Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 31


__ADS_3

Pagi ini setelah sarapan Alfan dan Alfina akan mengunjungi ayah Norman dan bunda Nila karena hari ini adalah weekend jadi mereka berdua akan bermain kesana. Besok ia dan juga suaminya akan kembali ke aktivitas masing-masing karena ia dan Alfan hanya diberi cuti selama lima hari.


Saat ini mereka sedang bersiap-siap didalam kamar dan akan berangkat pada pukul delapan pagi. Karena weekend jadi pasangan suami istri tersebut melakukan aktivitasnya dengan santai sambil menikmati momen berdua disaat mereka sudah menjadi pasangan yang halal seperti saat ini.


"Adek kamu sudah siap?". Tanya Alfan saat melihat Alfina yang masih duduk didepan meja rias


"Sudah mas". Jawab Alfina


Alfan menghampiri Alfina kemudian mengelus kepalanya lembut sambil memberinya kecupan di kening dan kedua pipinya. Alfina yang diperlakukan seperti itu sudah dipastikan pipinya akan memerah seperti kepiting rebus.


"Kenapa adek?". Tanya Alfan ketika melihat Alfina yang hanya diam saja


Alfina menggeleng "Ti-tidak apa-apa mas". Jawab Alfina


Jujur jantung Alfina berdebar kala dekat dengan suaminya seperti ini. Ia masih tidak menyangka kalau laki-laki yang selalu ia doakan dan idam-idamkan telah menjadi pendamping hidupnya sekarang. Alfina merasa beruntung karena memiliki sosok suami yang shaleh dan bertanggungjawab.


"Adek ada yang kamu pikirkan?". Tanya Alfan kepada istrinya


"Mas". Panggil Alfina


"Ya". Balasnya


"Aku ingin mengunjungi makam alm ayah dan bunda, apakah mas mengizinkan aku untuk pergi kesana?". Ucap Alfina dengan pelan karena takut bila suaminya tidak memberikannya izin


"Boleh dek asalkan sama mas". Jawab Alfan sambil memegang bahu Alfina


Alfina berkaca-kaca, biarlah ia keliatan cengeng dihadapan suaminya. Karena ia sangat merindukan ayah dan juga bunda kandungnya yang sudah meninggal. Ingin rasanya Alfina bertemu dengan mereka lalu memeluknya dengan erat sambil mengatakan bahwa ia sangat merindukan dan tidak mau berpisah dengannya.


"Terimakasih mas". Ucap Alfina lirih


Alfan melihat istrinya yang sendu, ia tau mungkin istrinya itu sangat merindukan kedua orangtuanya. Ia akan berusaha untuk selalu membahagiakan Alfina dengan caranya sendiri.


"Nanti sebelum berangkat ke panti asuhan kita ke makam ayah dan bunda, mas yang akan mengantarkan kamu sekalian mas juga mau berziarah kesana". Kata Alfan


"Jangan bersedih dek mas tau perasaan kamu, jangan khawatir disini ada mas yang selalu mendampingi kamu". Lanjut Alfan seraya memeluk Alfina

__ADS_1


Alfina membalas pelukan dari suaminya kemudian berkata "Terimakasih mas sudah memilih aku untuk menjadi istrimu".


"Itu karena Allah sudah mentakdirkan kita untuk hidup bersama dek, membina hubungan rumah tangga sampai maut memisahkan kita. Dan In Syaa Allah kita akan bersama di Syurga-Nya kelak". Ucap Alfan


Alfan mengurai pelukannya kemudian mengusap kedua mata istrinya dengan lembut. Ia tidak mau jika istrinya bersedih karena terlalu memikirkan hal-hal yang membuat dirinya khawatir. Sebisa mungkin ia akan selalu membahagiakannya.


"Yasudah kita berangkat sekarang". Ujar Alfan


"Baik mas". Balas Alfina


Sampai dilantai bawah ada umi Laila yang sedang bersantai di ruang tengah, mereka berdua lantas menghampiri umi Laila untuk pamit.


"Sudah mau berangkat?". Tanya umi Laila


"Ya umi". Jawab Alfan singkat


"Yasudah kalian hati-hati ya, Alfan jaga istri kamu baik-baik". Pesan sang umi


"Ya umi tanpa umi suruh Alfan akan selalu menjaga Alfina dengan baik". Jawab Alfan sambil menyalami tangan uminya begitu juga dengan Alfina yang salim dengan umi Laila


"Assalamualaikum". Salam mereka berdua


Kini keduanya sudah berada didalam mobil menuju ketempat pemakaman umum dimana orangtua kandung Alfina dimakamkan disana. Mereka segera turun dari mobil kemudian masuk kedalam area makam.


