Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 51


__ADS_3

Ketika sampai kantor Alfan sudah disuguhkan oleh pemandangan kertas yang bertumpuk dimeja kerjanya. Karena selain sibuk menjadi seorang dosen Alfan juga sibuk memimpin sebuah perusahaan cabang milik abinya. Ia berusaha membagi waktunya terutama kebersamaan dengan keluarganya apalagi ia sudah mempunyai seorang istri.


Tok... Tok...


"Assalamualaikum bro". Salam seseorang dari arah pintu yang sudah dibukanya


"Waalaikumussalam". Jawab Alfan singkat


"Lo tanda tangani berkas yang ada dimeja lo itu, selebihnya biar gue yang urus semuanya". Kata Angga sahabat Alfan


"Gue tau lo pasti sibuk". Lanjut Angga lalu duduk disofa ruangan Alfan


Alfan mengangguk "Thanks bro, selama ini sudah membantu pekerjaan gue diperusahaan". Balas Alfan kemudian menandatangi kertas-kertas yang menumpuk itu


"Santai bro". Kata Angga


Beberapa menit kemudian Angga kembali keruangannya karena masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini juga. Sedangkan Alfan juga tengah sibuk membaca laporan yang tadi diberi oleh Angga sekretaris sekaligus sahabatnya itu.


Waktu menunjukkan pukul enam sore, Alfan segera mengemasi barang-barangnya yang ada diatas meja kerjanya kemudian memasukkannya kedalam laci dan lemari supaya aman, karena besok ia juga harus kembali lagi ke kantor. Malam ini ia tidak lembur karena ia ingin cepat-cepat pulang dan bertemu dengan istri cantiknya.


Sedangkan dirumah, Alfina tengah menyiapkan baju dan peralatan mandi suaminya karena tadi Alfan sempat telepon bahwa dirinya sudah berada di perjalanan menuju rumah. Jadi Alfina menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan oleh suaminya.


Ceklek ....


"Assalamualaikum". Salam Alfan ketika memasuki kamarnya dilantai atas


"Waalaikumussalam". Jawab Alfina seraya mengambil tangan suaminya untuk ia cium


Alfina mengkerutkan dahinya melihat wajah suaminya yang nampak tidak bersemangat ketika pulang dari kantornya, lantas ia pun bertanya kepada suaminya.


"Mas kenapa?". Tanya Alfina pada Alfan


Alfan tidak menjawab akan tetapi ia langsung memeluk Alfina dengan erat kemudian menciumi wajah Alfina dengan gemas. Rasa capek yang tadi ia bawa dari kantor seketika lenyap saat ia sudah bertemu dan memeluk istrinya.


"Biarkan seperti ini dulu dek". Kata Alfan pada Alfina


Alfina hanya mengangguk menanggapi ucapan dari Alfan, ia berfikir bahwa sang suami mungkin merasakan lelah dan capek akibat banyaknya pekerjaan yang entah itu dikantornya maupun dikampus. Ia sampai dibuat sedih ketika melihat suaminya yang nampak sangat kelelahan akibat bekerja seharian penuh.


"Besok mas istirahat aja ya dirumah". Kata Alfina tiba-tiba


Alfan melepaskan pelukannya kemudian menatap Alfina dengan lekat lali bertanya "Kenapa memangnya dek?".

__ADS_1


"Mas pasti kecapekan karena bekerja, apalagi dari mengajar dikampus langsung ke kantor buat bekerja lagi". Ucap Alfan dengan pelan


"Nanti mas bisa sakit kalau terlalu kecapekan". Lanjut Alfina


Alfan tersenyum mendengarnya "Adek khawatir ya sama mas?". Ucap Alfan sambil menatap Alfina


"Istri mana yang gak khawatir kalau suaminya sampai kenapa-kenapa". Jawab Alfina sedikit jutek


Alfan tertawa mendengar Alfina mengucapkan kata-kata seperti itu, istrinya itu tidak pernah berbicara jutek maupun sedikit judes karena selama ini istrinya tersebut selalu berbicara dengan nada yang pelan dan lemah lembut.


"Adek gemesin lho kalau berbicaranya seperti itu". Ucap Alfan sambil mencubit pipi Alfina


"Yasudah mas mau bersih-bersih badan dulu". Lanjut Alfan


Alfina mengangguk kemudian berkata "Airnya sudah Alfina siapkan dikamar mandi dan bajunya ada diatas kasur". Ucap Alfina pada suaminya


"Terimakasih sayang". Kata Alfan sambil tersenyum manis kearah Alfina


"Sama-sama". Balas Alfina


Ketika sang suami sudah masuk kedalam kamar mandi, Alfina masih setia berada didalam kamar guna menunggu suaminya selesai mandi kemudian ia akan mengajaknya makan malam bersama dilantai bawah karena tadi ia sudah memasak menu makanan kesukaan suaminya.


