Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 73


__ADS_3

Hari ini Alfan akan berangkat mengajar ke kampus, sedangkan Alfina tetap berada dirumah karena besoknya ia harus bimbingan dengan dospemnya dikampus. Hari ini ia menyelesaikan skripsinya supaya bulan depan bisa mengikuti wisuda bersama. Ia ingin lulus bebarengan dengan Amel sahabatnya, sehingga ia harus semangat dalam menyelesaikan skripsinya walaupun dalam keadaan hamil.


"Sayang hari ini kamu ke kampus?". Tanya umi Laila pada Alfina


"Besok umi, hari ini Alfina mau melanjutkan menulis skripsinya". Jawab Alfina sambil menuangkan segelas air untuk suaminya nanti


"Oh begitu, yaudah nanti umi temani". Kata umi Laila sambil tersenyum manis menatap Alfina


"Terimakasih umi". Ucapnya


"Sama-sama sayang". Balasnya


Tak lama kemudian Alfan turun kebawah menghampiri Alfina yang lagi menata makanan dimeja makan, begitu juga dengan abi Lukman yang baru saja datang dari bersiap karena pagi ini abi Lukman harus berangkat ke kantornya.


"Adek". Panggil Alfina


"Ya mas". Jawabnya sambil melihat suaminya


"Sudah selesai memasaknya?". Tanya Alfan


Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya


"Adek masak apa buat mas?". Tanyanya lagi


"Alfina hanya membuat ayam kecap sama tumis kangkung mas, selebihnya umi yang memasak". Jawabnya


Umi Laila yang mendengar pun lantas tersenyum manis kearah Alfina, beliau selalu senang dan bahagia bila memasak bersama dengan Alfina. Menurutnya istri dari putranya itu pandai dalam memasak sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama bila berada didapur.


"Tadi umi sudah melarang adek buat membantu umi memasak, tapi adek tetap keukeh ingin membantu umi". Kata umi Laila sambil terkekeh


"Alfina tidak apa-apa kok umi, justru Alfina senang kalau memasak bersama dengan umi". Jawab Alfina

__ADS_1


"Umi". Panggilnya


"Ya sayang". Jawab umi Laila


"Nanti kita buat pudding lagi ya, Alfina suka banget sama pudding buatan umi". Katanya dengan manja


Umi Laila mengangguk "Ya sayang nanti kita buat pudding ya bersama dengan umi". Jawab umi Laila sambil tertawa


"Terimakasih umi". Ucapnya


"Sama-sama sayang, sudah sekarang sarapan pagi dulu. Ambilkan untuk suamimu ya sayang". Kata umi Laila


"Baik umi". Jawab Alfina sambil menganggukkan kepalanya


Alfina mulai mengambilkan suaminya makan, ia mengisi piring suaminya dengan nasi dan lauk pauk yang sudah dimasaknya tadi. Setelah selesai ia langsung memberikan makanan tersebut kepada suaminya.


"Silahkan mas". Ucapnya


"Sama-sama mas". Balasnya


Setelah mengambilkan untuk suaminya, ia mengambil untuk dirinya sendiri. Semua anggota keluarga memakan sarapan paginya dengan tenang, tidak ada yang bersuara sedikitpun ketika makan. Karena ketika makan kita tidak boleh berbicara, hal itu merupakan sesuatu yang tidak baik.


Selesai makan Alfan melihat istrinya yang masih belum selesai menghabiskan makanannya, ia tersenyum geli melihat sang istri yang belum habis memakan sarapan paginya. Padahal porsinya lebih banyak darinya tapi mengapa makanan milik istrinya belum habis, itulah pikir Alfan. Karena Alfina memakan makanannya dengan pelan dan tidak tergesa-gesa.


"Sudah sayang biar bibi dan umi yang beresin, kamu tidak boleh capek karena tadi sudah membantu umi memasak". Kata umi Laila


"Tapi umi...". Ucap Alfina


"Lebih baik menurut saja nak dengan umi dan suamimu, abi juga tidak mau kalau kamu kenapa-kenapa". Ujar abi Lukman sambil terkekeh


"Baik abi". Jawabnya dengan pelan

__ADS_1


Alfan kemudian menggandeng tangan sang istri menuju pintu depan kearah mobilnya, ia akan berangkat menuju kampus untuk menjalankan profesinya sebagai seorang dosen. ia menghadap ke arah Alfina sambil mengusap kepalanya dengan pelan.


"Dek mas berangkat dulu ya, kalau ada apa-apa langsung kabari mas". Kata Alfan sambil terus mengusap kepala Alfina dengan sayang


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya


"Kenapa mukanya begitu?". Tanya Alfan ketika melihat perubahan dari raut wajah sang istri


"Enggak apa-apa kok, kalau mas sudah selesai sama pekerjaannya cepat pulang ya mas". Kata Alfina


"Memangnya kenapa dek?". Tanya Alfan pura-pura tidak tau


"Apa adek tidak bisa jauh dari mas hmm?". Goda Alfan seraya mencubit pipi Alfina dengan pelan


"Iihh mas sakit tau". Ucap Alfina sambil memegangi kedua pipinya


"Habisnya kamu lucu banget dek". Kekeh Alfan


"Ya mas janji kalau semua pekerjaan mas sudah selesai mas akan segera pulang, biar istri kecil mas ini tidak rindu". Kata Alfan sambil mengusap pipi istrinya


Alfina tidak menjawab melainkan memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya dengan nyaman. Alfan yang diperlakukan seperti itu oleh istrinya pun lantas tersenyum senang karena baru pertama kali ini Alfina nya melakukan kontak fisik terlebih dahulu dengan dirinya.


Akhirnya Alfan membalas pelukan istrinya tak kalah erat sambil mengecup kening istrinya dengan lembut. Ia jadi ingin terus bersama dengan Alfina nya jika seperti ini. Sampai beberapa saat Alfina melepaskan pelukannya kemudian Alfan berpamitan untuk berangkat bekerja.


"Mas berangkat dulu ya sayang, ingat apa kata mas jangan melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat". Ucap Alfan memperingati Alfina


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya


"Assalamualaikum". Salam Alfan


"Waalaikumussalam". Jawab Alfina

__ADS_1


__ADS_2