Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 8


__ADS_3

Yang dilakukan Alfina di hari weekend biasanya belajar dan bermain dengan anak-anak panti. Namun untuk sekarang ia sedang membaca buku novel dikamarnya karena bunda Nila dan anak-anak panti akan pulang pada hari rabu mendatang. Ia kesepian karena dirumah panti hanya ada dirinya dan juga bi Inah. Mungkin sekarang bi Inah juga lagi istirahat tidur siang dikamarnya, karena tadi cukup banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.


Alfina masih tidak menyangka karena tadi siang bertemu dengan dosennya di supermarket dan lebih parahnya lagi belanjaannya telah dibayar oleh dosennya sendiri. Sebenarnya tadi Alfina berniat mengganti uang dosennya akan tetapi sang dosen menolak. Yasudah akhirnya ia terima saja dengan senang hati. Walaupun tadi ada sedikit drama antara ibu-ibu dan pegawai kasir yang meledek pasangan suami istri, padahal mereka hanya sebatas dosen dan mahasiswi. Asyik dengan lamunannya sampai ia tidak mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


Tok ... Tok ...


Alfina segera bangun dan membuka pintunya, tampaknya bi Inah yang mengetuk pintu kamarnya itu.


"Ada apa bi?". Tanya Alfina ketika sudah membuka pintu kamarnya


"Itu nak diruang tamu ada Amel sahabat kamu". Kata bi Inah pada Alfina


"Dia baru saja datang nak, katanya mau ngajak kamu jalan-jalan". Lanjut bi Inah


Alfina mengangguk menjawab pernyataan dari bi Inah "Ya bi Alfina pakai jilbab dulu". Kata Alfina seraya mengambil jilbabnya diatas nakas. Ia segera turun ke lantai bawah untuk menemui sahabatnya Amel. Sebelumnya Amel tidak memberitahu kalau ia akan datang kesini, kenapa tiba-tiba sekali.


"Assalamualaikum Mel". Salam Alfina pada Amel saat sudah berada diruang tamu


"Waalaikumussalam na". Jawab Amel sambil tersenyum


"Ada apa Mel?". Tanya Alfina


"Aku kesini mau ngajak kamu jalan-jalan ke mall mumpung sekarang lagi weekend, jadi kita harus quality time berdua". Kata Amel semangat


"Sekarang?". Tanya Alfina


"Ya sekarang na masa besok lusa". Balas Amel sedikit ngegas


"Yasudah tunggu sebentar aku mau siap-siap dulu". Ujar Alfina pada Amel


"Oke". Jawab Amel


Alfina pun berganti pakaian guna memenuhi permintaan sahabatnya yang katanya quality time bersama dengan dirinya. Alfina adalah gadis sederhana dan apa adanya, ia akan memakai pakaian yang sesuai dengan syariat agama Islam. Baginya menutup aurat adalah hal yang sangat penting untuk para perempuan muslim. Oleh karena itu banyak sekali bajunya yang bermodel gamis atau rok.


"Udah siap, yuk kita berangkat sekarang". Kata Amel sembari memakai tas selempangnya


Alfina tersenyum, sahabatnya ini memang tidak pernah berubah. Terkadang sifatnya yang seperti anak kecil dan kadang juga berubah menjadi perempuan yang bar-bar. Ia bersyukur memiliki sahabat seperti Amel yang sudah seperti saudara kandungnya sendiri. Ia berharap persahabatannya sampai ke Syurga-Nya Allah kelak.


Kurang lebih dua puluh menit Alfina dan Amel telah sampai di mall. Ia dan Amel akan menikmati weekend ini dengan jalan-jalan disepanjang mall. Amel yang sedari tadi ingin membeli baju gamis couple dengan Alfina lantas menuju tempat penjualnya. Ia akan membelikan Alfina gamis yang sama dengan dirinya supaya persahabatan mereka semakin erat dan tentunya lebih Aling menyayangi.

__ADS_1


"Eh na ini bagus banget". Ucap Amel sembari menunjuk gamis warna abu tua


"Ya disini memang bagus-bagus barangnya". Jawab Alfina


"Kita pilih yang warna abu tua atau biru polos ini?". Ucap Amel periang


"Menurut aku dua-duanya bagus". Balas Alfina


"Yasudah kita beli yang warna abu tua ya. Aku sama kamu kan suka warna yang gelap dan motifnya polos". Kata Amel


"Ya aku nurut aja". Jawab Alfina sambil tersenyum


Akhirnya Amel memutuskan untuk membeli baju gamis couple warna abu dengan Alfina. Ia sudah berkata tadi bahwa ia ya akan mentraktir sahabatnya itu. Amel memang sangat menyayangi Alfina sahabatnya begitupun dengan Alfina yang juga sangat menyayangi Amel.


Tiga jam lamanya ia berada di mall bersama dengan sahabatnya. Sekarang Alfina sudah sampai rumah tepat pukul empat sore. Ia kemudian bersiap mandi lalu melaksanakan shalat ashar. Setelah shalat ashar kemungkinan ia akan melanjutkan mengerjakan tugasnya yang tadi belum sempat ia selesaikan karena besok ada jadwal mata kuliah pagi dikelasnya.


***


Hari ini Alfina pergi ke kampus menggunakan ojek online. Ia cantik memakai gamis panjang warna hitam polos dipadukan dengan hijab syar,inya yang berwarna coklat susu itu. Ia sudah sampai kampus sekitar sepuluh menit yang lalu. Sebelum masuk ke kelasnya Alfina menyempatkan diri untuk shalat Dhuha di masjid kampusnya. Ia sudah terbiasa melakukan rangkaian shalat Sunnah dimanapun dia berada baik dirumah, ditempat kerja, maupun dikampusnya.