"Assalamualaikum ayah bunda". Lirih Alfina ketika sudah sampai ditempat makam kedua orangtuanya


"Ayah bunda apa kabar, Alfina sekarang datang bersama dengan suami Alfina yang beberapa hari lalu kita melangsungkan akad pernikahan. Ayah bunda Alfina merindukan kalian berdua". Lirih Alfina dengan isakan kecil


Alfan mengusap bahu Alfina dengan lembut untuk menenangkannya kemudian berkata "Jangan menangis, kita berdoa untuk ayah dan bunda".


Alfina mulai menghentikan tangisnya kemudian mengikuti Alfan untuk membacakan doa yang ditujukan kepada kedua orangtuanya. Ia selalu bersedih ketika mengingat momen-momen indah bersama dengan kedua orangtuanya dulu.


Selesai berdoa Alfan memeluk Alfina dari samping kemudian mengecup pelipisnya dengan lembut.


"Ayah bunda izinkan saya untuk membahagiakan Alfina, In Syaa Allah saya akan berusaha untuk menjadi suami yang baik dan selalu mendampingi kemanapun dia pergi. Saya juga akan berusaha menjaganya dan memenuhi kebutuhannya karena dia adalah istri dan calon ibu dari anak-anak kita kelak". Ucap Alfan sebelum meninggalkan area pemakaman

__ADS_1


Alfina terharu dengan ucapan Alfan barusan, betap beruntungnya ia dipersunting oleh laki-laki yang selama ini banyak sekali diperebutkan oleh kaum hawa. Akan tetapi dirinyalah pemenangnya karena Alfan sudah menjadikannya istri dan calon ibu dari anak-anaknya kelak.


"Kita balik sekarang ya dek karena kita akan berkunjung ke panti asuhan". Ucap Alfan kepada Alfina


Alfina mengangguk "Ya mas".


Mereka melanjutkan perjalanannya menuju panti asuhan dimana tempat ayah Norman dan bunda Nila berada. Alfina juga akan mengambil beberapa barangnya yang ada disana untuk dibawa kerumah mertuanya. Karena mereka berdua akan tinggal disana selama beberapa hari.


"Minum dulu dek". Perintah Alfan seraya memberi Alfina sebotol air putih yang berada didalam mobilnya


Alfina menerimanya kemudian meminum air putih itu setengah kemudian memberikannya lagi kepada Alfan. Alfan yang melihat air putih itu masih ada lantas meneguknya dengan sekali tegukan sampai habis tak tersisa. Alfina yang melihat itu semua melongo kenapa suaminya meminum air pada bekas minumnya, sampai habis tak tersisa pula.


"Kenapa?". Tanya Alfan ketika Alfina kepergok telah memandangi dirinya tanpa berkedip


"Tidak mas, ehm kenapa mas meminum air putih dibotol yang tadi Alfina minum?". Ucap Alfina dengan pelan


"Memangnya kenapa, itu adalah Sunnah Rasul. Rasulullah juga pernah meminum dibekas minum istrinya". Kata Alfan santai


Alfina mengangguk, kenapa pipinya terasa panas mendengarkan Alfan berkata seperti itu. Ia dan Alfan memang pasangan suami istri, akan tetapi Alfina masih belum terbiasa dengan sikap ajaib suaminya. Kalau diluar ia terlihat tegas dan dingin, tapi jika bersama dirinya dan keluarganya ia akan bersikap baik dan lemah lembut. Pikir Alfina


"Kita mampir ke supermarket dulu". Ucap Alfan


"Mas mau beli apa?". Tanya Alfina menoleh melihat Alfan


"Kita akan beli makanan dan minuman yang akan kita berikan kepada ayah bunda dan anak-anak di panti". Jawab Alfan


"Ya mas". Balas Alfina


Ketika sudah sampai supermarket Alfan dan Alfina segera turun dari mobil kemudian masuk dan memilih beberapa makanan untuk ia beli. Mereka berdua membeli beberapa makanan pokok seperti beras, daging, dan beberapa sayuran untuk dimasak di panti asuhan. Mereka juga membeli banyak makanan ringan, roti, susu yang akan mereka bagikan kepada anak-anak dipanti nanti.


Alfan dan Alfina memang pasangan suami istri yang suka berbagi kepada siapapun terutama kepada orang yang membutuhkan. Karena dengan berbagi In Syaa Allah rezeki kita akan berkah dan melimpah.


"Sudah lengkap semua?". Tanya Alfan kepada Alfina


Alfina mengangguk "Sudah mas".

__ADS_1


"Yasudah kita bawa kekasir". Ucap Alfan


Selesai membayar mereka berdua langsung menuju panti asuhan untuk bertemu dengan ayah Norman dan bunda Nila serta anak-anak yang ada disana. Betapa bahagianya Alfina bisa bertemu kembali dengan orangtua yang selama ini sudah menjaga dan merawatnya sampai ia dewasa seperti saat ini.


__ADS_2