
Setelah shalat maghrib Alfan menggendong baby Zaidan karena Alfina sedang membantu uminya memasak didapur. Ia tersenyum kala melihat sang putra yang sedang menatap dirinya, sorot mata baby Zaidan mirip sekali dengan istrinya. Perpaduan wajah antara dirinya dengan sang istri sudah komplit dimiliki oleh baby Zaidan.
"Tampan sekali anak papa". Ujar Alfan sambil mengelus pipi putranya
"Wajahmu mirip sekali dengan papa, akan tetapi sorot matamu mirip sekali dengan umma nak". Lanjut Alfan
Tak lama kemudian ada abi Lukman yang baru saja masuk kedalam rumah sehabis pulang dari masjid. Beliau langsung menghampiri putra dan cucunya diruang tengah yang sedang bersantai sambil menunggu acara makan malam bersama dengan keluarganya.
"Assalamualaikum". Salam abi Lukman
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan
"Cucu abi lagi apa?". Tanya abi Lukman sambil menoel-noel pipi baby Zaidan
"Umi sama istri kamu kemana fan?". Tanyanya lagi
"Mereka berdua sedang memasak abi, mangkanya Alfan yang menggendong baby Zaidan". Jelas Alfan pada sang abi
Abi Lukman mengangguk, ia berlalu meninggalkan Alfan menuju kamarnya untuk mengganti baju karena akan makan malam bersama dengan keluarganya. Sedangkan Alfan masih setia menunggu diruang tengah sambil memangku baby Zaidan.
Setelah hampir setengah jam acara memasak antara umi Laila dan Alfina sudah selesai. Kini Alfina tengah menata makanannya diatas meja makan kemudian menghampiri sang suami yang berada diruang tengah.
"Mas". Panggil Alfina dengan lembut
"Hmm". Jawab Alfan dengan deheman
"Adek sudah tidur mas?". Tanya Alfina pada suaminya
"Belum dek". Balas Alfan singkat
"Mungkin adek haus mas, biar Alfina susui dulu ya?". Kata Alfina pada suaminya
Alfan mengangguk "Ya dek". Jawabnya
Alfan menyerahkan baby Zaidan ke Alfina agar putranya tersebut disusui terlebih dahulu. Jika nanti baby Zaidan sudah kenyang pasti akan tertidur dengan pulas dan tenang. Alfina juga merasa kasihan kepada suaminya karena diwaktu pagi sampai petang sudah bekerja kemudian malamnya ia menyuruhnya untuk menjaga dan menggendong baby Zaidan.
"Mas makan dulu aja ya, pasti mas sudah lapar". Ucap Alfina pada suaminya
"Alfina mau kasih susu dulu buat adek". Lanjut Alfina
Alfan tersenyum menatap istrinya kemudian ia berkata,
"Makan bareng sama adek juga tidak apa-apa". Ucapnya
"Jangan mas, nanti kalau nunggu Alfina bakalan lama. Karena Alfina mau nidurin adek dulu". Sergah Alfina
"Memangnya tidak apa-apa sayang?". Tanya Alfan pada istrinya
"Tidak apa-apa mas, mas tenang aja". Balas Alfina menenangkan suaminya
"Yasudah mas makan dulu ya?". Kata Alfan
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Alfina segera menuju kamar kemudian memberikan asi kepada putranya. Ia tau pasti putranya itu kehausan dan mengantuk mangkanya ia segera menidurkan baby Zaidan terlebih dahulu.
__ADS_1
Sesampainya dimeja makan terlihatlah ada umi Laila dan abi Lukman yang sudah duduk manis menunggu dirinya untuk makan malam bersama. Sang istri sudah memasakkannya makanan kesukaan dirinya yang sudah dihidangkan diatas meja makan.
"Fan dimana istri kamu nak?". Tanya umi Laila pada Alfan
"Dia masih memberikan asi pada Zaidan umi". Jawab Alfan pada uminya
"Istrimu pasti sudah lapar nak, ambilkan makanan untuk dia". Kata umi Laila
Alfan mengangguk "Ya umi, ini Alfan mau mengambilkan makanan untuk istri Alfan". Balas Alfan sambil menata nasi dan lauk didalam satu piring
"Yasudah kamu makan dikamar dengan istri kamu aja sayang tidak apa-apa". Ujar umi Laila
"Ya umi". Jawab Alfan
Setelah selesai mengambil dua porsi makan malam dalam satu piring, Alfan segera menuju kamar untuk makan bersama dengan istrinya. Ia harus memastikan Alfina untuk makan secara teratur supaya istri dan anaknya selalu sehat.
