Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 62


__ADS_3

Pagi harinya Alfan bangun dari tidurnya kemudian melihat sang istri yang masih terlelap dalam tidurnya. Ia akan membangunkannya terlebih dahulu karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi. Ia tidak shalat dimasjid karena hari ini ia ingin shalat bersama dengan istrinya.


"Adek". Panggil Alfan dengan lembut


"Adek bangun dulu". Panggil Alfan lagi


Alfina membuka matanya kemudian tak lama ia menutup mulutnya rapat-rapat menggunakan kedua tangannya kemudian berjalan cepat memasuki kamar mandi.


Hoek... Hoek...


Alfina mengalami morning sickness saat hamil muda saat ini, ia kembali mual dan merasakan perutnya seperti diaduk-aduk. Kepalanya terasa pusing dan berdenyut, sedangkan Alfan sudah memijit tengkuknya dengan lembut sambil mengoleskan minyak kayu putih pada Alfina.


Setelah mualnya agak mereda, ia bergegas mengambil air wudhu kemudian melaksanakan shalat shubuh berjamaah bersama dengan suaminya didalam kamar. Beruntung saja Alfan selalu sigap dan cekatan dalam menangani kondisi ibu hamil seperti dirinya. Selesai shalat Alfan membalikkan badannya menghadap Alfina kemudian istrinya tersebut mencium tangannya dengan pelan yang dibalas Alfan dengan mengecup keningnya dengan lama.


Sungguh Alfan sangat khawatir melihat kondisi istrinya yang lemah seperti ini, ia lantas melepas mukena yang masih melekat ditubuh istrinya kemudian menggendongnya untuk dibaringkannya keatas ranjang lalu menyelimuti tubuh sang istri.


"Masih pusing dek"? Tanya Alfan sambil mengelus kepala Alfina


"Ya mas". Jawab Alfina dengan lemas


"Sebentar ya biar mas ambilkan minuman hangat dulu kebawah". Kata Alfan pada istrinya yang dibalas anggukan oleh Alfina


Alfan segera kebawah mengambil teh hangat untuk istrinya, setelah sampai didapur ada umi Laila dan bibi yang sedang memasak. Sebenarnya hari ini ia dan istrinya berencana akan pergi ke panti asuhan untuk memberitahukan perihal kehamilan Alfina kepada bunda Nila, akan tetapi sekarang kondisi Alfina tidak memungkinkan untuk pergi kemana-mana. Akhirnya ia harus menundanya untuk pergi ke pantai asuhan.

__ADS_1


"Istri kamu masih mual dan muntah nak?". Tanya umi Laila kepada Alfan


Alfan mengangguk "Ya umi". Jawab Alfan kepada uminya


"Yaudah nak ini sudah umi bikinkan teh hangat, kamu kasih ke istrimu ya biar badannya hangat. Nanti umi akan mengantarkan sarapan pagi untuk kalian berdua". Kata umi Laila perhatian


"Baik umi". Jawab Alfan


Sesampainya dikamar Alfan segera memberikan minum untuk istrinya, ia mendudukkan istrinya sambil bersandar diranjang. Alfan melihat wajah istrinya yang masih pucat akibat mual dan muntah tadi. Ia jadi tidak tega meninggalkan istrinya dirumah, sedangkan ia harus berangkat ke kantor karena masih ada pekerjaan penting yang harus ia selesaikan sekarang juga.


"Mas". Panggil Alfina pelan


"Ya sayang". Jawab Alfan


"Tidak apa-apa sayang mas tidak mempermasalahkan hal itu. Kamu harus banyak istirahat dan jangan melakukan aktivitas yang berat karena kamu sedang hamil anak kita". Jawab Alfan pengertian sambil mengusap rambut istrinya


"Terimakasih mas". Kata Alfina pada suaminya


Alfan mengangguk "Tapi sepertinya hari ini mas tidak pergi ke kantor". Ujar Alfan


"Kenapa mas?". Tanya Alfina sambil menatap suaminya


"Karena mas tidak tega meninggalkan adek dirumah". Jawab Alfan

__ADS_1


"Kan ada umi sama bibi mas, mas tidak perlu khawatir aku tidak apa-apa kok". Balas Alfina pada suaminya


"Nanti mas pertimbangkan lagi sayang". Putus Alfan


Tak lama kemudian ada umi Laila yang mengantarkan makanan sarapan pagi untuk Alfan dan Alfina. Umi Laila khawatir ketika mendengar kalau menantunya mengalami morning sickness lagi, akan tetapi itu hal wajar yang dialami oleh ibu hamil apalagi Alfina hamil anak pertamanya.


"Sayang sarapan dulu ya, ini umi sudah bawakan makanan dua porsi nanti biar disuapin sama suamimu ya nak?". Kata umi Laila


Alfina mengangguk "Terimakasih umi, maaf Alfina tidak bantu umi memasak". Ucap Alfina


"Tidak apa-apa sayang, kamu harus banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi". Jawab umi Laila sambil mengelus rambut Alfina


"Ya umi". Balas Alfina


"Nanti kalau Alfan sudah berangkat ke kantor, umi akan menemani kamu sayang". Ujar umi Laila


"Baik umi". Jawab Alfina sambil tersenyum manis menatap umi Laila


"Yasudah umi keluar dulu ya". Kata umi Laila


"Ya umi". Jawab mereka berdua bebarengan


Setelah mempertimbangkan keputusannya, akhirnya Alfan pergi ke kantor untuk menandatangani berkas yang sudah diinformasikan oleh sekretarisnya tadi. Berkat bujukan dari istrinya akhirnya Alfan pergi berangkat bekerja, akan tetapi ia akan kembali pulang dengan waktu yang cepat supaya bisa langsung bertemu dengan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2