Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 45


__ADS_3

Hari ini adalah hari weekend dimana Alfan berencana mengajak Alfina jalan-jalan ke mall sambil berbelanja kebutuhan rumah yang sudah mulai habis. Ia akan mengajak istrinya berlibur ke Bali jika liburan semester mendatang, karena sekarang ia dan istrinya masih sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing, apalagi Alfina sudah mulai menyusun skripsinya. Ia juga harus selalu memantau kesehatan istrinya dan mengatur pola makannya agar istrinya selalu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.


"Dek nanti jam sembilan kita belanja kebutuhan rumah sekalian jalan-jalan". Ucap Alfan ketika menghampiri Alfina yang sedang membersihkan meja makan


"Ya mas". Jawab Alfina


"Sini biar mas bantu". Ucap Alfan seraya mengambil alih piring kotor yang akan dibawa Alfina untuk ia cuci


"Terimakasih mas". Ucap Alfina sambil tersenyum manis kearah Alfan


Alfan membawa piring kotor tersebut ke wastafel kemudian membantu mencucinya supaya istrinya tersebut tidak kecapekan, karena dari tadi istrinya sudah mengerjakan pekerjaan rumah yang lumayan banyak.


Ketika sudah selesai mencuci piringnya kini Alfan dan Alfina bersiap diri untuk pergi jalan-jalan ke mall sembari membeli kebutuhan rumah yang sudah habis. Alfina cantik menggunakan gamis bewarna abu tua dengan hijab syar'i nya yang terpasang rapi dikepalanya. Sedangkan Alfan memakai kemeja yang senada dengan gamis milik Alfina serta celana hitam panjang yang menambah ketampanan pada diri Alfan.


Alfan menatap istrinya tak berkedip, ia memperhatikan istrinya mulai dari kepala hingga ujung kaki. Istrinya begitu cantik dan menawan serta polesan make up yang sedikit ketara membuat Alfan speechless karena selama ini istrinya itu selalu memakai make up yang natural. Alfina yang diperhatikan oleh suaminya lantas menunduk malu karena tatapan Alfan yang bisa membuat Alfina salting dibuatnya.


"Kamu cantik sekali dek". Ucap Alfan tepat dihadapan Alfina


Alfina mendongak dengan pipi yang memerah bak kepiting rebus menatap kearah suaminya yang sedang tersenyum manis dihadapannya. Ia kembali memalingkan wajahnya karena malu diperhatikan se intens itu oleh suaminya.


"Mas jadi tidak rela kalau kita jalan keluar dek". Kata Alfan


"Ke-kenapa mas?". Jawab Alfina dengan pelan


"Kamu begitu cantik dek, apalagi make up kamu yang sedikit ketara membuat mas tidak rela kalau kamu dipandang oleh laki-laki yang bukan mahram diluaran sana". Jawab Alfan sambil terus memperhatikan Alfina


Deg ...


"Ma-maaf kalau penampilan Alfina membuat mas tidak ridho untuk bepergian hari ini, kalau gitu biar Alfina hapus saja make up nya". Balas Alfina sambil berjalan menuju meja rias untuk memperbaiki lagi penampilannya


Alfan dengan segera meraih tangan Alfina dengan lembut kemudian mengajaknya duduk dipinggiran ranjang sambil berkata "Tidak usah dihapus dek, mas ridho kamu berpenampilan seperti ini. Kamu cantik selalu menggunakan baju apapun. Tapi mas akan melakukan satu hal sama kamu, tunggu sebentar". Ucap Alfan kemudian berdiri kearah meja rias dan mengambil beberapa lembar tissue


Alfan kembali duduk dihadapan Alfina sambil menghapus lipstik yang menempel pada bibir istrinya tersebut dengan pelan. Alfina yang diperlakukan seperti itu pun kaget dibuatnya, ia sama sekali tidak menyangka kalau sekarang telah memiliki seorang suami yang sikapnya posesif dan penuh perhatian kepada dirinya. Alfina mengerjabkan matanya melihat Alfan yang serius ketika membersihkan bibirnya dari olesan lipstik yang dipakainya tadi.


"Sudah". Kata Alfan singkat


Alfina menganggukkan kepalanya seraya menatap suaminya yang juga sedang menatapnya. Alfan mengelus kepala Alfina kemudian mencium kening istrinya dengan lembut.