Ceklek ...
"Dek". Panggil Alfan dengan pelan
"Ya mas". Jawab Alfina
"Makan malam dulu ya, mas suapin". Kata Alfan sambil menaruh nampannya dimeja yang ada didalam kamarnya
"Kok makanannya dibawa kesini mas?". Tanya Alfina
"Ya dek, mas sengaja mengambil makanan banyak untuk makan malam bersama dengan kamu". Balas Alfan sambil menatap wajah Alfina
"Maaf ya mas Alfina tidak mengambilkan makan untuk mas". Kata Alfina merasa tidak enak dengan suaminya
"Terimakasih mas". Ucap Alfina
"Sama-sama sayang". Balas Alfan kemudian mencium pipi istrinya dengan singkat
"Sini biar mas suapin". Kata Alfan pada istrinya
Alfan mulai menyuapi istrinya dengan telaten sambil sesekali menyuapi dirinya sendiri. Ia memang sengaja mengambil makanan yang porsinya lumayan banyak untuk dirinya dan juga istrinya.
"Makan yang banyak ya dek". Ujar Alfan disela-sela menyuapi istrinya makan
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Setelah hampir setengah jam mereka berdua menghabiskan makanannya, Alfina sudah kenyang karena suapan dari suaminya. Ia meminum air putih kemudian menidurkan baby Zaidan yang sudah nyenyak dalam tidurnya.
Alfina memandangi wajah tampan putranya yang sangat mirip dengan suaminya itu, ia tersenyum sambil tangannya mengelus kepala baby Zaidan yang terlihat imut. Sementara Alfan sedang menaruh piringnya didapur untuk ia cuci.
"Adek". Panggil Alfan pada Alfina
"Ya mas". Jawab Alfina dengan sopan
"Besok bunda kesini kata umi". Ujar Alfan memberitahu istrinya
"Kok bunda gak bilang sama Alfina mas?". Tanya Alfina sambil menatap suaminya
"Mungkin buat kejutan dek, mangkanya bunda tidak bilang sama adek". Terang Alfan pada istrinya
__ADS_1
Alfina kemudian merebahkan tubuhnya disamping baby Zaidan sedangkan Alfan berbaring disebelah kanan baby Zaidan, jadi baby Zaidan diapit oleh papanya dan ummanya.
"Lihatlah sayang, dia begitu tampan seperti mas". Ucap Alfan sambil melihat kearah baby Zaidan
"Ya mas dia tampan sepertimu". Balas Alfina sambil tersenyum kearah baby Zaidan
Alfan terkesiap mendengar penuturan dari istrinya, ia tersenyum manis lantaran sudah dipuji secara langsung oleh sang istri.
"Adek bilang apa tadi?". Tanya Alfan menggoda Alfina
"Alfina bilang kalau baby Zaidan tampan sekali mas". Jawab Alfina dengan yakin
"Tadi adek bilang kalau baby Zaidan tampan seperti mas, bukan begitu sayang?". Goda Alfan pada istrinya
Alfina menggeleng pelan "Alfina lupa". Sergah Alfina sambil memalingkan wajahnya dari tatapan suaminya
"Masa adek lupa". Ucap Alfan pada istrinya
Alfina tidak mendengarkan ucapan suaminya, ia malah memakai selimutnya karena merasa malu dengan suaminya. Ia sebenarnya masih ingat dengan ucapannya tadi, akan tetapi ia sangat malu jika harus mengutarakan kembali dihadapan suaminya.
"Alfina mau tidur mas, ngantuk". Kata Alfina pada suaminya
Alfan terkekeh "Kenapa wajahmu memerah sayang?". Ucap Alfan sambil terus melihat wajah suaminya
"Gapapa mas". Jawab Alfina dengan pelan
Alfan bangkit menghampiri istrinya, kemudian mencium kening, kedua pipi, dan terakhir ia mencium bibir istrinya sedikit lama. Ia begitu merindukan istrinya, akan tetapi untuk saat ini sang istri masih belum bisa ia apa-apakan karena masih dalam keadaan nifas.
.
.
.
.
.
Maaf author baru up gaes, karena sibuk dengan urusan magang 🤗
.
.
.
Jangan lupa like, coment, follow, gift
.
.
.
Thankyou gaes
__ADS_1