
Pagi ini Alfina berangkat ke kampus dengan sahabatnya Amel, ia menjemput Alfina kerumah panti karena ia juga rindu dengan bunda Nila akhirnya ia berinisiatif untuk menjemput sahabatnya itu.
Hari ini Alfina sangat cantik menggunakan gamis warna hitam dan juga jilbab syar'i warna senja kesukaannya. Ia sangat menyukai dan mengagumi keindahan senja ketika muncul pada sore hari menjelang maghrib.
"Assalamualaikum". Salam Amel setengah berteriak
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina
"Salam yang baik Amel cantik, jangan teriak". Kata Alfina
"Hehe, lupa". Jawab Amel sambil tertawa
"Bunda Nila mana na?". Tanyanya ketika tak melihat bunda Nila
"Ada, sebentar lagi bunda akan kesini". Jawabnya
"Bundaaa". Teriak Amel sambil menghampiri bunda Nila yang muncul diruang tamu
"Maa Syaa Allah, kamu apa kabar nak?". Tanya bunda Nila
"Alhamdulillah kabar baik bunda, bunda bagaimana kabarnya?". Tanyanya pada bunda Nila
"Alhamdulillah bunda sehat nak". Jawab bunda Nila
Bunda Nila memang sudah mengenal sahabat dari Alfina ini. Karena Amel juga suka mendatangi panti asuhan dengan membawa berbagai snack atau makanan yang diberikan kepada anak-anak panti. Ia sangat menyukai anak kecil sama seperti Alfina.
Saat ini mereka berdua sudah didalam mobil menuju kampus. Alfina yang duduk disamping Amel memperhatikan jalanan kota yang lumayan padat karena jika suasana pagi seperti ini banyak orang-orang yang sedang berangkat bekerja, mengantar sekolah anaknya, dan berangkat ke kampus impian mereka masing-masing.
"Mel". Panggil Alfina kepada Amel
"Ada apa na?". Tanyanya
"Nanti malam ada yang mau mengkhitbah aku". Katanya
"Apaa". Refleks Amel berteriak
"Mel jangan teriak-teriak gak baik". Peringat Alfina
"Hehe maaf na kelepasan". Ucapnya
"Jujur aku kaget lho na, memangnya siapa yang akan mengkhitbah kamu?". Tanya Amel
"Aku juga gak tau na, bunda bilang nanti biar tau sendiri". Kata Alfina
"Fiks bunda pasti tau siapa orangnya". Ucapnya
"Bunda memang tau na, tapi beliau merahasiakannya dari aku". Jawabnya
"Kapan kalau ngekhitbah?". Tanya Amel
__ADS_1
"Nanti malam". Jawab Alfina
"Seriuss". Tanya Amel ngegas
Alfina mengangguk "Ya aku serius".
"Ciee yang mau dilamar orang". Canda Amel
"Apaan si Mel?".
"Yaudah gak papa nanti kamu juga tau siapa orangnya, mungkin bunda Nila ingin buat surprise sama kamu". Kata Amel
"Tapi aku masih penasaran". Ucap Alfina
"Tunggu nanti malam bestie". Jawab Amel sambil melihat Alfina sekilas
Ketika sudah sampai di pelataran kampus, Amel dengan segera memakirkan mobilnya kemudian ia dan Alfina langsung menuju ke kelasnya. Mata kuliah hari ini yang mengajar bukanlah pak Alfan melainkan dosen lain karena mata kuliah yang berbeda.
Dalam perjalanan menuju kelasnya Alfina tidak sengaja berpapasan dengan dosennya yaitu Alfan. Alfan berjalan dengan gaya coolnya sambil membawa buku tebal ditangannya. Amel yang melihat ada dosen datar lewat didepannya itu lantas tersenyum sedangkan Alfina mengucapkan salam.
"Assalamualaikum pak". Salam Alfina sambil menunduk
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan singkat
"Siapa dosen kalian pagi ini?". Tanya Alfan
"Ehm Pak Angga". Jawab Amel
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan
Alfan tersenyum tipis melihat Alfina pagi ini meskipun ia tidak ada jadwal dikelas Alfina, akan tetapi takdir kembali mempertemukan mereka dengan tidak sengaja. Dalam hati Alfan ingin segera menghalalkan sahabat kecilnya itu.