Setelah shalat Dhuha ia segera menuju ke kelasnya karena lima belas menit lagi mata kuliah akan dimulai. Namun sebelum ia melangkah keluar dari masjid netranya tidak sengaja melihat dosennya yaitu pak Alfan yang juga melakukan shalat Dhuha sama seperti dirinya. Tampaknya dosen itu telah selesai dan melangkah keluar dari dalam masjid. Alfina yang sadar pun segera memutuskan penglihatannya dan buru-buru memakai sepatunya untuk kembali masuk ke kelasnya.


"Assalamualaikum Mel". Salam Alfina ketika melihat Amel sudah berada dikelasnya


"Waalaikumussalam na". Jawab Amel


"Aku habis dari masjid kampus untuk shalat Dhuha". Jawab Alfina jujur


"Kok kamu gak ngajak aku". Kata Amel


"Kan tadi kamu belum berangkat". Balas Alfina


Alfina mendudukkan dirinya dikursi samping Amel seraya berucap "Yasudah besok kita shalat Dhuha bersama-sama ya?". Ucap Alfina sambil memeluk sahabatnya itu


"Oke". Jawab Amel seraya membalas pelukan Alfina


Tidak lama kemudian ada dosen yang masuk kedalam kelas mereka dia adalah Alfan. Dosen tampan yang banyak dikagumi oleh para perempuan. Alfan sangat cool menggunakan setelan jas warna abu tua dengan kemeja warna putih, serta tatanan rambut yang rapi membuat semua mahasiswi dikelas memekik histeris.


"Assalamualaikum semuanya". Salam Alfan

__ADS_1


"Waalaikumussalam pak". Jawab seisi kelas


"Untuk hari ini silahkan memahami materi yang sudah saya share kemarin". Kata Alfan datar


"Nanti saya akan beri penjelasannya". Sambung Alfan


"Baik pak". Jawab mereka serempak


Begitu mereka selesai membaca dan memahami materi yang sudah diberikan sang dosen. Lantas sekarang mereka mendengarkan penjelasan dari Alfan. Alfina nampaknya sedang memperhatikan dengan serius paparan materi dari Alfan yang sedang menerangkan didepan kelas. Namun beberapa menit kemudian Alfina dan Alfan sempat bertemu pandang saat netra keduanya tak sengaja berpapasan, dengan cepat Alfina menundukkan kepalanya karena ia merasa malu sudah menatap seseorang yang bukan mahramnya walaupun orang tersebut adalah dosennya sendiri.


"Astaghfirullahaladzim". Batin Alfina beristighfar


Lain halnya dengan Alfan, ia awalnya kaget akan tetapi ia bisa mengontrol dirinya dengan baik agar tidak ketara bila ia sebenarnya juga tengah dilanda kegugupan, karena ia tidak sengaja ditatap oleh seorang perempuan yang notabenenya adalah mahasiswinya sendiri. Alfan melirik sekilas ke arah Alfina yang ternyata dia sedang diam tak berkutik dan menundukkan kepalanya dalam. Mungkin gadis itu tengah malu akibat kejadian barusan.


"Selesai kuliah kamu langsung ke tempat kerja na?". Tanya Amel yang sedang memasukkan bukunya ke dalam tas


Merasa tak ada sahutan dari sahabatnya, lantas ia menoleh melihat sahabatnya yang sedang melamun sambil menatap ke depan dengan pandangan kosong. Amel mengkerutkan dahi melihat sahabatnya diam saja ketika ia bertanya ternyata sahabatnya itu sedang melamun rupanya.


"Na, Alfina". Panggil Amel sedikit keras


"Eh - iya, ada apa Mel?". Alfina langsung sadar setelah dipanggil keras oleh sahabatnya


"Aku tadi tanya sama kamu, eh taunya kamu malah asik melamun, nglamunin apa si kamu na?". Beritahu Amel seraya bertanya pada Alfina


"Aku gak nglamunin apa-apa kok". Jawab Alfina sedikit gugup


"Yang bener, jangan bohong sama aku na". Elak Amel yang merasa tak puas dengan jawaban sahabatnya itu


"Beneran aku gak nglamunin apa-apa kok, aku cuma kangen aja sama bunda Nila karena beliau belum pulang dari liburannya sama adek-adek dipanti". Jawab Alfina sedikit berbohong


Sebenarnya Alfina tengah malu dan takut karena kejadian tadi, kejadian dimana ia dan dosennya kembali bersitatap walau hanya beberapa detik saja. Akan tetapi itu semua membawa pengaruh bagi dirinya yang terus-terusan memikirkan seseorang yang bukan mahramnya. Baru kali ini hatinya berdegup kencang setiap ia bertemu atau berpapasan dengan dosennya itu.


"Memangnya kapan mereka pada pulang?". Tanya Amel


"Insya Allah besok malam mereka pulang". Balas Alfina


"Kamu habis ini langsung ke tempat kerja? Mau aku antar sekalian?". Kata Amel memberi tawaran pada Alfina


"Gak usah Mel, aku tidak mau terus-menerus merepotkan kamu. Kamu juga pasti capek sehabis pulang dari kuliah, jadi aku berangkat naik gojek saja ya?". Jelas Alfina pada sahabatnya

__ADS_1


"Yasudah tidak apa-apa, tapi lain kali kalau kamu butuh bantuan langsung minta tolong sama aku aja ya?". Kata Amel seraya memeluk sahabatnya itu


"Ya kamu tenang aja". Balas Alfina seraya membalas pelukan Amel


__ADS_2