Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 12


__ADS_3

Setelah mengantarkan mahasiswinya itu pulang, kini Alfan berada di kamarnya untuk istirahat karena besok ia akan berangkat menuju kantor untuk menghadiri meeting yang akan bekerja sama dengan perusahaannya.


"Siapa kamu sebenernya?". Monolog Alfan dalam hati


Alfan masih memikirkan kejadian tadi dimana ia mengantarkan mahasiswinya itu pulang dan ia lebih terkejut ternyata tempat tinggalnya berada di panti asuhan.


"Astaghfirullahaladzim". Gumam Alfan


Alfan kembali beristighfar kala mengingat Alfina, tidak biasanya ia seperti ini yang terus memikirkan perempuan yang bukan mahramnya. Sampai ketukan pintu yang menyadarkan Alfan dari keterdiamannya.


Tok ... Tok ...


"Assalamualaikum sayang". Salamnya


"Waalaikumussalam umi". Jawab Alfan yang tau kalau itu adalah uminya


"Ada apa umi?". Tanya Alfan


"Sayang tadi Alfina kamu antarkan sampai rumahnya kan?". Tanyanya


Alfan mengangguk "Ya umi". Balas Alfan


"Alhamdulillah, putra umi memang baik dan sholeh". Paparnya


Alfan menatap uminya dengan serius kemudian bertanya "Umi apakah mahasiswi Alfan tadi yang akan umi jadikan sebagai calon istri Alfan?" Tanya Alfan serius


Umi Laila tersenyum "Kalau kamu bersedia untuk menjadi calon suaminya, umi akan bahagia nak. Tapi kalau kamu masih ragu dan bimbang coba kamu minta petunjuk dulu sama Allah. Umi tidak akan memaksa kamu. Kamu tau kan kalau Alfina itu adalah gadis yang shalehah dan lemah lembut. Umi berharap dia yang akan menjadi menantu umi". Jelas umi Laila sambil menatap putranya


"Akan Alfan usahakan umi". Jawab Alfan


"Alhamdulillah, semoga kalian berdua memang beneran berjodoh ya sayang". Kata umi Laila


"In Syaa Allah umi". Balas Alfan


"Kalau begitu umi keluar dulu ya sayang, kamu segera istirahat jangan begadang. Jaga kesehatan ya nak". Ucap umi Laila perhatian


"Ya umi". Jawab Alfan


Setelah mengobrol dengan uminya tadi lantas Alfan segera membaringkan tubuhnya dikasur. Ia tidak boleh terus-menerus memikirkan tentang mahasiswinya tadi. Jika memang dirinya dan Alfina berjodoh, Alfan berharap agar diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah untuk menjadikan Alfina sebagai istrinya kelak.


Pagi telah tiba, dimana semua orang akan melakukan aktivitasnya masing-masing untuk memulai hari mereka menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Begitu juga dengan Alfan yang saat ini sedang bersiap menuju kantornya. Ia segera turun untuk sarapan pagi bersama dengan kedua orangtuanya.


"Sayang sarapan dulu nak". Ujar umi Laila


"Ya umi". Balas Alfan


Tak lama kemudian sang abi menghampiri mereka di meja makan dan turut duduk untuk sarapan pagi bersama.


"Mau ke kantor boy?". Tanya sang abi pada Alfan


"Ya bi". Jawab Alfan


"Hari ini abi juga akan ke kantor, kalau kamu butuh bantuan bilang sama abi boy?". Kata abi Lukman


"In Syaa Allah abi". Jawab Alfan

__ADS_1


Setelah sarapan pagi, Alfan bergegas pamit kepada kedua orang tuanya untuk segera berangkat ke kantornya. Supaya ia tidak sampai telat dalam meeting pagi ini. Alfan selalu menerapkan kedisiplinan yang tinggi dan berusaha untuk selalu tepat waktu.


"Alfan pamit berangkat ke kantor dulu". Ucap Alfan seraya berdiri untuk salim kepada umi dan abinya


"Hati-hati ya sayang, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya". Nasihat sang umi


"Baik umi". Jawab Alfan


"Assalamualaikum". Salam Alfan


"Waalaikumussalam". Jawab abi dan umi


***


Pagi ini Alfina akan menghabiskan waktunya di panti untuk bermain bersama dengan adik-adiknya. Hari ini ia tidak berangkat menuju kampus dikarenakan tidak ada mata kuliah yang diajarkan. Akhirnya ia akan memutuskan untuk menemani adik-adiknya saja sebelum mereka berangkat ke sekolah masing-masing. Nanti siang ia juga akan berangkat kembali berangkat kerja setelah kemarin izin cuti selama satu hari.


"Assalamualaikum bunda". Salam Alfina ketika ia memasuki dapur dan melihat ada bunda Nila disana


"Waalaikumussalam sayang". Jawab bunda Nila


"Bun biar Alfina bantuin ya?". Kata Alfina


"Ya sayang, kamu potong-potong dulu ya sayurnya?". Ucap bunda Nila


"Ya bunda". Jawabnya


Setelah memasak dengan bundanya, kini Alfina beralih ke kamar salah satu adiknya guna membantu mereka mengenakan seragam sekolahnya.


"Assalamualaikum sayang". Salam Alfina ketika memasuki kamar adik-adik panti


"Hari ini pada mau berangkat sekolah kan?". Tanya Alfina


"Ya kakak". Jawab mereka bertiga


Kenapa bertiga? Karena yang lainnya sudah pada remaja dan memasuki sekolah jenjang SMP, jadi mereka bisa bersiap diri dengan baik dan mandiri.