Alfan berjalan kearah ranjang untuk mengambil pakaiannya yang sudah disiapkan oleh istrinya kemudian memakainya dengan cepat. Setelah itu ia duduk disebelah Alfina sambil menatapnya dengan lekat seraya tangannya mengelus kepala Alfina yang tidak tertutup hijab.


"Kenapa hmm?". Ujar Alfan sambil mengelus pipi Alfina dengan lembut


Alfina menggeleng, kemudian berkata "Makan malam dulu mas, makanannya sudah siap". Ucap Alfina


"Sebentar dek, mas mau mengobrol sama kamu". Jawab Alfan yang dibalas anggukan oleh Alfina


"Gimana skripsinya dek, semuanya lancar kan?". Tanya Alfan pada Alfina


"Lancar mas cuman dospem nya aja yang kurang lancar". Jawab Alfina dengan pelan namun masih bisa didengar oleh Alfan


"Coba ulangi kata-kata terakhirnya". Pinta Alfan pada Alfina


"Enggak ada kata pengulangan mas". Balas Alfina sambil menatap Alfan


"Yakin?". Tanya Alfan


Alfina mengangguk mantap, sedangkan Alfan sudah menampilkan senyum smirknya kepada Alfina. Alfina yang ditatap tajam oleh suaminya sedikit takut karena fokus penglihatan suaminya adalah dirinya. Alfina hanya berusaha santai dihadapan suaminya.

__ADS_1


"Tadi adek bilang kalau dospemnya kurang lancar, itu maksudnya gimana?". Cerah Alfan pada istrinya


"Alfina enggak ngomong gitu kok". Ucap Alfina sambil mengalihkan pandangannya


"Kalau ngomong tatap mas dek". Kata Alfan


"Ternyata adek enggak mau ngaku juga sama mas?". Lanjut Alfan lagi


Cup ...


Alfina kaget saat suaminya mencium bibirnya dengan cepat, ia menatap Alfan dengan wajah yang memerah karena malu. Suaminya itu suka sekali membuatnya salting hanya karena ciumannya. Sedangkan Alfan sudah tersenyum lebar menatap wajah istrinya yang makin memerah.


"Mau lagi?". Ucap Alfan pada Alfina


"Mas jangan kayak gitu". Balas Alfina dengan lirih sambil menundukkan kepalanya


"Kayak gimana hmm?". Jawab Alfan


"Kayak gini?". Lanjut Alfan lalu


Cup ...


Ia mencium kembali bibir istrinya dengan lembut. Alfina yang diperlakukan lagi seperti itupun lantas semakin dibuat malu oleh suaminya. Ia hanya bisa diam dan pasrah menerima segala perlakuan dari suaminya.


"Adek sudah makan?". Tanya Alfan


Alfina hanya menggeleng menjawab pertanyaan dari suaminya. Memang dirinya belum makan malam karena biasanya ia menunggu suaminya untuk makan malam bersama. Setiap hari ia juga selalu memasak makanan kesukaan suaminya.


"Kenapa belum makan hmm?". Tanyanya lagi


"Mas kan sudah bilang adek jangan telat makan. Kalau waktunya makan ya harus makan, harus tepat waktu tidak boleh diulur-ulur kalau memang jam nya makan siang ataupun makan malam". Lanjut Alfan panjang lebar


"Karena Alfina menunggu mas pulang dari bekerja, biasanya kan selalu makan bersama". Jawab Alfina


"Tapi syaratnya enggak boleh telat makan ya?". Peringat Alfan kepada istrinya


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya


"Sini peluk mas". Ucap Alfan sambil merentangkan kedua tangannya kepada Alfina


Alfina dengan segera memeluk suaminya dengan erat, begitu juga dengan Alfan yang mendekap erat tubuh istrinya. Ia sangat mencintai dan menyayangi perempuan yang sudah menjadi kekasih halalnya ini. Begitu berat perjuangannya untuk mendapatkan hati dan merayu sang maha Pencipta setiap ia melakukan shalat disepertiga malamnya dulu agar doanya senantiasa dikabulkan untuk hidup bahagia bersama dengan perempuan yang dulunya menjadi sahabat kecil tersayangnya.

__ADS_1


__ADS_2