Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 74


__ADS_3

Setelah suaminya pergi bekerja, Alfina bergegas masuk kedalam rumah kemudian melanjutkan menyelesaikan skripsinya karena besok ia harus bertemu dengan dosen pembimbingnya. Selain itu agar ia juga bisa melaksanakan sidang dan lulus tepat waktu.


Kurang lebih setengah jam ia menulis skripsinya di laptop, ia bangkit menuju dapur untuk mengambil air dan beberapa camilan sehat seperti pudding dan kue. Sebenarnya ia lapar tapi tadi pagi dia sudah sarapan jadi ia inisiatif untuk memakan pudding saja.


"Sayang minum susu hamil dulu nak?". Ucap umi Laila pada Alfina


"Ya umi Alfina masih makan pudding buatan umi". Jawab Alfina sambil tersenyum manis kearah sang umi


"Habiskan pudding nya sayang biar kamu kenyang, kalau masih lapar sebaiknya makan nasi lagi aja sayang". Ucap umi Laila


Alfina mengangguk "Ya umi". Jawabnya


"Umi sudah buatkan kamu sayur sup, tinggal goreng ayamnya saja nak. Tunggu sebentar ya, nanti kalau sudah matang semua umi panggil untuk makan siang". Kata umi Laila begitu perhatian dengan Alfina


"Ya umi, terimakasih banyak". Ucapnya


"Sama-sama sayang". Balas umi Laila


Sampai tak terasa waktu sudah siang, Alfina menyudahi menulis skripsinya dan menutup laptopnya. Ia bersandar pada sofa sambil mengelus perutnya dengan pelan. Ia begitu lelah dan merasa lapar sehingga ia segera mengakhiri kegiatan menulis skripsinya.


Alfina menuju dapur untuk makan siang bersama dengan umi Laila, ia memang tidak diperbolehkan ikut memasak oleh sang umi takut kelelahan katanya. Jadi ia disuruh fokus mengerjakan skripsinya saja supaya cepat selesai dan lulus.


"Sini sayang umi ambilkan nak". Ucap umi Laila sambil mengambil piring milik Alfina


Alfina tersenyum "Terimakasih umi". Jawabnya


"Ya sayang". Balas umi Laila


Umi Laila mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Alfina, beliau mengambilkan sayur sup dengan ayam goreng serta sedikit sambal supaya Alfina berselera dalam makannya. Karena menantunya tersebut sangat menyukai makanan yang rasanya pedas, umi Laila mengizinkan akan tetapi tidak boleh berlebihan.


"Dihabiskan ya sayang, nanti kalau mau tambah silahkan ambil lagi". Kata umi Laila


"Ya umi". Jawab Alfina

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanannya, Alfina membawa piringnya ke wastafel untuk ia cuci. Ia sebisa mungkin sedikit-sedikit harus membantu umi Laila mengerjakan pekerjaan rumah walaupun hanya sebatas mencuci piring, menyapu, dan mencuci baju suaminya.


Setelah kegiatannya selesai, ia segera beranjak menuju lantai atas kedalam kamarnya untuk melaksanakan shalat dhuhur dan mengistirahatkan tubuhnya sebentar. Ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk selalu menjaga kesehatannya demi buah hatinya yang sedang dikandungnya. Tak lama kemudian setelah shalat, ia mendapat panggilan telpon dari suaminya yang saat ini sedang berada dikampus untuk mengajar para mahasiswanya.


"*Assalamualaikum sayang". Sapa Alfan disebrang telepon


"Waalaikumussalam mas". Jawab Alfina


"Kamu sedang apa dek?". Tanya Alfan pada Alfina


"Alfina habis shalat mas, ini mau istirahat sebentar". Kata Alfina dengan sopan


"Sudah makan?". Tanya Alfan lagi


"Alhamdulillah sudah mas, mas sudah makan?". Ucap Alfina


"Ini mas mau makan sayang". Jawab Alfan


"Jangan lupa dihabisin ya mas". Ucap Alfina disebrang telepon sambil terkekeh pelan


"Kan Alfina memang sudah kenyang mas". Katanya


"Yasudah adek istirahat ya, jangan lupa minum susu hamil nya. Biar adek dan dede bayinya sehat". Ucap Alfan


"Insya Allah sore nanti mas sudah kembali pulang". Lanjut Alfan


"Ya mas". Jawab Alfina


"Mas pulangnya hati-hati ya, jangan ngebut bawa mobilnya". Ucap Alfina dengan santai


"Ya umma". Balas Alfan disertai kekehan


"Apaan sih mas". Titah Alfina

__ADS_1


"Kan sebentar lagi adek bakalan dipanggil dengan sebutan umma oleh anak kita". Jawab Alfan


"Yaudah terserah mas". Balas Alfina


"Nanti kalau menginginkan sesuatu bilang sama mas ya sayang". Kata Alfan perhatian


"Ya mas". Jawab Alfina


"Mas tutup dulu, Assalamualaikum". Salamnya


"Waalaikumussalam". Jawabnya*


Setelah menerima panggilan telpon dari suaminya, Alfina bergegas mengistirahatkan tubuhnya. Ia sudah lelah saat mengerjakan skripsinya tadi, untuk itu ia perlu tidur siang supaya badannya kembali segar ketika bangun.


Sedangkan dikampus tepatnya diruangan pribadinya, Alfan lagi merapikan seluruh kertas-kertas yang berada diatas mejanya. Ia juga memasukkan laptopnya kedalam tas karena hari sudah sore jadi ia akan kembali pulang ke rumah agar segera bertemu dengan istrinya. Ia berjalan keluar dari ruangannya menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


Sekitar beberapa menit ia sudah sampai dihalaman depan rumahnya, ia segera memasukkan mobilnya kedalam garasi karena hari ini cuacanya sedang hujan. Ia jadi segera Ingin bertemu dengan Alfina, ia penasaran lagi apa istrinya itu sekarang.


"Assalamualaikum". Salamnya ketika memasuki rumah


"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila ketika melihat putranya sudah kembali pulang dari bekerja


Alfan menyalami tangan uminya, kemudian mengecup pipi uminya sekilas. Lantas ia menanyakan keberadaan istrinya kepada uminya.


"Istri Alfan dimana umi?". Tanyanya


"Istrimu mungkin masih istirahat nak, soalnya tadi dia habis mengerjakan skripsinya hingga kelelahan. Jadi sehabis makan siang umi menyuruh dia untuk istirahat dikamar". Jelas umi Laila


"Terimakasih umi sudah memperhatikan Alfina disaat Alfan lagi tidak ada dirumah". Kata Alfan


"Ya nak, kita sama-sama harus saling menjaga dan menyayangi satu sama lain, terlebih menantu umi sekarang sedang hamil jadi sebisa mungkin kita harus lebih menjaga dan melindunginya dengan baik". Jawab umi Laila


"Ya umi, kalau gitu Alfan keatas dulu". Kata Alfan

__ADS_1


"Ya sayang". Jawab umi Laila


Alfan menuju lantai atas untuk menemui istrinya, benar kata uminya istrinya itu masih tertidur dengan nyenyak diatas ranjang sambil memeluk boneka kesayangannya. Ia jadi gemas dengan bumil satu ini, mengapa semenjak hamil istrinya itu semakin menggemaskan membuat Alfan ingin menerkamnya sekarang juga.


__ADS_2