
Pukul tiga sore pasangan suami istri itu sudah sampai rumah, Alfina bergegas naik keatas menuju kamar untuk membersihkan badannya dan berganti baju. Setelah mengambil pakaiannya ia langsung masuk kedalam kamar mandi karena hari sudah sore sementara dirinya belum menyiapkan makanan apapun untuk menyambut umi Laila dan abi Lukman yang akan tiba dirumah malam nanti.
Ceklek ...
Alfina sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian gamisnya setelah itu ia menuju lemari guna mengambilkan suaminya baju dan sarung untuk melaksanakan shalat ashar di masjid. Ia mengambil mukena kemudian memakainya, sedangkan Alfan yang sedari tadi memperhatikan istrinya lantas bertanya.
"Dek kamu mau shalat sendiri?". Tanya Alfan pada Alfina
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
"Tunggu mas sebentar, kita shalat berjamaah". Kata Alfan yang tidak bisa dibantah oleh Alfina
"Baik mas". Jawab Alfina dengan pelan
Setelah lima belas menit akhirnya Alfan keluar dari kamar mandi yang sudah menggunakan sarung dan kaos dalamnya, kemudian ia berjalan menuju ranjang untuk mengambil pakaiannya yang sudah disiapkan oleh istrinya. Setelah selesai ia menatap Alfina yang masih duduk diatas ranjang sambil menunduk.
"Kita shalat dulu dek". Ucap Alfan yang hanya dibalas anggukan oleh Alfina
Selesai shalat Alfan membalikkan badannya menatap Alfina yang masih menunduk, kemudian Alfina menyalimi tangan suaminya dengan takdzim. Setelah itu Alfan mencium kening Alfina lama dan mengangkat dagunya pelan. Ia menatap Alfina dengan lekat sambil mengelus kedua pipinya yang sedikit tembam yang membuat dirinya gemas setiap saat.
"Dek tatap mata mas". Ucap Alfan singkat
Alfina menatap kedua mata suaminya yang juga sedang menatapnya dengan intens. Entah kenapa hari ini Alfina sedikit merasa kesal dengan suaminya, mungkin karena kejadian dikampus yang membuat Alfina diam sedari tadi.
"Kamu kenapa dek?". Tanya Alfan pada Alfina
Alfina menggeleng "Gak papa". Jawabnya singkat sambil menundukkan kepalanya
"Habis ini kamu mau ngapain?". Tanya Alfan lagi
"Mau memasak buat umi dan abi". Jawabnya dengan pelan
"Kamu enggak capek, kita istirahat saja ya?". Ucap Alfan yang membuat Alfina mendongak menatapnya
Alfina menggeleng "Aku enggak capek kok, kalau mas capek mas istirahat saja". Jawabnya
"Kamu marah sama mas?". Tanya Alfan dengan senyuman jahil
"Tidak". Jawab Alfina
Cup ...
__ADS_1
Alfan mengecup bibir Alfina seraya menyesapnya dengan lembut, Ingin rasanya ia menerkam istrinya sekarang juga. Karena sedari tadi istrinya itu sedikit cemberut bila bersama dengan dirinya, akhirnya ia memberikan ciuman kepada Alfinanya itu. Setelah itu ia mencium pucuk kepala Alfina, kedua pipinya, lalu mencubit pipi istrinya dengan pelan.
Alfina yang mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya lantas menunduk malu menyembunyikan pipinya yang memerah bak kepiting rebus. Ia kaget karena tiba-tiba mendapat serangan dari Alfan, terlebih suaminya itu begitu ahli dalam melakukannya. Ia tidak berani menatap wajah suaminya yang masih memperhatikan dirinya dengan intens.
"Dek kamu tadi pakai blush on?". Tanya Alfan pada Alfina
Alfina menggeleng "Tidak". Jawabnya
"Terus kenapa pipi adek memerah gini?". Ucap Alfan jahil sambil mengelus kedua pipi istrinya
"Enggak tau". Jawab Alfina yang membuat Alfan terkekeh mendengarnya
Alfina beranjak berdiri dan melepas mukenanya kemudian memakai jilbab instan namun syar'i setelah itu ia menuju pintu kamar untuk keluar, akan tetapi sebelum keluar ia izin dengan suaminya terlebih dahulu.
"Mas Alfina mau memasak dulu didapur". Kata Alfina
"Ya dek, kalau sudah capek segera istirahat". Balas Alfan sambil melihat Alfina dengan tersenyum
Alfina mengangguk kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur untuk memasak menyiapkan makanan, karena nanti malam umi dan abinya akan pulang kerumah dan pastinya ia sangat merindukan kedua mertuanya yang sudah ia anggap seperti kedua orangtuanya sendiri.
