Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 44


__ADS_3

Pagi ini Alfina sudah berada didapur untuk menyiapkan sarapan pagi sebelum berangkat ke kampus. Tadi setelah shalat shubuh ia langsung memasak karena bibi yang bekerja dirumah ini sedang ada acara keluarga jadi ia dan suaminya pulang ke kampung selama satu minggu.


Alfan menuruni tangga menuju dapur lalu ia melihat istrinya yang sedang menata makanan diatas meja makan yang sudah ia masak tadi. Ia tersenyum tipis melihat Alfina yang pandai memasak apalagi masakan yang dimasak pagi hari ini adalah rendang daging kesukaannya.


"Sudah selesai?". Tanya Alfan sambil menatap Alfina


Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya


"Sini biar mas bantu". Kata Alfan sambil membawa semangkok rendang daging yang masih panas ke arah meja makan


"Terimakasih mas". Ucap Alfina sambil tersenyum


"Sama-sama sayang". Balas Alfan


Alfina mengambil piring kemudian mengisinya dengan nasi dan lauk yang tentunya akan ia berikan ke suaminya, ia tau kalau suaminya itu sangat suka dengan makanan rendang alhasil tadi ia memasaknya khusus hanya untuknya.


"Silahkan kak Al". Kata Alfina sambil menyodorkan piring yang sudah terisi penuh dengan makanan


Alfan kaget "Tadi adek bilang apa?". Tanyanya


"Emangnya Alfina bilang apa sama mas?". Alfina malah balik bertanya


"Adek tadi panggil mas dengan sebutan apa?". Tanya Alfan sambil menatap istrinya dengan lekat


"Kak Al". Jawab Alfina sambil tertawa


Alfan dibuat speechless dengan Alfina, istrinya itu suka sekali memanggil dirinya dengan sebutan kak Al, karena panggilan tersebut adalah panggilan khusus Alfina yang ditujukan untuk dirinya. Bahkan dulu ia juga memanggil Alfina dengan sebutan Nana. Mengingat masa kecil membuat Alfan tersenyum manis ketika dirinya dengan Alfina bersahabat dan sekarang sudah menjadi pasangan suami istri.


"Kenapa mas lihatin Nana kayak gitu?". Tanya Alfina ketika akan mengambil piring


"Kenapa hmm?". Kata Alfan


Alfina menggeleng sambil menatap Alfan suaminya


"enggak papa mas" Jawabnya


"Kita makannya sepiring berdua saja dek, sini kamu duduk dekat mas". Kata Alfan yang membuat Alfina terdiam mendengarnya


Alfan menarik tangan Alfina dengan lembut agar istrinya itu duduk tepat disampingnya bukan dihadapannya yang terhalang meja makan seperti tadi. Ia mendudukkan istrinya tepat disampingnya saling berhadapan kemudian menyendokkan nasi dan lauk untuk ia suapkan kepada istrinya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Baca do'a dulu dek". Ucap Alfan kepada istrinya


"Biar Nana makan pakek sendok sendiri saja mas". Kata Alfina yang merasa kalau dirinya tidak sopan kepada suaminya


"Tidak apa-apa dek biar mas yang suapin". Kata Alfan mutlak sambil menatap Alfina


Alfina menerima suapan dari Alfan untuk pertama kalinya setelah menikah, ia tidak menyangka kalau sang suami begitu romantis dan perhatian padahal dibalik itu semua bila berada diluar Alfan akan bersikap dingin, datar, dan irit berbicara. Akan tetapi hal itu tidak berlaku jika bersama dengan keluarganya apalagi bersama dengan istrinya.


Alfina memperhatikan suaminya yang sedang makan dengan begitu lahapnya, apa mungkin suaminya itu lapar atau benar-benar suka dengan masakannya sendiri. Terkadang ia juga takut kalau makanan yang dimasaknya tidak sesuai dengan selera suaminya, mangkanya setiap akan memasak ia bertanya dulu kepada suaminya ingin dimasakkan makanan apa supaya suaminya itu betah memakan makanan yang ada dirumah.


"Nanti kalau habis kita tambah". Ucap Alfan sambil menyuapi Alfina lagi


"M-mas apa rasa pada rendang dagingnya ada yang kurang?". Tanya Alfina dengan hati-hati sambil menatap suaminya


Alfan menggeleng "Rasanya enak sekali dek, mas suka masakan kamu". Jawab Alfan dengan yakin


Alfina yang mendengar suaminya berkata demikian pun lantas tersenyum senang karena menurut suaminya masakannya itu enak "Terimakasih mas". Balas Alfina


"Sama-sama sayang". Imbuh Alfan sambil menyuapi Alfina lagi


Setelah beberapa menit mereka melakukan sarapan pagi, sekarang mereka berdua sedang berada diperjalanan menuju kampus. Hari ini Alfan akan menjadi dosen akan tetapi jadwalnya tidak mengajar dikelas Alfina melainkan dikelas lain.


