
Pagi harinya Alfina sudah berada dikampus dengan Amel sahabatnya, ia tadi diantar oleh suaminya karena hari ini tidak mengajar ke kampus melainkan ke kantornya. Alfina berencana kalau sepulang dari kampus nanti ia akan ke panti asuhan untuk menemui bunda Nila dan adik-adiknya yang lain, dikarenakan ayah Norman sudah kembali bekerja diluar kota dan hanya pulang setiap dua minggu sekali.
"Na sepulang dari kampus kamu mau kemana?". Tanya Amel random
"Mau pulang Mel". Jawab Alfina
"Nggak mau jalan-jalan dulu sama aku?". Ucap Amel pada Alfina
"Nanti aku berencana kepanti asuhan karena aku sudah rindu dengan bunda Nila dan anak-anak yang ada disana". Kata Alfina
"Aku ikut, kalau gitu kita kesana barengan". Balas Amel sedikit ngegas
"Kamu enggak sibuk Mel?". Tanya Alfina karena takut kalau sahabatnya itu sibuk dan terpaksa ikut dirinya kepanti asuhan
"Ya enggak dong Alfina sayang, kalau aku sibuk gak bakalan mungkin buat ikut sama kamu. Jadi tenang aja, semua tugas-tugas kuliah sudah aku selesaikan tadi malam". Jawab Amel dengan dengan wajah yang dibuat serius
"Baiklah". Balas Alfina
Sekitar satu jam lebih kelas mereka diajar oleh dosen mata kuliah pagi ini, sekarang Alfina dan Amel berada dikantin untuk membeli sekedar membeli minuman sambil mengobrol mengenai dosen pembimbing.
"Mel dosen pembimbing kamu siapa?". Tanya Alfina setelah meminum jus nya
"Pak Johan". Jawab Amel singkat
"Kenapa, oh ya dosen pembimbing kamu pasti pak Alfan kan suami kamu sendiri". Lanjut Amel sedikit keras
Alfina mengangguk menanggapi ucapan Amel, apa yang dibilang oleh sahabatnya itu memang benar kalau dosen pembimbingnya dalam membuat skripsi adalah pak Alfan yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri.
"APA BENERAN?". Tanya Amel ngegas
"Shut jangan teriak-teriak Mel, enggak baik tuh dilihatin banyak mahasiswa kan?". Peringat Alfina pada Amel
"Jadi gimana, beneran?". Tanya Amel lagi
"Ya dosen pembimbing aku adalah pak Alfan". Jawab Alfina sambil memelas
"Terus kenapa kamu sedih dan murung kayak gitu, harusnya kamu senang karena dospem kamu adalah suami kamu sendiri". Kata Amel
"Eh tapi aku dengar-dengar kata kakak tingkat yang dulunya dospemnya pak Alfan, waktu bimbingan akan dipersulit sama beliau secara kan beliau itu salah satu dosen terkiller dikampus ini". Lanjut Amel pada sahabatnya
"Masa beliau tega sama mahasiswinya sendiri". Ucap Alfina
"Ya memang kenyataannya seperti itu na". Jawab Amel
"Yaudahlah Mel enggak papa". Kata Alfina pasrah
__ADS_1
"Tapi kalau sama kamu mungkin beda kali ya na, soalnya kan kamu istrinya. Mana tega beliau mempersulit skripsi kamu". Ucap Amel
"Ya mudah-mudahan kita semua diberi kelancaran dalam menyusun skripsi". Kata Alfina
"Aamiin". Balas Amel
"Eh na, kamu sudah minta izin sama bapak dosen Alfan?". Ucap Amel kepada Alfina
Alfina mengangguk seraya berkata "Sudah Mel, kemarin malam aku sudah meminta izin sama mas Alfan". Jawab Alfina
Setelah berbincang mereka bergegas pergi menuju panti asuhan untuk menemui bunda Nila dan anak-anak panti disana, Alfina dan Amel sebelumnya sudah berbelanja berbagai makanan di supermarket untuk ia bawa ke panti asuhan sebagai buah tangan dari mereka berdua.
Sekitar dua puluh lima menit perjalanan, akhirnya mereka sudah sampai didepan halaman panti asuhan, kemudian mereka segera turun untuk mengambil belanjaan di bagasi mobil lali berjalan masuk kedalam panti asuhan.
"Assalamualaikum". Salam Alfina dan Amel bebarengan
"Waalaikumussalam". Jawab dari dalam rumah
"Maa Syaa Allah kalian yang datang ternyata, ayo masuk nak silahkan duduk dulu kalian habis dari kampuskan pasti capek". Kata bunda Nila sambil menggiring mereka masuk kedalam
Alfina dan Amel menyalimi tangan bunda Nila, kemudian bunda Nila memeluk mereka satu-persatu. Ketika memeluk Alfina bunda Nila dibuat berkaca-kaca, karena semenjak menikah Alfina ikut tinggal bersama dengan suami dan mertuanya. Jadilah ia sempat kehilangan putri kecil yang sudah ia asuh sejak kecil sampai putrinya itu dipersunting oleh seorang laki-laki yang tak lain adalah dosennya sendiri.