Alfina memasak banyak menu makanan diantaranya rendang daging kesukaan suaminya, opor ayam kesukaan abinya, dan soto kesukaan uminya. Ia juga membuat sop sebagai sayur yang berkuah. Ia memasak sendiri karena bi Marta masih ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Sebenarnya ia sedikit capek karena pulang kuliah langsung beraktivitas lagi akan tetapi ini semua demi keluarganya apalagi umi dan abinya akan tiba rumah kembali, Jadi sebisa mungkin ia harus membuat menu makan malam favorit untuk keluarganya.
Tap ... Tap ...
"Dek ada yang bisa mas bantu?". Tanya Alfan pada istrinya yang masih fokus memasak
Alfina mengangguk menjawabnya, Alfan lantas berdiri tegak disamping Alfina sambil memperhatikannya dengan lekat. Ia mengamati wajah cantik istrinya dari samping, kemudian mengelus kepalanya dengan lembut.
"Dek". Panggil Alfan
Alfina mendongak kemudian menjawab "Ya mas, silahkan mas potong-potong wortelnya ini". Kata Alfina
Alfan mengangguk, lalu tangannya mengambil alih pisau yang masih ditangan Alfina kemudian memotong sayuran yang sudah diperintahkan oleh istrinya tadi. Alfina memindahkan rendang daging yang sudah matang kedalam mangkok yang lumayan besar lalu menaruhnya diatas meja makan. Ia akan melanjutkan memasaknya sampai selesai.
Setelah kurang lebih dua jam memasak, akhirnya semua masakannya sudah selesai dan sudah ditata rapi di meja makan bersama dengan suaminya. Ia akan melaksanakan shalat maghrib terlebih dahulu sebelum umi dan abinya kembali tiba dirumah. Alfan lantas mengajak istrinya kekamar untuk bersiap diri sedangkan dirinya juga akan pergi ke masjid untuk shalat berjamaah disana.
"Mas ke masjid dulu ya, kamu jangan lupa shalat". Kata Alfan sebelum berangkat ke masjid
"Ya mas". Jawab Alfina
Alfina segera melaksanakan shalat maghrib dikamar, setelah itu ia akan turun kebawah untuk menyambut kedatangan umi dan abinya yang sudah ia rindukan selama mereka pergi ke kota Surabaya. Selesai dengan shalatnya ia memakai jilbab instan namun masih tetap syar'i kemudian mengoles wajahnya dengan make up yang tidak terlalu tebal alias natural.
__ADS_1
"Mas sudah pulang?". Kata Alfina kaget ketika melihat suaminya yang sudah pulang dari masjid
"Sudah dek". Jawabnya
"Kamu cantik sekali, mau kemana?". Ucap Alfan
"Alfina enggak kemana-mana kok". Balas Alfina sambil menatap balik Alfan yang juga sedang menatapnya
"Sini duduk". Ucap Alfan seraya menarik tangan Alfina dengan pelan agar Alfina duduk disampingnya
"Umi dan abi udah sampai mana mas?". Tanya Alfina pada suaminya
"Sebentar lagi mereka bakalan sampai". Jawab Alfan sambil tersenyum manis kearah Alfina
Tok ... Tok ...
"Assalamualaikum". Salam seseorang arah ruang tamu
"Waalaikumussalam". Balas Alfan dan Alfina
"Umi abi". Ucap Alfina sedikit keras karena terkejut dengan kedatangan umi Laila dan abi Lukman
Alfina kemudian menyalimi tangan umi Laila dan abi Lukman secara bergantian dengan Alfan. Kemudian Alfina memeluk erat umi Laila yang begitu ia rindukan selama ini. Umi Laila bahagia karena sudah kembali kerumah dan bertemu dengan menantu kesayangannya itu. Ia membalas pelukan Alfina tak kalah erat sambil mengelus punggung menantunya dengan lembut.
"Alfina kangen sama umi". Kata Alfina dalam pelukan umi Laila
"Umi juga kangen sama menantu kesayangan umi ini". Ucap umi Laila sambil mengurai pelukannya dan mencium kening Alfina dengan lembut
"Dengan abi gak kangen?". Lontar Abi Lukman yang berada disamping sang umi
Alfina menoleh menatap Abi mertuanya itu, kemudian berkata "Alfina juga kangen sama abi". Balasnya
Abi Lukman merentangkan kedua tangannya kearah Alfina kemudian memeluk Alfina dengan erat. Ia juga rindu dengan menantu kesayangannya itu yg sudah beliau anggap seperti putri kandungnya sendiri. Alfan yang melihat keakraban dan kedekatan antara istrinya dengan kedua orangtuanya lantas tersenyum manis apalagi melihat sisi manja dari istrinya ketika berada dirumah.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf baru bisa up gaes 🙏 Jangan lupa like dan coment