
Malam harinya saat makan malam umi Laila telah memasakkan makanan kesukaan Alfina yakni opor ayam, Alfina bahagia sekali melihat makanan favoritnya yang sekarang sudah ada di meja makan. Akan tetapi ia tidak enak hati dan merasa sungkan karena tidak membantu umi Laila memasak. Ia makan malam dibawah karena ingin makan bersama dengan suami, abi, dan uminya.
"Sayang makan malam dulu ya?". Ucap umi Laila pada Alfina
"Baik umi terimakasih". Jawab Alfina sambil tersenyum manis menatap umi Laila
Alfan segera mendudukkan istrinya disampingnya memastikan bahwa Alfina sudah dalam posisi yang nyaman. Abi Lukman yang sedari tadi memperhatikan ketiganya lantas tersenyum manis melihat Alfan yang begitu perhatian kepada istrinya.
"Maaf umi tadi Alfina tidak bisa membantu umi memasak". Kata Alfina sambil menunduk
"Tidak apa-apa sayang, umi malah senang kalau kamu menuruti apa kata umi untuk tidak melakukan pekerjaan rumah yang berat. Umi tidak mau kalau sampai kamu kenapa-kenapa sayang". Ucap umi Laila pada Alfina
"Terimakasih umi. Ehm umi, boleh Alfina peluk umi". Kata Alfina pada umi Laila
"Tentu boleh sayang". Jawab umi Laila sambil merentangkan kedua tangannya kearah Alfina
Alfina langsung masuk kedalam dekapan umi Laila dengan lembut, ia sampai berkaca-kaca karena ia juga rindu dengan sang bunda. Sedangkan umi Laila mengelus kepala dan punggung Alfina secara bergantian, umi Laila paham mungkin Alfinanya rindu dengan sang bunda apalagi mood ibu hamil itu memang berubah-ubah.
Ketika pelukan sudah terlepas, umi Laila memandang Alfina dengan sayang sambil mengusap kedua matanya lembut. Istri dari putranya itu memang masih kelihatan polos namun menggemaskan, ia juga bahagia karena dengan kehadiran Alfina sebagai menantunya ia bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang anak perempuan.
"Sayang jangan sedih ya, kalau kamu kangen sama bunda kamu bisa peluk dan cerita sama umi. Karena umi dan abi sangat menyayangimu nak". Kata umi Laila
Alfina mengangguk "Ya umi". Jawab Alfina
"Sekarang makan dulu ya, ayo semuanya umi ambilin. Kamu mau makan apa sayang, biar umi yang mengambilkan". Kata umi Laila
"Enggak papa umi?". Tanya Alfina
"Enggak papa sayang, kamu mau opor ayam nak?". Tanya umi Laila sambil menjahili Alfina, padahal umi Laila tau bahwa opor ayam adalah makanan kesukaan dari Alfina
Alfina mengangguk lucu "Mau umi". Jawabnya yang membuat Alfan gemas berada disampingnya
Alfina memakannya dengan lahap karena masakan umi Laila memang enak dan lezat, mangkanya abi Lukman dan suaminya suka sekali makan dirumah masakan uminya daripada beli makanan diluar. Sedangkan Alfan melihat Alfina dengan tersenyum karena istrinya begitu antusias dalam makan, beruntungnya Alfina juga tidak mual seperti tadi.
"Mas". Panggil Alfina pelan kepada suaminya
"Ya dek". Jawab Alfan sambil menatap istrinya
__ADS_1
"Boleh Alfina nambah lagi makannya, karena Alfina masih lapar". Ucap Alfina dengan menunduk dan memelas
Umi Laila yang mendengar ucapan dari menantunya bergegas menjawab "Boleh sayang, silahkan ambil lagi apa yang kamu mau". Balas umi Laila
Alfan mengangguk "Boleh, adek mau nambah lauk apa. Biar mas yang ambilkan". Kata Alfan dengan lembut
"Alfina mau opor ayam nya lagi mas". Jawab Alfina
"Ya sayang". Ucap Alfan
Setelah diambilkan suaminya, Alfina memakan makanannya lagi dengan pelan. Ia sangat menyukai makanan yang satu ini apalagi masakan dari umi Laila memang sangat lezat sehingga ia menginginkannya lagi.