"Kalau sudah siap kita berangkat sekarang". Ucap Alfan yang dijawab anggukan oleh Alfina


Mereka berdua masuk kedalam mobil untuk pergi jalan-jalan ke mall guna menyegarkan otak dari berbagai pekerjaan yang selalu datang dan tidak ada habisnya. Tapi dibalik itu semua ada kebahagiaan tersendiri untuk Alfan ketika melihat istrinya juga bahagia menikmati weekend minggu ini bersama dengan dirinya.

__ADS_1


Alfan menggandeng tangan Alfina dengan erat ketika akan masuk kedalam mall. Ia harus menjaga dan melindungi istrinya sebaik mungkin, karena suasana di dalam mall sekarang ini sangatlah ramai pengunjungnya.


"Kita mau kemana mas?". Tanya Alfina polos


"Adek maunya kemana?". Alfan malah bertanya balik kepada istrinya


"Kalau ada sesuatu yang mau adek beli silahkan, mas mengizinkan adek membeli apapun yang adek inginkan". Lanjut Alfan sambil menatap Alfina


"Terimakasih mas". Jawab Alfina dengan sopan


"Mas nanti belanja sayuran dan buah-buahan nya di supermarket yang kayak biasanya aja ya?". Kata Alfina pada Alfan


Alfan mengangguk "Ya adek". Jawab Alfan seraya tersenyum kepada istrinya


Alfina kembali mengedarkan pandangannya pada area mall, ia melihat bahwa hari ini pengunjung di mall sangat banyak sekali. Mungkin karena hari ini weekend jadi banyak orang yang libur dari pekerjaannya, mereka menghabis waktu bersama keluarga dengan jalan-jalan ke mall ini sambil membeli kebutuhan masing-masing yang diperlukan dan dibutuhkan.


"Adek mau beli apa hmm?". Tanya Alfan sambil mengelus pipi Alfina


"Alfina enggak tau mas". Jawab Alfina sambil menggelengkan kepalanya


Alfan dibuat gemas dengan tingkah istrinya yang menurutnya sangat lucu itu. Disaat kebanyakan perempuan yang jika diajak pergi ke mall sebagai tempat pusat perbelanjaan, mereka akan sangat antusias untuk membeli ini dan itu sesuai keinginan mereka masing-masing. Akan tetapi berbeda dengan istrinya yang ketika ditanya tidak tau ingin membeli apa. Alfan terkekeh geli melihat Alfina.


"Yasudah kalau ada yang ingin adek beli bilang sama mas". Ucap Alfan sambil terus menggenggam tangan Alfina seraya mengajaknya berjalan menyelusuri mall


Alfan memperhatikan istrinya yang sedari tadi hanya diam, ia mengikuti arah pandang Alfina yang matanya terus-menerus melihat sebuah boneka bewarna pink dengan karakter hello kitty itu didepannya.


"Mas". Panggil Alfina dengan pelan


"Ya". Jawab Alfan singkat yang membuat Alfina ragu untuk mengatakannya


"Ada apa hmm?". Tanya Alfan


"Alfina boleh beli boneka itu?". Tanya Alfina takut-takut sambil matanya menuju kearah boneka incarannya itu


Dari dulu ia sangat ingin memiliki boneka hello kitty yang ukurannya besar, walaupun dirinya dulu pernah bekerja dan menghasilkan uang akan tetapi sebagian uangnya itu ia belikan kebutuhan untuk adik-adik yang ada dipanti dan membantu bunda Nila belanja keperluan dapur selama berada disana. Sedangkan sisanya ia sisihkan untuk membayar biaya kuliahnya per semester agar ia tidak merepotkan bunda Nila dan ayah Norman yang selama ini sudah merawat dan mengasuhnya sejak kecil semenjak kedua orangtuanya meninggal dunia.


Alfan tersenyum manis menatap Alfina, kemudian ia menjawab "Semua yang jngin adek beli silahkan, mas tidak melarangnya, apapun itu barangnya asal bisa buat adek bahagia mas pasti mengizinkan". Jawab Alfan seraya mengelus lembut puncak kepala Alfina


"Terimakasih mas". Jawab Alfina tersenyum manis kepada suaminya


"Sama-sama sayang". Balas Alfan

__ADS_1


Alfina bergegas mengajak suaminya menuju tempat penjual boneka kesayangannya itu. Alfan membantu istrinya mengambil bonekanya yang lumayan berat karena ukurannya yang nampak lebih besar dari boneka lainnya. Alfina tersenyum ketika boneka itu berada dalam dekapannya, akhirnya ia bisa memiliki boneka kesayangannya yang selalu ia idam-idamkan dari dulu. Ia harus berterimakasih kepada suaminya yang mengizinkannya membeli barang seperti anak kecil ini. Alfina tertawa dalam hati


Setelah melakukan pembayaran, Alfan mengajak istrinya untuk makan siang di restoran yang ada didalam mall karena jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang jadi ia harus memperhatikan pola makan istrinya.