"Mas Alfina ke kelas dulu ya?". Ucap Alfina sambil mengambil tangan Alfan untuk ia salimi


Alfan mengangguk "Hati-hati, kalau ada apa-apa langsung hubungi mas". Jawab Alfan kemudian mengecup kening Alfina dengan lembut


"Assalamualaikum". Salam Alfina


"Waalaikumussalam". Jawab Alfan sambil tersenyum tipis melihat istrinya yang mulai berjalan menuju kelasnya


Saat memasuki kelasnya Alfina melihat Amel yang sudah berada disana menunggu dirinya sambil memainkan handphone dan sesekali melihat kedepan. Amel tersenyum lebar melihat kedatangan sahabatnya itu lantas ia berdiri kemudian menyambut Alfina dengan memberikan pelukan seperti biasanya.


"Assalamualaikum Na". Salam Amel sedikit berteriak


"Waalaikumussalam Mel". Jawab Alfina dengan lembut


"Kamu mau cerita apa Na?". Tanya Amel antusias


"Nanti aja Mel waktu kita dikantin, sekarang udah mau dimulai mata kuliahnya". Jawab Alfina pada sahabatnya itu

__ADS_1


Amel mengangguk "Oke na". Jawab Amel


Mereka berdua mengikuti kegiatan perkuliahannya dengan baik mulai dari awal sampai akhir menjelang pulang. Akan tetapi Alfina dan Amel tidak langsung kembali pulang karena mereka berdua akan membeli makanan dikanti sambil bercerita quality time berdua bersama dengan sahabat.


Kini mereka berdua sudah berada dikantin dan sudah memesan makanan untuk mengisi perut mereka setelah usai mengikuti kegiatan perkuliahan yang menguras banyak tenaga dan pikiran. Setelah ini nanti mereka akan mengajukan judul skripsi kepada pembimbing mereka masing-masing karena dospem Alfina dan Amel tidaklah sama.


"Jadi gimana na, apa yang ingin kamu ceritakan sama aku?". Tanya Amel tak sabaran


"Baiklah aku akan cerita sama kamu dan aku harap kamu tidak kaget". Jawab Alfina


"Oke". Balas Amel sambil menatap wajah sahabatnya itu


"Kamu tau kan kalau aku dulu punya seorang sahabat kecil laki-laki yang selalu aku panggil dengan sebutan kak Al, dan sahabat aku memanggil aku dengan sebutan Nana". Ucap Alfina


"Aku sudah berkali-kali cerita ini sama kamu Mel, dan kamu juga pasti tau kalau aku masih berharap bisa bertemu dengan sahabat kecil aku ini. Dan sekarang aku sudah bertemu kembali dengan sahabat semasa kecil aku yang selalu aku rindukan dan ceritakan sama kamu". Terang Alfina


"Dan kamu tau sahabat kecilku itu siapa?". Tanya Alfina yang malah tebak-tebakan


"Hah, ya enggak tau dong na". Balas Amel dengan memutar bola matanya


"Sahabat kecilku itu adalah pak Alfan suamiku". Kata Alfina yang membuat Amel melototkan matanya


"APA?". Pekik Amel dengan keras


"Kamu serius?". Tanya Amel pada Alfina


Alfina mengangguk yakin "Aku serius Mel, mana pernah aku bohong sama kamu". Jawab Alfina


"Berarti selama ini kamu sudah berada didekat sahabat kamu sendiri". Kata Amel


"Dan lebih mengejutkannya lagi sahabat semasa kecil kamu adalah suami kamu sendiri". Lanjut Amel sambil tertawa


"Kamu taunya kapan na?". Tanya Amel


"Kemarin malam aku dikasih tau sama mas Alfan, beliau menunjukkan gelang couple yang sama dengan yang selalu aku pakai ini". Jawab Alfina sambil memperlihatkan gelang couple yang dipakainya kepada Amel sahabatnya


"Maa Syaa Allah takdir Allah begitu indah Na, aku turut bahagia karena kamu sudah menemukan kembali sahabat serta cinta pertama kamu". Ucap Amel sambil tersenyum kearah Alfina


"Alhamdulillah, aku bersyukur karena Allah telah mengijabah doa-doa aku selama ini". Balas Alfina

__ADS_1


Amel bangkit kemudian memeluk sahabatnya itu dari samping, ia selalu sayang dengan alfina. Karena bagi Amel sahabatnya itulah yang selama ini menuntun dirinya berhijrah agar menjadi perempuan shalihah dan seorang muslimah yang baik agar kelak ketika dirinya sudah menikah bisa menjadi seorang istri yang taat kepada suaminya dan menjadi ibu yang baik kepada anak-anaknya. Ia sangat bersyukur memiliki seorang sahabat yang selalu mengingatkan dirinya pada hal-hal kebaikan dalam agama Islam.


__ADS_2