"Besok umi buatkan lagi ya sayang, karena umi tau itu makanan kesukaan kamu". Kata umi Laila
Alfina tersenyum manis "Terimakasih umi". Jawabnya
Mereka berempat memakan makanannya dengan tenang, Alfina begitu senang ketika umi Laila membuatkannya makanan kesukaannya. Alfan sesekali menatap istrinya dari samping, ia tersenyum melihat sang istri menyukai masakan uminya.
Ketika selesai makan, Alfina berdiri dari duduknya kemudian mengambil piring suaminya untuk dibawa ke wastafel. Namun ketika ia hendak mengangkat piringnya tangannya lebih dulu ditahan oleh Alfan. Alfina menatap suaminya dengan tatapan polos dan lugu.
"Biar mas saja sayang yang bawa piringnya, kamu duduk saja disini". Ucap Alfan kemudian mendudukkan Alfina kembali dikursi meja makan
"Mas tidak mengizinkanmu". Balas Alfan sambil menatap Alfina
"Sudah sayang biar tidak apa-apa, kamu jangan ngapa-ngapain dulu ya nak". Kata umi Laila
Alfina mengangguk "Baik umi". Jawabnya
Setelah selesai mencuci piringnya Alfan menghampiri Alfina yang masih duduk di kursi meja makan sambil memakan puding buatan umi Laila. Sedangkan sang umi tadi masuk kedalam kamarnya untuk melaksanakan shalat isya' terlebih dahulu.
"Lagi makan apa sayang?". Tanya Alfan pada istrinya
"Puding mas, tadi dibuatin sama umi". Jawab Alfina dengan pelan
"Yaudah habiskan ya biar kenyang, biar dede bayinya juga kenyang didalam sini". Kata Alfan sambil mengelus perut Alfina
Alfina tersenyum "Ya mas". Jawabnya
__ADS_1
"Mas". Panggil Alfina
"Ya sayang". Jawab Alfan
"Boleh Alfina nonton tv sebentar?". Tanya Alfina pada suaminya
Alfan mengangguk "Boleh asal jangan malam-malam tidurnya, yasudah ayo mas antar keruang tengah". Jawab Alfan
"Adek disini dulu ya, mas mau keatas sebentar". Kata Alfan ketika sudah mengantar sang istri keruang keluarga untuk menonton tv
"Ya mas". Jawab Alfina kemudian sang suami mengecup keningnya dengan singkat
Sekitar sepuluh menit dirinya menonton tv yang menanyangkan sinetron kesukaannya, kemudian ada umi Laila yang menghampiri Alfina kemudian duduk disampingnya. Alfina tersenyum manis melihat kedatangan umi Laila.
"Gimana sayang pudingnya enakkan?". Tanya umi Laila
Alfina mengangguk "Rasanya enak banget umi, besok Alfina mau lagi". Rengek Alfina pada sang umi
"Baiklah sayang besok umi akan buatin pudding lagi". Jawab umi Laila sambil terkekeh
"Beneran umi?". Tanya Alfina memastikan
"Ya sayang". Jawab umi Laila
"Terimakasih umi, Alfina sayang banget sama umi". Kata Alfina sambil memeluk uminya dari samping
"Umi juga sayang banget sama kamu nak". Balas umi Laila
"Kamu harus selalu jaga kesehatan ya sayang, makan yang banyak dan bergizi, terus jangan lupa buat istirahat dan minum susu ibu hamil". Nasihat umi Laila
Alfina mengangguk "Ya umi In Syaa Allah Alfina bakalan jaga kesehatan kok". Jawabnya dengan manja
"Maa Syaa Allah putri umi dan abi manja sekali". Kata umi Laila sambil tertawa
"Hehe maaf umi". Ucap Alfina
"Tidak apa-apa sayang, kalau kamu lagi menginginkan sesuatu cepat bilang ya sayang. In Syaa Allah kita akan memenuhi permintaan dari kamu karena ibu hamil biasanya mengidam". Kata sang umi
__ADS_1
"Ya umi terimakasih". Jawab Alfina
Tak lama kemudian Alfina terlelap dipelukan umi Laila, umi Laila awalnya kaget ternyata Alfina sudah tertidur. Mungkin karena lagi hamil jadi Alfina akan mudah lelah, apalagi tadi ia sempat mual akan tetapi Alhamdulillah tidak sampai parah. Beliau memanggil putranya untuk membawanya kedalam kamar karena kasihan kalau Alfina harus lama-lama tidur diatas sofa seperti sekarang ini.