"Silahkan duduk dek". Ucap Alfan saat selesai menarik kursi yang akan ditempati oleh istrinya


"Terimakasih mas". Kata Alfina


"Sama-sama sayang, kamu mau pesan apa hmm?". Ujar Alfan kepada Alfina


"Samain saja sama mas". Jawab Alfina


"Baiklah". Balas Alfan


Setelah makan siang Alfan dan Alfina pulang dari mall kemudian segera menuju supermarket guna berbelanja bahan sayuran dan buah-buahan untuk persediaan atau stok dirumah. Umi Laila dan abi Lukman belum kembali pulang dari kota Surabaya, jadi sebisa mungkin Alfina belajar mengatur kebutuhan rumah tangga dengan sebaik mungkin agar terbiasa nantinya ketika ia dan suaminya pindah kerumah yang sudah dipersiapkan oleh Alfan jauh sebelum hari pernikahannya. Sekarang ini ia masih menuruti keinginan umi dan abi untuk tinggal sementara dirumahnya karena mertuanya itu ingin merasakan bagaimana rasanya jika memiliki anak perempuan seperti dirinya.


"Maaf ya mas kalau permintaan Alfina masih seperti anak kecil". Kata Alfina pada Alfan yang fokus menyetir mobilnya


"Tidak apa-apa sayang, asal bisa buat adek bahagia tidak masalah". Jawab Alfan sambil melihat sekilas kearah Alfina


"Karena dari dulu Alfina ingin sekali memiliki boneka itu, tapi baru sekarang kesampaian nya". Ucap Alfina sambil menunduk


Alfan tersenyum "Kalau ada lagi yang ingin adek beli bilang saja sama mas, In Syaa Allah mas bakalan turutin apa yang adek inginkan". Jawab Alfan


"Terimakasih banyak mas sudah mau menuruti keinginan Alfina". Kata Alfina terharu


"Tapi itu semua tidak gratis loh dek, kamu harus kasih hadiah buat mas". Kata Alfan yang membuat Alfina diam mendengarnya


"Alfina harus kasih hadiah apa sama mas?". Tanya Alfina bingung


Alfan menunjuk pipinya sambil sesekali menatap Alfina yang masih bengong memikirkan perkataannya. Lantas ia berkata kembali "Cium". Ucapnya singkat


"Hah?". Respon Alfina


"Adek enggak mau kasih hadiah buat mas?". Tanya Alfan lagi


"Jadi mas minta itu?". Ucap Alfina ketika sudah mulai paham maksud hadiah yang diinginkan oleh suaminya itu


Alfan mengangguk mantap sedangkan Alfina masih ragu untuk melakukan kontak fisik kepada suaminya, apalagi ini yang pertama kali dilakukan olehnya terlebih dahulu setelah menikah. Demi membuat suaminya bahagia ia ikhlas memberi hadiah itu.


Cup ...

__ADS_1


Alfina mencium pipi sebelah kiri Alfan dengan cepat kemudian ia memalingkan wajahnya dengan melihat keadaan jalanan dari jendela kaca mobil. Alfan tersenyum lebar saat pipinya mendapat ciuman dari istrinya. Ia menoleh sekilas kearah samping dimana istrinya itu masih menghindari kontak mata dengan dirinya mungkin ia masih malu dan ragu-ragu.


Alfan kembali fokus kedepan untuk menyetir mobilnya agar cepat sampai di supermarket dan berbelanja kebutuhan rumah bersama dengan istrinya. Ia bahagia memiliki seorang istri seperti Alfina, walaupun istrinya itu nampak dewasa akan tetapi dibalik itu semua ada hal kecil yang terselip dimana istrinya itu akan menunjukkan sifat seperti anak kecil ketika bersama dengan dirinya. Sehingga ia tau hal apapun yang diinginkan oleh istrinya dan ia akan berusaha untuk mewujudkannya supaya istrinya itu selalu dilimpahkan rasa kebahagiaan ketika hidup bersama dengan dirinya untuk selama-lamanya.


__ADS_2