Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 83


__ADS_3

Satu jam kemudian Alfina terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya dan seketika langsung disuguhkan oleh wajah suaminya yang sangat dekat dengan wajahnya. Alfan tau kalau istrinya sudah bangun akibat rasa mual dan pusing tadi. Ia mencium kening Alfina sedikit lama sambil merasakan suhu tubuh istrinya yang hangat.


"Sayang". Panggil Alfan sambil menatap Alfina lekat


"Kepalanya masih pusing hmm?". Tanya Alfan sambil mengelus kepala Alfina


Alfina mengangguk pelan, kemudian mengalihkan pandangannya dari arah suaminya. Ia masih takut bertatap muka dengan sang suami akibat kejadian kemarin malam.


Alfan melihat istrinya yang diam sambil menolehkan kepalanya kesamping yang tak mau melihatnya, ia tau mungkin sang istri masih takut dengan dirinya. Betapa menyesalnya ia karena sudah kelepasan membentak istrinya tanpa sengaja.


Tok ... Tok ...


"Assalamualaikum nak". Salam umi Laila ketika memasuki kamar mereka berdua


"Waalaikumussalam umi". Jawab Alfan


"Ini nak umi bawakan sarapan pagi buat kalian, tolong suapin istri kamu ya nak. Pastikan kalau ia sarapan pagi ini". Kata umi pada Alfan


Alfan mengangguk "Baik umi". Jawabnya


Umi Laila beralih mendekati Alfina kemudian mengelus kepalanya dengan lembut lalu mencium keningnya sekilas. Umi Laila khawatir terhadap kesehatan Alfina karena istri dari putranya ini sedang hamil muda dan rentan sekali keguguran. Umi Laila sebisa sebisa mungkin melarang Alfina melakukan aktivitas yang berat ketika berada dirumah.


"Gimana sayang keadaan kamu, apa kepalanya masih pusing?". Tanya umi Laila


"Masih sedikit umi". Jawab Alfina dengan pelan


"Yasudah habis makan istirahat lagi ya sayang, umi khawatir kalau kamu sakit begini nak". Ucap umi Laila


"Alfina enggak apa-apa kok umi". Balas Alfina sambil tersenyum kepada umi Laila


"Kalau gitu umi keluar dulu, nanti umi kesini sayang". Ujar umi Laila

__ADS_1


"Ya umi". Jawab Alfina dengan lirih


Setelah umi Laila pergi dari kamar, Alfan lantas mendekati sang istri guna menyuapi sarapan paginya. Ia akan melakukan apapun demi kesembuhan istrinya, karena bagaimanapun juga ialah penyebab istrinya menjadi diam seperti ini.


"Sayang makan dulu ya, mas akan suapin kamu". Kata Alfan sambil memegang tangan Alfina


Alfina membalasnya dengan anggukan, kemudian ia bangkit dari tidurnya lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjang sambil menatap makanan yang dibawa oleh suaminya. Ia sebenarnya sudah lapar sejak bangun tadi, akan tetapi ia tidak berani meminta makan kepada suaminya.


"Baca bismillah dulu dek". Perintah Alfan ketika hendak menyuapi Alfina


Setelah membaca bismillah, Alfan menyuapi istrinya makan. Ia harus mendahulukan istrinya untuk makan karena ia kasihan bila melihat sang istri lemas seperti ini akibat mual dan pusing yang dialaminya. Alfina menatap suaminya dalam diam, tapi entah kenapa ia malah teringat wajah suaminya ketika marah seperti tadi malam kepada dirinya. Katakanlah kalau ia memang cengeng dan ingin sekali menangis tapi sekuat mungkin ia tahan untuk tidak menangis didepan suaminya.


"Sudah mas". Ucap Alfina pelan ketika merasa dirinya sudah kenyang


"Satu kali lagi ya sayang biar habis makanannya, supaya kamu dan dede bayinya sehat didalam". Jawab Alfan sambil tersenyum manis kearah Alfina


"Minum dulu sayang". Ucap Alfan ketika melihat istrinya selesai dalam memakan makanannya


Setelah selesai makan, Alfan izin pergi kebawah untuk mencuci piring nya didapur. Kemudian ia kembali naik kelantai atas untuk menemani istrinya. Ia harus berusaha membujuk istrinya agar istrinya tersebut mau memaafkan dirinya.


"Sayang". Panggil Alfan sambil berjalan mendekat kearah Alfina


Alfina menoleh kemudian bertanya kepada suaminya


"Mas tidak ke kantor?". Tanyanya


"Tidak mungkin mas meninggalkan adek kalau keadaan adek lagi sakit begini, mas khawatir sama adek". Jawab Alfan sambil mengelus kepala Alfina


"Maafkan mas sayang, mas sudah membentak dan memarahi kamu kemarin malam. Mas juga tidak bermaksud buat ngelakuin itu semua, mas cuma gak mau kalau istri dan anak mas sampai kenapa-kenapa ". Lanjut Alfan


"Mas tidak salah kok, Alfina aja yang suka keras kepala ". Jawab Alfina sambil menunduk

__ADS_1


"Mas ke kantor saja tidak apa-apa, kan dirumah masih ada umi". Lanjut Alfina dengan pelan


"Memangnya tidak apa-apa kalau adek mas tinggal bekerja?". Tanya Alfan


"Tidak apa-apa mas, mas jangan khawatir". Jawab Alfina


"Yasudah hari ini mas ke kantor, tapi berangkatnya siangan saja tidak apa-apa karena hari ini hanya menandatangani berkas laporan dari Angga sahabat sekaligus sekretaris mas". Jelas Alfan sambil mengelus rambut Alfan


"Ya mas tidak apa-apa ". Jawab Alfina


Alfan mendekatkan wajahnya ke wajah Alfina, ia mencium kening, kedua pipi, dan terakhir ia mencium bibir istrinya dengan lembut seraya me lu mat nya dengan pelan. Ia sungguh menyanyangi istrinya lebih dari apapun, ibu dari calon anak-anaknya kelak. Ia kemudian memeluk istrinya dengan erat sambil mencium pipi Alfina dengan mesra.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, coment, follow, gift ya gaes 🤗


.


.


.


Thank you gaes 🤗

__ADS_1


__ADS_2