"Sayang tadi kamu sudah minta izin sama suamimu?". Tanya bunda Nila pada Alfina
"Yasudah kalian berdua makan siang dulu ya, habis itu kita ngobrol lagi". Kata bunda Nila
"Baik bunda". Jawab mereka berdua kompak
Mereka berdua berjalan menuju meja makan disamping dapur, ketika sudah sampai mereka melihat ada banyak sekali makanan yang disajikan yang tadinya telah dimasak oleh bunda Nila dan bibi. Alfina tersenyum senang saat melihat ada salah satu makanan favoritnya di meja makan. Ia segera mengambil piring dan sendok lalu mengisinya nasi dan lauk pauk.
"Makan yang banyak sayang". Kata bunda Nila pada Alfina
"Ya bunda". Jawab Alfina sambil tersenyum
"Amel dimakan nak, bunda sengaja masak banyak agar kalian senang dan doyan makan". Ucap bunda Nila
Hari sudah sore kini Amel pamit untuk kembali pulang kerumahnya, sedangkan Alfina ia akan dijemput oleh Alfan karena tadi suaminya itu berpesan bahwa jangan pulang dulu sebelum ia sendiri yang menjemputnya. Jadilah ia sekarang sedang menungggu suaminya sambil memakan camilan yang ada dimeja ruang tamu rumah panti.
"Assalamualaikum". Salam Alfan saat sudah berada didepan pintu rumah
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina sambil menghampiri Alfan didepan
Alfina lantas mengambil tangan Alfan untuk ia cium kemudian dibalas kecupan dikening oleh Alfan. Ia tersenyum tipis melihat Alfina didepannya dengan mulut yang sedikit belepotan karena tadi Alfina memakan cake yang dibuat oleh bunda Nila untuk dirinya. Alfina menuntun Alfan untuk duduk di kursi sofa ruang tamu sambil menunggu kedatangan bunda Nila yang masih melaksanakan shalat dimusholla dekat panti.
"Kamu makan apa dek?". Tanya Alfan sambil tangannya membersihkan sisa-sisa coklat dipinggir bibir Alfina
__ADS_1
"Alfina makan ini mas". Jawab Alfina sambil menunjuk makanan yang sedang ia bawa
"Adek buat cake?". Tanyanya lagi
Alfina menggeleng kemudian berkata "Tadi dibikinin sama bunda buat Alfina". Ucap Alfina pada suaminya
"Mas sudah makan?". Tanya Alfina pada Alfan
"Belum, nanti kita beli makan diluar saja. Kalau memasak adek pasti capek". Kata Alfan sambil mengelus kepala Alfina
Alfina menganggukkan kepalanya "Ya mas". Jawabnya
"Gimana tadi pekerjaan mas". Tanya Alfina sambil melihat Alfan
"Alhamdulillah kerjaan mas selalu lancar karena berkat doa yang diberikan oleh istri mas". Jawab Alfan sambil tersenyum manis kearah Alfina
Alfan yang dibuat gemas dengan tingkah Alfina langsung saja ia memeluknya dengan erat dan menyandarkan kepalanya dibahu istrinya. Pulang dari kerja ia nampak kelelahan karena pekerjaan dikantornya yang cukup menguras tenaga dan pikiran membuatnya ingin sekali mendekap perempuan yang kini menjadi penyemangat dan pendamping hidupnya.
Alfan mengurai pelukannya kemudian menangkup wajah Alfina lalu mencium kedua pipi Alfina dengan lembut. Alfina yang diperlakukan seperti itu merasa kalau hatinya sedang berdebar dan pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus. Ia mendongak menatap suaminya yang masih saja memperhatikan dirinya.
"Mas kenapa lihatin aku begitu?". Tanya Alfina sesekali menunduk
"Karena adek cantik". Jawab Alfan singkat
Alfina semakin menundukkan kepalanya saat Alfan mendekatkan wajahnya, tanpa diduga Alfan mencium bibir Alfina dengan cepat kemudian Alfan tertawa geli saat melihat reaksi istrinya yang sangat menggemaskan.
Tak lama kemudian bunda Nila datang menghampiri mereka ketika sudah pulang dari shalat di musholla. Alfan lantas menyalami tangan bunda Nila dengan takdzim lalu kembali duduk disamping istrinya. Bunda Nila tersenyum manis melihat pemandangan didepannya karena putri asuhnya itu sudah memiliki seorang suami yang sangat menjaganya dengan baik.
"Bunda kita pamit pulang dulu". Kata Alfan pada bunda Nila
"Tidak menginap saja nak?". Ucap bunda Nila
"Maaf bunda, besok Alfina ada kelas pagi dikampus. Kapan-kapan Alfina kesini lagi buat menemui bunda, sebenarnya Alfina masih kangen sama bunda".Jawab Alfina
"Tidak apa-apa sayang, kamu sekarang sudah menjadi istri, menghormati dan mentaati suami adalah nomer satu. Kamu wajib melakukan itu nak". Kata bunda Nila
Alfina mengangguk " Ya bunda". Jawab Alfina
"Kalau gitu kita pamit dulu bunda, In Syaa Allah kami akan kembali lagi kesini". Ucap Alfan
"Ya nak". Jawab bunda Nila
"Assalamualaikum". Salam mereka berdua
"Waalaikumussalam". Jawab bunda Nila
__ADS_1