
Sementara diruangan Alfan ada Angga sahabatnya yang menjabat sebagai sekretarisnya sedang mengerjakan berkas laporan bersama dengan dirinya. Ia akan pulang sekitar pukul delapan malam karena hari ini banyak sekali kegiatan yang menyita waktunya untuk istirahat. Jika ia pulang nanti pasti akan disambut oleh istri tercintanya dirumah, sungguh Alfan ingin segera pulang hari ini. Karena dengan melihat istrinya semua beban kerja dan lelahnya akan sirna begitu saja ketika hanya menatap istrinya tersenyum.
"Bro gue udah selesai, Lo mau balik duluan?". Tanya Angga ketika sedang merapikan berkas-berkas kerjanya
"Ya". Jawab Alfan singkat
"Oke, gue balik dulu kalau gitu. Salam buat umi dan abi, In Syaa Allah kalau ada waktu gue mau ketemu sama umi dan abi". Kata Angga
"Hmm nanti gue sampaikan". Balas Alfan
"Assalamualaikum". Salam Angga sambil berjalan keluar dari ruangan Alfan
"Waalaikumussalam". Jawab Alfan
Selesai shalat isya' diruangannya, Alfan bergegas pulang karena hari sudah malam. Ia juga tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya yang menggemaskan itu. Alfan akan memberitahu yang sebenarnya kepada istrinya jika mereka adalah sahabat semasa kecil ketika waktunya sudah tepat. Ia ingin tau bagaimana reaksi istrinya jika dirinya adalah kak Al nya dan dia adalah Nana nya. Alfan tersenyum tipis membayangkannya.
Ia segera mengemudikan mobilnya menuju rumah agar cepat bertemu dengan istrinya. Ia yakin kalau Alfina sudah menunggunya, karena sebelum pulang tadi ia mengabari istrinya kalau sudah dalam perjalanan pulang. Semenjak menikah dengan mahasiswinya itu Alfan jadi kelihatan lebih bahagia dan bersyukur karena memiliki sosok pendamping hidup yang shalehah.
"Assalamualaikum". Salam Alfan ketika memasuki rumah orangtuanya
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina dari dalam rumah
Alfina yang melihat suaminya pulang dari bekerja segera mengambil tangannya untuk ia cium kemudian mengambil alih jas nya yang tadinya hanya dibawa oleh Alfan. Ia mencium kening dan kedua pipi istrinya, Alfina yang mendapat kecupan dari suaminya lantas tersenyum manis melihatnya.
"Duduk dulu mas, biar Alfina ambilkan minum ya?". Ucap Alfina kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambilkan suaminya segelas air putih dingin kesukaan Alfan
Alfan mengangguk "Ya dek".
"Ini mas silahkan diminum dulu". Perintah Alfina sambil memberikan segelas air pada Alfan
Setelah menaruh gelasnya diatas meja, Alfan langsung menghadap Alfina sambil menatapnya dengan lembut. Lelah yang ia bawa dari kantor seketika meluap begitu saja saat melihat istrinya tersenyum dan menyambut kepulangan dirinya dengan tulus.
"Adek sudah makan?". Tanya Alfan sambil menyentuh tangan Alfina
Alfina menggeleng "Belum". Jawab Alfina
"Kenapa?". Tanya Alfan sembari mengelus kepala Alfina yang tertutup dengan jilbab khimarnya
"Karena Alfina menunggu mas". Jawab Alfina polos
Alfan tersenyum simpul sambil menatap Alfina dengan lekat, istrinya itu selalu berkata jujur dan apa adanya. Beruntungnya ia memiliki seorang istri yang sangat berbakti dan tulus menerima ia sebagai suami serta calon ayah untuk anak-anaknya kelak. Alfan berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu berusaha membuat Alfina bahagia dan bersyukur karena telah menikah dengannya.
"Yasudah mas mandi dulu, habis itu kita makan". Kata Alfan
"Baik mas". Jawab Alfina
__ADS_1
Mereka naik kelantai dua menuju kamarnya kemudian Alfina mempersilahkan suaminya untuk bersih-bersih badan, karena sebelum Alfan pulang tadi ia sudah menyiapkan keperluan mandinya dan mengambilkan baju ganti suaminya yang lebih santai.
"Mas mandi dulu ya, airnya sudah Alfina siapin". Ucap Alfina kepada Alfan
"Ya sayang terimakasih". Jawab Alfan sambil tersenyum manis kearah Alfina
Alfina yang mendapat panggilan sayang dari suaminya lantas menunduk malu dan tidak berani menatap balik tatapan dari suaminya yang sedari tadi memperhatikannya. Alfan yang melihat Alfina menunduk langsung mengangkat dagu Alfina dengan pelan sambil melayangkan ciuman dipelipis Alfina.
"Kenapa hmm?". Tanya Alfan sambil tersenyum jahil
"Jangan lihatin Alfina kayak gitu". Jawab Alfina lirih
"Kayak gimana hmm?". Tanya Alfan lagi sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Alfina
"Kayak gini?". Lanjut Alfan yang keningnya sudah menempel dengan kening Alfina
Alfina refleks mendorong dada suaminya dengan pelan agar wajahnya tidak terlalu dekat dengan dirinya. Ia menunduk malu karena sudah dipastikan bahwa pipinya sudah memerah akibat perlakuan manis dari suaminya itu.
