
Pagi ini Alfina menyiapkan baju kerja untuk suaminya yang akan berangkat ke kantor. Ia tadi sudah membantu sang umi memasak didapur jadi ia sekarang ia sedang berada dikamar untuk membantu suaminya bersiap. Sedangkan Alfan masih berada didalam kamar mandi setelah pulang dari kegiatan joggingnya.
Ceklek ...
Alfan keluar hanya menggunakan handuk yang sebagian tubuhnya kemudian berjalan mendekati sang istri untuk mengambil bajunya. Alfan menatap Alfina dengan tatapan yang lekat lalu menyuruh Alfina untuk mengacungkan baju kemejanya. Ia merapatkan tubuhnya dengan sang istri supaya lebih berdekatan. Setelah itu Alfina menyisir rambut suaminya dengan rapi.
"Dek pasangin dasinya mas sekalian". Kata Alfan menatap istrinya
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Alfina memasangkan dasi suaminya dengan telaten, setiap hari ia selalu menyiapkan dan melayani suaminya dengan baik supaya ia juga mendapatkan pahala jika berbakti kepada seorang suami. Setelah selesai Alfina mengajak Alfan untuk turun karena akan sarapan pagi bersama dengan abi Lukman dan umi Laila.
"Selamat pagi umi abi". Sapa Alfina pada mereka
"Pagi sayang". Balas umi Laila dan abi Lukman bebarengan sambil tersenyum manis menatap Alfina dan Alfan
"Sarapan dulu sayang". Kata sang umi
"Ya umi". Jawab Alfina sambil menganggukkan kepalanya
Alfina mulai mengambil piring kemudian mengambil nasi lalu bertanya kepada suaminya "Mas mau pakek lauk apa?". Tanyanya
"Apapun yang adek ambil pasti mas makan". Jawab Alfan sambil menatap Alfina
Umi Laila dan abi Lukman yang mendengar putranya berbicara seperti itu dengan istrinya lantas tersenyum lebar karena memang mereka berdua saling mencintai dan menyayangi terlebih cinta Alfan kepada Alfina sangatlah tulus sehingga sikap Alfan ketika bersama dengan Alfina akan lembut dan penuh kasih sayang, akan tetapi berbeda lagi kalau sedang berada diluar rumah maka Alfan akan bersikap cuek, dingin, dan irit bicara.
Setelah selesai sarapan pagi Alfan bergegas menuju mobilnya begitu pula Alfina yang mengantarkan suaminya kedepan sambil membawakan jas untuk suaminya. Alfan membalikkan badannya ke arah Alfina kemudian ia menyalimi tangan Alfan lalu dibalasnya dengan mencium kening Alfina lembut.
"Mas berangkat ya sayang, nanti kalau ada apa-apa telfon mas". Ujar Alfan pada Alfina
"Baik mas". Jawab Alfina sambil tersenyum
Setelah suaminya berangkat kerja, Alfina segera masuk kedalam rumah kemudian membantu umi Laila membersihkan meja makan dan mencuci piring. Awalnya umi Laila sudah melarang Alfina mengerjakan pekerjaan rumah akan tetapi Alfina tetap keukeh ingin membantu dirinya.
"Terimakasih sayang, sekarang kamu santai dulu ya. Jangan sampai kecapekan karena kamu lagi mengerjakan skripsi nak, jadi harus fresh dan happy biar semangat". Kata umi Laila pada Alfina
"Ya umi, terimakasih sudah perhatian dengan Alfina". Balas Alfina sambil tersenyum kepada umi Laila
"Sama-sama sayang". Jawab umi Laila
Alfina menuju ruang tengah, ia menonton tv karena hari ini ia sedang tidak mood mengerjakan skripsinya karena biasanya ia akan melanjutkan mengerjakannya pada malam hari ditemani suaminya didalam kamar. Ia mengambil kue cookies diatas meja kemudian memakannya. Umi Laila selalu menyediakan cookies karena sang umi tau bahwa Alfina sangat menyukai kue itu.
Tak lama kemudian sang umi menghampiri Alfina yang sedang asyik memakan kuenya itu serta kedua matanya fokus melihat sinetron yang ditampilkan pada televisi. Umi Laila tersenyum menatap menantunya yang polos dan lugu itu. Ia mengelus kepala Alfina dengan sayang dan menatap Alfina dengan lembut.
"Eh umi". Ucap Alfina kaget karena umi Laila berada didekat dirinya
__ADS_1
"Maaf umi, Alfina fokus melihat televisi jadi enggak tau kalau umi duduk disini". Kata Alfina dengan menunduk kemudian menaruh toples cookies yang tadi sedang dipegangnya. Ia malu karena umi Laila melihat dirinya yang asyik makan dan nonton, ia takut kalau tidak bersikap sopan dengan sang mertua.
