Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 33


__ADS_3

Pagi harinya mereka sedang bersiap-siap akan pergi menuju kampus, karena semalam mereka dari panti asuhan. Saat ini Alfina sedang menyiapkan baju kerja untuk suaminya yang akan mengajar dikampus nanti.


Ceklek ...


Alfan telah selesai mandi dan berjalan menuju ranjang untuk mengambil baju kerjanya yang sudah disiapkan oleh istrinya. Ia tersenyum manis sambil menatap Alfina yang saat ini sedang duduk didepan meja rias guna membenarkan letak kerudungnya. Alfan melihat dari pantulan kaca yang terdapat pada meja riasnya.


Alfina yang diperhatikan sedemikian rupa oleh suaminya menunduk malu karena ia masih agak canggung jika berdua saja dengan suaminya. Tapi ia juga harus selalu membiasakan diri agar tetap bersikap biasa saja dan tidak malu bila dengan suaminya.


"Dek apa kamu tidak mau membantu suamimu yang sedang bersiap ini?". Tanya Alfan pada Alfina yang sudah selesai dengan penampilannya


Alfina lantas membalikkan badannya menatap Alfan sambil bertanya "Apa yang bisa Alfina bantu mas?".


"Tolong kancingkan bajunya". Perintah Alfan pada Alfina


Alfina mengangguk kemudian berjalan menghampiri suaminya yang berada disamping ranjang. Ia berada tepat dihadapan suaminya lalu memegang kancing baju Alfan dengan tangan yang sedikit gemetar. Baru pertama kali ini ia yang melakukan kontak fisik terlebih dahulu karena biasanya suaminya lah yang bertindak seperti memeluknya, menciumnya, dan memegang tangannya.


Alfan menatap Alfina dengan lekat yang berada dihadapannya saat ini. Ia memperhatikan wajah istrinya dengan seksama mulai dari bagian bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, pipi yang tembam, dan terakhir ia melihat bibir pink alami milik istrinya. Ia bisa dibuat gagal fokus akibat memperhatikan wajah istrinya yang begitu sejuk bila dipandang.


"Sudah selesai?". Tanya Alfan ketika melihat tangan Alfina yang sudah tidak lagi memegang bajunya


Alfina mengangguk "Sudah mas".


Alfan memegang pinggang istrinya kemudian merapatkan tubuhnya agar lebih dekat dengan dirinya. Ia masih menatap Alfina dengan lekat sambil mengusap kedua pipinya. Alfina sampai dibuat tersipu malu oleh suaminya, karena sedari tadi suaminya itu selalu memperhatikan dirinya. Lalu Alfan mencium kening Alfina dan mencium kedua pipinya dengan lembut. Sontak hal itu langsung membuat pipi Alfina menjadi memerah karena ulah Alfan.


"Kenapa pipimu memerah dek?". Tanya Alfan jahil


Alfina lantas menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya dengan rapat, ia semakin malu mendengarkan ucapan suaminya itu.


Alfan terkekeh pelan, baginya menggoda Alfina adalah hobi terbarunya sampai pipi milik istrinya tersebut memerah karenanya.


"Jangan ditutup wajahnya". Kata Alfan sambil menurunkan tangan Alfina


Alfina menggeleng "Alfina malu mas". Cicit Alfina


Alfina terpaksa menurunkan kedua tangannya dari wajahnya kemudian menatap suaminya sekilas. Alfan tetap saja dengan posisinya dan masih merengkuh pinggang Alfina.


"Mas sebaiknya kita segera turun kebawah untuk sarapan pagi, karena umi dan abi pasti sudah menunggu". Ucap Alfina mengalihkan suasana


"Baiklah". Jawab Alfan kemudian melepaskan tangannya dari pinggang Alfina


Sesampainya di meja makan disana sudah ada umi Laila dan abi Lukman yang sedang menunggu kedatangan pasangan suami istri baru itu. Alfan dan Alfina tersenyum manis kepada mereka.


"Sarapan dulu sayang". Ucap umi Laila


"Ya umi". Jawab Alfina dengan sopan


Alfan kemudian duduk dikursi disamping Alfina, ia melihat istrinya yang sedang mengambilkan dirinya makan lalu menuangkan segelas air putih sebagai minumnya. Ia tersenyum tipis melihat sang istri yang melayani dirinya dengan baik dan tulus, dalam hati Alfan akan berusaha membuat istrinya itu selalu bahagia hidup bersama dengan dirinya.

__ADS_1


Acara sarapan pagi telah selesai, kini mereka berdua berpamitan kepada umi Laila dan abi Lukman untuk berangkat ke kampus. Alfina yang akan kuliah dan Alfan yang akan mengajar kemudian ke kantor untuk menghadiri acara meeting.


"Kita pamit dulu umi abi". Ujar Alfan


"Ya sayang, jaga istrimu baik-baik". Ucap umi Laila


"Itu sudah menjadi kewajiban Alfan umi". Jawab Alfan dengan mantap


Keduanya menyalimi tangan umi Laila dan abi Lukman. Alfina yang menjadi menantu kesayangan mereka sebelum berangkat umi Laila memeluk dan mencium menantunya itu dengan gemas. Alfina yang diperlakukan seperti itu merasa bahagia karena setiap hari ia selalu mendapatkan pelukan hangat dari orang yang ia sayangi.


