alfan sambil tersenyum
Alfina yang terlanjur kangen dengan bundanya lantas ia bergegas memeluk sang bunda dengan erat, dengan senang hati bunda Nila membalas pelukan putrinya tak kalah erat. Kalau sudah begini pasti putrinya sudah sangat rindu kepadanya, Alfina selalu memeluknya secara terus-menerus bahkan terkadang sampai Alfina meminta untuk tidur bersama dengan dirinya.
"Bund Alfan pamit berangkat kerja dulu, nanti sesudah pulang dari kantor Alfan akan kesini untuk menjemput adek". Kata Alfan sopan pada bunda Nila
"Ya sayang kamu hati-hati ya?". Ucap bunda Nila
Alfan mengangguk "Ya bund". Jawab Alfan
"Sayang salim dulu nak sama suaminya, itu nak Alfan mau berangkat ke kantor. Nanti peluk bunda lagi". Kata bunda Nila pada Alfina
"Ya bunda". Jawab Alfina
Alfina yang masih didalam dekapan sang bunda mendongak menatap suaminya yang tersenyum manis kepadanya. Ia selalu terkesima dengan penampilan suaminya yang sangat keren dan cool, tak layak banyak mahasiswi yang terkagum-kagum pada sosok seorang Alfan. Tapi kini dosennya itu sudah menikah dan menjadi suaminya, ia sangat bersyukur diberikan sosok imam yang bisa membimbingnya menjadi istri yang shalehah.
Alfina segera mengambil tangan suaminya untuk ia cium sebagai tanda baktinya sebagai seorang istri. Kemudian Alfan memberikan kecupan dikening Alfina dengan lembut dihadapan bunda Nila. Alfan tersenyum menatap Alfina yang masih malu-malu terhadapnya.
"Mas berangkat dulu ya, adek disini jangan nakal. Ingat pesan mas yang tadi". Titah Alfan pada Alfina
Alfina mengangguk "Ya mas Alfina masih ingat kok". Jawab Alfina menatap Alfan
"Baiklah, mas pergi dulu. Assalamualaikum". Salam Alfan
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina dan bunda Nila
Setelah Alfan pergi, Alfina kembali memeluk bunda Nila dengan sayang, ia masih rindu dengan peluk hangat yang diberikan oleh bundanya itu. Bunda Nila yang melihat Alfina seperti itu lantas tersenyum manis karena ia juga sangat merindukan putri asuhnya yang sudah ia anggap sebagai putri kandungnya sendiri.
"Rindu berat ya nak sama bunda". Kata bunda Nila sambil terkekeh
Alfina mengangguk "Ya bund Alfina rindu sekali dengan bunda". Jawab Alfina
__ADS_1
"Sudah sarapan belum sayang?". Tanya bunda Nila sambil mengusap kepala Alfina dengan lembut
"Sudah bunda, tadi Alfina sarapan bersama dengan mas Alfan, umi, dan abi". Jawab Alfina
"Yasudah kamu istirahat ya sayang dikamar". Ucap bunda Nila
"Alfina mau bantu bunda memasak saja ya?". Kata Alfina yang dijawab gelengan oleh bunda Nila
"Jangan sayang, nanti kamu kecapekan. Ingat pesan dari nak Alfan tadi". Ucap bunda Nila
"Tapi Alfina ingin membantu bunda". Balas Alfina dengan wajah sedih
"Yasudah tapi jangan lama-lama ya, kalau sudah selesai harus langsung istirahat". Kata bunda Nila lembut pada Alfina
Alfina segera mengikuti bundanya menuju dapur untuk memasak bersama dengan bibi. Ia teramat rindu suasana seperti ini, karena semenjak ia menikah ia ikut tinggal bersama dengan suaminya dirumah umi Laila dan abi Lukman. Jadi mumpung sekarang ada dipanti ia harus menyalurkan rindunya dengan ikut memasak dan ikut membantu aktivitas lainnya.
Setelah selesai memasak dan waktu sudah menunjukkan pukul dua belas jadi bunda Nila dan Alfina memutuskan untuk makan siang bersama dengan adik panti yang sudah pulang dari sekolahnya. Alfina akan mengajak mereka makan bersama karena inilah momen yang paling Alfina tunggu yaitu berkumpul bersama dengan adik-adik panti.
Sekitar tiga puluh menit mereka semua menyelesaikan makannya, kemudian Alfina mengumpulkan piring-piring dan gelas yang kotor untuk dibawa ke wastafel lali dicuci. Ia akan selalu membantu bunda Nila dan bibi untuk membersihkan dan melakukan sebagian pekerjaan rumah.
"Sayang biar bunda saja nak yang nyuci piringnya". Kata bunda Nila pada Alfina yang hendak mencuci piring bekas makan tadi
"Gak papa bunda, Alfina senang kok bisa bantu bunda". Jawab Alfina
"Jangan sayang, kamu pasti sudah capek lebih baik sekarang kamu shalat dhuhur terus istirahat ya?". Ucap bunda Nila
"Tapi bunda". Jawab Alfina yang langsung dipotong oleh bunda Nila
"Baik bund". Jawab Alfina
Alfina segera naik ke lantai dua menuju kamarnya kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Karena hari ini cuaca sangat panas jadi Alfina sedikit gerah, ia segera membuka jilbab dan menyalakan kipas angin supaya hawa didalam kamarnya menjadi sejuk. Setelah itu ia melaksanakan shalat dhuhur dengan khusyuk didalam kamarnya.
