Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 94


__ADS_3

Kini Alfina sudah berada dirumah, ia sudah kembali pulang dari rumah sakit sehabis melakukan proses persalinan buah hatinya. Ia bahagia karena sekarang sudah mempunyai anak, terlebih anak pertamanya adalah laki-laki yang memiliki wajah tampan seperti suaminya.


"Sayang kamu makan dulu ya?". Kata Alfan pada Alfina


"Iya mas". Jawab Alfina pada Alfan


"Anak kita sudah tidur?". Tanya Alfan lagi


"Sudah mas, sekarang masih digendong sama umi". Jawab Alfina


"Yasudah adek makan dulu, karena mesti nanti malam harus menyusui lagi". Kata Alfan


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya


Alfan dengan telaten menyuapi istrinya makan, ia harus selalu memperhatikan pola makan istrinya karena dalam masa-masa ini sang istri akan menyusui si kecil setiap hari.


Alfina tersenyum manis menatap suaminya, ia selalu terharu dan bahagia setiap kali sang suami memperlakukan dirinya dengan baik. Sedangkan Alfan yang ditatap oleh sang istri pun membalasnya dengan senyuman manisnya.


"Mas Alfina sudah kenyang". Ucap Alfina pada suaminya


"Satu suap lagi dek". Kata Alfan yang tidak bisa dibantah


Selesai makan malam Alfina masuk kedalam kamar mandi untuk cuci muka dan mengambil air wudhu karena akan melaksanakan shalat isya didalam kamarnya.


Sedangkan Alfan diluar melihat sang umi yang sedang menggendong buah hatinya. Untuk bunda Nila sudah kembali ke panti asuhan, akan tetapi besok bunda Nila akan berkunjung lagi kerumah mereka.


"Sayang kamu istirahat ya karena Zaidan sudah tertidur sejak tadi". Ucap umi Laila ketika memasuki kamar Alfina


Ya Alfan memberi nama putranya Muchammad Zaidan Ravisqy Al Fanani. Nama yang sangat indah yang disematkan untuk putranya. Ia begitu bahagia karena mulai dari sekarang ia akan menjadi papa untuk Zaidan.


"Sayang kamu istirahat ya, mas tau kamu pasti lelah". Ucap Alfan sambil membelai lembut wajah istrinya


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya


"Mas juga istirahat ya, karena besok mas akan pergi ke kantor pagi-pagi". Lanjut Alfina pada suaminya


"Ya sayang". Jawab Alfan

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian Alfina masih belum bisa tertidur, sehingga ia masih terjaga menatap suami dan anaknya yang sudah tertidur dengan pulas disampingnya. Ia mengusap pipi putranya dengan lembut, sungguh ia sangat bersyukur dengan kehadiran buah hatinya yang saat ini berada dalam pelukannya.


Alfan membuka matanya kembali karena ia merasa bahwa sang istri belum tertidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, akan tetapi istrinya itu masih saja membuka matanya seraya memandangi malaikat kecil yang saat ini berada di tengah-tengah mereka.


"Sayang kamu belum tidur hmm?". Tanya Alfan pada Alfina


"Alfina enggak bisa tidur mas". Jawab Alfina


"Kenapa, ada yang adek pikirkan?". Tanyanya lagi sambil mengelus lembut rambut istrinya


Alfina menggeleng "Enggak ada mas". Jawabnya


"Yasudah adek tidur ya, gak baik begadang karena adek pasti sudah capek". Kata Alfan pada Alfina


"Ya mas". Balas Alfina


"Besok kalau mas tinggal ke kantor, adek jangan melakukan pekerjaan rumah yang berat dulu ya. Karena adek baru saja melahirkan, jadi mas tidak mengizinkan adek buat melakukan aktivitas dirumah yang bisa buat adek sakit nantinya". Jelas Alfan panjang lebar


Alfina mengangguk "Ya mas Insya Allah". Jawab Alfina sambil menatap suaminya


Akhirnya Alfan mengelus kepala Alfina sampai Alfina tertidur dibuatnya. Ia harus membuat istrinya merasa nyaman dengan semua perlakuannya sehingga sang istri merasa bahagia dan senang untuk hidup bersamanya.