"Assalamualaikum". Salam Alfan


"Waalaikumussalam hati-hati nak". Jawab umi dan abi


Alfan menggandeng tangan Alfina menuju depan rumahnya, kemudian ia membukakan pintu mobil bagian samping kemudi untuk istrinya. Ia tersenyum saat sang istri menatap dirinya sebelum masuk ke mobil, kemudian ia mengusap kepalanya lembut.


"Terimakasih mas". Ucap Alfina pada suaminya


"Sama-sama". Jawab Alfan


Sekitar dua puluh lima menit lamanya, kini mereka sudah sampai diparkiran kampus khusus dosen. Alfan memberhentikan mobilnya pada area parkiran kemudian segera turun dari mobilnya.


"Mas Alfina ke kelas duluan ya?". Ucap Alfina


"Biar mas antar". Jawab Alfan


"Yasudah jangan sampai terlambat masuk kelas". Ucap Alfan tegas namun terkesan lembut


Alfina mengangguk "Ya mas".


Alfina menyodorkan tangannya meminta salim kepada Alfan yang langsung disambut baik oleh suaminya tersebut. Ia mencium punggung tangan Alfan dengan takdzim lalu Alfan pun membalasnya dengan mencium kening Alfina lama.


"Alfina pamit dulu Assalamualaikum". Salam Alfina


"Waalaikumussalam". Jawab Alfan


Alfina menghampiri Amel yang menunggunya di koridor dekat dengan kelasnya. Amel yang melihat sahabatnya lantas memeluknya dengan erat seakan-akan tidak pernah bertemu sebelumnya.


"Assalamualaikum Mel". Salam Alfina pada Amel seraya membalas pelukan sahabatnya itu


"Waalaikumussalam sahabatku sayang". Jawab Amel


"Gimana kabar kamu na?". Tanya Amel pada Alfina


"Alhamdulillah kabar aku baik Mel". Jawab Alfina sambil tersenyum manis


"Kalau kamu gimana?". Tanya Alfina

__ADS_1


"Alhamdulillah aku juga baik na, aku tuh kangen banget sama kamu. Semoga kamu selalu bahagia ya na, karena sekarang kamu sudah mempunyai seorang suami". Kata Amel sambil menatap sahabatnya


"Aamiin, semoga kamu juga selalu diberikan kebahagian oleh Allah dan orang-orang terdekat kamu". Balas Alfina


"Kita masuk ya sebentar lagi dosennya bakalan datang". Kata Alfina


Amel mengangguk kemudian mengikuti sahabatnya berjalan menuju kelasnya. Sampai dikelas ternyata sudah banyak mahasiswa yang hadir dalam mata kuliah pagi ini. Mungkin karena dosennya adalah pak Alfan jadi sebisa mungkin mereka tidak terlambat masuk kelas. Jika mereka ada yang terlambat maka mereka juga harus siap menerima konsekuensinya.


"Assalamualaikum". Salam Alfan saat sudah memasuki kelas


"Waalaikumussalam". Jawab seluruh mahasiswa


"Gimana kabar kalian hari ini?". Tanya Alfan dengan tegas


"Alhamdulillah kami baik pak". Jawab salah satu mahasiswa


"Sehat pak". Sahut mahasiswa


"Baiklah kita mulai perkuliahan hari ini". Kata Alfan


Alfan melihat Alfina sejenak dan bertepatan Alfina juga menatap kedepan alhasil mereka berdua saling pandang untuk beberapa saat. Alfina segera menundukkan kepalanya agar tidak terlihat kalau ia sedang malu karena diperhatikan oleh suaminya. Alfan tersenyum sangat tipis melihat tingkah dari istrinya.


Alfan mulai menjelaskan materi kepada seluruh mahasiswa dikelasnya dengan detail. Ditengah-tengah memaparkan materinya ia melihat Alfina yang sedang memperhatikan dirinya dengan seksama. Ia melihat istrinya yang sedang serius mendengarkan penjelasan materi yang ia berikan dikelasnya. Setelah beberapa menit Alfan mengakhiri penjelasan materinya dan mempersilahkan mahasiswanya untuk bertanya bila ada yang kurang dipahami.


"Baik silahkan jika ada yang ditanyakan?". Kata Alfan dengan datar


"Pak saya ingin bertanya?". Ucap salah satu mahasiswa


"Silahkan". Balas Alfan


"Bapak beneran sudah menikah dengan Alfina?". Tanyanya to the point


Alfina yang mendengar temannya bertanya seperti itu lantas menunduk dan tidak berani menatap Alfan suaminya.


"Ya benar, memangnya kenapa?". Kata Alfan datar


"Tidak ada apa-apa pak, bapak beruntung bisa memiliki perempuan seperti Alfina". Jawab mahasiswa itu


"Hmm". Balas Alfan dengan deheman


Alfan melirik Alfina yang sedang menunduk, ia tau istrinya itu pasti malu karena ada yang menanyakan tentang dirinya. Sungguh kalau saat ini mereka berada dirumah ia akan lebih menjahili istrinya, namun saat ini masih berada pada lingkungan kampus jadi ia harus profesional.


"Jika tidak ada yang ditanyakan kita akhiri perkuliahan hari ini". Ucap Alfan


"Assalamualaikum". Salamnya


"Waalaikumussalam". Jawab mahasiswa serempak

__ADS_1


__ADS_2