Selesai shalat Alfina kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil membuka handphone nya dan ada notif dari Alfan, jadi ia berinisiatif untuk menjawab chat WhatsApp dari suaminya itu. Alfan bertanya kepada istrinya apakah dirinya sudah makan dan sudah shalat, Alfina pun dengan senang hati membalasnya sudah karena memang kenyataannya semua sudah ia lakukan.
"Mas Alfan kenapa selalu membuat aku berdebar, walau hanya mendapat pesan darinya". Lirih Alfina sambil tersenyum kemudian beberapa saat ia tertidur karena mungkin dirinya sudah kelelahan.
Hari sudah sore, itu artinya ia harus bangun membersihkan tubuhnya kemudian melaksanakan shalat ashar karena pasti pada pukul enam suaminya akan menjemputnya kesini dan mengajaknya kembali pulang kerumahnya. Padahal ia masih rindu dengan bunda Nila dan ingin sekalian menginap disini selama semalam, akan tetapi besok ia harus kekampus untuk melakukan bimbingan skripsi.
Tok ... Tok ...
"Assalamualaikum sayang, bangun dulu nak sudah sore". Kata bunda Nila dibalik pintu kamar Alfina
"Waalaikumussalam bunda, Alfina sudah bangun kok". Jawab Alfina sambil membuka pintu kamarnya
"Maa Syaa Allah putri bunda habis shalat ashar ya?". Ucap bunda Nila
Alfina mengangguk "Ya bunda Alfina baru saja melaksanakan shalat ashar". Jawab Alfina seraya tersenyum kepada sang bunda
"Yasudah nak, bunda mau nyiapin makan malam". Kata bunda Nila
"Biar Alfina bantu ya bund?". Jawab Alfina
__ADS_1
"Ya gapapa, asal kalau urusan kamu sudah selesai sayang. Nanti suami kamu pulang jam berapa?". Tanya bunda Nila
"Biasanya mas Alfan pulang sekitar jam enam malam bund". Jawab Alfina
"Baiklah nanti sebelum pulang kalian berdua harus makan malam dulu ya, supaya dari rumah bisa langsung istirahat". Ujar bunda Nila
"Baik bunda". Jawab Alfina
Alfina segera turun kebawah untuk menemui bunda Nila, ia cantik menggunakan gamis bewarna khaki dengan jilbab khimar instannya bewarna hitam sangat cocok dipakai oleh Alfina yang imut dan cantik. Sudah bisa dipastikan jika suaminya menjemputnya nanti akan terpesona dengan keanggunan dan kecantikan istrinya, karena gamis yang dipakai oleh Alfina saat ini adalah pemberian dari suaminya yang waktu itu dibelikan saat mereka berdua jalan-jalan ke mall.
"Bunda". Panggil Alfina
"Ya sayang, Maa Syaa Allah anak bunda cantik sekal. Suamimu pasti akan terkagum-kagum melihat kecantikan kamu nak". Kata bunda Nila sedikit heboh
"Bunda bisa saja". Jawab Alfina
Karena waktu sudah menunjukkan untuk melaksanakan shalat maghrib, akhirnya Alfina naik kelantai atas menuju kamarnya untuk ibadah shalat Maghrib terlebih dahulu sebelum menyambut suaminya yang pulang dari bekerja. Setelah selesai shalat ia kembali ke ruang bawah sambil menunggu suaminya datang.
Tok ... Tok ...
"Assalamualaikum". Salam seseorang dari arah luar
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina
Alfina yang sudah hafal dengan suara suaminya lantas menyambutnya dengan memberikan senyuman manisnya dan mengambil tangan Alfan untuk ia cium. Sedangkan Alfan yang baru pulang dari kerja lantas tersenyum lebar melihat sang istri yang menyambutnya dengan ramah dan anggun. Seketika beban capek Alfan akibat seharian bekerja telah menghilang begitu saja sebab melihat senyuman dari sang istri tercinta.
"Mas mau makan dulu apa mandi dulu?". Tanya Alfina dengan sopan kepada suaminya
"Mas mandi dulu saja dek". Jawab Alfan sambil menatap Alfina
"Yasudah kita keatas ya mas, air sama bajunya sudah Alfina siapkan". Kata Alfina
Alfan mengelus kepala Alfina dengan sayang, kemudian mengucapkan "Terimakasih sayang". Ucapnya
"Sama-sama mas". Balas Alfina
Alfan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum makan malam bersama dengan bunda Nila dan anak-anak panti. Tadi dirinya sudah shalat di masjid yang berada dikantornya, jadi ia hanya perlu mandi dan mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian yang lebih santai.
Ceklek ...
Alfan berjalan kearah Alfina setelah menyelesaikan mandinya untuk mengambil bajunya yang sudah disiapkan oleh istrinya tersebut. Setelah selesai memakai bajunya ia mendekati istrinya kemudian memeluknya dengan erat serta mencium kening dan kedua pipinya dengan mesra.
"Mas kita makan malam dulu ya?". Kata Alfina sambil menatap suaminya
"Adek belum makan?". Alfan malah balik bertanya
Alfina menggeleng "Belum mas, karena Alfina menunggu kepulangan mas". Jawab Alfina
"Yasudah sekarang kita makan ya, adek tidak boleh telat makan". Kata Alfan sambil mengelus kepala Alfina dengan sayang
"Ya mas". Jawab Alfina
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua makan malam bersama dengan bunda Nila dan anak-anak panti, lalu setelah selesai makan malam Alfan dan Alfina meminta izin pamit kepada bunda Nila untuk kembali pulang dikarenakan besok mereka berdua akan berangkat ke kampus pada pagi hari sekali. Alfina agak merasa sedih karena harus berpisah lagi dengan bundanya, akan tetapi sang suami sudah menenangkannya dengan lembut supaya istrinya tersebut tidak bersedih.