"Yasudah mas mandi dulu, adek jangan kemana-mana". Titah Alfan sambil berdiri dari duduknya
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina sambil melihat suaminya
Sebelum berjalan ke kamar mandi Alfan mencuri ciuman dibibir istrinya dengan cepat kemudian ia berlari masuk kedalam kamar mandi sebelum istrinya itu malu dan kaget akan perlakuan dari dirinya barusan. Ia sangat suka menjahili dan menggoda Alfina hingga membuat kedua pipi milik istrinya itu bersemu merah.
Ceklek ...
Bunyi pintu kamar mandi terdengar itu artinya Alfan sudah selesai membersihkan badannya dan berjalan menuju ranjang untuk mengambil bajunya. Disana masih ada sang istri yang sedang duduk manis diatas ranjang sambil memainkan handphone nya. Alfan yang penasaran lantas melihat kegiatan istrinya itu yang sibuk membalas chat dari sahabatnya.
"Adek gak baik lho sibuk main hp didepan suaminya". Ucap Alfan sambil menatap Alfina
Alfina yang sadar langsung mendongak menatap Alfan yang lagi memakai kaos putih polosnya yang sudah ia siapkan tadi. Kenapa ia tidak tau kalau suaminya sudah keluar dari kamar mandi, mungkin dirinya terlalu fokus chattingan bersama dengan Amel sahabatnya.
"Maaf mas tadi Alfina balas chat dari Amel". Ucap Alfina dengan pelan karena takut dimarahi oleh suaminya
"Lagi bahas apa?". Tanya Alfan kepo
"Ehm Amel bilang kalau besok bakalan dikasih tau siapa dosen pembimbing buat skripsi nanti". Jawab Alfina apa adanya
"Oh gitu". Respon Alfan
"Kalau adek misalnya dapat pembimbing skripsinya adalah mas, gimana tanggapan adek?". Tanya Alfan pada Alfina
"Alfina meminta ganti dospem nya, ehh". Ceplos Alfina tanpa sadar kemudian menutup mulutnya
Alfan menyipitkan kedua matanya menatap Alfina, ia tidak menyangka akan respon dari istrinya itu. Tapi ia juga senang karena ia akan mencoba menjahili istrinya lagi yang tadi keceplosan berbicara masalah dosen pembimbing dengan dirinya.
__ADS_1
"Kenapa minta diganti?". Ucap Alfan dengan raut wajah yang dibuat tegas
Alfina yang ditanya lantas bingung dan gelagapan ketika mendengar lontaran pertanyaan dari suaminya. Apakah suaminya tidak tau kalau dikampus sifatnya berubah 180 derajat dibandingkan dengan dirumah.
"Jawab dek". Desak Alfan yang membuat Alfina merinding dibuatnya
"Karena Alfina takut kalau mas marah jika penulisan skripsinya banyak yang salah". Jawab Alfina polos
"Itu hal yang wajar buat mahasiswa yang melakukan bimbingan". Jawab Alfan menatap Alfina lekat
"Tapi . . .". Ucap Alfina yang langsung dipotong oleh Alfan
"Kalau bimbingan sama mas bakalan mas kasih hadiah setiap harinya". Kata Alfan kepada Alfina
"Hadiah?". Tanya Alfina yang dibalas anggukan oleh suaminya
"Apa?". Tanya Alfina lagi sambil mengerjabkan kedua matanya yang membuat Alfan gemas ingin mencubit kedua pipi istrinya itu
"Mau tau?". Jahil Alfan yang diangguki oleh Alfina
Cup ...
Alfan mencium bibir Alfina sambil memainkannya dengan pelan kemudian melepaskannya. Alfina melototkan kedua matanya tak percaya melihat perlakuan suaminya. Entah keberapa kali ia dibuat salting akibat perbuatan Alfan itu, sedangkan Alfan masih tersenyum smirk menatap Alfina yang bersemu merah.
"Gimana?". Tanya Alfan
"Hadiahnya langsung kan, bahkan lebih dari itu juga ada dari mas yang bakalan mas kasih untuk adek". Kata Alfan
Alfina menggelengkan kepalanya kemudian mengalihkan pembicaraannya "Yaudah mas makan malam dulu". Kata Alfina
Alfan mengangguk kemudian mengikuti istrinya ke lantai bawah untuk makan malam bersama dengan dirinya. Seru juga menjahili dan menggoda perempuan seperti Alfina yang saat ini sudah menjadi pasangan halalnya, bahkan ia juga bisa berbuat lebih kepada istrinya itu. Alfan terkekeh geli membayangkan wajah Alfina yang masih malu-malu jika ia tatap seintens tadi.
"Mas mau lauk apa?". Tanya Alfina dengan sopan
"Apa saja dek yang penting makanan itu halal dan pastinya masakan dari kamu bakalan mas makan". Ucap Alfan santai yang kesannya seperti menggombal
Alfina mengambilkan beberapa lauk kedalam piring suaminya kemudian menyerahkannya dengan menaruh piringnya tepat dihadapannya.
"Silahkan mas". Ujar Alfina
"Terimakasih sayang". Jawab Alfan
Alfina mengangguk "Sama-sama mas".
Sudah selesai melayani suaminya kini Alfina mengambil makan untuk dirinya sendiri. Alfina memang sengaja tidak makan malam bersama dengan umi Laila dan abi Lukman karena ia akan makan saat suaminya sudah pulang. Padahal sang umi tadi sudah mengatakan bahwa tidak apa-apa jika ia harus makan malam duluan tanpa menunggu kepulangan dari suaminya. Tapi Alfina tetap keukeh untuk menunggu suaminya sampai pulang kerumah dan makan malam bersama dengan dirinya seperti saat ini.
__ADS_1