"Na pak Alfan itu datar banget ya, mana dingin lagi sikapnya". Kata Amel tiba-tiba
"Shutt gak boleh gitu, gak baik bicarain orang. Mungkin pak Alfan bersikap seperti itu karena ia menghormati kita apalagi kepada para perempuan. Supaya terhindar dari yang namanya dosa, biasanya orang yang bersikap dingin dan tegas, memiliki hati yang baik dan lembut kok". Jawab Alfina
"Aaa sayang deh sama kamu". Ucap Amel
"Tapi na, aku juga mau nyampein ini sama kamu". Ujar si Amel
"Apa?". Tanya Alfina
"Setiap kali aku lihat pak Alfan mengajar di kelas kita, beliau tuh suka diam-diam merhatiin kamu deh. Tadi waktu yang ketemu dihalaman juga gitu na. Apa jangan-jangan dia suka sama kamu na?". Tebak Amel
"Astaghfirullah, enggak mungkin Mel". Jawab Alfina
"Kok kamu udah kayak cenayang aja". Lanjut Alfina
"Hehe". Jawabnya
__ADS_1
"Udah sekarang fokus ke mata kuliah, tuh dosennya sudah masuk kelas". Kata Alfina sambil melihat kedepan
"Hmm oke". Jawab Amel
***
Kini Alfan memutuskan untuk kembali pulang setelah dirinya mengajar dikampus. Karena ia ingin merundingkan tentang prosesi khitbah yang akan ia laksanakan pada malam nanti. Alfan berharap semua rencananya dapat berjalan dengan baik dan lancar.
"Assalamualaikum". Salamnya ketika memasuki rumah berlantai dua itu
"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila
"Sudah pulang nak?".
"Ya umi". Jawab Alfan seraya mencium kedua pipi uminya singkat
Umi Laila tersenyum diperlakukan seperti itu oleh putranya. Suami dan anaknya itu selalu bersikap lemah lembut kepada dirinya ketika mereka berada didalam maupun diluar rumah. Dua orang laki-laki kesayangannya itu sangat menjaga dan melindungi dirinya. Umi Laila bersyukur atas hal itu. Semoga nantinya jika Alfan sudah menikah, ia akan memperlakukan istrinya dengan baik dan memberikan kasih sayang yang harmonis.
"Udah makan nak?". Tanya umi Laila
"Tadi siang sudah umi". Jawabnya
"Nanti kalau masih lapar bilang sama umi ya biar umi yang siapin". Katanya
"Umi pasti capek". Jawab Alfan
"Tidak sayang, umi dengan senang hati memenuhi kebutuhan suami dan putra umi, sebentar lagi yang nyiapin kamu setiap makan adalah gadis kecil kesayangan kamu". Ucap umi sambil tersenyum manis
Alfan tersenyum tipis mendengar sang umi menyebut nama Alfina dengan gadis kecil kesayangannya, walau dalam kenyataan memang benar kalau Alfina itu perempuan yang ia cintai setelah uminya.
"Tadi umi sudah nyiapin beberapa hantaran yang akan kita bawa untuk mengkhitbah Alfina calon istri kamu". Kata umi Laila
"Baik umi terimakasih sudah mempersiapkan semuanya". Jawab Alfan
"Sama-sama nak". Balasnya
"Fan kapan kamu memberitahu kepada Alfina bahwa kamu adalah sahabat kecilnya, kak Al nya?". Tanya umi Laila
"Jika Alfan sudah menikahinya pasti Alfan akan memberitahunya umi". Jawabnya
"Pasti Nana bahagia sudah bertemu dengan kak Al nya". Canda umi Laila
"In Syaa Allah umi" Jawabnya
"Sekarang kamu istirahat dulu ya, nanti habis Maghrib kita akan berangkat ke panti asuhan bunda Nila untuk melamar Alfina". Ucap umi Laila
Alfan mengangguk "Baik umi".
Akhirnya Alfan memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat sebentar. Karena malam nanti ia akan mengkhitbah gadis kecil kesayangannya yang selama ini telah menjadi mahasiswinya.
__ADS_1
Sejujurnya ia belum memberitahu kepada Alfina bahwa dirinya adalah sahabat sedari kecil yang telah lama tidak bertemu akibat kejadian dimasa lalu. Ia sengaja tidak memberitahukan hal ini karena ia akan membuat surprise dengan menikahinya terlebih dahulu dan biarlah dikemudian hari ia yang akan memberitahunya sendiri.
"Nana tunggu aku untuk menghalalkan mu". Lirihnya