"Sini biar kakak bantu pakaikan". Kata Alfina ketika ia melihat salah satu adik panti perempuan yang sedang kesusahan menggunakan baju seragamnya


Alfina membantu mereka dengan sangat telaten dan lemah lembut. Ia sangat menyukai anak kecil jadi tak heran kalau ia pandai mengurusnya.


"Sudah selesai sayang, segera turun ke bawah buat sarapan ya. Tadi kakak sama bunda sudah memasak". Kata Alfina pada mereka


"Ya kakak". Jawab mereka kompak


Sungguh, mereka begitu menggemaskan menurut Alfina, mereka masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah di sekolah samping rumah panti asuhan. Ia bersyukur dikelilingi oleh orang-orang baik seperti saat ini.


Setelah mengurus adik-adiknya tadi, Alfina segera pergi menuju meja makan untuk menyiapkan mereka sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolahnya masing-masing.


"Dihabisin ya sayang". Kata Alfina lembut


"Ya kakak". Jawab salah satu dari mereka


Ketika sudah selesai sarapan pagi mereka pergi ke sekolahnya masing-masing sementara Alfina membantu sang bunda untuk membersihkan meja makan dan mencuci piring. Ia harus selalu membantu bundanya jikalau dirinya tidak sibuk seperti saat ini.


"Bun biar Alfina yang nyuci piringnya". Kata Alfina

__ADS_1


"Kamu gak capek nak?". Tanya bunda Nila


"Tidak bunda, Alfina seneng bisa bantu bunda". Jawab Alfina


"Yasudah nanti kalau butuh bantuan bilang sama bunda ya?". Ujar bunda Nila


"Baik bunda". Jawab Alfina seraya tersenyum


Setelah menyelesaikan nyuci piringnya, kini Alfina sedang membantu bundanya untuk menanam bunga disekitaran halaman panti dikarenakan jam kerjanya masih nanti siang jadi Alfina harus membantu bundanya terlebih dahulu.


Alfina ikut menanam bunga disamping bunda Nila dengan membawa air dan pot bunga yang sudah dibeli kemarin dan sekaranglah waktu yang tepat untuk menanam bunga bersama dengan bunda Nila.


"Sayang yang kemarin itu dosen kamu ya?". Tanya bunda Nila


"Ya - ya bunda, yang kemarin memang dosennya Alfina". Ucapnya


Bunda Nila tersenyum menatap Alfina dengan pandangan yang seksama. Ia paham betul bagaimana sosok gadis yang sudah diasuhnya sedari kecil itu hingga sampai dewasa ini.


"Nak Alfan itu sebulan sekali selalu berkunjung kesini sayang, beliau lah yang selalu membantu kebutuhan adik-adik panti". Kata bunda Nila


"Kok Alfina baru tau bunda?". Tanya Alfina


"Karena selama ini kamu selalu sibuk sayang, habis dari kampus langsung bekerja, terus pulang kerja langsung bunda suruh istirahat kan?". Jawab bunda Nila


Alfina mengangguk "Ya bunda, maaf kalau Alfina jarang sekali bantu bunda buat ngurus adik-adik panti". Kata Alfina sedih


"Tidak apa-apa sayang, justru bunda yang minta maaf karena kamu harus bekerja setiap hari padahal bunda sudah melarang, bunda takut kamu kecapekan nak". Jawab bunda Nila


"Bunda tidak salah kok, ini murni dari kemauan Alfina sendiri buat kuliah sambil bekerja. Karena Alfina tidak mau merepotkan bunda". Balas Alfina


"Ngomong-ngomong nak Alfan tampan ya nak?". Ucap bunda Nila tiba-tiba


Alfina yang mendengar sang bunda bertanya seperti itu lantas memalingkan wajahnya ke samping sambil menanam bunga yang ada dihadapannya. Setiap kali membahas dosennya itu Alfina selalu gugup dan salting.


"Karna kan laki-laki bunda, kalau cantik mesti perempuan". Jawab Alfina asal


"Ya bunda tau sayang, semoga suatu saat nanti kamu dipersatukan sama orang yang diam-diam kamu kagumi ya sayang?". Lontar bunda Nila tersenyum


"Bunda". Rengek Alfina


"Aamiinin dong sayang". Ucap bunda Nila


"Ya bunda Aamiin". Kata Alfina seraya memeluk bunda Nila dari samping


Jika berdua bersama dengan bunda Nila seperti saat ini, Alfina akan berubah menjadi gadis yang manja. Karena bunda Nila sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri. Jadi Alfina sudah terbiasa bersikap seperti itu dengan sang bunda. Sebaliknya bunda Nila juga senang bila anak-anaknya manja terhadap dirinya.


"Kurang sedikit lanjutin dulu ya sayang". Kata bunda sambil menunjuk bunga yang tinggal sedikit untuk ditanam


"Ya bunda". Jawab Alfina


"Ayo biar bunda bantu biar cepat selesai". Ucap bunda Nila


"Ya bunda". Jawabnya


Akhirnya kegiatan Alfina dan bundanya sudah terselesaikan dan sekarang mereka masuk ke dalam panti untuk istirahat sejenak. Begitu juga dengan Alfina nanti yang akan kembali bekerja saat pukul dua sore.

__ADS_1


__ADS_2