Alfina sebisa mungkin membantu umi Laila memasak walaupun dirinya telah memiliki baby dan tentunya akan ada banyak hal yang harus ia kerjakan. Dihari weekend seperti ini memang sangat nyaman bila waktunya digunakan untuk kumpul keluarga dirumah ketika tidak ada pekerjaan sama sekali.


"Sayang kamu pindahin rendang daging nya di mangkuk besar ya, nanti biar umi yang bawa ke meja makan". Ucap umi Laila


"Ya umi". Jawab Alfina


"Nanti siang saja kita buat sayur sup kesukaan abimu". Ujar umi Laila sambil terkekeh


Alfina mengangguk "Baik umi". Jawabnya


Alfina segera memindahkan rendang daging tersebut kedalam mangkuk kemudian menaruhnya diatas meja makan. Setelah selesai memasak Alfina kembali kedalam kamar untuk membangunkan suaminya dan melihat anaknya apakah baby Zaidan sudah bangun apa belum.


Ceklek ...


Alfina membuka pintu kamarnya dengan pelan, ia melihat bahwa anak dan suaminya sudah bangun, terlihat sang suami yang sedang mengelus pipi gembul putranya. Ia segera menghampiri dan melihat bahwa baby Zaidan masih tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"Mas". Panggil Alfina dengan pelan


"Ya sayang". Jawab Alfan sambil menatap istrinya


"Mas mandi dulu ya, air nya udah aku siapin". Ucap Alfina pada suaminya


"Ya sayang terimakasih". Balas Alfan pada istrinya


Ketika suaminya sedang mandi, ia menyiapkan pakaian suaminya dan pakaian anaknya. Sedangkan baby Zaidan masih tertidur dengan pulas. Alfina tersenyum menatap putranya yang sangat tampan seperti suaminya, kekeh Alfina.


"Dek Zaidan belum bangun?". Tanya Alfan pada Alfina ketika selesai membersihkan tubuhnya


Alfina menggeleng menjawabnya "Belum mas". Jawab Alfina


Ketika pukul setengah tujuh pagi, semuanya melakukan sarapan bersama tak terkecuali Alfina yang selalu disuapi oleh Alfan karena sang istri sedang menggendong anaknya dan meminum asi. Alfan terkekeh ketika melihat sang anak yang sangat antusias dalam meminum susunya.


"Alfina sudah kenyang mas". Kata Alfina pada Alfan


"Belum, masih beberapa suap aja dek". Balas Alfan


"Tapi Alfina sudah kenyang mas". Ucap Alfina lagi


"Yaudah nanti kalau adek lapar bilang sama mas ya?". Ujar Alfan pada istrinya


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina


Setelah selesai sarapan pagi, kini sekeluarga telah kumpul bersama diruang keluarga sambil berbincang-bincang hingga siang hari. Pukul sebelas siang Alfina mengajak sang buah hati masuk kedalam kamar untuk tidur siang supaya ia juga bisa beristirahat sebentar. Sementara Alfan masih mencuci tangannya didalam kamar mandi sebelum ikut bergabung bersama dengan istri dan anaknya diatas ranjang.


"Sayang". Panggi Alfan pada istrinya


"Ya mas". Jawab Alfina seraya tersenyum manis menatap suaminya


"Yaudah sekarang kita istirahat ya?". Kata Alfan sambil mengelus kepala Alfina dengan sayang


"Mas juga istirahat ya, pasti mas juga capek karena tadi bantu beresin rumah". Kata Alfina pada Alfan


"Ya sayang". Balas Alfan

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua tidur siang bersama dengan baby Zaidan yang berada ditengah-tengah mereka. Baby Zaidan memang sangat lucu sehingga membuat Alfan dan Alfina terkekeh setiap kali melihatnya. Mereka berdua masih tidak menyangka jika sekarang ini telah dikaruniai seorang anak terlebih laki-laki pula. Alfan selalu berusaha membahagiakan istri dan anaknya karena keduanya adalah penyemangat dan pelengkap hidupnya.


__ADS_2