"Tidak apa-apa sayang". Jawab umi Laila
"Kenapa cookies nya ditaruh nak?". Tanya umi Laila
"Ehm gapapa umi". Jawab Alfina sedikit kikuk
"Makan saja sayang tidak apa-apa, umi cuman mau menemani kamu nonton". Balas umi Laila
Alfina mengangguk "Ya umi". Jawab Alfina sambil tersenyum
Setelah beberapa saat ketika menonton, Alfina bertanya kepada sang umi "Umi". Panggil Alfina
"Ya sayang". Jawab umi Laila sambil menoleh menatap menantunya
"Ini cookies nya umi yang buat?". Tanya Alfina pada umi Laila
Umi Laila mengangguk "Ya sayang itu cookies umi yang buat". Jawab umi Laila
"Cookies nya enak umi". Kata Alfina pada umi Laila
"Besok kalau habis umi akan buatin kamu lagi, kebetulan suamimu juga suka dengan kue itu". Ujar umi Laila
"Ya sayang". Jawab umi Laila
"Ehm kalau umi buat cookies lagi, cookies nya buat Alfina saja ya umi. Mas Alfan jangan dikasih, soalnya Alfina suka banget sama kue yang satu ini. Kalau mas Alfan dikasih pasti jatah punya Alfina juga akan dimakan nanti". Kata Alfina sambil menatap uminya
Umi Laila terkekeh mendengar penuturan dari menantunya, kenapa istri dari putranya ini begitu lucu dan menggemaskan sekali. Umi Laila senang dan bahagia putranya menikah dengan perempuan yang menjadi sahabat semasa kecilnya dulu.
"Kenapa begitu nak, dia juga suamimu?". Tanya umi Laila sedikit menjahili Alfina
"Jangan umi, ini kue kesukaan Alfina dan Alfina tidak suka berbagi. Janji ya umi jangan dikasih buat mas Alfan?". Rengek Alfina
Umi Laila mengangguk "Ya sayang". Jawabnya seraya tertawa melihat Alfina
Ketika waktu menunjukkan pukul 11.30 Alfina akan mengantarkan makan siang kekantor suaminya. Ia sudah rapi menggunakan rok plisket hitam dipadukan dengan tunik yang didepannya ada hiasan pita besar bewarna khaki tidak lupa jilbab pashmina syar'inya. Alfina begitu cantik dan manis sekali dengan pakaian yang selalu syar'i setiap hari.
"Umi Alfina berangkat dulu ya kekantornya mas Alfan?". Ucap Alfina pada umi Laila
"Ya sayang hati-hati, diantar sama pak Marsan kan?". Tanya umi Laila
Alfina mengangguk "Ya umi". Jawab Alfina
"Assalamualaikum". Salam Alfina
__ADS_1
"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila
Alfina segera menuju kedepan rumah dimana pak Marsan sudah menunggu dirinya untuk mengantarkannya kekantor sang suami. Ia membawa makan siang untuk Alfan karena tadi suaminya sempat meminta dirinya untuk datang ke kantornya sambil membawa makanan.
Setelah lima belas menit Alfina sudah berada dikantor suaminya, ia masuk kemudian menyapa resepsionis yang juga sedang menatapnya. Alfina yang murah senyum dan humble sehingga disegani oleh para karyawan suaminya.
"Bu Alfina silahkan langsung masuk kedalam ruangan pak Alfan, karena beliau sudah menunggu kedatangan anda". Kata resepsionis kepada Alfina sambil tersenyum
"Baik terimakasih mbak". Jawab Alfina dengan senyum manisnya
"Oh ya panggil mbak saja ya, jangan panggil saya dengan sebutan bu". Lanjut Alfina
"Baik mbak". Balas resepsionis seraya terkekeh
Alfina segera pergi menuju ruangan suaminya, ketika sudah sampai didepan pintu ia tidak langsung masuk karena itu adalah tindakan yang tidak sopan. Ia mengetuk pintu ruangan suaminya dengan pelan sambil mengucapkan salam.
Tok... Tok...
"Assalamualaikum". Salam Alfina
"Waalaikumussalam". Jawab seorang dari dalam
Alfan yang peka langsung saja membuka pintu tersebut kemudian menggiring istrinya untuk masuk dan duduk disofa yang ada diruangannya. Ia tersenyum manis menatap Alfina yang cantik sekali hari ini. Sedangkan Alfina yang merasa diperhatikan oleh suaminya hanya bisa menunduk dan tersenyum.
Kemudian Alfan membawa Alfina kedalam pelukannya seraya mengelus punggung istrinya dengan lembut. Ia bersyukur memiliki istri yang begitu baik dalam menyiapkan dan melayani segala keperluan dirinya yang selama ini ia butuhkan. Istrinya begitu shalehah sampai rela membawakan dirinya makan siang ke kantornya langsung.
"Mas makan dulu ya, pasti mas sudah lapar". Ucap Alfina pada suaminya
"Adek sudah makan?". Tanya Alfan
Alfina mengangguk "Sudah, tadi Alfina makan siang bersama dengan umi". Jawab Alfina sambil tersenyum manis
"Kalau begitu temani mas makan siang ya". Kata Alfan pada istrinya
"Ya mas". Jawab Alfina
Alfina memperhatikan suaminya yang sedang memakan makanannya, ia kagum melihatnya karena Alfan begitu tampan dan berwibawa dalam keadaan apapun. Ia sangat suka memandangi wajah suaminya ketika selesai berwudhu dan sehabis bangun tidur. Kemudian ia tidak sengaja melihat dahi suaminya yang penuh keringat lalu dengan cepat ia mengambil tissue dan mengelap nya dengan pelan.
"Maaf mas, biar mas tidak keringetan". Kata Alfina seraya mengelap dahi Alfan yang penuh keringat. Alfan yang mendapat perlakuan seperti itu oleh istrinya lantas tersenyum lebar sambil menikmati makannya
"Terimakasih sayang". Kata Alfan ketika Alfina sudah selesai mengelap dahinya
"Sama-sama mas". Jawab Alfina
Akhirnya Alfina menunggu suaminya sampai selesai bekerja, karena sang suami meminta dirinya untuk menunggunya didalam ruangannya. Jadi Alfina hanya bisa menuruti perkataan dari suaminya supaya sang suami juga bersemangat dalam bekerja.
__ADS_1